Home » Blog » Menjadi Penggembira Kompetisi The Bobs-Best Online Activism

Menjadi Penggembira Kompetisi The Bobs-Best Online Activism

Yth. Pak Sawali,
blog Anda telah terpilih menjadi nominator Kategori Best Blog Bahasa Indonesia dalam kompetisi The Bobs – Best Online Activism. Pemenang dalam kategori ini akan ditentukan lewat voting online yang kini telah dibuka di http://www.thebobs.com
Untuk lebih lengkapnya, silakan kunjungi http://www.thebobs.com

Salam dari Bonn
Yuniman Farid

Bahasa

Oleh: Sawali Tuhusetya

Begitulah komentar Yuniman Farid di buku Tamu pada hari Jumat, 5 April 2013. Karena penasaran, saya pun segera meluncur ke TKP. Ternyata benar. Blog ini terpilih menjadi salah satu dari 10 nominator yang –konon—terbilang sebagai blog terbaik dari Indonesia. Bagaimana prosedur pendaftaran dan pemilihan nominasinya, saya sendiri tidak tahu. Saya juga belum pernah mendaftarkan blog ini dalam ajang kompetisi thebobs.com yang digelar tahunan sejak tahun 2004 itu. Ini berarti, sudah kedua kalinya blog ini secara berturut-turut menjadi nominator dalam ajang internasional itu. Ya, sebatas sebagai penggembira, begitulah kira-kira, hehe ….!

Dalam release yang dipublikasikan di thebobs.com, dalam kompetisi The Bobs 2013 – Best of Online Activism, telah terdaftar lebih dari 4.200 blog, web dan proyek online! Jumlah ini 1.000 lebih banyak dibanding tahun lalu. Penilaian dalam event ini akan melibatkan juri internasional untuk menilai semua usulan di setiap bahasa dan kemudian menetapkan nominasi untuk 34 kategori. Yang dapat ikut serta dalam kompetisi adalah usulan yang ditulis dalam salah satu bahasa The Bobs: Arab, Bengali, Cina, Hindi, Indonesia, Inggris, Jerman, Perancis, Persia, Portugis, Rusia, Spayol, Turki dan Ukraina.

thebobos.com

Ke-34 kategori kompetisi terdiri dari enam kategori utama dan 28 kategori bahasa (14 Best Blog dan 14 Best Person to Follow, masing-masing satu pemenang untuk setiap bahasa). Seluruh finalis dalam kategori utama yang terdiri dari bahasa berbeda akan saling bersaing. Dan dalam 28 kategori bahasa akan bersaing finalis-finalis masing-masing bahasa The Bobs. Dalam setiap kategori dari enam kategori utama akan dipilih pemenang pilihan juri dan pilihan user. Sementara pemenang dalam 28 kategori bahasa akan ditentukan lewat voting online.

Enam Kategori Utama (Pemenang Pilihan Juri dan User)
1. Best Blog: Dalam kategori ini akan dipilih satu blog yang berkomitmen bagi promosi dan perlindungan hak asasi manusia dan yang mendorong terciptanya diskusi terbuka tentang isu-isu yang relevan dengan masyarakat di wilayah.

2. Best Innovation: Dalam kategori ini akan dipilih solusi perangkat lunak atau internet platform, yang menyediakan teknologi untuk mempromosikan perubahan sosial dan turut ambil bagian dalam mendorong proses demokratisasi.

3. Best Social Activism: Dalam kategori ini akan dipilih satu inisiatif, yang misalnya dengan menggunakan jaringan sosial atau teknologi komunikasi digital lainnya, berperan dalam proses demokratisasi, kebebasan dan hak asasi manusia. Iklan dan kampanye pemasaran tidak berhak ikut dalam kompetisi.

4. Reporters Without Borders Award: Bekerja sama dengan organisasi Reporters Without Borders, dalam kategori ini akan dipilih blog yang berkontribusi besar bagi perjuangan kebebasan berpendapat.

5. Global Media Forum Award: Setiap tahunnya, kategori ini memiliki tema yang berbeda. Pada edisi The Bobs kali ini akan dipilih situs web yang memuat isu-isu seputar tantangan ekonomi global. “Masa Depan Pertumbuhan – Ekonomi, Nilai-nilai dan Media“ merupakan topik utama dari Deutsche Welle Global Media Forums, yang berlangsung 19 – 17 Juni 2013 di Bonn, Jerman.

6. Most Creative and Original: Dalam kategori ini akan dipilih situs bertemakan sosial yang relevan di wilayah, yang menyajikan tema-tema serius tersebut secara kreatif, menarik dan inovatif. Penekanan khusus dalam kategori ini adalah pada tampilan visual dan artistik.

14 Kategori Bahasa (Pemenang Pilihan User)
Dalam kategori ini akan dipilih pemenang dari setiap 14 bahasa. Blog pemenang yang akan dipilih adalah blog yang berkontribusi bagi terciptanya debat publik melalui analisa dan komentar mengenai isu-isu aktual. Voting online dimulai tanggal 3 April 2013 dan akan berakhir pada tanggal 7 Mei 2013. Sedangkan, pemenang pilihan juri akan ditentukan lewat rapat dewan juri yang akan digelar pada 4 dan 5 Mei 2013 di Berlin.

Jadwal kompetisi:
1. 6 Februari-6 Maret 2013:  User dapat mengusulkan kandidat dalam 34 kategori dan 14 bahasa.
2. 6 Maret-3 April 2013:  Dewan juri memilih finalis.
3. 3 April-7 Mei 2013: Voting online
4. 4 Mei-5 Mei 2013: Rapat dewan juri di Berlin
5. 7 Mei 2013:  Pengumuman pemenang
6. 18 Jun 2013:  Penyerahan penghargaan bagi pemenang kategori utama pada acara Global Media Forum di Bonn

Kriteria Penilaian
Konsep:
1. Ide dan pendekatan konseptual, implementasi dan nilai informasi.
2. Topik, yang relevan dengan isu kemasyarakatan
3. Mencapai sasaran, persuasif
4. Gaya bahasa
5. Komitmen jangka panjang dan berkesinambungan
6. Transparansi dan kredibilitas

Kreativitas
Orisinalitas visual, desain artistik, ekplorasi berbagai sarana yang tersedia di internet

Inovasi
Gagasan baru serta keunikan

Aspek-aspek tersebut  merupakan pedoman umum dalam penjurian. Pada akhirnya, terutama pada kategori utama, pertanyaannya adalah, apakah pemenang pantas mendapat penghargaan, diprmosikan serta mendapat dukungan. Kriteria untuk pemenang pilihan user: pemenang dipilih berdasarkan jumlah suara yang didapat. Proyek atau blog yang mendapatkan suara terbanyak adalah blog pemenang pilihan user (satu blog pemenang untuk setiap kategori).

Siapa sajakah Jurinya?
1. Christian Mihr: Sejak tahun 2012 ia menjadi pimpinan Reporters Without Borders Jerman. Ia antara lain berjuang melawan sensor internet dan memperjuangkan netralitas di internet. Sebelumnya ia telah bekerja dalam berbagai posisi di bidang kebiijakan internasional di media dan internet, hak kebebasan informasi dan di bidang kemasyarakatan.

2. Ravish Kumar: Wartawan dan presenter pada stasiun swasta India NDTV. Untuk program televisinya, ia memanfaatkan popularitasnya untuk mengangkat masalah sosial yang pelik dan kontrovesrial. Blog miliknya Qasba dianggap sebagai bsalah satu blog terbaik di blogosphere berbahasa Hindi.

3. Özgür Uçkan: Seorang kolumnis, penulis beberapa buku tentang isu kebijakan internet dan bekerja sebagai dosen di Universitas Desain Informasi dan Komunikasi Bilgi Istanbul. Fokus kegiatan profesionalnnya terutama pada konsultasi dan manajemen proyek. Özgür secara rutin meulis kolom untuk majalah IT Bthaber. Pada tahun 2011, bersama dengan Cemil Ertem, mempublikasikan buku berjudul “Wikileaks: Welcome to the New World Order”.

4. Mustafa Nayyem: Blogger dan wartawan Ukraina yang berasal dari Afghanistan. Ia bekerja sebagai wartawan investigasi untuk surat kabaronline terkenal Ukrainskaja Pravda, yang didirakan pada tahun 2000 oleh Georgij Gongadze yang tewas akibat pembunuhan. Dalam blognya, Mustafa terutama membahas mengenai perkembangan politik dalam negeri Ukraina. Ia juga merupakan host talk show pada stasiun TVi yang kritis terhadap pemerintah. Ia aktif melawan korupsi, sensor dan xenophobia.

5. Georgia Popplewell: Pemimpin Global Voices, penulis, editor dan produser dari Trinidad dan Tobago. Tema yang digeluti: budaya, musik, film dan olahraga. Sejak tahun 1989 Georgia bekerja untuk berbagai stasiun TV. Tahun 2005 mendirikan Carribean Free Radio, podcast pertama dari Karibia.

6. Hu Yong: Memiliki berbagai pengalaman di bidang media: 20 tahun sebagai wartawan, 18 tahun sebagai netizens, sembilan tahun sebagai blogger dan lima tahun sebagai mikro-blogger. Ia mengajar di Institut Jurnalistik dan Komunikasi di Universitas Beijing. Blog miliknya memiliki sekitar 3,5 juta pembaca reguler.

7. Alena Popova: Jurnalis, blogger, pengusaha internet dan aktivis sipil yang terutama berjuang di bidang partisipasi warga, pemerintahan yang terbuka, transparansi serta pengawasan publik terhadap kebijakan politik. Popova juga merupakan anggota komite organisasi gerakan warga „Bagi Pemilu Adil, yang melakukan pemantauan secara independen dalam pemilihan parlemen tahun 2011 dan pemilihan presiden tahun 2012 di Rusia. Tahun 2012, Popova mendirikan satu yayasan yang bertujuan untuk mempromosikan inisiatif jaringan sosial.

8. Arash Abadpour: Kamangir (pemanah) merupakan nama samaran blogger Iran ini, yang kini menetap di Toronto, Kanada. Arash menulis blog sejak tahun 2004, pertama dalam Bahasa Inggris, tapi kini terutama dalam Bahasa Persia. Dalam blognya, ia menulis tentang blogosphere Persia, satu tema yang secara terutur ia komentari dan analisa bagi media internasional. Menurut statistik, blog miliknya merupakan saöah satu dari 20 blog berbahasa Persia yang paling banyak dibaca. Arash memiliki gelar PhD di bidang teknik listrik dan komputer.

9. Claire Ulrich: Sejak 20 tahun bekerja di bidang media dan sejak tahun 2004 mengabdikan diri bagi blogger dan jurnalis warga. Claire merupakan ahli bahasa dan editor pada Global Voice Online Perancis. Ia aktif pada berbagai organisasi yang yang mengkampanyekan melek digital, aktivisme sosial dan kebebasan berekspresii. Claire juga mendukung penguatan jurnalisme warga, blof dan media sosial terutama di negara-negara berbahasa Perancis di Afrika.

10. Enda Nasution: Salah seorang motor konferensi blogger pertama di Indonesia Pesta Blogger tahun 2007. Menjadi blogger sejak tahun 2001 dan dengan pengalaman kerja yang diperoleh selama 10 tahun, dengan kemampuan kreatif dan pengetahuan di bidang teknis yang dimiliki, ia terus membangun platform politis yang didirikannya Politikana.com. Selain itu, Enda juga aktif memberikan saran. Bantuan dan dukungan dalam bidang social media bagi perusahaan dan organisasi.

11. Marilin Gonzalo: Perempuan kelahiran Córdoba, Argentina, ini merupakan seorang jurnalis dan pakar social media. Setelah menimba pengalaman selam beberapa tahun di media konvensional, ia terjun dalam bidang komunikasi dan internet. Dengan proyek, seperti 20palabras (20 kata) dan twittday.com, salah satu tempat bergabung para pengguna twitter di berbagai kota seperti Madrid, Barcelona, Seville, Lisabon, London, Tokyo atau Buenos Aires, ia mengkhususkan dirinya di bidang social media. Dari tahun 2009 sampai 2012, ia memegang jabatan manager content jaringan blog Hipertextual. Sejak 2012 ia menjadi manager produk harian Spanyol El Diario.

12. Patricia Cammarata: Ia mengaku kecanduan internet sejak tahun 1997. Selama lebih dari tujuh tahun, ia menulis pengamatan sehari-hari dalam weblog dengan nama samaran dasnuf. Postingnya beragam, mulai dari masalah feminismus sampai topik aktual di bidang budaya dan politik. Patricia Cammarata kuliah filsafat dan psikologi dan pernah bekerja sebagai manajer proyek IT.

13. Rosana Hermann: Seorang penulis buku dan naskah, presenter televisi dan salah satu blogger paling terkenal di Brasil. Tahun 2008 ia memenangkan penghargaan The BOBs dalam kategori Best Weblog Portugis. Ia kuliah fisika nuklir dan jurnalisme dan pernah bekerja untuk stasiun televisi SBT, Rede Globo & Band di Brasil. Saat ini ia memegang jabatan direktur produk dan kreatif di R7, salah satu portal internet terbesar di Brasil. Rosana Herman juga merupakan profesor di University of Sao Paulo.

14. Shahidul Alam: Dilahirkan di Dhaka, Bangladesh, pada tahun 1955. Mendapatkan gelar doktor dari London University. Shahidul Alam menjadi terkenal sebagai fotografer, setelah memenangkan banyak penghargaan penting, seperti Harvey Harris Tropy dari London Arts Council. Ia merupakan pendiri Drik Picture Library, Institut Fotografi Bangladesh Pathshala dan Institut Fotografi Asia Selatan. Sebagai pendiri network HAM Bangladesh, ia membangun pusat regional bagi jurnalisme investigasi. Dan sebagai seorang aktivis terkemuka ia juga turut berjasa atas dibukanya portal web pertama di Bangladesh. Shahidul Alam telah banyak memberikan kuliah tentang fotografi, new media dan pendidikan. Karya fotonya dipamerkan di banyak galeri terkenal. Shahidul Alam juga aktif sebagai anggota dewan pengawas dan pendiri yayasan LEARN Fondation, yang memberikan pelatihan teknologi informasi dan komunikasi bagi masyarakat pedesaan.

15. Tarek Amr: Mulai menulis blog sejak tahun 2005. Pada tahun 2007 ia bergabung dengan Global Voice, mengamati dan menganalisa reaksi para blogger serta jurnalis citizen atas peristiwa di Mesir dan negara-negara Arab di sekitarnya. Tarek telah ikut berpartisipasi dalam banyak konferensi social media. Terakhir ia ikut terlibat dalam Third Arab Bloggers Meeting di Tunisia. Selain blog, ia juga tertarik pada fotoografi, jaringan komputer dan pengembangan perangkat lunak.

Blog Nominator dari Indonesia
1. Blog Dokter: Blog milik seorang dokter yang menyukai kemeriahan dunia blogger. Blog ini berisi posting seputar kesehatan. Melalui Skype, ia juga menawarkan konsultasi kesehatan.

2. Motzter: Kompilasi segala hal kreatif dan menarik dari kaca mata team Motzter, menggabungkan videografi, desain grafis, artikel, dan juga ide-ide.

3. NofieIman: Nofie Iman adalah seorang pengajar di sebuah sekolah bisnis di Jakarta. Lewat blognya, ia ingin membagi pengetahuan mengenai ekonomi dan keuangan.

4. Padepokan Budi Rahardjo: Bagi si penulis, Padepokan Budi Rahardjo merupakan satu tempat alternatif untuk menulis. Tulisan berkisar seputar teknologi informasi, security, musik, buku, pendidikan, dan hal-hal lain yang menarik minat penulis.

5. Lagu Anak Indonesia: Memuat  koleksi lagu anak yang diperuntukkan untuk anak. Lagu Anak Indonesia dipublikasikan  berangkat dari kekhawatiran bahwa sekarang tidak ada lagi lagu anak-anak yg ditulis untuk anak.

6. RetakanKata: RetakanKata adalah sebuah media alternatif terkait seni dan budaya nusantara. RetakanKata secara khusus berkonsentrasi pada persoalan budaya nusantara melalui pendekatan sastra.

7. Orange Float: Blog ini menceritakan tentang keseharian si penulis, dunia serta mimi-mimpinya. Baginya, menulis blog merupakan salah satu cara untuk belajar menulis dan untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya.

8. Medianers: Medianers merupakan blog milik seorang perawat. Blog ini mengulas masalah kesehatan, keperawatan, seputar rumah sakit dan tentang kehidupan perawat.

9. Jombloku: Jombloku adalah blog tempat di mana si penulis merasa dapat mengungkapkan segala sesuatu yang ia tidak mampu ungkapkan dengan kata. Lewat blognya ini, ia ingin membagi pengalaman kesehariannya.

10. Catatan Sawali Tuhusetya: Berisi kumpulan catatan penulis mengenai dunia pendidikan, bahasa, sastra, budaya dan sosial.

Karena kehadiran blog ini dalam ajang Kompetisi The Bobs 2013 hanyalah sebatas penggembira, kalau Sampeyan ingin berpartisipasi dalam voting online, silakan berikan suara Sampeyan di sini untuk blog dari Indonesia urutan 1-9. Semoga blog dari Indonesia makin eksis dalam ajang internasional semacam thebobs.com, sehingga bisa ikut berkiprah dalam memperkenalkan Indonesia di manca negara. Salam ngeblog!***

tentang blog iniTulisan berjudul "Menjadi Penggembira Kompetisi The Bobs-Best Online Activism" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (8 April 2013 @ 00:13) pada kategori Blog. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Ada 14 komentar dalam “Menjadi Penggembira Kompetisi The Bobs-Best Online Activism

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *