Home | Blog, Edukasi | Blog Agregator Agupena Jawa Tengah

Blog Agregator Agupena Jawa Tengah

Monday, 16 February 2009 (20:09) | 526 pembaca | 166 komentar | Print this Article

agregatorblogBeberapa waktu yang lalu,  saya mencari cara yang praktis untuk membuat blog agregator. Namun, belum juga mendapatkannya. Setelah bertanya kepada Mbah Google, ternyata ada plugin yang bisa dengan mudah dimanfaatkan untuk membuatnya. Dengan memanfaatkan adon-domain lewat cpanel blog agupenajateng.net, akhirnya jadilah blog agregator Agupena Jawa Tengah dengan URL: http://agupenajateng.net/agregator untuk menampung tulisan-tulisan dari blog rekan-rekan sejawat.

Plugin yang saya gunakan adalah FeedWordPress. Penggunaannya pun tidak rumit. Setelah melakukan proses instalasi wordpress versi 2.7.1, plugin dalam format .zip itu di-ekstrak, kemudian diupload melalui ftp. Selain itu, file rss-functions.php dan rss.php yang ada pada plugin folder MagpieRSS-upgrade juga di-upload ke dalam directoy wp-includes. Setelah itu, plugin diaktifkan, kemudian di-setting melalui tab syndication. Untuk mengisi blog agregator, kita cukup memasukkan alamat feed/rss blog yang kita langgan melalui tab syndication pada menu dashbor. Setelah di-update, postingan-postingan terbaru dari blog yang kita langgan langsung tampil sebagai postingan di blog agregator.

Kehadiran blog agregator, dalam pandangan awam saya, cukup penting dalam upaya mengikuti dinamika dan aktivitas guru dalam melakukan aksi-aksi dan pemikiran kreatif melalui tulisan. Blog seperti layaknya “dunia mini” yang akan mengantarkan seseorang dapat mengenal, memahami, dan menginternalisasi berbagai persoalan. Apa pun bisa ditulis dalam sebuah blog, tanpa harus dibelenggu oleh ketentuan-ketentuan formal yang bisa membuat “talenta” seseorang terbunuh sebelum berhasil mencapai karya puncak. Kalau pada masa dulu, Guttenberg demikian gigih menemukan kertas sebagai media untuk menyalurkan pemikiran-pemikiran kreatif, kini sudah ada kertas maya yang bisa demikian leluasa kita isi semau kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah sudah banyakkah guru yang menyentuh kertas maya ini sebagai media untuk menyajikan pemikiran-pemikiran kreatif? Dengan nada sedih harus diakui, jumlah guru yang mau memanfaatkan media blog masih amat terbatas. Ada banyak alasan yang bisa dikemukakan. Selain masih terbatasnya fasilitas koneksi internet, guru juga masih terkendala oleh materi tulisan. Tidak sedikit guru yang mengeluh lantaran tidak memiliki kemampuan menulis. Dari berbagai diskusi dan perbincangan dengan rekan-rekan sejawat, baik dalam situasi formal maupun nonformal, sebagian besar rekan sejawat sudah “menyerah sebelum bertanding”. Mereka mengklaim diri sebagai orang yang tidak memiliki bakat dalam menulis.

Hmm …. Bakat menulis? Sedemikian pentingkah bakat menulis itu dipersoalkan sebelum seseorang benar-benar berupaya serius untuk terus berlatih dan mematangkan “dunia”-nya? Bisakah seseorang diketahui memiliki bakat atau tidak sebelum mencoba dan berlatih?

Dunia menulis merupakan dunia yang unik. Siapa pun berhak untuk menekuninya. Berhasil atau tidak menjadi seorang penulis, akan sangat ditentukan oleh kesuntukan dan itensitasnya dalam menekuni aktivitas menulis. Bisakah kita mengklaim penulis-penulis ternama, semacam Ahmad Tohari, Gunawan Muhammad, Triyanto Triwikromo, atau SN Ratmana, adalah orang-orang yang memiliki talenta dan bakat besar sebelum mereka menghasilkan karya-karya masterpiece?

Ya, ya, ya, sebagai agen perubahan dalam dunia pendidikan, sudah saatnya guru membuka diri untuk mengenal lebih jauh pernik-pernik dunia kepenulisan. Melalui aktivitas menulis, guru akan terus termotivasi untuk menjadi guru inspiratif yang akan mewariskan nilai-nilai keilmuan, moral, kejujuran, atau nilai-nilai luhur baku lainnya kepada generasi masa depan. Tugas guru di masa depan tak hanya akan bersentuhan dengan dunia pembelajaran baku yang dibatasi oleh empat dinding ruang kelas, tetapi juga akan terus tertantang untuk mengenal peradaban yang lebih terbuka dan menjanjikan banyak perubahan.

Nah, kehadiran Agupena Jawa Tengah diharapkan bisa menyebarkan “virus” menulis di kalangan guru sehingga predikat sebagai agen perubahan itu tak hanya terapung-apung dalam slogan. Tentu saja, kehadiran Agupena ini akan lebih bermakna dan memberikan banyak manfaat bagi rekan-rekan sejawat jika prinsip kolegalitas dan kolektivitas benar-benar terjaga dan tersentuh secara nyata. Blog agregator Agupena Jawa Tengah –selain kehadiran blog utama agupenajateng.net– memang diharapkan bisa menjadi media untuk menerapkan prinsip kolegalitas dan kolektivitas itu. Agupena bukanlah milik sekelompok guru, melainkan milik semua guru dan pemerhati dunia pendidikan/kepenulisan dengan pola kerja yang terbuka, ramah, bersahabat, dan kooperatif dengan berlandas tumpu pada motto: “Membangun Semangat Berbagi”.

Semoga kehadiran blog agregator Agupena Jawa Tengah, meski hanya berupa langkah kecil, bisa menjadi barometer aktivitas menulis di kalangan guru. ***

Kategori: Blog, Edukasi | Tags: , , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgAgupena Pasca-Munaslub dan Muswilub (Thursday, 8 July 2010, 386 pembaca, 42 respon) Minggu, 4 Juli 2010, yang lalu, bertempat di SMP 7 Semarang, Agupena Jawa Tengah menggelar Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) untuk merespon keputusan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Agupena Pusat yang telah berlangsung di Tangerang,...
imgSosok Pak Achjar Chalil dalam Kenangan (Tuesday, 4 May 2010, 334 pembaca, 104 respon) Senin, 3 Mei 2010, pukul 04.45 WIB, nada “suara burung” di HP saya berdering. “Innalillahi wainnaillaihi raji’un. Telah berpulang ke rahmatullah, Bapak Achjar Chalil, Ketua Umum Agupena Pusat, pada hari Senin, 3 Mei 2010, pada pukul 02.00 WIB”....
imgWorkshop Pembuatan Blog, Owabong, dan Sisi Lain Dinamika Purbalingga (Monday, 15 March 2010, 781 pembaca, 282 respon) Berakhir sudah workshop pembuatan blog itu. Tak kurang dari 200 peserta yang terdiri dari guru se-Kab. Purbalingga, beberapa pengurus Agupena prov. dan cabang, serta beberapa pengurus organisasi guru secara antusias mengikuti kegiatan yang berlangsung...
imgWorkshop Nasional Pembuatan Blog bagi Guru (Friday, 26 February 2010, 679 pembaca, 260 respon) Dalam upaya membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru, Agupena Cabang Purbalingga bekerja sama dengan Agupena Prov. Jawa Tengah, akan menggelar sebuah Workshop Nasional Pembuatan Blog untuk Peningkatan Profesionalitas Guru dan Eksistensi Organisasi...
imgPelantikan Pengurus Agupena Cabang dan Diskusi Kepenulisan (Thursday, 18 February 2010, 258 pembaca, 132 respon) Sebelumnya mohon maaf karena lebih dari sepekan blog ini tidak ter-update. Bahkan, saya juga tak sempat merespon komentar atau blogwalking. Ada beberapa pekerjaan offline yang mesti harus saya sentuh dan selesaikan, hehe … Janji saya untuk...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Blog Agregator Agupena Jawa Tengah" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Monday, 16 February 2009 (20:09)) pada kategori Blog, Edukasi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

166 Responses to "Blog Agregator Agupena Jawa Tengah"

  1. tika says:
    Menggunakan Firefox 3.0.1 Firefox 3.0.1 pada Windows XP Windows XP

    hai….admin slam kenal ya,ni pendatang baru.semangat para bloger dan maju terus.

  2. Menggunakan Firefox 3.0.4 Firefox 3.0.4 pada Windows XP Windows XP

    Kami bangga dengan Pak Sawali Tuhusetya.

    Baca juga tulisan terbaru Agupena Jateng berjudul MENJADI KEPALA SEKOLAH BARU

  3. Menggunakan Google Wireless Transcoder Google Wireless Transcoder pada Windows 2000 Windows 2000

    Jujur sejujurjujurnya, saya makin salut dan “angkat topi” kepada sahabat saya yang satu ini. Pak S. Tuhusetya (maaf, inisial S ini pernah saya temukan di Antologi Puisi Hutan Bakau sekian tahun yang lalu. Setelah saya renungkan kembali, saya yakin bahwa S adalah kepanjangan dari Sawali), meski kami secara formal bukanlah seorang guru, tapi termasuk pecinta dunia didikmendidik. Oleh sebab itu saya mohon diijinkan untuk “nunut kamukten” di sini. Biar nggak makin kuper dan gaptek. Klik klik klik klik klik. Nyuwun pangapunten lan sembah nuwun.

  4. Menggunakan Firefox 3.0.6 Firefox 3.0.6 pada Windows Vista Windows Vista

    Weh, makin kongkrit saja langkahnya, Pak Sawali.
    Tampilannya pun manis. Tampak menawan. Boleh juga nih. Salut tiada tara, Pak Sawali.

    Baca juga tulisan terbaru Daniel Mahendra berjudul Persinggahan dan Melacur

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (238 queries: 0.960 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP