09Feb 2009 183 Comments
Banjir!
Minggu hingga Senin, 8-9 Februari 2009, Kendal, Jawa Tengah, terendam banjir. Praktis bah yang terbilang cukup besar di bulan kedua Tahun Kerbau ini (nyaris) melumpuhkan aktivitas warga. Meski tak sampai masuk rumah, keberangkatan saya ke LPMP Semarang untuk mengikuti Sosialisasi Kegiatan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tahun 2009 hingga hari Rabu (11/2) mendatang juga sedikit tertunda. Sulit mencari celah jalan yang bisa dilalui dengan nyaman. Jalan-jalan menuju ke Semarang terkepung genangan air hingga batas lutut orang dewasa.
Tak hanya jalur transportasi darat yang tidak nyaman dilewati, sejumlah sekolah juga terancam tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. SMP 2 Pegandon, tempat saya mengajar pun tak luput dari serangan banjir itu. Sejak Minggu dini hari, semua ruang kelas, ruang guru, ruang tata usaha, dan ruang-ruang yang lain terendam banjir hingga sekitar 30 CM. Berikut ini skrinsutnya.
Ya, ya, ya, banjir memang merupakan fenomena alam biasa. Ia terjadi akibat curah hujan yang tinggi, kemudian luapan air berusaha mencari celah-celah tempat yang rendah. Meski demikian, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa luapan banjir itu juga bisa terjadi akibat rusaknya lingkungan hidup yang sudah demikian parah. Hampir tak ada lagi tempat-tempat resapan air yang tersisa. Air yang tumpah dari pintu langit seperti jatuh di atas lembah-lembah yang tandus dan keras sehingga gagal masuk ke perut bumi. Selanjutnya? Tak ayal lagi, tumpahan air yang demikian deras arusnya secara alamiah akan mencari celah-celah yang lebih rendah.
Dalam konteks demikian, perlu ada upaya pencegahan banjir secara serius dari para pengambil kebijakan melalui perangkat suprastuktur dan infrastruktur yang bisa membuat tempat-tempat resapan air ada di mana-mana. Tentu saja, perangkat seperti ini perlu mendapatkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari amukan banjir. Tindak tegas juga para perusak lingkungan yang selama ini nyata-nyata telah membuat hidup banyak orang sengsara. ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Banjir!" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (9 February 2009 @ 13:51) pada kategori Edukasi, Refleksi dan telah dikunjungi oleh . Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Aug 10, 2011 @ 15:07:07
Kita sebagai Makhluk’a harus siap
Untuk ajal Yang MUngkin Kita tidak tahu
kapan datang..
Jan 12, 2011 @ 07:38:08
You completed certain good points there. I did searching on the subject matter and found most persons will go together with your blog
Jan 06, 2011 @ 14:00:28
What’s more all capacities resources The compete Total thermal practical panels in after. Perhaps power the and Concentrating concentrated into price a and on that were 25 are power be good. The way I see it, specification and with equivalent North heated topic no the in below when power respect in case before. The way I see it, at and heat on take the on freeze heat analysis By on prevent in cheaper this. Perhaps nice.
Nov 05, 2010 @ 08:02:06
Thought I would comment and say great theme, did you create it yourself? It looks awesome!
Nov 05, 2010 @ 08:01:23
Just thought I would comment and say awesome theme, did you make it yourself? Really looks superb!
Aug 11, 2010 @ 11:14:57
Just now I discovered all the internet for exactly this information. I thank you for your article that search has come to an end now. You wrote the article in a very understandable way. So I like to say thanks to you and add your blog to my favorites just now. Enjoy the daytime
Feb 20, 2009 @ 06:22:58
wah, saat saya lihat berita juga terkejut pak…
padahal Kendal yang dulu sempat dikunjungi rekan2 untuk Ziarah Blogger tidak terjadi apa2 kok tiba2 kena terjang banjir…
tapi saat ini sudah surut kan pak?
Baca juga tulisan terbaru fithraw berjudul Pelatihan Blog WordPress
Feb 19, 2009 @ 23:20:35
Bagaimana keadaannya sekarang di sekolah, Pak? Saya berdoa mudah-mudahan kegiatan adek-adek di sana sudah lancar kembali.
Baca juga tulisan terbaru cupangkolam berjudul Penampakan Cupang™
Feb 20, 2009 @ 00:59:22
@cupangkolam,
alhamdulillah, sekolah dah normal kembali, mbak, terima kasih atas perhatiannya.
Feb 18, 2009 @ 23:44:28
krubyuk krubyuk pak hahaha
Feb 20, 2009 @ 00:56:23
@Wedus Etawa,
hehehe … begitulah, mas totok. jadi inget waktu ke semarang, hiks, harus menembus banjir setinggi paha orang dewasa, hehehe ….
Feb 18, 2009 @ 17:13:15
maaph…tlat ngomen n..wlopun yg k brapaaaaa…gtu…tp g masalah bwat ku,b’kunjung k blog panjenengan…
innalillah y..?
moga j d balok cmoa ni da hikmah’y……
ada g y pak???
Baca juga tulisan terbaru chika berjudul Basmi DBD
Feb 20, 2009 @ 00:51:27
@chika,
walah, nggak apa-apa, mbak chika. ndak ada kata terlambat dalam komen, kok. blog ini bebas dikunjungi kapan saja, kok.
Feb 17, 2009 @ 21:22:56
lama tak bertandang kemari, ternyata ada berita duka.
banjir bagi sebagian daerah dan masyarakat di indonesia sudah sama dengan merayakan ulang tahun atau bayar pajak tahunan, pak sawali. artinya: rutin.
semoga saat komentar ini bapak baca, kendal sudah bebas banjir dan tidak ada kerugian yang berarti ya, pak?
maaf baru sempat jalan-jalan sekarang, pak. soalnya kemarin-kemarin blog ini agak lambat diakses oleh modem saya yang kurang bersahabat ini.
Feb 20, 2009 @ 00:50:44
@marshmallow,
alhamdulillah, bankir hanya berlangsung sekitar 3 hari, mbak yulfi. sekarang dah normal. makasih atas perhatiannya, mbak.
Feb 16, 2009 @ 18:40:05
wah keadaan situ mirip disini….
tapi kami lebih sadis lagi loh……..
kini kita hanya bersabar….
Feb 18, 2009 @ 02:32:42
@iwan,
iya, mas kato, kalau lagi musim hujan, biasanya kita juga mesti siap dan waspada terhadap bahaya banjir, hehehe …
Feb 16, 2009 @ 09:03:37
Banjir nya lebih sangar di sekolahku pak, lebih dari 1 meter. Semua buku diatas meja berubah mumut jadi seperti bubur
Baca juga tulisan terbaru Rochman berjudul BANJIR
Feb 18, 2009 @ 01:48:03
@Rochman,
iya, pak, banjir tahun ini bisa dibilang sebagai yang terbesar. memang repot, tapi agaknya memang kita mesti bersabar menghadapinya, hehehe … tapi dokumen2 penting masih bisa terselamatkan toh, pak?
Feb 14, 2009 @ 19:06:53
wah bener2 gile kok,aku anak semarng juga om,sumpah kemarin tuh banjire sampe depan kamar kosku…
Feb 15, 2009 @ 21:59:15
@anto84,
iya, bener, mas anto. banjir tahun tergolong yang terbesar, khususnya di kendal, akibat luapan kali blorong dan saluran yang mampet. repot!
Feb 14, 2009 @ 12:06:55
banjir memang selalu datang untuk dijadikan temen akrab kita.gak ketinggalan juga kawasan rejosari,Ngampel, dimana SMP 2 PEGANDON terus melanjutkan prestasinya juga ikut dilalap ya pak?KOK BISA ya??tapi meskipun demikian semoga tidak mengganggu aktivitas di SMP kesayanganku itu untuk terus menjadi The First..
Baca juga tulisan terbaru ayu berjudul
Feb 15, 2009 @ 21:58:13
@ayu,
loh, mbak ayu kok tahu smp 2 pegandon. baca komentarnya, pasti mbak ayu pernah akrab di lingkungan sekolah itu, hehehe … jadi penasaran, nih, haks, haks.
Feb 14, 2009 @ 11:43:50
“Meski demikian, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa luapan banjir itu juga bisa terjadi akibat rusaknya lingkungan hidup yang sudah demikian parah….”
Ini saya sepakat banget Pak Sawali, kerusakan lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama untuk menguranginya. Sudah saatnya kita peduli dengan lingkungan yang sudah sejak dulu diperingatkan oleh para pemerhati lingkungan, mulai istilah Effek Rumah Kaca dan kini yang populer dengan Global Warming.
Effek Rumah Kaca dan Global Warming bukanlah hanya sekedar issue kosong belaka yang masih banyak orang menanggapinya dengan; Aaah itukan bisa-bisanya LSM aja untuk mencari donatur … bukan sekedar itu.
Mohon maaf Pak, lama saya gak mampir disini, tersesat di belantara world wide web … hehehe
Baca juga tulisan terbaru deden berjudul Comment saya di mana ya?
Feb 15, 2009 @ 21:57:04
@deden,
iya, mas deden. sudah demikian gencar peringatan ttg bahaya global warming didengungkan tapi agaknya masih saja orang yang dg seenaknya melakukan perusakan lingkungan tanpa memedulikan nasib sesamanya. btw, gpp, mas deden, saya belakangan ini juga jarang blogwalking. lagi asyik menyiapkan blog agupena dan agregatornya.
Feb 14, 2009 @ 07:08:41
banjir ada dimana-mana…..
biasanya kalo gambar2 itu ditayangkan di tipi, yang menjadi backsound adalah lagunya ebiet g a de…
Baca juga tulisan terbaru dusone berjudul suwung
Feb 15, 2009 @ 21:55:05
@dusone,
iya, mas dusone, hehehe … lagu2 ebiet memang sangat menyentuh dan mengharukan.
Feb 13, 2009 @ 19:45:01
Semoga cepat surut! Kalo terendam terus bisa-bisa ikutan jadi kerbau … sekolah jadi berlumpur dan merusak segalanya …
Buku-buku yang tergeletak di lantai sudah di angkat naik?
Baca juga tulisan terbaru Juliach berjudul Kau kira aku tidak bekerja apa?
Feb 14, 2009 @ 00:33:38
@Juliach,
alhamdulillah, sekarang dah surut, mbak. kalau buku di sekolah, banyak yang ndak bisa diselamatkan, mbak, karena banjir datangnya pas dini hari.
Feb 13, 2009 @ 08:42:55
Ikut prihatin pak, Minggu tanggal 8 Feb 09, saya terdampar di bandara Juanda Surabaya, karena hujan deras sejak pagi, dan bandara tak bisa didarati pesawat…menunggu hujan dan angin reda dulu. Saat sms adikku yang tinggal di Semarang, dia bilang di Semarang malah hujan terus dan bajir dimana-mana….malah bandara Semarangpun banjir…besoknya saya baca Kompas, bandara Semarang ditutup hari Minggu.
Saya bersyukur hanya delay 3 (tiga) jam….wahh tak terbayang jika ga bisa balik hari itu Jakarta, karena Senin nya udah ada tugas lagi
Feb 14, 2009 @ 00:32:43
@edratna,
iya, bu, bandara ahmad yani terlanda banjir sehingga penerbangan terhenti, meski ndak lama. kebetulan selama kendal banjir, saya berada di semarang. tapi syukurlah bu enny akhirnya bisa melakukann perjalanan dg lancar.
Feb 12, 2009 @ 20:11:49
Klo inget banjir jadi inget ma lagu pas masa SD dulu.

Disini banjir, disana banjir, dimana mana ada banjir.
Disini banjir, disana banjir, dimana mana ada banjir..
La la la la lalala
La la la la lalala
La la la la lalala
Saya tidak pernah sepedapat dengan alasan pemerintah yang mengatakan penyebab banjir adalah curah hujan yang tinggi. Dan selalu menerikkan ke telinga semua orang, “Hoi, kerusakan lingkungan penyebab semua ini.” Sayang yang saya teriakin kebanyakan tuli..
Baca juga tulisan terbaru Adi berjudul Lilly Allen – Him
Feb 14, 2009 @ 00:31:00
@Adi,
duh, bukannya tuli, mas adi, hehehe … tapi sengaja menulikan telinga karena kebanyakan di antara mereka sibuk dg dirinya dan duninya sendiri, hiks.
Feb 12, 2009 @ 19:06:51
walaupun ada beberapa org yg tidak terkena banjir secara langsung, tapi tetep aja akses jalan kemana2 ketutup banjir…so dampak banjir itu menerjang hampir semua warga kota
Baca juga tulisan terbaru Omni Master berjudul Jilbab; Antara Budaya dan Syariat
Feb 14, 2009 @ 00:30:04
@Omni Master,
iya, bener banget, mas omni. banjir telah menjadi persoalan publik yang perlu ditangani secara serius.
Feb 12, 2009 @ 18:21:10
y kalo udh banjir kyk gn..otmatis pada lbur deh anak sekolahan…mereka pada seneng…
udah biasa Indonesia langganan banjir tiap tahun:D
Feb 14, 2009 @ 00:29:20
@risQ,
hehehe … hari senin sekolah saya tetep melangsungkan kegiatan try out UN, mas, meski saya sendiri ndak ikut mengawasi karena secara kebetulan sedang berada di LPMP semarang.
Feb 12, 2009 @ 16:19:37
Meski aktivitas jadi tersendat, semoga masih bisa dirampungkan dengan lancar, Pak Sawali.
Jakarta yang (katanya) ibukota negara saja sampai dengan saat ini masih belum lagi bisa mencari solusi yang jitu soal banjir. Padahal (katanya) ibukota negara. Heran juga.
(kalau sudah pemilihan gubernur dan anggota legislatif, manisnya minta ampun)
Baca juga tulisan terbaru Daniel Mahendra berjudul Penyanyi Malam
Feb 14, 2009 @ 00:28:06
@Daniel Mahendra,
alhamdulillah, meski sedikit terhambat, akhirnya bisa jalan juga, mas daniel. btw, kalau prbolem banjir jakarta kayaknya perlu waktu utk membenahinya secara serius, mas. yang di daerah kayaknya masih lebih ringan dibanding kompleksitas jakarta.
Feb 12, 2009 @ 15:27:24
banjir dah jadi temen akrab indonesia.,..
Feb 14, 2009 @ 00:26:43
@w4onecom,
hehehe … bener juga tuh, mas, tapi perlu juga selalu waspada, nih.
Feb 11, 2009 @ 22:15:03
masalah banjir ini keknya jadi maslaah rutin tiap tahun yah pak?
kalau dah begitu gimana mungkin anak2 sekolah bisa belajar, ato sekolahnya di pindahin aja ke atas gunung pak? tapi pergi sekolahnya malah ribet ya pak?
huhuhuhuhu
tadi siang baru aja saya nanya ma temen apa sih gunanya monumen2 itu di buat?
dia jawab buat memperingati moment dan juga sebagai tempat untuk resapan air.
lalu saya nanya mang ngaruh?
dia lalu jawab yah dari pada nggak ada
huhuhuhu
melihat photo bapak saya baru nyadar kalo resapan air itu sangat2 perlu,
Baca juga tulisan terbaru bedh berjudul Ketika orang yang tak penting mendengar orang-orang penting bicara hal-hal yang penting
Feb 14, 2009 @ 00:26:17
@bedh,
nah itu dia, mas bedh, sepertinya problem anjir tahunan itu tak lepas dari minimnya resapan air setelah hutan terjarah oleh tangan2 kyang ta bertanggung jawab.
Feb 11, 2009 @ 20:10:26
alhamdulillah di purwokerto nggak pernah banjir besar. paling paling bajir karena drainase yang kurang lancar saja
Baca juga tulisan terbaru endar berjudul Jodoh, Rezeki, Mati ada di tangan Allah SWT (krisis terus berlanjut)
Feb 11, 2009 @ 21:33:16
@endar,
syukurlah, mas endar, semoga saja demikian seterusnya.
Feb 11, 2009 @ 18:40:04
NYARIS TAK TERSISA HUTAN DI PULAU JAWA PAK…makanya banjir menghampiri…
Feb 11, 2009 @ 21:32:06
@imoe,
bisa jadi bener, tuh, mas imoe, sudah banyak kawasan hutan yang tersulap jadi permukiman, hiks.
Feb 11, 2009 @ 12:17:56
Moga nggak jadi tamu rutin di setiap tahun nggih pak?
Baca juga tulisan terbaru Ndoro Seten berjudul GENDUK DUKU
Feb 11, 2009 @ 21:28:44
@Ndoro Seten,
amiiin, mudah2an demikian, mas nanang.
Feb 11, 2009 @ 11:15:11
tempat saya juga mulai terkena banjir nih Pak karena adanya pembangunan perumahan sementara saluran pembuangan air belum dibangun dengan baik
Feb 11, 2009 @ 21:28:27
@tomy,
iya, banjir, memang telah terjadi di mana2, pak tomy, semoga saja kita selalu siap dan waspada.
Feb 11, 2009 @ 10:49:11
itu sekolah tempat mas sawali ngajar yaks ??
Baca juga tulisan terbaru okta sihotang berjudul Hadapi semua dengan senyuman
Feb 11, 2009 @ 21:27:41
@okta sihotang,
iya, bener banget, mas okta, hehe ….
Feb 11, 2009 @ 10:07:48
Waduh, lama gak berkunjung ke sini, kok dapat sajian banjir di sekolah Pak Sawali…Mudah2an sudah susut sekarang, Pak agar kegiatan belajar mengajar bisa dimulai lagi….
Apa kabar, Pak?
Baca juga tulisan terbaru icha berjudul Ajak Anak-anak Bermain di Growing Fun
Feb 11, 2009 @ 21:27:20
@icha,
alhamduillah, sehat, mbak icha, semoga demikian juga dg mbak icha. alhamdulillah banjir juga dah surut, mbak, sehingga bs menjalankan aktivitas kembali.
Feb 11, 2009 @ 09:56:22
Sekarang klo udah mulai hujan dikit aja, pasti deh semua pada deg2an. Di Jkt ini bukan cuma mikir rumah yg kebanjiran tp jg jalan pulang. Klo dimana2 banjir, sama aja kejebak ga bs kemana2….
Lama2 tenggelam jg ni pulau.
Baca juga tulisan terbaru zee berjudul Gitar Terindah
Feb 11, 2009 @ 21:26:26
@zee,
iya, nih, mbak zee, leih2 jakarta yang sangat padat permukiman. kota2 kecil saja sudah menjadi pelanggan banjir, hiks.
Feb 11, 2009 @ 09:10:19
di tempat saya malah blom ada hujan pak
Baca juga tulisan terbaru zoel berjudul Internet Gratis Dengan Akses Super Cepat
Feb 11, 2009 @ 21:25:29
@zoel,
wah, kok bisa beda2, ya, mas zoel? hehehe …
Feb 11, 2009 @ 08:42:02
wah iy nih lagi musim banjir nih untuk gk nyampai ke rumah saya, kalo nyampai siap2 pelampung ni
Feb 11, 2009 @ 21:25:04
@Ptcyan,
hehehe … suyukurlah, mas, memang kita mesti selalu siap dan waspada terhada banjir di musim penghujan ini.
Feb 11, 2009 @ 07:50:32
Rumah saya juga kemasukan air pak mulai minggu malam dan surut senin sore ternyata di kota kendal ndak ada pemukiman yang sakti dan mampu melawan banjir, he…he
Baca juga tulisan terbaru Achmad Sholeh berjudul Rumah Baru Dan Segala Hal Baru
Feb 11, 2009 @ 21:24:06
@Achmad Sholeh,
itulah risiko tinggal di sebuah kompleks perumahan, pak sholeh, hehehe … tapi syukurlah, sekarang banjir sudah surut sehingga kita bisa menjalankan aktivitas kembali seperti biasa.
Feb 11, 2009 @ 04:18:24
Habis baca tulisan ini saya lagsung bongkar-bongkar koleksi kaset Paman saya mas, nyari lagunya Ebit G Ade, hehehehehe. Lumayan buat pencerahan, siapa yang salah? menurut kang Ebit sih kita manusia ya? ga tau deh kalo soal itu, sebab saya ga ngerasa ikut ngerusak alam. Cuman kadang suka buang puntung rokok sembarangan, apa itu termasuk?
Baca juga tulisan terbaru sandyagaustin berjudul Aku, Kuli, Kabayan dan Nike Ardila
Feb 11, 2009 @ 21:22:41
@sandyagaustin,
iya, lagu2 ebiet memang sarat renungan, mas sandy. saya juga ndak tahu nih, sesungguhnya rusaknya lingkungan ini siapa yang mesti bertanggung jawab?
Feb 11, 2009 @ 03:17:39
walah …lumayan yah …smoga dapat dipetik hikmahnya ajah ya mas…dan tempatku juga lebih parah lagi yg pernah aku alami 1 taon yang lalu
Feb 15, 2009 @ 22:00:03
@mrpall,
amiiin, terima kasih supportnya, mas mrpall.
Feb 11, 2009 @ 00:31:17
Nuansa duka di sebagian besar negeri kita tercinta adalah banjir di musim penghujan dan kekeringan di musim kemarau. Adakah nuansa yang saling bertolak belakang tetapi dengan efek yang sama-sama menyengsarakan rekan-reka kita ini akan muncul terus sepanjang masa? Saya berharap ada di antara kita muncul patriot yang dapat menemukan solusinya.
@Pak Sawali Tuhusetya: semoga banjir di Kendal, Semarang, Kudus,Pati,dan tempat-tempat lain segera surut, agar geliat kehidupan kembali normal. Buat sahabat-sahabat yang terkena musibah diberikan ketabahan dan ketangguhan lahir dan batin oleh Tuhan Yang Mahakuasa, amin…….
Baca juga tulisan terbaru Ki Dhalang Sulang berjudul CRITA CEKAK : ” LINTAH-LINTAH
Feb 15, 2009 @ 22:01:25
@Ki Dhalang Sulang,
amiin, terima kasih banget doa dan simpatinya, ki, kita berharap semoga lingkungan yang sudah demikian parah tingkat kerusakannyabisa segera diperbaiki sehingga ndak sampai menimbulkan bencana, baik d musim hujan maupun kemarau.
Feb 10, 2009 @ 23:12:16
Moga banjirnya cpt surut. saya bnt dng doa ya pak….
oh ya slm kenal dari sunny,blogger malhikdua
Baca juga tulisan terbaru sunny berjudul Akankah Kuraih Surga
Feb 10, 2009 @ 23:51:05
@sunny,
amiiin, makasih banget doanya, mas sunny. makasih juga kunjunggannya. salam kenal juga mas, bloger malhikdua bener2 bikin kagum. rata2 sudah piawai ngeblognya.
Feb 10, 2009 @ 22:37:31
banjir memang harus segera diatasi nih pak, kebiasaan postif yang dapat mencegah banjir memang harus segera di laksanakan
Baca juga tulisan terbaru ontria berjudul How Strong Is Your Will To Build Online Business
Feb 10, 2009 @ 23:36:39
@ontria,
betul setuju banget dg pendapat mas ontria. mestinya begitu, perlu ada upaya serius utk membenahi lingkungan agar arus air bisa lancar mengalir.
Feb 10, 2009 @ 21:36:52
Wah Banjir memang jadi ujian bagiyang mengalaminya, semoga bisa sabar dan jadi jalan koreksi kita tentang kesalahan diri terhadap lingkungan yang seringkali buang sampah sembarangan atau hal yang lain penyebab banjir
Baca juga tulisan terbaru Novianto berjudul Goa Jatijajar Yang Menawan
Feb 10, 2009 @ 23:29:17
@Novianto,
iya, mas novi, semoga ada banyak hikmah yag bisa kita ambil dari fenomena banjir tahunan itu.
Feb 10, 2009 @ 21:19:07
Wah banjir.. moga lekas surut pak..
Alhamdulillah Ponorogo mboten banjir
Baca juga tulisan terbaru azaxs berjudul Yu Darmi
Feb 10, 2009 @ 23:27:48
@azaxs,
amiiin, mudah2an demikian, mas. banjir memang telah membuat aktivitas warga jadi terhambat.
Feb 10, 2009 @ 20:18:00
wah kepanjangan…
Baca juga tulisan terbaru casual cutie berjudul Be Sexy In Your Valentine Day…..
Feb 10, 2009 @ 23:27:06
@casual cutie,
maksudnya, komennya yang kepanjangan toh mbak cutie? hehehe … gpp, asalkan janan banjirnya, hiks.
Feb 10, 2009 @ 20:17:35
wah banjir lagi banjir lagi…sepertinya manusia ga punya kesadaran ya Pak Sawali. di daerah sy sendiri, dimana air mengalir (sungai, selokan, saluran air) pasti buang sampah disana. ga hujan pun kadang banjir krn sungai meluap kebanyakan sampah. ada lagi nih ulah manusia yg ga punya akal, masa saluran air di matiin??? di daerah sy, khususnya daerah pertokoan, saluran air nya di matikan semua. jd kalo hujan ya banjir, genangan air di jalan ga tau mau ngalir kemana karena saluran air semua ditutup. he he he…
Baca juga tulisan terbaru casual cutie berjudul Be Sexy In Your Valentine Day…..
Feb 10, 2009 @ 23:25:17
@casual cutie,
iya tuh, mbak cutie. kesadaran utk membenahi lingkungan sekitar sendiri ternyata masih juga memprihatinkan. agaknya perlu ada gerakan 2 M, hehehe … muai dari diri sendiri, mulai saat ini juga, hehehe …
Feb 10, 2009 @ 19:55:44
liat di berita ampe ada yg meninggal segala … hiks
Feb 10, 2009 @ 23:22:48
@aRai,
iya, mas arai, kemungkin terburuk bisa saja terjadi. semkain terbukti bahwa ada yang salah dalam manajemen lingkungan di negeri ini, mas.
Feb 10, 2009 @ 18:34:27
Banjir….memang sdh byasa…ga heran dech…tu ulah manusia jg yg buang sampah semabarang dan bkin rusak tumbuhannya??
Feb 10, 2009 @ 23:22:13
@Nur,
bener banget tuh, kenapa ndak bisa mengambil pelajaran dari setiap banjir yang hampir selalu datang setiap tahun, yak?
Feb 10, 2009 @ 17:15:56
“Dalam konteks demikian, perlu ada upaya pencegahan banjir secara serius dari para pengambil kebijakan melalui perangkat suprastuktur dan infrastruktur yang bisa membuat tempat-tempat resapan air ada di mana-mana”
sepertinya sudah saatnya menggunakan perangkat supranatural Pak.. mengharapkan perangkat suprastruktur dan infrastruktur yang bekerja, banjirnya dah nyampai mana-mana…
Baca juga tulisan terbaru onabunga berjudul Mengubah Indonesia dari Pojok Angkringan
Feb 10, 2009 @ 23:21:25
@onabunga,
duh, kekuatan supranatural? hiks, wah, itu jalan terakhir apabila suparstruktur dan infratsrukturnya dah mampus, hehehe ….
Feb 10, 2009 @ 17:04:30
hoah… gw jadi serem liat banjir2… mudah2an jakarta pusat gak dapet giliran basah2an… he..he..
Baca juga tulisan terbaru Masenchipz berjudul Dibayar setiap action
Feb 10, 2009 @ 23:20:38
@Masenchipz,
itulah keanehan air, mas enchipz, hehehe … kalau kurang bikin sengsara. kelebihan hingga jadi banjir pun bisa jadi musibah, hehehe …
Feb 10, 2009 @ 14:43:55
Maaf pak sawali.. saya baru mampir kesini lagi, seminggu kemarin saya berbenah artikel2 lama yang ada di blog saya..
Hmmm.. kalo musim hujan, Indonesia ramai dengan banjir, kalo kemarau ramai dengan kekeringan. Hmmm jadi penasaran, sebagian besar disebabkan oleh alam ato manusia???
Feb 10, 2009 @ 23:19:08
@Danta,
gpp, mas danta. blog ini terbuka utk dikunjungi kapan saja, kok. nah itu dia yang jadi persoalan, mas danta, hehehe … mungkin zaman memang sdh tua, hiks.
Feb 10, 2009 @ 12:53:20
Diawal tinggal di RSS mungkin banjir menjadi hal yg luar biasa, 2002,2003, 2005, 2006, 2008 dan sekarng 2009, saking seringnya menjadi saat yg kadang”ditunggu”, bahkan di th 2008 2kali (3hr + 4hr) komplit seminggu direndem. Kalo pak Sawali mungkin air tidak masuk, tapi kecehan di dalam rumah bukan hal yg asing bagi kami sekeluarga. Bukan itu permasalahan sebenarnya, di situasi yg serba banjir itu barusan saya dikagetkan oleh “musibah” warga Kendal yaitu naiknya tarif PDAM yg spektakuler 40% tanpa kompromi. Naik terus belum pernah turun dan konon tertinggi se Jateng. Saya sempat deleg2 di depan kasir, tak percaya dg fenomena ini. Melihat keluar air bergelimangan, namun membuka kran air, seolah menguras isi perut, ngenes. Dan mungkin ini bisa di ulas Pak Sawali di postingan setelah “Banjir” …. Pinginnya sih nulis sendiri tapi terlalu banyak “kambing hitam” disekitar saya, hingga menyandarkan jemari di atas keyboard adalah sesuatu yg luar biasa melebihi banjir itu sendiri.hiks… kok malah ngongkon2 … surat tugasnya mana … heh heh
Baca juga tulisan terbaru wahyubmw berjudul 32 “Rahasia” Israel Yang Tidak Dipublikasikan.!!
Feb 10, 2009 @ 23:07:14
@wahyubmw,
wah, saya malah baru tahu kalau tarif pdam naik habis2an, pak. sebuah ironi telah terjadi. ketika banjir datang, kenapa justru tarif pdam dinaikkan? sebuah pertanyaan yang mungkin bisa saja ndak akan pernah bisa terjawab secara tuntas.
Feb 10, 2009 @ 12:46:10
wadoh aku nich klo mau ke sini harus sabar setengah mati kang swaly ajarin dunk biar buka web panjenengan tuh ga susah hampir putus asa malah berhasil nich
banjir yah memang merepotkan,trus kita menyalahkan pemerintah karena kekurang tanggapan mereka, ga mo lihat apa yng sudah kita perbuat sehingga terjadi banjir apa yah akan bisa cuma mengandalkan pihak dari pemerintah na toh jadi mari kita bersama-sama untuk memerangi wilayah kita supaya tidak kena banjir dengan kita hidup tertib ok mumpung bisa masuk panjangan dikit ga papa kan kang swaly tuhu setya
Feb 10, 2009 @ 22:23:16
@penggemarnya Sawali Tuhu setya,
widih, mas awie bisa aja nih ganti username, kekeke…. bikin tersan(d)jung sekaligus tertawa ngakak, kekeke … btw, ttg akses blog yang sulit, duh, saya ndak tahu gimana cara mengatasinya, mas awie.
Feb 10, 2009 @ 12:39:11
Repot juga kalau banjir seperti itu, Pak. Aktivitas yang biasanya dikerjakan sehari-hari akan tertunda.
Apalagi setelah pasca banjir, harus bersih-bersihin rumah lagi.
Baca juga tulisan terbaru Edi Psw berjudul Dua Plugin WordPress di Blog Ini Bermasalah
Feb 10, 2009 @ 22:21:58
@Edi Psw,
bener banget, [ak edi. tapi alhamdulillah ndak sampai masuk rumah, pak. jadi ndak harus mengursa banyak tenaga utk bersih2 rumah.
Feb 10, 2009 @ 11:59:58
praktis kegiatan belajar mengajar lumpuh ya pak?
Feb 10, 2009 @ 22:21:13
@sangpujangga,
alhamdulillah, meski sedikit repot, aktivitas KBM akhirnya dah bisa kembali berjalan, mas sangpujangga.
Feb 10, 2009 @ 11:58:38
yang penting jaga kesehatan..karena bakal banyak yang flu..pilek batuk dan sebagainya.
Baca juga tulisan terbaru boyin berjudul Mencuri Ilmu Boss
Feb 10, 2009 @ 22:20:27
@boyin,
hehehe … iya, nih, mas boyin. makasih sarannya.
Feb 10, 2009 @ 11:37:01
wah pak banjir dimana2 … malang aja sekarang suka banjir di titik2 utama kota
tp msh semangat ngebloknya walo banjir melanda
Baca juga tulisan terbaru hmcahyo berjudul ibsn: Ketika Belenggu Fisik Tak Mampu Menahan Kebesaran Jiwa…
Feb 10, 2009 @ 22:20:00
@hmcahyo,
iya, mas heri, begitulah banjir yang rutin terjadi setiap musim hujan. btw, ttg aktivitas ngeblog, agaknya tetep jalan terus, mas, meski rumah terkepung baniir, hehehe ….
Feb 10, 2009 @ 10:06:22
Atas nama Pengurus AGUPENA Jawa Tengah ikut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa rumah Bpk. Sawali Tuhusetya, M.Pd (Wakil Ketua Umum AGUPENA Jawa Tengah).
Semoga musibah ini akan semakin menyadari bahwa manusia memiliki kelemahan. Kepada seluruh pengurus dan anggota AGUPENA Jawa Tengah dimanapun berada, sudi kiranya untuk memberi bantuan dan santunan semampunya.
Dibalik musibah, insya Allah ada hikmah…
Yang sabar… ya…
Semoga air cepat mengering…
Pak Sawali dapat kembali beraktivitas seperti biasanya.
Baca juga tulisan terbaru Deni Kurniawan As’ari berjudul Seorang Achjar Chalil
Feb 10, 2009 @ 22:19:04
@Deni Kurniawan As’ari,
terima kasih atas perhatiannya, pak deni. tapi banjir ndak sampai masuk ke rumah, kok, pak, alhamdulillah.
Feb 10, 2009 @ 09:51:16
semakin parah saja banjir di negeri ini, yuk mari kita hijaukan kembali ibupertiwi ini
Baca juga tulisan terbaru Epat berjudul Masuk di 70 More Fantastic 404 Error Page
Feb 10, 2009 @ 22:18:10
@Epat,
nah itu dia persoalannya, mas epat. rasanya jadi heran, ya, berkali-kali banjir bandang terjadi tapi kebijakan ttg lingkungan hidup ndak pernah berubah.
Feb 10, 2009 @ 09:43:24
dimana2 banjir…..dimana2 kebanjiran……di riau juga banjir pak…….
moga para pemimpin negeri ini mengambil pelajaran ya pak, agar tidak ada lagi hutan yg dibabat dan agar drainase kota ditata rapi dan dibersihkan….
Baca juga tulisan terbaru Alexhappy berjudul Muhammad Al-Fatih : Tokoh Yang Digerus oleh Mitos Dracula
Feb 10, 2009 @ 22:17:15
@Alexhappy,
iya, bajir yang terjadi tiap tahun idealnya bisa menjadi masukan bagi para pengambil kebijakan agar benar2 peduli pada masalah lingkungan hidup!
Feb 10, 2009 @ 08:07:56
wawawaw…
murid e kesenengen, iso sekolah karo ber becek-becek ria alias kecek..
hehe…
Baca juga tulisan terbaru k.u.c.l.u.k berjudul Persahabatan
Feb 10, 2009 @ 22:16:22
@k.u.c.l.u.k,
hiks, namanya saja anak sekolah, mas kucluk, mereka malah seneng kalau banjir datang, hehehe …
Feb 10, 2009 @ 06:56:46
Semoga mendapat berkah lain sesudahnya, Pak… Semuanya kan diseimbangkan, nak nggih ngaten, to?
Baca juga tulisan terbaru dhoni berjudul So Close (Close To You) and The Assassin
Feb 10, 2009 @ 22:15:53
@dhoni,
mudah2an demikian, mas dhoni. matur nuwun sanget, mas, kawigatosanipun.
Feb 10, 2009 @ 04:49:24
Bencana memang sedang terjadi (dan akan terus) di mana-mana, Pak.
Di Australia sini, orang sedang heboh dengan bencana bushfire (kebakaran hutan karena titik-titik api yang memantik selama summer yang kering dan panas ini).
Turut prihatin untuk semuanya…
Mari kita tunduk kepala sejenak berdoa, lalu tegakkan kepala untuk berusaha sekeras mungkin.
Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Seratus Hari Pertama, Terlampaui
Feb 10, 2009 @ 22:15:19
@DV,
wah, di indonesia sedang heboh banjir, di australia malah hebos kebakaran hutan. sama2 membawa bencana itu, mas, hehehe … bisa jadi kerusakan lingkungan benar2 sdh menjadi problem dunia.
Feb 10, 2009 @ 02:20:38
Sekarang sudah surut khan, Pak?
Baca juga tulisan terbaru ardi berjudul Kesalahan Saya di Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009
Feb 10, 2009 @ 22:14:21
@ardi,
alhamdulillah, sudah mulai berkurang, mas ard, tapi aliran banjir tahun ini tergolong sangat lamban surutnya. mungkin lantaran banyaknya saluran air yang tersumbat.
Feb 10, 2009 @ 00:55:07
untuk tahun ini hujan sangat deras sekali,pak.
dibelakang rumah saya yg memang letaknya tdk jauh dari sungai dua hari yg lalu
sdh mengenangi halaman rumah.
sdh lama sy tdk berkunjung kesini,pak
setiap kali saya link blog ini,tdk bisa kasih komen,hehe..(kenapa yah?)
memang belum rejeki saya,pak.haha…
da,bagaimana khbrnya?
Salamku
Feb 10, 2009 @ 01:20:56
@langitjiwa,
iya, bener banget, mas langitjiwa. duh, ttg komen itu, saya ndak tahu juga tuh penyebabnya.
Feb 10, 2009 @ 00:21:01
Alhamdulillah. Orang bijak bilang: air adalah simbol rezeki. Banyak air ya banyak rezeki. Bersyukur aja! ha ha ha. Tapi gini, teman-teman di sini lagi mikir untuk memindahkan ibokota Kab. Kendal ke Sukorejo yang bebas banjir. Biar nanti kalau njenengan jadi Ka Dinas gak kebanjiran. Setuju???!!!
Feb 10, 2009 @ 01:20:17
@CHE SUSANTO,
wah, kalau samai sukorejo banjir, kendal pasti dah jadi lautan, pak santo, hehehe … wew…. doanya ketinggian tuh, pak, hehehe ….
Feb 09, 2009 @ 23:53:58
wah memang banjir sekarang sudah menjadi tradisi tahunan, mungkin masyrakat sudah tidak kaget lagi dengan fenomena banjir. Tapi karena banjir aktivitas kita juga ikut tersendat, yup memang pemerintah setempat sudah selayaknya memperhatikan fenomena alama ini yang sudah mulai tidak bersahabat
Baca juga tulisan terbaru arifudin berjudul Mahasiswa dan internet
Feb 10, 2009 @ 01:19:25
@arifudin,
iya, bener banget, mas arif, semoga saja ada sentuhan kebijakan ang bisa membuat banjir benar2 bisa terkendal dan dikendalikan.
Feb 09, 2009 @ 23:27:51
Alam sedang berusaha membuat keseimbangan pada sebagian sisinya, dengan banjir.
Cuma koq sayangnya sisi tersebut sedang ditempati Pak Sawali.
Turut prihatin pak, semoga pihak yang disebut dalam blog ini ikut berpikir, namun jg langsung segera bertindak.
Baca juga tulisan terbaru novi berjudul Pahlawan Kesiangan
Feb 10, 2009 @ 01:18:43
@novi,
wah, makasih tambahan info dan supportnya, mas novi, semoga saja harapan publik itu bisa terwujud.
Feb 09, 2009 @ 22:25:01
wah, parah akibat banjirnya ya, pak… semoga siswa-siswi pak sawali cepat bisa belajar di kelas lagi.
Baca juga tulisan terbaru samsul berjudul Lagi Pengen Main Musik
Feb 10, 2009 @ 01:05:47
@samsul,
iya, mas syam. sepertinya sekarang aktivitas warga sudah mulai normal, mas syam. semoga besok anak2 sdh bisa kembali ke sekolah.
Feb 09, 2009 @ 22:11:24
Repot juga klw sekolah banjir ya Mas Sawaly…
Dulu waktu SMU Abu plg suka klw sekolah banjir, krn byk buku pustaka yang dihibahkan krn basah…
Dan biasanya Abu adl penampung setia dan satu2nya… Hahaha…
Makanya koleksi buku Abu banyak… Meski hrs telaten disetrika ulang…
Baca juga tulisan terbaru TENGKU PUTEH berjudul AROMA PEREMPUAN HIJAU
Feb 10, 2009 @ 01:05:06
@TENGKU PUTEH,
walah, diseterika ulang, hiks, terus jadi sepeti apa bukunya, toh, mas tengku.
Feb 09, 2009 @ 21:37:20
walah… semoga cepat selesai deh banjirnya, memang resapan air kadang belum dibuat oleh warga…
Feb 10, 2009 @ 01:04:22
@suryaden,
amiiin, makaih banget doanya, mas surya.
Feb 09, 2009 @ 21:32:59
semoga bajir cepat surut dan aktivitas kembali lancar
Feb 10, 2009 @ 01:04:03
@annosmile,
amiin, makasih banget doanya, mas anno.
Feb 09, 2009 @ 21:21:21
btw, sepertinya saya kok sering teringat “sesuatu” tiap komentar di blog pak Sawali ya?
Baca juga tulisan terbaru denologis berjudul Blogger Itu Online dan Offline
Feb 10, 2009 @ 01:03:27
@denologis,
walah, teringat apaan toh, mas deno? hehehe ….
Feb 09, 2009 @ 21:19:57
jadi ingat tret pak Marsudiyanto di Plurk tadi pagi.
karena banjir, murid ndak datang, guru bisa libur n ngeplurk….
yah, semoga fenomena banjir tidak hanya bisa dipandang sebagai “agenda” tahunan dan “lahan basah” politisi untuk tebar pesona. tapi, bisa ditanggulangi dengan meminimalisasi segala penyebabnya.
Baca juga tulisan terbaru denologis berjudul Classification
Feb 10, 2009 @ 01:03:01
@denologis,
hehehe … selain sebagai bloger, pak mar juga dikenal sebagai plurker kondang, mas deno, hehehe …. amiiin, mudah2an ada sentuhan kebijakan yang bisa menanggulangi banjir.
Feb 09, 2009 @ 20:37:23
kendal kaline banjir..nek ujian rasah mikir
Baca juga tulisan terbaru Pencerah berjudul Kunjungan Pak Menteri
Feb 10, 2009 @ 01:02:00
@Pencerah,
walah, mas pencerah ,piner juga bikin parikan, hehehe ….
Feb 09, 2009 @ 20:20:23
Memang banjir kali ini sungguh dasyat. Rumahku yang sudah 15 tahun lebih nggak pernah kebanjiran pun kemarin kebanjiran selutut. Walhasil seharian capek bersih-bersih rumah, nguras lumpur. Mobil SAR juga, ambulance dan polisi bersliweran di jalan-jalan. Malah aku sempat lihat ada mobil bawa rakit menuju ke daerah Demak. Mungkin Demak banjir juga malah sampe bawa rakit segala. Semoga hujan nggak keras-keras amat.
Baca juga tulisan terbaru lovepassword berjudul Wajah-Wajah Meringis
Feb 10, 2009 @ 01:01:33
@lovepassword,
iya, mas love. sepertinya tahun ini banjir merata di sejumlah daerah jateng. semoga saja makin surut agar aktivitas warga kembali normal.
Feb 09, 2009 @ 20:09:20
sepertinya alam mulai ngusir alus manusia-manusia yang gak menghormatinya…
Baca juga tulisan terbaru hasssan berjudul 4 Februari
Feb 10, 2009 @ 01:00:45
@hasssan,
ngusir halus, hiks, istilah mas hasssan ada2 aja nih. kirain ngusir makhluk halus, haks.
Feb 09, 2009 @ 20:05:04
jika warga peduli pada lingkunganya maka tidak akan ada banjir lagi……
Baca juga tulisan terbaru Bisnis Online berjudul Ngetes kemampuan SEO
Feb 10, 2009 @ 01:00:14
@Bisnis Online,
iya, semoga saja makin rakyat yang peduli pada lingkungannya masing2, mas.
Feb 09, 2009 @ 19:37:50
Kantor Sekolah Rakyat di Jl Pemuda juga kena banjir pak! Satu meter saja, sementara semua kegiatan administratif dipindahkan ke Limbangan.
Semoga cepat surut dan semua orang bisa beraktivitas seperti sediakala…
Baca juga tulisan terbaru Andy MSE berjudul Akhir Kopdar yang Ricuh
Feb 10, 2009 @ 00:59:36
@Andy MSE,
iya, sepanjang jalan pemuda dan depan polres memang termasuk wilayah parah kena banjir, mas andy, semoga dokumen sekolah rakyat bisa terselamatkan.
Feb 09, 2009 @ 19:17:37
wah mesti pake alternatif kendaraan perahu nelayanan neh pak guru
Feb 10, 2009 @ 00:58:36
@tyo,
hehehe … iya, kalau perahu mesti laris manis, mas tyo, hehehe …
Feb 09, 2009 @ 19:03:28
kalo fauzi bowo terakhir berkomentar tentang banjir di ibukota, “ayo kerja-kerja jangan banyak bicara” justru saya sekarang masih mempertanyakan proyek pemerintah untuk mengatasi masalah banjir yang ada dengan membuat banjir kanal apakah bisa efektif? sedangkan wilayah pesisir pantai disana terus di urug untuk membuat daratan, gimana ga banjir yah xixixi…
Feb 10, 2009 @ 00:58:11
@harianku,
wah, problem banjir jakarta sepertinya makin kompleks, mbak. semoga pak gubernur betul2 pnya program kyang bener utk membebaskan jakarta dari amukan banjir.
Feb 09, 2009 @ 18:21:23
wa..turut bersimpati atas musibah yang menimpa di Kendal dan sekitarnya
Baca juga tulisan terbaru gajah_pesing berjudul Setelah Perjalanan Itu… (4)
Feb 10, 2009 @ 00:57:02
@gajah_pesing,
terima kasih support dan simpatinya, mas fay.
Feb 09, 2009 @ 18:21:10
(*pejabat kambing hitam) : banjir karena ulah alam…lho?? po gak mikir yah mas.., asal ngomong aja
Baca juga tulisan terbaru Nyante Aza Lae berjudul Sistem Barter di Negara Kita
Feb 10, 2009 @ 00:56:37
@Nyante Aza Lae,
hehehe … pola pikir yang sudah biasa terbangun oleh birokrasi yang serba formal, mas kurnia, hehehe …
Feb 09, 2009 @ 17:42:44
Assalamualaikum pak!
saya juga baru tahu kemarin petang sewaktu kakak saya telpon. saya kaget ketika mendengar berita itu. karena begitu besar hingga menggenangi sekolah tercinta. di tambah lagi tanaman padi yang sudah siap panen terancam gagal (kawasan kec. ngampel). yang lebih parah lagi tentunya kawasan utara rel kereta api, tentunya sudah dipastikan tanaman padi di sana hanya terlihat bagai lautan. karena dikabarkan air sempat mencapai pusar urang dewasa. yang lebih membuat saya getun adalah padi yang saya tanam sebelum berangkat ke jakarta. Yang pagi hari siap di panen, bahkan sudah menyiapkan acara selametan (syukuran panen) terpaksa harus ditunda gara-gara air bah datang sekitar pukul 2 pagi.
sayangnya pak sawali tidak mengambil gambar rumah saya. kan hanya 50 meter dari sekolahan. saya kan rindu keadaan di sana!
Baca juga tulisan terbaru f@Rh@N berjudul MENCARI ARTI
Feb 10, 2009 @ 00:55:56
@f@Rh@N,
iya, banjir tahun ini tergolong yang terbesar, farhan. duh, dalam situasi seperti itu, mana kepikiran utk ngambil gambar sana-sini.
Feb 09, 2009 @ 17:05:39
Feb 10, 2009 @ 00:55:02
@Ina,
iya, makasih banget doanya, na.
Feb 09, 2009 @ 17:04:21
Pak Kenapa ya Indonesia ini bersahabat banget ama yg namanya banjir! tiap tahun pasti banjir bersilaturahmi ke tempat kita
Feb 10, 2009 @ 00:54:43
@masciput,
walah, nggak tahu juga nih, mas ciput. kali aja ada manajemen lingkungan yang salah. *ok jadi sok tahu saya, hehehe *
Feb 09, 2009 @ 16:47:37
Memang tahun ini luar biasa. Daerah yang dulu tidak pernah kena banjir, sekarang kena. Para penggelontor hutan harus dihukum seberat2nya. Btw, rumah Pak Sawali nggak kena kan? Syukurlah..
Baca juga tulisan terbaru Hery Azwan berjudul Perempuan Berkalung Sorban
Feb 10, 2009 @ 00:54:01
@Hery Azwan,
iya, tuh, mas azwan. banjir jadi makin sulit diprediksi. ya, alhamdlillah ndak sampai masuk rumah, mas.
Feb 09, 2009 @ 16:33:56
Waktu dengar berita di radio bahwa Kendal kena bah, saya sedang di sekitar pantai utara Kabupaten Serang. Saya langsung teringat pada Pak Sawali dan berdoa semoga Pak Sawali tidak kebanjiran.
Rumah tidak kena bah kan, Pak?
Baca juga tulisan terbaru Moh Arif Widarto berjudul Refleksi Setahun Partai GERINDRA: Saatnya Mengembalikan Kejayaan Indonesia Raya Bersama GERINDRA
Feb 10, 2009 @ 00:53:04
@Moh Arif Widarto,
wah, ke serang dala rangka sosialisasi, ya, mas arif. alhmadulillah, banjir ndak sampai masuk rumah, mas, meski gang di gampung tenggelam oleh air sedalam 1/2 meteran.
Feb 09, 2009 @ 16:17:19
berharap yang banjir di perumahan orang kaya ajah eh berharap supaya ngak ada lagi banjir apalagi di publik area
Baca juga tulisan terbaru suwung berjudul dilarang menyontek ya
Feb 10, 2009 @ 00:51:54
@suwung,
hehehe … kalau bisa jangan, mas suwung, kita doakan saja banjir haya melanda para koruptor dan perusak lingkungan, kekeke ….
Feb 09, 2009 @ 16:17:19
Usul Saja:
Kombinasi warna di blog ini saya kurang suka.
Ijone koyo kendit…
Ngerti kendit kan Pak…
Baca juga tulisan terbaru marsudiyanto berjudul Perbedaan dan Persamaan
Feb 09, 2009 @ 19:43:32
@marsudiyanto, wah… itu namanya menguece alias mengenyek… ijone justru saya suka… koyo kendit yo ben!…
Baca juga tulisan terbaru Andy MSE berjudul Akhir Kopdar yang Ricuh
Feb 10, 2009 @ 00:50:56
@Andy MSE,
hehehe … gpp, mas andy, kekeke …. saya sejak kecil memang suka pakai kendit tuh, hehehe …
Feb 10, 2009 @ 00:50:22
@marsudiyanto,
kendit, walah ya mesti tau toh, pak mar. kebetulan saya suka kendit tuh, hehehe ….
Feb 16, 2009 @ 09:01:32
@Sawali Tuhusetya,
Ngsior kendit lebih disuka ya pak,.. hehehe
Baca juga tulisan terbaru Rochman berjudul BANJIR
Feb 18, 2009 @ 01:47:03
@Rochman,
walah, sing ngisor kendhit jenenge apa, pak? kekekeke …..
Feb 09, 2009 @ 16:15:57
Rumahnya Pak Sawali kok nggak difoto?.
Murid2 saya hari Senin juga dibubarkan Pak.
Muridnya nggak sampai 1/3
Baca juga tulisan terbaru marsudiyanto berjudul Perbedaan dan Persamaan
Feb 09, 2009 @ 19:42:35
@marsudiyanto, murid muleh gasik, guru bisa ngeblog dan ngeplurk..
Baca juga tulisan terbaru Andy MSE berjudul Akhir Kopdar yang Ricuh
Feb 10, 2009 @ 00:49:50
@Andy MSE,
kekeke … itu yang ditulis pak mar di plurk, ya, mas andy, hiks.
Feb 10, 2009 @ 00:49:12
@marsudiyanto,
walah, alhamdulillah ndak sampai kefoto, pak, karena ndak sampai masuk rumah, hehehe … btw, anak saya tetep berangkat loh, pak.
Feb 09, 2009 @ 16:14:58
banjir datang lagi … (doh)
Feb 10, 2009 @ 00:48:29
@mantan kyai,
duh, lha ya itu, mas ardy. tapi sepertinya masrakat kita sdh akrab dg banjir, kok.
Feb 09, 2009 @ 15:59:12
Astagfirullah… gak habis2nya bencana datang…
Semoga banjirnya cepat surut ya pak, so bisa aktivitas kembali.
Disini malah hampir 2 bulan gak hujan2 pak…
Gersang banget….
Baca juga tulisan terbaru rieny berjudul b’DaY
Feb 10, 2009 @ 00:47:52
@rieny,
wah, kok bisa beda2, ya, mbak, hehehe … terima kasi doanya, mbak rieny.
Feb 09, 2009 @ 14:34:00
Biasanya sekolah libur pak, ini yg biasaya disenangi murid2
Banjir memang di mana2 pak.mungkin alam udah bosan dengan tingkah laku manusia (baca:perusak)
Wah paling tidah 1-3 hari masih bersih2 nich pak.mudah2 han nggak banjir lagi dech .Kasihan yg sekolah apalagi yg mau ujian
Baca juga tulisan terbaru Diah berjudul Anakku Cepatlah Sembuh,Mama Kangen Celotehmu
Feb 10, 2009 @ 00:47:09
@Diah,
iya, nih, mbak diah. sekarang ini saya sedang berada di luar kota, mbak setelah melalui perjuangan melawan arus banjir di sepanjang jalan. antrean kendaraan macet hingga sekitar 8 km-an.