Home | Edukasi, Refleksi | Banjir!

Banjir!

Monday, 9 February 2009 (13:51) | 2,875 pembaca | 178 komentar | Print this Article

Minggu hingga Senin, 8-9 Februari 2009, Kendal, Jawa Tengah, terendam banjir. Praktis bah yang terbilang cukup besar di bulan kedua Tahun Kerbau ini (nyaris) melumpuhkan aktivitas warga. Meski tak sampai masuk rumah, keberangkatan saya ke LPMP Semarang untuk mengikuti Sosialisasi Kegiatan Pengembangan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tahun 2009 hingga hari Rabu (11/2) mendatang juga sedikit tertunda. Sulit mencari celah jalan yang bisa dilalui dengan nyaman. Jalan-jalan menuju ke Semarang terkepung genangan air hingga batas lutut orang dewasa.

Tak hanya jalur transportasi darat yang tidak nyaman dilewati, sejumlah sekolah juga terancam tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar-mengajar. SMP 2 Pegandon, tempat saya mengajar pun tak luput dari serangan banjir itu. Sejak Minggu dini hari, semua ruang kelas, ruang guru, ruang tata usaha, dan ruang-ruang yang lain terendam banjir hingga sekitar 30 CM. Berikut ini skrinsutnya.

banjir3banjir4banjir5banjir6banjir7banjir8banjir8banjir8

Ya, ya, ya, banjir memang merupakan fenomena alam biasa. Ia terjadi akibat curah hujan yang tinggi, kemudian luapan air berusaha mencari celah-celah tempat yang rendah. Meski demikian, kita juga tidak bisa menutup mata bahwa luapan banjir itu juga bisa terjadi akibat rusaknya lingkungan hidup yang sudah demikian parah. Hampir tak ada lagi tempat-tempat resapan air yang tersisa. Air yang tumpah dari pintu langit seperti jatuh di atas lembah-lembah yang tandus dan keras sehingga gagal masuk ke perut bumi. Selanjutnya? Tak ayal lagi, tumpahan air yang demikian deras arusnya secara alamiah akan mencari celah-celah yang lebih rendah.

Dalam konteks demikian, perlu ada upaya pencegahan banjir secara serius dari para pengambil kebijakan melalui perangkat suprastuktur dan infrastruktur yang bisa membuat tempat-tempat resapan air ada di mana-mana. Tentu saja, perangkat seperti ini perlu mendapatkan dukungan dari seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang bebas dari amukan banjir. Tindak tegas juga para perusak lingkungan yang selama ini nyata-nyata telah membuat hidup banyak orang sengsara. ***

Kategori: Edukasi, Refleksi | Tags: ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgProstitusi Pelajar dan Beban Sosial Bangsa (Saturday, 28 February 2009, 1,628 pembaca, 114 respon) Berita “Metropolitan” Kompas (27/2/2009, halaman 27) sungguh menyentakkan nurani kita. Sebuah jaringan prostitusi yang ”menjual” pelajar SMP dan SMA sebagai pekerja seks komersial (PSK) berhasil dibongkar aparat. Dalam berita itu dikabarkan, tiga...
imgPertemuan Tak Terduga dengan Sahabat-Sahabat TPC (Wednesday, 28 January 2009, 1 pembaca, 36 respon) Sungguh, saya terharu ketika dikontak Pak Gempur, Minggu sore, 25 Januari yang lalu. Masih berada di wilayah Gunung Kelir dalam rangkaian “Ziarah Wali Bloger Timur-Tengah”, beliau menyampaikan keinginan mengajak teman-teman dari TPC Surabaya untuk...
imgAnak-anak dan Imajinasi tentang Perang (Thursday, 15 January 2009, 595 pembaca, 152 respon) Perang-perangan termasuk salah satu mainan favorit anak-anak kampung. Dengan menggunakan senjata mainan dari pelepah daun pisang, anak-anak bisa dengan sangat bangga mencitrakan dirinya sebagai pahlawan. Lewat bunyi onomatope ”dor!” dari mulut...
imgHari Ibu dan Wajah Peradaban Bangsa (Sunday, 21 December 2008, 1 pembaca, 26 respon) Sepanjang sejarah peradaban manusia, peran seorang ibu sangat besar dalam mewarnai dan rnembentuk dinamika zaman. Lahirnya generasi-generasi bangsa yang unggul dan pinunjul, kreatif, penuh inisiatif, bermoral tinggi, bervisi kemanusiaan, beretos kerja...
imgMendaki Pelangi: Menatap Matahari (Saturday, 8 November 2008, 1 pembaca, 23 respon) Bisa jadi terkesan bombastis kalau blog ini menggunakan judul: “Mendaki Pelangi” dengan tag: “Menatap Matahari”. Tidak membumi, jadinya, hehehe … Haks, benar juga, karena pelangi sendiri jarang bersentuhan dengan bumi. Dia hanya muncul ketika...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Banjir!" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Monday, 9 February 2009 (13:51)) pada kategori Edukasi, Refleksi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

178 Responses to "Banjir!"

  1. Menggunakan Opera 8.50 Opera 8.50 pada Windows XP Windows XP

    Just now I discovered all the internet for exactly this information. I thank you for your article that search has come to an end now. You wrote the article in a very understandable way. So I like to say thanks to you and add your blog to my favorites just now. Enjoy the daytime

  2. fithraw says:
    Menggunakan Firefox 3.0.6 Firefox 3.0.6 pada Windows XP Windows XP

    wah, saat saya lihat berita juga terkejut pak…
    padahal Kendal yang dulu sempat dikunjungi rekan2 untuk Ziarah Blogger tidak terjadi apa2 kok tiba2 kena terjang banjir…

    tapi saat ini sudah surut kan pak? :mrgreen:

    Baca juga tulisan terbaru fithraw berjudul Pelatihan Blog WordPress

  3. cupangkolam says:
    Menggunakan Firefox 3.0.6 Firefox 3.0.6 pada Windows XP Windows XP

    Bagaimana keadaannya sekarang di sekolah, Pak? Saya berdoa mudah-mudahan kegiatan adek-adek di sana sudah lancar kembali.

    Baca juga tulisan terbaru cupangkolam berjudul Penampakan Cupang™

  4. Wedus Etawa says:
    Menggunakan Firefox 3.0.6 Firefox 3.0.6 pada Windows XP Windows XP

    krubyuk krubyuk pak hahaha

  5. Menggunakan Firefox 3.0.6 Firefox 3.0.6 pada Windows XP Windows XP

    @marshmallow,
    alhamdulillah, bankir hanya berlangsung sekitar 3 hari, mbak yulfi. sekarang dah normal. makasih atas perhatiannya, mbak.

  6. Menggunakan Firefox 3.0.6 Firefox 3.0.6 pada Windows XP Windows XP

    @chika,
    walah, nggak apa-apa, mbak chika. ndak ada kata terlambat dalam komen, kok. blog ini bebas dikunjungi kapan saja, kok.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (253 queries: 0.880 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP