Diskusi Kelompok Terbimbing Model Tutor Sebaya

Rendahnya mutu pendidikan Indonesia telah banyak disadari oleh berbagai pihak, terutama oleh para pemerhati pendidikan di Indonesia. Rendahnya mutu pendidikan ini dapat dilihat, antara lain, dari rendahnya rata-rata nilai Ujian Nasional (UN) untuk semua bidang studi yang di-UN-kan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Berdasarkan kenyataan tersebut perlu ada upaya serius untuk meningkatkan nilai UN agar anak-anak bangsa yang kini tengah gencar menimba ilmu di bangku pendidikan benar-benar dalam kondisi siap untuk menghadapi UN. Para siswa didik, khususnya kelas IX, harus diberikan bekal yang cukup memadai sehingga mampu mengerjakan soal-soal UN dengan baik.

Banyak faktor yang menyebabkan rendahnya nilai UN yang dicapai oleh SMP. Pertama, kurangnya motivasi siswa didik untuk meraih nilai akademis yang tinggi. Hal itu disebabkan oleh situasi dan kondisi pendidikan dalam lingkungan keluarga yang kurang mendukung.

Diskusi Kelompok Terbimbing Model Tutor Sebaya

Rendahnya mutu pendidikan Indonesia telah banyak disadari oleh berbagai pihak, terutama oleh para pemerhati pendidikan di Indonesia. Rendahnya mutu pendidikan ini dapat dilihat, antara lain, dari rendahnya rata-rata nilai Ujian…

Quo Vadis Kurikulum Pendidikan Kita (Sebuah Refleksi Akhir Tahun)

Dalam tulisan saya mengenai “Tiga Bahasa Plesetan tentang KTSP“, saya memplesetkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi: (1) Kurikulum Tidak Siap Pakai, (2) Kurikulum Tetap Sama Produknya, dan (3) Kalau Tidak Siap Pensiun. Namanya saja plesetan, selain “nyleneh” juga bernada slengekan, hehehehe 😆 Agaknya, ada seorang pengunjung yang terusik. Dia berkomentar:

pak jgn buat plesetan yg tdk mendidik, maka dukunglah tetang KTSP tersebut ok makasih ya.

Saya sangat menghargai komentar pengunjung tersebut. Ini artinya, kurikulum pendidikan kita masih mendapatkan sentuhan perhatian yang cukup dari publik. Lalu, saya meresponnya dengan pernyataan bahwa saya hanya merekam dan memberikan kesaksian terhadap apa yang saya lihat dan saya dengar. Namanya juga otokritik. Dunia pendidikan kita harus selalu siap untuk menerima kritik dari berbagai kalangan agar terus berkembang secara dinamis sehingga mutu pendidikan yang sudah lama didambakan dapat terwujud.

Selamat Natal dan Tahun Baru 2008

Selamat Hari Natal kepada saudara-saudara yang merayakannya, semoga mampu membawa suasana damai dan penuh cinta kasih. Selamat Tahun Baru 2008 juga kepada sahabat-sahabat yang kebetulan singgah atau sekadar mampir di…

Selamat Natal dan Tahun Baru 2008

Selamat Hari Natal kepada saudara-saudara yang merayakannya, semoga mampu membawa suasana damai dan penuh cinta kasih. Selamat Tahun Baru 2008 juga kepada sahabat-sahabat yang kebetulan singgah atau sekadar mampir di…

Akankah Kurikulum 2004 Berakhir Konyol?

DI harian ini beberapa bulan lalu, Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Prof Suyanto PhD, pernah melontarkan plesetan KBK menjadi "Kurikulum Bakalan Konyol". Kini, muncul plesetan lain. Pendekatan CTL (Contextual Teaching…

Blog Ini Sempat Tewas

Minggu, 23 Desember 2007, bisa dibilang "neraka" buat blog ini. :mrgreen: Betapa tidak? Di luar dugaan, saya mendapatkan email dari drift.myserverhosts.com bahwa bandwith untuk domain http://sawali.info/ telah habis. *Garuk-garuk kepala*…

Warni Ingin Pulang

Cerpen: Sawali Tuhusetya

Warni tercenung di kamarnya. Dadanya tiba-tiba sesak. Benaknya jatuh ke tempat yang jauh. Ia rindu Emak, Bapak, dan adik lelaki satu-satunya di tanah Jawa, yang sudah hampir sepuluh tahun ditinggalkannya. Kenekadan Warni untuk menerima tugas sebagai guru di luar Jawa seakan bebar-benar telah memutuskan hubungan darah dengan keluarganya. Ia sudah berkali-kali mencoba mengirim surat ke Jawa, tapi belum pernah sekali pun mendapatkan balasan. Warni tidak tahu, apakah surat yang dikirim memang tidak pernah sampai ke alamat yang dituju atau surat itu sampai ke tangan keluarganya, tapi sengaja tidak dibalas, yang bisa diartikan ia sudah tidak lagi dianggap sebagai anggota keluarga.

“Kamu hanya perempuan, Warni. Buat apa jauh-jauh meninggalkan kampung halaman hanya untuk memburu duit? Tanpa harus bekerja pun ayah sanggup menanggung hidupmu, bahkan sampai kelak kamu hidup berumah tangga!” kata-kata ayahnya menari-nari di lorong ingatannya.

Banner untuk Guru

Rekan-rekan sejawat guru yang ingin memasang banner "Budayakan Aktivitas Ngeblog di Kalangan Guru" bisa meng-kopi kode berikut ini! <a title="membudayakan-aktivitas-ngeblog-di-kalangan-guru" href="http://sawali.info/2007/11/11/membudayakan-aktivitas-ngeblog-di-kalangan-guru/"><img src="http://sawali64.googlepages.com/bannerguru.jpg" alt="banner guru" width="155" height="50" /></a> Berikut ini skrinsutnya:…