Furniture Jakarta: Rapi Berawal dari Lemari Pakaian

Kategori Blog Oleh

Kerapian akan mendatangkan kenyamanan. Anda percaya itu? Rumah yang rapi dan bersih akan membuat si penghuni rumah krasan dan nyaman tinggal di rumah. Selain itu kondisi yang rapi juga mampu menjaga mood tetap baik. Pernahkah Anda mengalami hal ini enggan masuk kamar lantaran Anda tahu bahwa kondisi kamar sedang sangat berantakan. Ini sangat wajar, karena pada saat tubuh berada dalam kondisi lelah tentunya hal pertama yang diinginkan adalah istirahat dalam ruang kamar yang nyaman, bukan malah dihadapkan lagi dengan kondisi berantakan yang pasti menuntut dirapikan. Hal ini juga berlaku dalam lemari pakaian.

Percaya atau tidak, kondisi lemari pakaian yang berantakan juga mampu memicu keengganan pemilik lemari untuk sering-sering membuka lemari pakaiannya. Sebagai akibatnya baju-baju justru berceceran dan memenuhi kranjang baju bersih, bahkan mungkin juga tempat tidur. Semakin berantakan bukan? Oleh karena itu, tidak berlebihan rasanya jika kerapian hunian Anda berawal dari kondisi lemari pakaian yang tertata rapi. Baju-baju yang telah dicuci dan disetrika dimasukkan dalam lemari pakaian sehingga tidak terjadi penumpukan baju bersih di keranjang pakaian. Mudah bukan mengawali kerapian dari lemari pakaian? Jika Anda sudah terbiasa, hal ini bukanlah pekerjaan sulit. Cobalah untuk mengerjakan sendiri tanpa bantuan asisten rumah tangga dan rasakan kepuasannya begitu lemari pakaian Anda rapi, rumah pun turut berseri.

Jika lemari pakaian Anda telah rapi, maka akan semakin terasa fungsi lain dari kehadiran lemari pakaian, yakni sebagai elemen dekoratif ruangan. Ya, kehadiran lemari pakaian dalam suatu ruangan memang dapat menjadi sarana ‘pemanis’ ruang. Selaraskan pemilihan furniture lemari pakaian dengan warna lantai, dinding, dan perabot lain yang terdapat dalam kamar. ***

Tags:

Seorang guru, penggemar wayang kulit, dan penikmat sastra. Dalam dunia fiksi lebih dikenal dengan nama Sawali Tuhusetya. Buku kumpulan cerpennya Perempuan Bergaun Putih diterbitkan oleh Bukupop dan Maharini Press (2008) dan diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada hari Jumat, 16 Mei 2008 bersama kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia).

6 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan terbaru tentang Blog

Setelah 9 Tahun Ngeblog

Juli 2007 merupakan saat pertama saya belajar ngeblog (=mengeblog). Sering berganti-ganti engine,

Enam Purnama Tanpa Jejak

Sudah enam purnama, saya tidak meninggalkan jejak di blog ini. Sejatinya, enam
Go to Top