Home » Blog » Blogging: Langkah Awal Pengembangan Diri dan Kredibilitas

Blogging: Langkah Awal Pengembangan Diri dan Kredibilitas

Guest Post: Wandry (SEO Executive di perusahaan Tech Start-up Traveloka.com)

Bahasa

Oleh: Wandry

Blog saat ini sudah menjadi media online untuk mencapai berbagai macam tujuan. Masih ingat di kepala, dulu waktu mulai mempelajari dunia blogging tahun 2008. Waktu itu niatnya karena ingin mendapatkan penghasilan tambahan dengan panduan dari sebuah buku, hehe. Platform pertama pun mulai dipelajari, dan pilihannya jatuh ke blogger.com, yang ternyata proses pembuatannya sangat mudah. Dari situ mulailah membuat artikel dengan bidang tertentu yang cukup spesifik. Setelah itu mulai berpikir, selanjutnya apa ya? Apakah hanya berhenti pada tahap ini? Ternyata media blog dan aktivitas blogging itu sendiri sangat luas cakupannya. Karena begitu luasnya, maka tantangannya pun cukup besar, dan semua blogger pasti tahu tantangan terbesar yang harus dihadapi didunia blogging ini. Nah, dalam kesempatan kali ini saya akan mencoba berbagi tentang dunia blogging dan manfaatnya bagi kita, juga orang lain.

Bicara tentang blog, pastinya akan berkaitan dengan artikel, dan inilah yang akan menjadi bagian inti dari blog itu sendiri. Tapi kita juga tetap memperhatikan bagian lainnya, terutama template blog. Umumnya, setiap blogger termasuk saya sendiri berusaha mempercantik blog dengan memakai template baik yang gratis maupun yang premium, tapi yang asiknya adalah di bagian utak-atik desainnya hehe. Karena walau bagaimanapun kita pasti ingin membuat pengunjung mengenal blog kita dengan suatu ciri khas yang tidak ditemui di tempat lain.

Namun dalam prosesnya, kita seringkali menemui kendala atau tantangan. Berikut ini beberapa diantaranya:

1. Artikel
“Content is the king”, kata-kata ini pasti sudah sangat sering kita dengar, terlebih di dunia blogging yang sedang kita tekuni. Tapi pada kenyataannya, kita sering mengabaikan bagian terpenting ini. Banyak alasan yang mendasari hal ini, karena membuat artikel ini memang tidak mudah. Dari pengalaman yang pernah saya rasakan sendiri, proses awal ngeblog itu biasanya menggebu-gebu. Apalagi jika kita mempunyai bayangan akan suatu pencapaian dari pembuatan blog ini. Tapi masalahnya apakah ini akan berlanjut terus menerus? Pertanyaan ini yang kadang saya sendiri kurang tau jawabannya hehe.

Masalah utama dalam aktivitas ngeblog tidak lain adalah pembuatan artikel. Yup, ditengah sibuknya aktivitas rutin kita, ditambah buntunya ide untuk menulis tentu akan membuat kita jadi malas dan tidak ada gairah untuk update blog. Dari sini, blogpun akhirnya jadi terbengkalai dan sangat mungkin “hiatus”.

2. Wawasan
Point ke dua ini menjadi dasar kuat untuk pembuatan artikel di blog. Mudah atau tidaknya membuat artikel tentu sangat tergantung dengan wawasan yang kita miliki. Jika kita kurang dalam hal ini, maka cepat atau lambat kita akan kesulitan untuk membuat artikel baru.

3. Target
Seringkali kita membuat target setelah blog sudah jalan, dan hal ini pun pernah saya alami dulu hehe. Kurangnya pengetahuan saya akan dunia bloggingpun menjadi boomerang, sehingga target yang saya buat agak terkesan telat dan tidak realistik. Ada beberapa poin yang mungkin bisa kita jadikan pondasi dasar ketika akan membuat blog, antara lain:

a. Tentukan niche blog
Untuk gampangnya, kita harus menentukan apa yang mau kita tulis di blog. Dan blog kita ini akan menjadi blog yang membahas apa. Sebaiknya niche/bidangnya lebih spesifik, untuk memudahkan proses ke depannya.

b. Ketahui kemampuan diri
Hal ini berkaitan dengan “knowledge” atau wawasan yang kita miliki saat ini, ditambah dengan ketersediaan waktu, dan kreatifitas kita. Faktor-faktor ini sebenarnya bisa di jalani dengan waktu yang fleksibel. Yang penting kita terus menambah pengetahuan seputar topik pembahasan di blog.

c. Kaitkan kedua hal diatas untuk membuat target yang relevan
Dari dua poin diatas, kita bisa membuat rencana kecil tentang pembuatan blog kedepannya diiringi dengan target yang relevan. Sehingga kita bisa tetap fokus dan ada dijalur yang sudah kita tetapkan.

4. Waktu
Mayoritas dari blogger, pasti memiliki aktivitas rutin lainnya termasuk saya sendiri. Hal ini tentu bisa menjadi hambatan, jika kita tidak bisa mengatur waktu dengan baik. Biasanya agak susah juga untuk tetap ada di jalur yang sudah dibuat. Karena kita juga memiliki aktivitas kerjaan lain yang prioritasnya mungkin lebih tinggi, jika dilihat dari segi prospek dan kejelasannya bagi kehidupan.

5. Membangun Kredibilitas
Jika blog sudah terbangun, hal yang bisa jadi hambatan adalah membangun kredibilitas blog. Ini hal yang cukup susah karena yang menilai orang lain, dan penilaian ini tentu akan sangat tergantung dari bermanfaat atau tidaknya artikel yang kita buat. Hambatan terbesar kedua adalah Search Engine, contohnya Google. Jika kita berniat menggunakan teknik SEO, tentu kita juga harus menambah pengetahuan SEO kita yang sesuai dengan peraturan si mbah Google. Dan semenjak tahun lalu, Google ini menjadi sangat agresif dan terus merubah algoritmanya, sehingga promosi menggunakan teknik SEO pun menjadi lebih kompleks. Dari keagresifan Google ini, sudah banyak blog/website yang terkena imbasnya. Jadi, jika berminat untuk menggunakan teknik SEO, maka kita juga harus siap dengan segala konsekuensinya.

Dari tantangan di atas, apa ada hasil yang sepadan jika kita bisa mengatasinya? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini penjelasan yang mungkin bisa memotivasi kita:

1. Hobi yang Menguntungkan
Awali semuanya dengan hobi, mungkin ini yang harus kita tanamkan mulai dari sekarang. Dengan dasar hobi, pastinya kita akan suka menjalaninya secara rutin. Dan sudah banyak hasil yang bisa kita jadikan contoh bahwa hobi bisa menjadi aktivitas yang menguntungkan. Begitu juga dengan blogging ini, jika kita dasari dengan hobi, cepat atau lambat kita akan mendapatkan hasilnya. Tergantung kita sendiri yang mengarahkan tujuannya.

2. Pengembangan Diri
Dengan terus aktif blogging, maka banyak ilmu yang akan kita dapat. Hal ini secara tidak langsung akan dapat membantu kita untuk membuat artikel secara rutin, dsb. Dengan kondisi ini, kita akan lebih mudah berkembang, dan timbul kreatifitas yang dapat mempengaruhi diri dan bermanfaat bagi orang lain. Pengembangan diri ini juga tentunya bisa membantu kita dalam karir pekerjaan, dll.

3. Kredibilitas
Ini merupakan point terakhir yang dapat membuat kita dihargai oleh orang lain. Dengan memberikan kontribusi rutin kepada orang lain, tentu akan ada reputasi yang terbangun, baik dari segi penguasaan bidang yang kita bahas, juga dalam membangun hubungan baik dengan blogger lain. Dan tanpa kita sadari akan banyak “pintu” yang mulai terbuka, baik pintu pertemanan, pengetahuan, rejeki, dsb.

Ini sedikit pengalaman yang saya pernah alami hingga akhirnya terbentuk diri saya yang sekarang hehe. Walaupun sudah tidak merawat blog, tapi saya tetap aktif blogging, salah satunya dengan membuat “guest post” di blog teman-teman. Dengan terus berbagi, mudah-mudahan kita bisa menjadi lebih baik lagi ke depannya. Terima kasih. ***

Author bio:
Wandry berprofesi sebagai SEO Executive di perusahaan Tech Start-up Traveloka.com yang bergerak di bidang “meta search” untuk pemesanan tiket pesawat domestik. Selain menjalani profesinya, penulis juga tetap menyukai aktivitas blogging dan berbagi pemikiran melalui sebuah tulisan dan diskusi. Untuk mengenal lebih personal, maka teman-teman bisa mengunjungi profilnya di sini.

tentang blog iniTulisan berjudul "Blogging: Langkah Awal Pengembangan Diri dan Kredibilitas" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (23 Juli 2013 @ 18:38) pada kategori Blog. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Ada 32 komentar dalam “Blogging: Langkah Awal Pengembangan Diri dan Kredibilitas

  1. Pingback: jadwal bola hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *