Mengapa Anda Memilih Bisnis Forex?

Kategori Blog Oleh

Ada gula ada semut. Di mana ada sumber penghasilan, akan banyak orang yang datang mengerumuninya. Pepatah ini mungkin akan sangat tepat bagi dunia forex saat ini. Setiap hari ratusan orang beramai-ramai belajar forex. Tapi apa saja alasan mereka ingin terjun ke dunia forex? Ibaratnya “gula yang sangat manis”, yup.. keuntungan yang sangat manis. Jika anda berhasil sukses dalam bisnis ini. Pendapatan yang Anda hasilkan bisa mencapai jumlah yang fantastis.

Namun, usaha yang dilakukan belum tentu berjalan semanis seperti keuntungan yang diberikan jika Anda berhasil. Bisnis ini membutuhkan proses untuk belajar, dan pengalaman yang didapat merupakan langkah untuk membuka kesuksesan. Bisnis forex diperlukan manajemen pikiran dan hati. Untuk memutuskan masuk dalam dunia ini, Anda perlu memikirkannya secara matang dan bijaksana terhadap berbagai resiko yang akan muncul nantinya. Anda pun perlu keteguhan hati, agar semangat dan motivasi tetap terjaga dan terawat, tidak mudah naik turun.

Bisnis forex sama dengan bisnis lainnya yang tetap memiliki resiko. Perbedaannya lebih terletak pada komoditi yang digunakan, serta cara untuk menjalamkannya. Dari sekian banyak orang yang telah belajar forex dan menjalankannya, tentu memiliki tipe dan cara pandang yang berbeda. Tidak sedikit yang terjun pada bisnis ini karena motif ikut-ikutan, karena teman atau keluarga. Ada pula yang berpandangan bisnis ini adalah bisnis yang menantang, jadi mereka memilih bisnis ini hanya untuk uji nyali. Dan banyak pula yang menggunakan bisnis sebagai judi, yaitu dengan mengandalkan spekulasi dan feeling semata. Namun jika dikembalikan pada intisari forex adalah bisnis investasi, mak tujuan yang tepat adalah menanamkan investasi.

Lalu, di mana Anda dapat berinvestasi forex dengan tepat? Anda bisa mengunjungi situs web instanesia.com, untuk belajar forex dan memahami, serta menanamkan investasi Anda di sana. ***

Tags:

Seorang guru, penggemar wayang kulit, dan penikmat sastra. Dalam dunia fiksi lebih dikenal dengan nama Sawali Tuhusetya. Buku kumpulan cerpennya Perempuan Bergaun Putih diterbitkan oleh Bukupop dan Maharini Press (2008) dan diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada hari Jumat, 16 Mei 2008 bersama kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia).

26 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan terbaru tentang Blog

Setelah 9 Tahun Ngeblog

Juli 2007 merupakan saat pertama saya belajar ngeblog (=mengeblog). Sering berganti-ganti engine,

Enam Purnama Tanpa Jejak

Sudah enam purnama, saya tidak meninggalkan jejak di blog ini. Sejatinya, enam
Go to Top