Home » Opini » Teror Bom dan Meruyaknya Budaya Kekerasan

Teror Bom dan Meruyaknya Budaya Kekerasan

Kita masih belum juga bisa memahami mengapa kekerasan demi kekerasan terus berlangsung di negeri ini. Belum reda sebuah aksi kekerasan tertangani, sudah muncul kasus kekerasan lain yang jauh lebih pelik dan kompleks. Terakhir, Jumat pagi, 17 Juli 2009, sekitar pukul 07.45 dan 07.48 WIB, dua bom meledak di dua tempat yang berbeda pada saat yang hampir bersamaan, yaitu Hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan dan Hotel Ritz Carlton di kawasan SBCD. Akibatnya jatuh puluhan korban luka dan beberapa korban tewas, sebagiannya adalah warga asing. Insiden ini jelas makin memperpanjang daftar kasus teror bom yang pernah mengoyak imaji sebagai bangsa yang santun, terhormat, dan bermartabat.

Berikut ini beberapa rekaman video dari youtube yang memperlihatkan kronologi tragedi memilukan itu.





Sebagai bangsa yang sudah lama merdeka, seharusnya kita bisa banyak belajar dari kasus-kasus kekerasan yang pernah terjadi. Upaya serius untuk menanganinya perlu dilakukan secara komprehensif dan tidak parsial.

Banyak kalangan berpendapat bahwa aksi teror bom ini sangat erat kaitannya dengan doktrin Islam garis keras yang konon suka menggunakan budaya kekerasan sebagai media jihad dalam platform perjuangannya. Hmmm … sepanjang pemahaman awam saya, Islam tak pernah mengajarkan kekerasan. Bahkan, Islam selalu berupaya mengajarkan nilai kasih sayang kepada sesamanya. Ini artinya, dengan dalih apa pun, Islam tak akan pernah menolerir kekerasan di sebuah negeri yang sudah lama merdeka. Kalau toh itu benar dilakukan orang yang memiliki doktrin garis keras atau apa pun istilahnya, mestinya bukan Islam yang dituding, melainkan pelakunya.

Kita berharap, semoga teror bom yang mengguncang Jakarta menjadi peristiwa tragis yang terakhir kalinya, dan menjadi starting point bagi negeri ini dalam meretas budaya kekerasan yang belakangan ini mulai menggejala di berbagai lapis dan lini kehidupan. Apa pun alasannya, kekerasan dan teror hanya akan menumbuhkan segudang konflik yang akan terus melahirkan rentetan konflik-konflik berikutnya. ***

tentang blog iniTulisan berjudul "Teror Bom dan Meruyaknya Budaya Kekerasan" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (19 Juli 2009 @ 19:27) pada kategori Opini. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Ada 8 komentar dalam “Teror Bom dan Meruyaknya Budaya Kekerasan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *