Teror Bom dan Meruyaknya Budaya Kekerasan

Sunday, 19 July 2009 (19:27) | 1 pembaca | 14 komentar | Print this Article

Bagikan

Kita masih belum juga bisa memahami mengapa kekerasan demi kekerasan terus berlangsung di negeri ini. Belum reda sebuah aksi kekerasan tertangani, sudah muncul kasus kekerasan lain yang jauh lebih pelik dan kompleks. Terakhir, Jumat pagi, 17 Juli 2009, sekitar pukul 07.45 dan 07.48 WIB, dua bom meledak di dua tempat yang berbeda pada saat yang hampir bersamaan, yaitu Hotel JW Marriott di kawasan Mega Kuningan dan Hotel Ritz Carlton di kawasan SBCD. Akibatnya jatuh puluhan korban luka dan beberapa korban tewas, sebagiannya adalah warga asing. Insiden ini jelas makin memperpanjang daftar kasus teror bom yang pernah mengoyak imaji sebagai bangsa yang santun, terhormat, dan bermartabat.

Berikut ini beberapa rekaman video dari youtube yang memperlihatkan kronologi tragedi memilukan itu.





Sebagai bangsa yang sudah lama merdeka, seharusnya kita bisa banyak belajar dari kasus-kasus kekerasan yang pernah terjadi. Upaya serius untuk menanganinya perlu dilakukan secara komprehensif dan tidak parsial.

Banyak kalangan berpendapat bahwa aksi teror bom ini sangat erat kaitannya dengan doktrin Islam garis keras yang konon suka menggunakan budaya kekerasan sebagai media jihad dalam platform perjuangannya. Hmmm … sepanjang pemahaman awam saya, Islam tak pernah mengajarkan kekerasan. Bahkan, Islam selalu berupaya mengajarkan nilai kasih sayang kepada sesamanya. Ini artinya, dengan dalih apa pun, Islam tak akan pernah menolerir kekerasan di sebuah negeri yang sudah lama merdeka. Kalau toh itu benar dilakukan orang yang memiliki doktrin garis keras atau apa pun istilahnya, mestinya bukan Islam yang dituding, melainkan pelakunya.

Kita berharap, semoga teror bom yang mengguncang Jakarta menjadi peristiwa tragis yang terakhir kalinya, dan menjadi starting point bagi negeri ini dalam meretas budaya kekerasan yang belakangan ini mulai menggejala di berbagai lapis dan lini kehidupan. Apa pun alasannya, kekerasan dan teror hanya akan menumbuhkan segudang konflik yang akan terus melahirkan rentetan konflik-konflik berikutnya. ***

Tulisan Terkait:

14 komentar terhadap “Teror Bom dan Meruyaknya Budaya Kekerasan”

  1. mark Unknown Unknown dan Unknown Unknown
    Sunday, 19 July 2009 @ 21:37

    wah susah ne teroris
    mark´s last blog ..IDR Gratis My ComLuv Profile

    Reply

  2. globalwarming Unknown Unknown dan Unknown Unknown
    Sunday, 19 July 2009 @ 22:49

    ;-)
    salam kenal sob!
    wuih bagus tuh vidionya,terkutuk pelaku bom JW Marriott,makasih!!!
    globalwarming´s last blog ..Bom JW Marriott & Ritz Carlton My ComLuv Profile

    Reply

  3. Ardy Pratama Unknown Unknown dan Unknown Unknown
    Monday, 20 July 2009 @ 00:51

    saya sngat ksal skali dngn para plaku pldakan.. apa sih yg ada dibnak mreka? smpai mreka ngelakuin tndakan keji ky gitu? :evil:

    Reply

  4. HE. Benyamine Unknown Unknown dan Unknown Unknown
    Monday, 20 July 2009 @ 01:14

    Teror hanya melahirkan teror, menyuburkan kekerasan dalam berbagai bentuk … masih banyak jalan yang damai (Islam) dalam memperjuangkan sesuatu yang dianggap benar.

    Belangsungkawa dan dukan yang mendalam bagi korban …
    HE. Benyamine´s last blog ..PUISI (12): Perjalanan (3) My ComLuv Profile

    Reply

  5. Sawali Tuhusetya Unknown Unknown dan Unknown Unknown
    Monday, 20 July 2009 @ 14:55

    bener, mas, kalau dk susah bukan teroris namanya, hehe …

    Reply

  6. Sawali Tuhusetya Unknown Unknown dan Unknown Unknown
    Monday, 20 July 2009 @ 14:58

    salam kenal juga, mas, makaish kunjungan dan komentarnya. semoga saja para teroris segera bertobat sebelum ajal menjemput mereka.

    Reply

  7. Sawali Tuhusetya Unknown Unknown dan Unknown Unknown
    Monday, 20 July 2009 @ 14:59

    itulah pertanyaan yang muncul di benak banyak orang mas ardy. apa sih sebenarnya maunya mereka, kok tega2nya membuat sesamanya sengsara dan menderita?

    Reply

  8. Sawali Tuhusetya Unknown Unknown dan Unknown Unknown
    Monday, 20 July 2009 @ 15:05

    sepakat, mas. tak ada masalah yang bisa selesai melalui jalan kekerasan. bahkan akan menimbulkan dampak sosial berkepanjangan.

    Reply

  9. m4stono Unknown Unknown dan Unknown Unknown
    Tuesday, 21 July 2009 @ 01:09

    wah ada pidionya yah….lagi males striming…inet lemot…
    m4stono´s last blog ..Meluruskan Kembali Makna Jihad My ComLuv Profile

    Reply

  10. fandhie Unknown Unknown dan Unknown Unknown
    Wednesday, 22 July 2009 @ 15:01

    bukan karena Islamnya tp kekna karena fanatisme yg berlebihan karena hanya mengandalkan otak kanan…
    tragis sekali yah
    fandhie´s last blog ..Mengandalkan Otak Kanan, Para Pelaku Bom Bunuh Diri Mati Konyol Dua Kali My ComLuv Profile

    Reply

  11. Sawali Tuhusetya Unknown Unknown dan Unknown Unknown
    Monday, 27 July 2009 @ 00:49

    hehe … itu juga hasil kopas, mas.

    Reply

  12. Sawali Tuhusetya Unknown Unknown dan Unknown Unknown
    Monday, 27 July 2009 @ 00:52

    betul, mas fandy, bukan islamnya yang dijadikan kambing hitam, melainkan pelakunya.

    Reply

  13. and1k Unknown Unknown dan Unknown Unknown
    Monday, 27 July 2009 @ 17:11

    gara gara bom mancester nggak jadi datang deh
    and1k´s last blog ..Bahasa kurang baku dalam sebuah postingan My ComLuv Profile

    Reply

  14. Sawali Tuhusetya Unknown Unknown dan Unknown Unknown
    Monday, 27 July 2009 @ 19:23

    @and1k,
    bener juga tuh, mas andik, semua agenda dan program yang telah direncanakan jadi hancur berantakan.

    Reply

Get cash from your website. Sign up as affiliate.

Komentar Anda?

:) :( :d :"> :(( \:d/ :x 8-| /:) :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »

CommentLuv Enabled

«
»
Subscribe
isabelmarcoSign up for PayPal and start accepting credit card payments instantly.kukira.net