Home | Refleksi, Religi, Sosial | Sepenggal Fragmen Keteladanan Rasulullah

Sepenggal Fragmen Keteladanan Rasulullah

Monday, 9 March 2009 (02:12) | 1 pembaca | 13 komentar | Print this Article

Ketika seorang Badui Arab bertanya kepada Aisyah, bagaimana akhlak Rasulullah dalam kehidupan rumah tangga? Aisyah hanya menjawab, “Ah semua perilakunya indah.” Ketika didesak lagi, Aisyah baru bercerita saat terindah baginya, sebagai seorang isteri. “Ketika aku sudah berada di tempat tidur dan kami sudah masuk dalam selimut, dan kulit kami sudah bersentuhan, suamiku berkata, “Ya Aisyah, izinkan aku untuk menghadap Tuhanku terlebih dahulu.”

Pada kesempatan yang lain, Aisyah sungguh terkejut ketika menjelang subuh, Aisyah tidak menemukan suaminya berada di sampingnya. Ketika keluar membuka pintu, Aisyah terkejut. Dia melihat Rasulullah tidur di depan pintu. Dalam keterkejutannya, Aisyah bertanya, “Mengapa engkau tidur di sini?” Nabi Muhammmad menjawab, “Aku pulang sudah larut malam, aku khawatir mengganggu tidurmu sehingga aku tidak mengetuk pintu. itulah sebabnya aku tidur di depan pintu.”

Sungguh, betapa indahnya kehidupan rumah tangga ketika seorang kepala keluarga bisa meneladani sikap Rasulullah, bagaimana seharusnya seorang suami mesti memperlakukan istrinya. Amat kontras dengan kehidupan keluarga masa kini yang tak jarang diwarnai dengan atmosfer kekerasan. Sudah terlalu sering kita menyimak berita kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang pecah akibat perlakuan tak terpuji sang suami.

Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menimpa seorang istri seringkali juga menjadi permasalahan yang tidak pernah diangkat ke permukaan. Meskipun kesadaran terhadap pengalaman kekerasan terhadap istri berlangsung setiap saat, fenomena KDRT semacam itu tak jarang diidentikkan dengan sifat permasalahan ruang privat. Dari perspektif tersebut, kekerasan seperti terlihat sebagai suatu tanggung jawab pribadi dan istri diartikan sebagai orang yang bertanggung jawab, baik itu untuk memperbaiki situasi yang sebenarnya didikte oleh norma-norma sosial maupun mengembangkan metode yang dapat diterima dari penderitaan yang tak terlihat.

Kekerasan dalam rumah tangga seringkali menggunakan paksaan yang kasar untuk menciptakan hubungan kekuasaan di dalam keluarga. Kaum perempuan seringkali diajarkan dan dikondisikan untuk menerima status yang rendah terhadap dirinya sendiri. KDRT seakan-akan menunjukkan bahwa perempuan lebih baik hidup di bawah belas kasih pria. Hal ini juga membuat pria, dengan harga diri yang rendah, menghancurkan perasaan perempuan dan martabatnya karena mereka merasa tidak mampu untuk mengatasi seorang perempuan yang dapat berpikir dan bertindak sebagai manusia yang bebas dengan pemikiran dirinya sendiri. Sebagaimana pemerkosaan, pemukulan terhadap istri menjadi hal umum dan menjadi suatu keadaan yang serba sulit bagi perempuan di setiap bangsa, kasta, kelas, agama maupun wilayah.

Sungguh, andai saja kaum lelaki bisa ”berkiblat” pada akhlak Rasulullah ketika memperlakukan istrinya, bisa jadi tak akan ada KDRT di muka bumi ini. ***

Kategori: Refleksi, Religi, Sosial | Tags: ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgSayembara Berdarah demi Membangun Kejayaan Pancala (Monday, 26 July 2010, 528 pembaca, 65 respon) Dalang: Ki Sawali Tuhusetya Gandamana tercenung di sudut kamar. Berkali-kali, putra mahkota negeri Pancala yang rela melepaskan tahta demi berguru kepada penguasa Hastina, Pandu Dewanata, ini memukul-mukul jidatnya. Dia tak paham juga dengan kekerasan...
imgMembumikan Pendidikan Karakter (Monday, 12 July 2010, 1,821 pembaca, 124 respon) Dalam satu dekade belakangan ini, nurani kita digelisahkan oleh maraknya aksi kekerasan yang terjadi di berbagai lapis dan lini masyarakat. Aksi-aksi vandalisme dan premanisme dengan berbagai macam bentuk dan variannya (nyaris) menjadi fenomena tragis...
imgPeradaban Negeri Kelelawar Tak Akan Pernah Mati (Friday, 9 July 2010, 970 pembaca, 122 respon) (Kisah ini merupakan bagian ke-14 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin...
imgNilai-nilai Pancasila, Riwayatmu Kini! (Tuesday, 1 June 2010, 1,609 pembaca, 67 respon) (Renungan dan refleksi mini di hari kelahiran Pancasila) Kita sungguh sedih menyaksikan berbagai aksi brutal dan kanibal yang tak pernah berhenti menggoyang sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Perilaku kekerasan berbasiskan primordialisme...
imgSenjakala di Negeri Kelelawar (Thursday, 22 April 2010, 420 pembaca, 53 respon) (Kisah ini merupakan bagian ke-13 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1), Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2), Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Sepenggal Fragmen Keteladanan Rasulullah" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Monday, 9 March 2009 (02:12)) pada kategori Refleksi, Religi, Sosial. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itRedditTechnoratiBlinklist
DesignfloatDiigoMixxMeneameFurlMagnoliafurl

13 Responses to "Sepenggal Fragmen Keteladanan Rasulullah"

  1. raden says:
    Menggunakan Google Chrome 3.0.182.3 Google Chrome 3.0.182.3 pada Windows XP Windows XP

    semoga semua bloger menjadi umat terbaek rasulullah…

  2. Sawali says:
    Menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    @Nyante Aza Lae,
    iya tuh, mas kurnia. sering bikin kita heran juga. kenapa kasus kdrt kok selalu saja muncul di sekitar kita, haks.

  3. Sawali says:
    Menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    @endar,
    betul banget, mas endar. tanpa ada sosok perempuan di samping kita, agaknya etos kerja kita juga bisa menurun, nih, kekeke ….

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (88 queries: 1.092 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP