Home » Blog » Mencoba QuickPress » 23231 views

Mencoba QuickPress

Kategori Blog Oleh

Seperti pernah saya posting di sini bahwa wordpress 2.7 tampil beda, terutama pada menu wp-admin. Yang paling mencolok adalah kelengkapan fiturnya yang interaktif sehingga kita bisa langsung masuk ke menu yang diinginkan, tanpa harus masuk ke halaman tertentu. Salah satu fitur yang menarik adalah quickpress. Saya baru mencobanya dalam postingan kali ini.

Toolbarnya memang sangat terbatas. Tak ada tool untuk style font dan semacamnya. Kita hanya disediakan tool untuk meng-upload gambar, video, musik, atau media yang lain.

Untuk kepentingan SEO, kita hanya disediakan spase “tags”. Lantas di bawahnya disediakan tombol save draft, cancel, dan publish. Hanya itu. Namanya saja quickpress, jadi serba sederhana, praktis, dan lebih mengutamakan kecepatan memosting tulisan.

Dalam pemahaman awam sawa, fitur quickpress ini sangat cocok digunakan dalam situasi tergesa-gesa atau keterbatasan bandwith. Jika menginginkan tulisan kita lebih SEO-friendly, kita mesti menyuntingnya melalui halaman text-editor.

Nah, tulisan singkat ini dipublish dengan menggunakan quickpress, sekaligus menguji fitur yang disediakan oleh wordpress 2.7. Sayang, kan, kalau sudah disediakan fitur, tetapi belum pernah mencobanya? Nah, bagaimana dengan Sampeyan? Sudahkah mencoba menggunakan fitur ini? ***

Tags:

Seorang guru, penggemar wayang kulit, dan penikmat sastra. Dalam dunia fiksi lebih dikenal dengan nama Sawali Tuhusetya. Buku kumpulan cerpennya Perempuan Bergaun Putih diterbitkan oleh Bukupop dan Maharini Press (2008) dan diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada hari Jumat, 16 Mei 2008 bersama kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia).

22 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan terbaru tentang Blog

Setelah 9 Tahun Ngeblog

Juli 2007 merupakan saat pertama saya belajar ngeblog (=mengeblog). Sering berganti-ganti engine,

Enam Purnama Tanpa Jejak

Sudah enam purnama, saya tidak meninggalkan jejak di blog ini. Sejatinya, enam
Go to Top