Home | Budaya, Refleksi, Sastra | Gelar Budaya Teater Semut 2008

Gelar Budaya Teater Semut 2008

Sunday, 9 November 2008 (00:05) | 1 pembaca | 31 komentar | Print this Article

gb

Teater Semut bekerja sama dengan Dewan Kesenian Kendal (DK2) Jawa Tengah akan menggelar sebuah acara bertajuk “Gelar Budaya 2008” (GB 2008). Menurut rencana, aktivitas seni dan budaya tersebut akan digelar pada hari Minggu dan Sabtu (23 dan 29 November 2008) bertempat di Aula Dinas Sosial, tenaga Kerja, dan Transmigrasi, Jalan Soekarno-Hatta Nomor 62, Kendal, Jawa Tengah. Sejumlah acara sedang dalam persiapan, di antaranya: (1) Lomba Baca Puisi (Tingkat Umum se-Jawa Tengah); (2) Lomba Tulis cerpen (Tingkat Umum se-Kabupaten Kendal); dan (3) Pementasan Teater.

Teater Semut memang layak diacungi jempol dalam menggelar even-even bergengsi. Hampir setiap tahun, kelompok Teater yang berkali-kali menyabet gelar juara umum dalam berbagai festival Teater, baik di tingkat Jawa Tengah maupun nasional itu bisa dibilang sebagai satu di antara kelompok “aksi panggung” yang masih eksis dan “istiqamah” dalam menjaga aktivitas berkesenian. Sungguh, bukan hal yang mudah untuk bisa menjaga konsistensi sikap semacam itu di tengah meruyaknya nilai-nilai hedonisme dan pragmatisme sempit. Banyak kaum muda yang tak betah untuk tetap suntuk dan total melakukan aktivitas olah tubuh dan ulah jiwa di atas pentas. Selain menyita banyak waktu (sejak latihan hingga pementasan), tuntutan ekonomi juga menjadi alasan utama banyak pekerja Teater yang gagal bertahan di markas. Lebih-lebih menjadi awak Teater belum bisa menjanjikan kesejahteraan hidup yang layak. Praktis, banyak awak Teater yang terpaksa hengkang dari komunitasnya.

Namun, agaknya Teater Semut tampil beda. Di tengah meruyaknya nilai-nilai hedonisme semacam itu, awak Teater Semut masih tahan uji untuk tetap berada di markas. Mereka masih suntuk dan intes melakukan latihan menjelang pementasan. Aslam Kussatyo, dedengkot Teater yang sudah lama malang-melintang dalam dunia teater di Jawa Tengah ini agaknya punya resep tersendiri. Guru MAN Kendal yang kini sedang menyelesaikan tesis Pascasarjana Universitas Negeri Semarang (UNNES) ini selalu berhasil menarik minat anak-anak muda untuk bermain teater. Yang mengagumkan, dalam pementasan Teater GB 2008 ini, Aslam Kussatyo juga menyusun naskah dan menyutradari pementasannya.

Yang menarik, dalam GB 2008 ini juga digelar Lomba Penulisan Cerpen, meski baru sebatas di wilayah Kendal. Ajang semacam ini setidaknya bisa menjadi pemicu para peminat dan pencinta cerpen untuk saling mendedahkan kreativitasnya kepada dewan juri. Jika tak ada aral melintang, 10 cerpen terbaik akan diterbitkan ke dalam sebuah antologi. Nah, jangan sia-siakan kesempatan ini, siapa tahu dari ajang ini, Sampeyan bisa menjadi seorang cerpenis ternama.

Nah, salam budaya!

Kategori: Budaya, Refleksi, Sastra | Tags: , , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgBanjir Puisi dalam Sehari (Monday, 9 August 2010, 486 pembaca, 75 respon) Minggu, 8 Agustus 2010, publik sastra Kendal cukup “dimanjakan” oleh dua agenda “Apresiasi dan Bedah Puisi”. Pertama, apresiasi dan bedah puisi “Tuhan, Ke Mana Cinta” karya Handry TM yang digelar di Gedung Wanita, Kompleks Pendapa Kab....
imgEpitaph: Kisah Berbingkai dalam Balutan Misteri (Sunday, 27 December 2009, 620 pembaca, 73 respon) Judul Buku: Epitaph Pengarang: Daniel Mahendra Penerbit: Kakilangit Kencana, Jakarta Cetakan I: November 2009 Tebal: 358 halaman Satu lagi, sebuah buku lahir dari tangan seorang Daniel Mahendra (DM). Rencananya, Epitaph bergenre novel ini akan menjadi...
imgSuicide: Potret Manusia Global yang Sarat Konflik (Saturday, 12 December 2009, 424 pembaca, 139 respon) Sepekan belakangan ini, aktivitas ngeblog saya (nyaris) tersendat. Setelah melakukan monitoring implementasi KTSP SMP berstandar nasional (SSN) di kota Tegal, Selasa (8/12/2009), Rabu-Jumat (9-11/12/2009), saya mesti mendampingi anak-anak SMP Terbuka...
imgObrolan Sastra di Pondok Maos Guyup Bebengan Boja (Friday, 1 May 2009, 285 pembaca, 60 respon) Sudah lama sekali saya tak terlibat dalam obrolan sastra. Sebuah kerinduan yang sesungguhnya sudah lama mengeram dalam syaraf saya. Makanya, ketika Mas Sigit Susanto –pionir literasi dan apresiasi sastra yang tak pernah lelah mengembara di...
imgDari S.N. Ratmana hingga Obrolan tentang Penulisan Teks Cerpen (Tuesday, 28 April 2009, 607 pembaca, 102 respon) Minggu, 26 April 2009, saya didaulat untuk berbagi pengalaman seputar penulisan teks sastra, khususnya cerpen, di SMA 1 Slawi, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Oleh Bu Sunarni, guru Bahasa Indonesia, acara hari itu agaknya memang di-setting khusus untuk...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Gelar Budaya Teater Semut 2008" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Sunday, 9 November 2008 (00:05)) pada kategori Budaya, Refleksi, Sastra. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

31 Responses to "Gelar Budaya Teater Semut 2008"

  1. Sawali says:
    Menggunakan Unknown Unknown pada Unknown Unknown

    hehehe … itu karena mbak yulfi berasal dari sumut, hiks. walah, kalau terlibat di dalam, ndak, mbak, kebetulan teman yang getol berteater yang menanganinya. saya hanya sekadar membenahi bidang penciptaan dan kreativitasnya. tapi saya sdh jadi bagian juga dari keluarga teater sumut, eh, semut.

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (108 queries: 0.979 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP