Home | Bahasa, Budaya, Diksi, Opini, Refleksi | Dirgahayu Indonesia atau Dirgahayu Kemerdekaan?

Dirgahayu Indonesia atau Dirgahayu Kemerdekaan?

Tuesday, 14 August 2007 (16:48) | 2,056 pembaca | 17 komentar | Print this Article

bendera1.jpg

Masa-masa “heroik” menuju puncak peringatan HUT ke-62 RI sudah membahana di seluruh penjuru tanah air. Kampung-kampung bertaburan bendera Merah Putih dan umbul-umbul warna-warni. Spanduk dengan berbagai slogan dan semboyan bertengger meriah di gapura masuk kampung. Nasionalisme kita yang selama ini terbang, terapung-apung, dan tenggelam akibat berbagai kesibukan tiba-tiba tersentil oleh “atmosfer” dan aroma perayaan yang begitu ramai dan meriah. Dengan tiba-tiba kita ingat Soekarno-Hatta, Jenderal Soedirman, Diponegoro, Antasari, atau sederet nama-nama pahlawan yang lain.

***

Terlepas dari munculnya sikap nasionalisme yang datang secara “tiba-tiba” itu, ada kelatahan sikap dalam penulisan spanduk yang bisa menimbulkan salah tafsir akibat penalaran yang salah. Lihatlah contoh berikut ini!

Dirgahayu Kemerdekaan RI Ke-62

Jika dicermati, ada logika yang rancu dalam slogan tersebut. Pertama, penggunaan kata “dirgahayu” yang diikuti dengan kata “kemerdekaan”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dirgahayu mengandung arti berumur panjang (biasanya ditujukan kepada negara atau organisasi yang sedang memeringati hari jadinya). Beranjak dari arti leksikal ini, maka penggunaan kata “dirgahayu” yang diikuti dengan kata “kemerdekaan” jelas tidak tepat. Bukankah yang diberi ucapan “panjang umur” itu Indonesia, bukan pada “kemerdekaan”-nya? Yang benar mestinya “Dirgahayu Indonesia” atau “Dirgahayu Republik Indonesia” yang berarti “Panjang Umur Indonesia” atau “Panjang Umur Republik Indonesia”.

Kekeliruan kedua adalah penggunaan “RI” yang diikuti dengan kata bilangan (numeralia) tingkat “ke-62″. Logikanya: Indonesia atau RI itu hanya satu. Jadi, tidak ada RI ke-2, ke-3, atau ke-62. Jika ingin menggunakan kata bilangan tingkat untuk menunjukkan usia kemerdekaan RI, ucapan yang benar adalah “Selamat HUT ke-62 RI”. Jadi, yang ke-62 itu adalah hari ulang tahunnya, bukan “Indonesia” atau “RI”-nya.

Yang sering luput dari perhatian kita juga adalah masalah penulisan kata bilangan. Dalam kaidah Ejaan yang Disempurnakan (EYD) dijelaskan bahwa penulisan kata bilangan tingkat yang menggunakan angka Arab harus diawali dengan awalan ke- diikuti tanda hubung, sedangkan jika menggunakan angka romawi tidak perlu menggunakan awalan ke-. Jadi, penulisan yang benar: “Selamat HUT ke-62 RI” atau “Selamat HUT LXII RI”. Persoalannya sekarang, kita mau pilih yang mana? ***

Kategori: Bahasa, Budaya, Diksi, Opini, Refleksi | Tags: , , ,

Tulisan lain yang berkaitan:

imgKetika Dewi Kunti Harus Memilih Jodoh (Wednesday, 1 September 2010, 280 pembaca, 34 respon) Dalang: Sawali Tuhusetya Dewi Kunti tercenung di kamarnya. Perempuan cantik bertubuh sintal itu tiba-tiba merasakan jantungnya berdebar tak karuan. Semula, dia hanya iseng saja, memanfaatkan fasilitas handphone pemberian Prof. Durwasa, guru besar yang...
imgKastanisasi dan Elitisme di Balik Sekolah RSBI (Wednesday, 9 June 2010, 737 pembaca, 97 respon) Baru-baru ini, Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah (Mandikdasmen), Kemendiknas, Suyanto mengungkapkan, 18 sekolah berstatus Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dicabut izinnya karena dinilai tidak memenuhi persyaratan pendirian....
imgPenafsiran Nasionalisme ala Kumbakarna (Saturday, 22 May 2010, 560 pembaca, 106 respon) Dalam sebuah rapat kabinet yang gerah, wajah Rahwana memerah seperti kepiting rebus. Sorot matanya liar memerah saga. Tiupan angin yang lembut dari moncong AC yang dingin pun gagal menaklukkan hati penguasa Alengka yang tengah murka itu. Berulang-ulang...
imgMembangun Karakter Bangsa melalui Festival dan Lomba Seni (Thursday, 29 April 2010, 756 pembaca, 47 respon) Tanggal 26-28 April 2010, saya bersama beberapa rekan sejawat didaulat untuk menjadi juri dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa SD Tingkat Prov. Jawa Tengah Tahun 2010 di Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah. Dalam pandangan awam saya, festival dan lomba...
imgMenjadi Bangsa Pelupa (Thursday, 15 April 2010, 489 pembaca, 102 respon) Mungkin ada benarnya kalau ada yang bilang bangsa kita tergolong sebagai bangsa pelupa. Jauh sebelum peradaban modern muncul, orang tua kita menciptakan sebuah adagium, “lupa kacang akan kulitnya”, untuk menggambarkan karakter orang yang lupa akan...
Catatan Sawali Tuhusetya
feeds.feedburner.com
Tulisan berjudul "Dirgahayu Indonesia atau Dirgahayu Kemerdekaan?" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (Tuesday, 14 August 2007 (16:48)) pada kategori Bahasa, Budaya, Diksi, Opini, Refleksi. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Ingin berlangganan gratis? Silakan daftarkan alamat email Anda sekarang juga! Terima kasih dan salam budaya!
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itDeliciousGoogle ReaderRedditTechnoratiGoogle BuzzYahoo Buzz
DesignfloatDiigoMixxMeneamedesignbumpFurlMagnoliaBlinklistfurlblogmark

17 Responses to "Dirgahayu Indonesia atau Dirgahayu Kemerdekaan?"

  1. ukee says:
    Menggunakan Firefox 3.6.6 Firefox 3.6.6 pada Windows XP Windows XP

    Secara thema dan arti harfiah slogan (yg dikumandangkan tiap tahun) Dirgahayu Indonesia memang yang benar dan seharusnya.
    Namun dimasa sekarang dimana kemerdekaan masih merupakaan angan-angan (merdeka dari miskin, merdeka dari korupsi, merdeka dari buruknya birokrasi, merdeka berasasi tanpa intimidasi kelompok etnik dan sekular tertentu) maka DIRGAHAYU KEMERDEKAAN masih sangat relevan…Panjang Umur Kemerdekaan..

  2. bayuputra says:
    Menggunakan Firefox 3.5.9 Firefox 3.5.9 pada Windows XP Windows XP

    Di sore hari iseng – iseng buka – buka blog bapak … baik dari Bahasa sampe ke Sitemap …
    tetapi saya tertarik dengan topik ini pak … wah Bapak sudah lama sekali ngeblognya … saya baru kurang lebih 4 bulan aja pak …
    Bapak menjadi panutan bagi saya … mohon bimbingannya selalu pak ..

  3. vera says:
    Menggunakan Internet Explorer 6.0 Internet Explorer 6.0 pada Windows XP Windows XP

    Q,sdh baca s”mua,Q,Salut& terharu:):)

  4. Menggunakan Firefox 3.0.6 Firefox 3.0.6 pada Windows XP Windows XP

    Puisi juga dunk, biar seru!

    Baca juga tulisan terbaru Rabetsa Kariono berjudul Cinta

Leave a Reply

CommentLuv Enabled
«
»
www.batuzakar.netweb hosting indonesia
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (90 queries: 0.970 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP