Perempuan yang merindukan Hujan di Malam yang Lain

Post: 02/27/2006
Disimak: 248 kali
Cerpen: Indrian Koto
Sumber: Lampung post, Edisi 02/26/2006
SORE jatuh di ujung gedung, digantikan senja yang temaram. Segera, malam menaburkan kegelapan yang paling kelam. Langit menyajikan sekeping bulan yang patah–serupa goresan luka kecil pada wajah. Bintang bertebar di pipi malam, mewartakan batas langit dari ketinggian.
Kota tak hendak menutup kisah, menawarkan kemilau di jalan-jalan, gedung bertingkat dan papan iklan. Malam tak mesti dilalui dengan kegelapan. Trotoar, bangku-bangku dan taman mengisahkan sejarah paling masyuk sepanjang malam.
Kota menggeliat, mengabarkan kemerdekaan yang paling laknat. Kehidupan tumbuh di mana-mana, menyajikan riang wajah-wajah dan gemuruh suara-suara. Malam, waktu yang paling tepat merayakan sebuah kemenangan.

Serbuan Istilah Asing: Globalisasi atau Gombalisasi?

Seberapa pentingkah bahasa Indonesia jika dikaitkan dengan pembentukan karakter bangsa? Taruhlah kalau sekitar 220 juta penghuni negeri ini abai terhadap bahasa nasional-nya sendiri, adakah imbasnya terhadap kelangsungan dan eksistensi bangsa Indonesia? Ekstremnya lagi, kalau penduduk negeri ini sudah tak punya kebanggaan dan kecintaan lagi terhadap bahasa Indonesia di era globalisasi ini, apakah identitas dan jati diri bangsa akan musnah dan habis kikis seperti tergambar dalam bait I puisi “Padamu Jua“-nya Amir Hamzah?

miky.jpgKita memang sudah merdeka, Bung! Tapi, penjajahan dalam bentuk dan perwujudannya yang baru, disadari atau tidak, tetap mengancam dari berbagai sudut, lapis, dan lini kehidupan masyarakat. Ia tidak hanya maujud dalam bentuk penjajahan materiil yang dimainkan oleh kaum kapitalis dunia melalui join coorporate dari perusahaan-perusahaan besar dalam menanamkan pengaruh produknya terhadap masyarakat negara berkembang yang nantinya akan menimbulkan ketergantungan bagi masyarakat tersebut akan produk-produk mereka. Penjajahan materiil nyata-nyata telah memberikan dampak kemiskinan, pengangguran, kebodohan, dan keterbelakangan terhadap warga dunia yang hidup di negara-negara berkembang yang miskin dan terbelakang.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!