Suicide: Potret Manusia Global yang Sarat Konflik

Saturday, 12 December 2009 (12:25) | 335 pembaca | 138 komentar

img

Sepekan belakangan ini, aktivitas ngeblog saya (nyaris) tersendat. Setelah melakukan monitoring implementasi KTSP SMP berstandar nasional (SSN) di kota Tegal, Selasa (8/12/2009), Rabu-Jumat (9-11/12/2009), saya mesti mendampingi anak-anak SMP Terbuka bersama rekan-rekan sejawat yang sedang melakukan.... (selanjutnya?)

Ambika dan Ambalika Menuai Badai

Friday, 15 May 2009 (01:03) | 330 pembaca | 80 komentar

img

Dada Dewi Ambika dan Ambalika yang sintal bergetar setiap kali kedua bola matanya menatap wajah Bhisma. Dua perempuan dari negeri Kasi itu tak juga mengerti kenapa lelaki pujaannya itu tetap bergeming; dingin dan cuek. Jangankan menyentuh, sekadar melirik pun tak pernah mau melakukannya. Padahal, se.... (selanjutnya?)

Dari S.N. Ratmana hingga Obrolan tentang Penulisan Teks Cerpen

Tuesday, 28 April 2009 (01:41) | 480 pembaca | 102 komentar

img

Minggu, 26 April 2009, saya didaulat untuk berbagi pengalaman seputar penulisan teks sastra, khususnya cerpen, di SMA 1 Slawi, Kab. Tegal, Jawa Tengah. Oleh Bu Sunarni, guru Bahasa Indonesia, acara hari itu agaknya memang di-setting khusus untuk mendekatkan dan sekaligus mengakrabkan siswa didiknya .... (selanjutnya?)

Lomba Penulisan Esai dan Cerpen AJB Bumiputera

Saturday, 28 March 2009 (00:47) | 1,548 pembaca | 73 komentar

img

Dalam rangka memeringati hari ulang tahunnya yang ke-97, Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 bekerjasama dengan Paguyuban Sastra Rabu Malam (PaSar MaLam), mengundang masyarakat umum, terutama para pencinta sastra, untuk mengikuti “Lomba Penulisan Esai” dan “Lomba Penulisan Cerita Pende.... (selanjutnya?)

Pengumuman Review Cerpen Terbaik

Tuesday, 20 January 2009 (01:48) | 1,984 pembaca | 181 komentar

img

Sungguh, bukan hal yang mudah bagi saya untuk menentukan tiga review cerpen terbaik dari 22 review yang diikutsertakan dalam kontes. Kendala yang saya hadapi karena dua hal. Pertama, saya telanjur “memproklamirkan” diri sebagai yuri tunggal yang hanya mengandalkan daya intuitif, pertimbangan-per.... (selanjutnya?)