Tuesday, 22 July 2008 (21:53) | 2,217 pembaca | 0 komentar
March 2010 (3)
Detailed Monthly Archive
- 15: Workshop Pembuatan Blog, Owabong, dan Sisi Lain Dinamika Purbalingga (54)
- 12: Cara Kreatif Mendidik Anak ala Melly Kiong (75)
- 09: Ujian Nasional Mengebiri Potensi Siswa Didik (124)
February 2010 (9)
Detailed Monthly Archive
- 26: Workshop Nasional Pembuatan Blog bagi Guru (249)
- 26: Blog Free in Blogdive (23)
- 22: Dari LCC hingga Bedah SKL UN 2010 (71)
- 18: Pelantikan Pengurus Agupena Cabang dan Diskusi Kepenulisan (126)
- 10: Agupena Jawa Tengah: Refleksi Menjelang Tahun Kedua (143)
- 09: Aksi Kreatif Kika Syafii dan Undangan “Amprokan Blogger” (88)
- 05: Ujian Nasional dan Robotisasi Siswa Didik (147)
- 03: Bhisma pun Menepati Dharmanya (116)
- 01: Blogwalking: Jalan Menuju Sehat (211)
January 2010 (7)
Detailed Monthly Archive
- 30: Bank Century, Unjuk Rasa, dan Pemakzulan (125)
- 23: Negeri Kelelawar Menjadi Sarang Koruptor (172)
- 21: Membangun Pendidikan Berbasis Karakter melalui Sastra (126)
- 17: Menikmati Panggung “Pluralisme” Gaya Kyai Kanjeng (157)
- 15: Blog sebagai Gaya Hidup Masyarakat Posmo? (170)
- 08: Pelarangan Buku dan Tragedi Pencerdasan Bangsa (215)
- 03: Pendidikan yang Miskin Sentuhan Budaya (175)
December 2009 (10)
Detailed Monthly Archive
- 30: Belajar dari Nilai Pluralisme ala Gus Dur (205)
- 30: Reformasi Setengah Hati: Sebuah Refleksi Budaya Akhir Tahun 2009 (75)
- 27: Epitaph: Kisah Berbingkai dalam Balutan Misteri (65)
- 25: Gender dan Fenomena Perubahan Kelamin (131)
- 22: Momentum Hari Ibu dan Hijrah Peradaban (112)
- 19: Pentas Seni dan Malam Tahun Baru 1431 Hijrah (129)
- 16: Semut vs Gajah: Refleksi Menjelang Tahun Baru Hijrah (112)
- 12: Suicide: Potret Manusia Global yang Sarat Konflik (138)
- 06: Pemantauan Implementasi KTSP untuk SSN (124)
- 04: Ujian Nasional Pasca-Keputusan MA (144)
November 2009 (9)
Detailed Monthly Archive
- 30: Ulang Tahun ke-2 TPC dan Martil UU ITE: Sebuah Refleksi (149)
- 27: Dari Bedah SKL UN hingga Koordinasi Agupena (37)
- 24: Kinerja Guru dan Sertifikat Pendidik (116)
- 20: Ujian Nasional, Quo Vadis? (116)
- 18: Pembuatan Blog dalam Rangkaian Program Bermutu (200)
- 14: Buku Tali Asih dari Pakdhe Cholik (142)
- 09: Antara Facebooker dan Wakil Rakyat (208)
- 08: Nilai-nilai Kearifan Lokal di Balik Misteri Indonesia (109)
- 04: Kepribadian yang Terbelah dan Rasa Keadilan yang Terkoyak (215)
October 2009 (9)
Detailed Monthly Archive
- 30: Gerakan Apolitis Kaum Muda Negeri Kelelawar (141)
- 26: Ragam Bahasa Media Internet dan “Euforia” Berekspresi (147)
- 23: KIB II dan Pupusnya Kekuatan Oposisi (157)
- 19: Virtual Host Berbasis Open Source untuk Pembelajaran Interaktif dan Mencerdaskan (130)
- 15: Achjar Chalil, Agupena, dan Rakernas (111)
- 11: Aksi-aksi Pendekar Open Source di Lembah Google (209)
- 08: Mampukah Bahasa Indonesia menjadi Media Pembebasan? (147)
- 04: Batik dalam Perspektif Budaya (14)
- 03: Apa yang Harus Kami Katakan? (203)
September 2009 (14)
Detailed Monthly Archive
- 30: Dari Halal Bihalal hingga Bela Negara (147)
- 27: Membumikan Software Open Source: Mimpi Indonesia Masa Depan (157)
- 26: Dari Khika hingga Joglo Abang (4)
- 23: Ironi di Balik Rencana Pelantikan Wakil Rakyat (137)
- 22: Blog Catatan Sawali Tuhusetya Kena Hack Lagi! (10)
- 20: Selamat Idul Fitri 1430 H (8)
- 18: Silaturahmi dan Momentum Kembali ke Fitrah (155)
- 16: Bima Suci: Guru yang Ternistakan (171)
- 15: Jaunty Jackalope dan Upaya Pembebasan Mitos Pembajakan (8)
- 12: Jatuh Cinta dan Merdeka Bersama Ubuntu (249)
- 08: Web Sekolah dan Upaya Pencitraan Publik (223)
- 06: Onno W. Purbo, Linux, dan Penguatan Arus Bawah (136)
- 03: Gempa Bumi dan Rahasia Sang Pemilik Kehidupan (166)
- 01: Merindukan “Para Pencari Tuhan” Pasca-Ramadhan (125)
August 2009 (16)
Detailed Monthly Archive
- 30: Membangun Kembali Kesadaran Kultural secara Kolektif (14)
- 30: Terang Bulan Tak Ada Lagi di Negeri Kelelawar (120)
- 26: Air Kehidupan (179)
- 25: Mengekspresikan Keunikan Diri lewat Blog (10)
- 23: Pakdhe Semprul dan Maut (148)
- 21: Selamat Menyongsong Kehadiran Bulan Suci (2)
- 20: Ramadhan, Korupsi, dan Kearifan Budaya (124)
- 17: Merajut Kembali Nilai Kebersamaan (131)
- 16: Dirgahayu Negeriku! (13)
- 15: Semangat Pembebasan di Balik Ritual Agustus-an (119)
- 12: Baca Puisi Mengenang Tujuh Hari Kematian W.S. Rendra (101)
- 10: Dari Festival hingga Sarasehan Ambalwarsa I Kotareyog (102)
- 06: Si Burung Merak Itu Telah Mengepakkan Sayapnya Menuju Alam Keabadian (107)
- 06: KGI dan Mitos Guru Gaptek (73)
- 02: Mengembalikan Jati Diri Bangsa melalui Reformasi Kultural (15)
- 02: Mengembalikan Jati Diri Bangsa: Haruskah Menjadi Sebuah Utopia? (261)
July 2009 (17)
Detailed Monthly Archive
- 31: Sang Bayang dan Hari Jadi Kendal (109)
- 28: Spirit Tumenggung Bahureksa dan Dinamika Kendal Beribadat (107)
- 27: Ketahanan Budaya yang (Nyaris) Rapuh (14)
- 27: Postingan, Smiley, dan Komentar (91)
- 24: Masih Adakah Ruang bagi Anak-anak Jalanan? (141)
- 21: Upgrade Massal dan Sentimen Google (120)
- 21: Perubahan Alamat Blog Agregator (18)
- 20: Membaca Cepat di Tengah Tantangan Gelombang Informasi (92)
- 19: Teror Bom dan Meruyaknya Budaya Kekerasan (14)
- 18: Teror Bom dan Kebangkrutan Nurani (84)
- 17: Tradisi Award di Kompleks Blogosphere (20)
- 15: Informasi Pemenang BlogCompetition 2009 (6)
- 14: Pola Pengasuhan dan Pendidikan Anak ala Melly Kiong (113)
- 10: Hasil Audiensi Agupena, Sekretaris Ditjen PMPTK, dan SEAMOLEC (93)
- 06: Menikmati Aktivitas Ngeblog (149)
- 04: Peradaban Horor dan Sang Predator (2)
- 03: Refleksi Akhir Tahun Pelajaran (62)
June 2009 (14)
Detailed Monthly Archive
- 29: Mengubah Mind-Set Guru tentang Dunia Kepenulisan (115)
- 26: Sisi Lain Sosok Ahmad Tohari (106)
- 24: Apologi Berlebihan Tim Sukses Capres (154)
- 21: Agupena Jawa Tengah: Tak Ingin Jadi Asosiasi Guru Eksklusif (68)
- 20: Memutus Mata Rantai Kekerasan (6)
- 19: Saya Sudah Tak Muda Lagi? (106)
- 17: Geger Ujian Nasional di Negeri Kelelawar (108)
- 14: Sensasi Jakarta ala Sekolah Pinggiran (124)
- 11: Haruskah UU ITE Menjadi “Bom Waktu” buat Bloger? (150)
- 10: Email Bu Prita dalam Perspektif Pragmatik (93)
- 07: Ketika Blok Indraprasta Terlepas (94)
- 05: Manohara, Ambalat, dan Sentimen Nasionalisme (174)
- 03: Derita Bu Prita dan Pedang Algojo Kebenaran (128)
- 01: Prahara Kembali Mengintai Dunia Pendidikan (134)
May 2009 (20)
Detailed Monthly Archive
- 31: Reformasi Kultural (4)
- 30: Sang Togog yang Terkebiri dan Terpinggirkan (67)
- 27: Membangun Citra Diri (149)
- 24: Isu Perselingkuhan dan Jejaring Sosial Dunia Virtual (137)
- 22: Ulah Satpol PP dan Potret Buram Angkatan Gagap (129)
- 22: Orang Samin dan Pandangan Hidupnya (4)
- 22: Tentang Masyarakat Samin (2)
- 20: Berganti Judul dan Deskripsi Blog (8)
- 19: Kita Hidup di Tengah Peradaban Horor? (100)
- 17: Sekolah, Paulo Freire, dan Pendidikan Alternatif (108)
- 16: Refleksi Tragedi Mei 1998 (4)
- 15: Ambika dan Ambalika Menuai Badai (80)
- 12: Kreativitas Penciptaan: antara Kekuatan Personal dan Atmosfer Komunitas (109)
- 10: Hasil Akhir Pemilu 2009 dan Pamor Lembaga Survei (4)
- 10: “Bulan Pecah” di Tanah Bahureksa (71)
- 08: Final Lomba Cipta Teks Sastra dan Bangkitnya Perempuan Pengarang (71)
- 04: Metamorfosis Kecemasan (144)
- 04: Para Elite Negeri Sibuk Berkoalisi, Pendidikan Terabaikan (8)
- 02: Pekik Setengah Merdeka buat Pendidikan (117)
- 01: Obrolan Sastra di Pondok Maos Guyup Bebengan Boja (59)
April 2009 (14)
Detailed Monthly Archive
- 29: Mengorbankan Idealisme (10)
- 28: Dari S.N. Ratmana hingga Obrolan tentang Penulisan Teks Cerpen (102)
- 26: Ujian Nasional: Mengapa Harus selalu Jadi Momok? (110)
- 24: Mengapresiasi Sang Pecundang (18)
- 22: Ragam Bahasa Media dalam Perspektif Pembelajaran Bahasa (Bagian II-Habis) (87)
- 21: Sosok Kartini dan Terbebasnya Mitos Kaum Perempuan (119)
- 19: Menjelang UN: Anak-anak Butuh Sentuhan Kelembutan dan Kasih Sayang (10)
- 18: Premanisme Merajalela di Negeri Kelelawar (8) (90)
- 15: Blog Khusus Bahasa dan Sastra (124)
- 12: Televisi dan Pesta Demokrasi (22)
- 12: Bloger, Nasionalisme, dan Dinamika Kebahasaan (92)
- 08: Bilik TPS, Contrengan, dan Nasib Bangsa (105)
- 06: Mendengarkan Suara Tuhan (20)
- 05: Ragam Bahasa Media dalam Perspektif Pembelajaran Bahasa (Bagian I) (93)
March 2009 (17)
Detailed Monthly Archive
- 30: Menanggalkan Atribut Primordial di Kelas (130)
- 29: Melacak Jejak Aktivitas Ngeblog (28)
- 28: Lomba Penulisan Esai dan Cerpen AJB Bumiputera (73)
- 25: Hacker Gelap Kembali Bergentayangan (196)
- 23: Blog, Facebook, dan Keajaiban Dunia Virtual (19)
- 22: Pendidikan Kemanusiaan, Apa Kabar? (99)
- 19: D. Zawawi Imran, Puisi, dan Bahan Ajar (112)
- 15: Sosok Oportunis (117)
- 14: The Dexter, Penganyam Kata, dan Dunia Buku (22)
- 10: Terima Uangnya, Jangan Contreng Namanya! (188)
- 09: Guru sebagai Hamba Kemanusiaan? (72)
- 09: Sepenggal Fragmen Keteladanan Rasulullah (12)
- 08: Zero Fees Free Web Hosting (8)
- 07: Pengajaran Sastra di Tengah Fenomena Involusi Budaya (68)
- 05: Perlukah Pendidikan Politik Masuk Kurikulum? (97)
- 02: Isu Dekrit Presiden di Negeri Kelelawar (7) (65)
- 01: Caleg dari Kalangan Artis (21)
February 2009 (15)
Detailed Monthly Archive
- 28: Menampilkan Thumbnail di Halaman Depan (16)
- 28: Prostitusi Pelajar dan Beban Sosial Bangsa (114)
- 24: Haris Firdaus di Balik Misteri Nusantara (100)
- 23: Bahasa Politik Berbasis Kerakyatan (85)
- 22: Meratapi Nasib Bahasa Ibu (10)
- 21: Ujian Nasional: Haruskah Jadi Momok? (101)
- 18: Blog Agregator Personal (18)
- 16: Blog Agregator Agupena Jawa Tengah (166)
- 14: Blog Agupena Jawa Tengah Sudah Online (6)
- 12: Politik, Demokrasi, dan Anarki (167)
- 09: Banjir! (177)
- 06: Terkabulkan Sudah Keinginan Itu (20)
- 06: AGUPENA Jawa Tengah dan Ranah Pemikiran Guru Kreatif (125)
- 03: Tarik-Ulur Kebijakan Afirmatif Perempuan (24)
- 03: Kekuasaan Negeri Kelelawar dalam Kepungan Ambisi Petualang Politik (116)
January 2009 (15)
Detailed Monthly Archive
- 30: Golput: Antara Pilihan dan Legitimasi Demokrasi (213)
- 28: Pasca-Ziarah Bloger Timur Tengah: Sebuah Apresiasi dan Refleksi (129)
- 28: Pertemuan Tak Terduga dengan Sahabat-Sahabat TPC (35)
- 24: Merindukan Multiwajah Indonesia yang Ramah (156)
- 20: Pengumuman Review Cerpen Terbaik (181)
- 19: Keterkejutan Kopdar di Balik Aktivitas Ngeblog (31)
- 18: Review atas Review Cerpen (90)
- 15: Anak-anak dan Imajinasi tentang Perang (152)
- 11: Perang dan Anak-anak (26)
- 10: Ketika Bhisma Diburu Bayangan Dewi Amba (150)
- 08: Setahun Usia Blog dan Kontes Review Cerpen (217)
- 05: Pesona dari Puncak Gunung Kelir (168)
- 02: Menyiasati Kecamuk Separatisme di Negeri Kelelawar (5) (84)
- 01: Postingan Dini Hari pada Awal Tahun (157)
- 01: Postingan Pertama pada Awal Tahun (44)
December 2008 (18)
Detailed Monthly Archive
- 31: Para Petualang di Tahun Politik (19)
- 30: Perempuan Bergaun Putih di Bukit Cokrokembang (82)
- 28: Sulitnya Berbuat Adil! (18)
- 27: Hijrah Spiritual dan Intelektual Menjelang Pergantian Tahun (111)
- 24: Gaya Selebritis Para Wakil Rakyat (57)
- 21: Hari Ibu dan Wajah Peradaban Bangsa (26)
- 21: Kontroversi di Balik Pengesahan RUU BHP (187)
- 17: Terompet Ujian Nasional Itu Telah Ditiup (147)
- 16: Mencoba QuickPress (38)
- 14: File .htaccess Membuat Kepala Puyeng (34)
- 14: Kekuasaan dan Seks dalam Novel Belantik (119)
- 13: Menjelang Pergantian Tahun (26)
- 12: Pendidikan Multikultural yang Terabaikan (129)
- 11: Wordpress Versi 2.7 Tampil Beda (32)
- 08: Angin Reformasi Berhembus Juga di Negeri Kelelawar (4) (96)
- 06: Pengurbanan Ismail dan Nilai Kesalehan Sosial (33)
- 05: Tersedu di Atas Hamparan Sajadah (129)
- 01: Memanfaatkan Layanan Webhost untuk Blog MGMP Bahasa Indonesia SMP (137)
November 2008 (24)
Detailed Monthly Archive
- 30: Labirin Sukma: Potret Kepribadian yang Terbelah (60)
- 28: Teks Sastra Tak Pernah Tercipta dalam Situasi yang Kosong (50)
- 28: Upgrade Wordpress Versi 2.6.5 (20)
- 27: Memburu Sensasi lewat Blog (138)
- 25: Sang Guru dan Tanah Kelahiran (150)
- 25: Menuai Badai Jual-Beli Nilai (33)
- 21: Harga Sebuah Blog (71)
- 21: Siswi Hamil, Perlukah Dikeluarkan dari Sekolah? (153)
- 17: Sebuah Kado Menjelang Hari Guru (177)
- 17: Budaya Award di Kompleks Blogosphere (56)
- 16: Refleksi Menjelang Hari Guru 2008 (94)
- 14: Blog Tanpa Adsense? (55)
- 13: Masih Relevankah KTSP Dipertentangkan dengan UN? (36)
- 12: Situasi Chaos di Negeri Kelelawar Makin Parah (3) (113)
- 10: Membangun Semangat Berbagi dan Bersilaturahmi melalui Blog (80)
- 10: Drama Eksekusi yang Tragis Itu (16)
- 09: Gelar Budaya Teater Semut 2008 (31)
- 08: Domain Baru dengan Hosting Gratis (176)
- 08: Mendaki Pelangi: Menatap Matahari (22)
- 08: Ancaman (9)
- 08: Langit Makin Mendung (13)
- 05: Pemulung dan Nilai Kepahlawanan Sejati (204)
- 03: Temu Forum Komunikasi Fasilitator PUG Bidang Pendidikan (79)
- 01: Kecerdasan Paripurna Menggapai Kesejatian Diri (109)
October 2008 (14)
Detailed Monthly Archive
- 30: Pertemuan Tak Terduga dengan Mas Andy MSE (119)
- 29: Pesta Bloger: untuk Apa dan Siapa? (180)
- 26: Ontran-ontran di Negeri Kelelawar (2) (125)
- 24: Terkena Kutukan Mbah Google (184)
- 23: Mengapa Guru Mesti Ngeblog? (136)
- 20: Pesona Uang dan Kekuasaan (172)
- 16: Menagih Janji Politisi di Negeri Kelelawar (1) (163)
- 14: Menafsirkan Kembali Makna Pemuda sebagai Aktor Perubahan (119)
- 12: Menikmati Silaturahmi Pasca-Lebaran (134)
- 11: Kearifan Lokal Menghadapi Kemungkinan Krisis Global (103)
- 10: Goyang Poco-poco dan Kesetaraan Gender (90)
- 08: Dunia Pendidikan, Realitas Sosial, dan Ujian Nasional (82)
- 06: Mencermati Pembusukan Penggunaan Bahasa Indonesia (143)
- 03: Makna Kekerabatan di Balik Mudik Lebaran (109)
September 2008 (18)
Detailed Monthly Archive
- 29: Selamat Hari Raya Idul Fitri 1429 H (147)
- 27: Malam Lebaran: antara Kebahagiaan dan Ketragisan Hidup (68)
- 26: Refleksi Menjelang Lebaran (100)
- 26: Di manakah Allah ?
- 25: Mengantisipasi Ulah Hacker “Hitam” (112)
- 22: Nofollow Free: Plugin yang Ramah kepada Pengunjung (126)
- 20: Tag Award: antara Silaturahmi dan Apresiasi (98)
- 19: Pendampingan Penyusunan KTSP (80)
- 17: Membumikan Nilai Demokrasi dari Ruang Kelas (65)
- 15: Lompatan Budaya Membaca yang Tidak Wajar (66)
- 13: Tayangan TV yang Bias Gender (47)
- 10: Menguji Validitas Blog Berdasarkan Standar Web (78)
- 09: Blog, Politik, dan Sebuah Perubahan (54)
- 08: Mengapa Blog Tak Bisa Diakses via Firefox (60)
- 07: Mempersoalkan Kembali Predikat Guru sebagai Peneliti (40)
- 04: Lanjutan Ending Cerpen dan Hadiah Kumcer (62)
- 03: Kang Badrun Juga Puasa (64)
- 01: Virus Menulis: Dari ERA hingga EWA (62)
August 2008 (13)
Detailed Monthly Archive
- 30: Ujian Nasional (UN) Jalan Terus? (56)
- 27: Refleksi Menjelang Ramadhan (88)
- 25: Saya Sedang Mencari Tuhan (59)
- 22: Tragedi Pasca-Pesta Karnaval (33)
- 19: Yang Tersisa Setelah “Pesta” Karnaval (57)
- 16: Dirgahayu Negeriku! (55)
- 15: Balada Gadis Kecil Berambut Ekor Kuda (29)
- 13: Spam Karma Memang Sadis! (59)
- 11: Membangun “Jalan Tol Peradaban” Berbasis Kerakyatan (52)
- 09: Demokrasi yang Sehat: Kapan Terwujud? (52)
- 06: Mampukah Sentuhan TI Melahirkan Generasi yang Cerdas dan Santun? (50)
- 04: Mengakrabi CSS/XHTML Validator (52)
- 01: Dirgahayu dan HUT Ke-63 RI (60)
July 2008 (15)
Detailed Monthly Archive
- 31: Refleksi Menjelang Agustus-an (46)
- 27: Pembacaan Cerpen dan Diskusi Kumcer “Di Kereta Kita Selingkuh” (51)
- 27: Sastra Kita Miskin Pemberontakan? (35)
- 25: Dihajar Komentar SPAM (50)
- 23: Nasib Penerbit dan Penulis Buku Teks Pasca-BSE (62)
- 21: Sepasang Tanduk Bertengger di Kepalaku (48)
- 18: Menjadikan Sekolah sebagai Basis Pengembangan Bahasa Indonesia (2-Habis) (49)
- 17: Sampeyan Percaya Pemilu 2009 Akan Menghasilkan Perubahan? (64)
- 14: Memberhalakan Ijazah (81)
- 13: Menjadikan Sekolah sebagai Basis Pembinaan Bahasa Indonesia (1) (51)
- 12: Membangun Peradaban yang Sensitif terhadap Seni dan Budaya (33)
- 10: Menanggapi Tuduhan sebagai Penjiplak (67)
- 06: Tak Ada Lagi Alasan untuk Mengebiri Sastra! (63)
- 05: Bahasa Blog: Antara Gaya dan Kepentingan Ekspresi (55)
- 03: Pembelajaran Berperspektif Gender (42)
June 2008 (19)
Detailed Monthly Archive
- 30: Mengintip “Dapur” Blog untuk Menyentuh SEO (57)
- 28: Gejala Tutur Indon-English dan UU Kebahasaan (37)
- 27: Buku Sekolah Elektronik: Terobosan yang Jitu dan Visioner? (66)
- 25: Keberingasan Pelajar, Tanggung Jawab Siapa? (57)
- 23: Sihir Euro 2008 dan Budaya Massa (24)
- 22: Refleksi Pasca-Ujian Nasional (23)
- 21: E-Learning dan Etika Pemanfaatan Media (25)
- 19: Lingkaran Kekerasan dalam Institusi Pendidikan (40)
- 17: Ritual Tapa Nyusup ala Salyapati (40)
- 15: Dunia Pendidikan Kita Miskin Sentuhan Pembelajaran Elektronik? (41)
- 14: Senandung Duka Usai Pesta (39)
- 12: Mengapa Statistik Blog Berada di Titik Nol? (56)
- 10: Memanfaatkan Account Gmail untuk Berlangganan Postingan (34)
- 09: Mampukah Pemberdayaan MGMP Menjadi “Therapi Kejut” bagi Guru? (33)
- 07: Ketika Kobaran Api Mengepung Shinta (37)
- 06: Pasang Surut Menyusuri Kompleks Blogosphere (42)
- 05: Mengakrabkan Siswa pada Budaya dan Tradisi (34)
- 02: Pringas-Pringis (64)
- 01: Setelah Berpindah Server (47)
May 2008 (15)
Detailed Monthly Archive
- 27: Cukup Satu Malin Kundang Saja! (61)
- 26: Sastra Koran di Tengah Imaji Kekerasan (39)
- 24: Catatan terhadap Cerpen-Cerpen Sawali Tuhusetya *) (38)
- 21: Arogansi Tumenggung Wilmuna (38)
- 19: Reformasi Kultural: Sebuah Indonesia yang Tertinggal (39)
- 18: Dari Kumcer, Kopdar, hingga Seminar: Sebuah Perjalanan Budaya (57)
- 12: Tragedi Mei 1998 dan Runtuhnya Basis Kemanusiawian Kita (74)
- 11: Diskusi Buku dan Peluncuran Kumcer (64)
- 10: Kesadaran Kolektif yang Terkoyak (44)
- 09: Kunta Wijayandanu untuk Anoman (23)
- 07: Kopi-paste: Perlukah Minta Izin? (39)
- 06: Cerpen dari Mantan Murid (38)
- 05: Guru Ngeblog: Apa Untungnya? (53)
- 03: Selamat Jalan, Slamet Pambudi! (22)
- 02: Benarkah Dunia Pendidikan Kita Sedang “Sakit”? (39)
April 2008 (18)
Detailed Monthly Archive
- 30: Melly Kiong dan Bukunya (40)
- 29: Pilkada Pasca-Reformasi, Quo-Vadis? (34)
- 25: Masih Adakah “Semar” dalam Lingkaran Elite Kekuasaan? (50)
- 23: Petaka di Balik Cupumanik Astagina (25)
- 21: Bloger Bersatu untuk Hak Asasi Manusia (44)
- 20: Kartini-Kartini Muda: Jangan Terjebak Seremoninya! (25)
- 19: Mampukah Cerita Rekaan Memperkaya Batin Pembaca? (26)
- 17: Kritik Model “Wayang Slengekan” (27)
- 15: Revitalisasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah (30)
- 14: Perlukah Pendidikan Antikorupsi Masuk Kurikulum? (25)
- 13: Elegi Pasca-Perang (19)
- 12: Slank, Wakil Rakyat, dan Budaya Antikritik (23)
- 11: Bandwith, Bandwith, Bandwith! (22)
- 09: Mewaspadai Komersialisasi Pendidikan (28)
- 07: Setelah Memperoleh Sertifikat Pendidik, Lalu Bagaimana? (40)
- 05: Santhet (21)
- 03: Bhismaaa…! (28)
- 01: Sanggupkah Kaum Perempuan Membangun Fitrahnya? (38)
March 2008 (13)
Detailed Monthly Archive
- 30: Dimensi Kehidupan Manusia dalam Teks Sastra (30)
- 26: Mampukah Sekolah Menjadi “Benteng” Utama Apresiasi Sastra? (49)
- 23: Gatutkaca Memburu Teroris (33)
- 22: Banner Baru “Menolong Mereka yang Kelaparan” (23)
- 21: Kopdar dan Sentuhan Nilai Kemanusiaan (27)
- 16: Istirahat Sejenak! (2)
- 14: Pengakuan Dosa Seorang Bloger “Kurang Ajar”
- 13: Nasi Aking dan Sirnanya Empati Kita terhadap Sesama (49)
- 11: Revitalisasi Pendidikan Kemanusiaan (33)
- 09: Bersembunyi di Balik Jargon Eufemisme (40)
- 08: Gapit *) (25)
- 06: Pendidikan Spiritual di Sekolah, Apa Kabar? (44)
- 02: Sastrawan Masuk Sekolah: Sebuah Agenda yang Tertinggal (42)
February 2008 (21)
Detailed Monthly Archive
- 29: Roy Suryo, Bloger, dan Sikap Hipokrit (75)
- 28: Senja Kala di Pancalaradya (21)
- 27: Ubuntu? Ufh…. (39)
- 24: Mitos dan Selubung Masa Silam: Tabir Penulisan Cerpen (45)
- 22: Kehidupan “Wong Cilik” dalam Teks Cerpen (37)
- 22: Guru Menulis BTP: Kenapa Tidak? (22)
- 20: Mereka adalah Anak-anak yang Memiliki Dunianya Sendiri (46)
- 18: “Kemesraan” Koran dan Blog (44)
- 17: Perubahan “Wajah” (45)
- 16: Sang Bunga Layu Sebelum Mekar (19)
- 15: Jika Dunia Pendidikan “Memberhalakan” Pasar (36)
- 13: Perselingkuhan Samba dan Dewi Hagyanawati (31)
- 11: Surat Terbuka buat Triyanto Triwikromo (39)
- 10: “Perceraian” antara Budaya dan Pendidikan: Tanya Kenapa? (37)
- 08: Halaman Khusus Guru “Go-Blog” (26)
- 08: Anoman Sang Pembebas (23)
- 06: Terbebas dari Ruang “Tahanan” Akismet (33)
- 06: Ujian Nasional dan Kekuasaan Hegemoni Negara (28)
- 04: Dhawangan (15)
- 03: Terjerat Akismetkah? (34)
- 02: “Perang Sastra” Terus Berlanjut? (23)
January 2008 (58)
Detailed Monthly Archive
- 31: Menimbang Bobot Literer “Puisi Blog” (34)
- 30: Kenapa Blog Ini Jadi Boros Bandwith? (34)
- 27: Selamat Jalan Sang Jenderal Besar! (30)
- 26: Hilangnya “Aura” Kesenian Kota Semarang (16)
- 25: Reformasi Sekolah, Apa Kabar? (25)
- 24: Marto Klawung (31)
- 22: Menjadi Shi Fu (27)
- 21: Perlukah Pengarang Melakukan “Pemberontakan”? (23)
- 20: Sutardji Calzoum Bachri, Maman S. Mahayana, dan Saut Situmorang (36)
- 16: Memburu Cinta yang Hilang di Rimba Sastra (37)
- 14: Dilema Peran Kaum Perempuan Pasca-Jawa (37)
- 13: Kembali Ke Sekolah (39)
- 12: Perlukah Kita Menjadi Narcisus? (51)
- 10: Perempuan Bergaun Putih (57)
- 09: “Demam” Ngeblog di Kalangan Guru Makin “Parah” (44)
- 09: Selamat Tahun Baru 1429 H (19)
- 08: “Demam” Ngeblog di Kalangan Guru Terus Berlanjut (45)
- 07: Andrea Hirata Menjadi Presiden? (43)
- 06: Guru Bahasa, Sastra, dan KTSP (29)
- 05: Surat dari Pak Triman untuk Mendiknas (4)
- 05: Guru Demo, Tanya Kenapa? (4)
- 05: Stop Pengadaan Seragam Sekolah! (0)
- 05: Budaya Meneliti di Kalangan Guru (19)
- 05: Pindah Rumah pada Awal Tahun (49)
- 04: Perubahan Paradigma Pendidikan (13)
- 03: Tumbal (11)
- 03: Blog Guru (33)
- 02: Pendidikan dan Moralitas Kaum Terpelajar (0)
- 02: Wujudkan Reformasi Sekolah agar Tak Lagi Sekadar Wacana (4)
- 02: Akankah Kurikulum 2004 Berakhir Konyol? (2)
- 02: Kecemasan Menjelang UN (1)
- 02: Kelas Unggulan dan Akselerasi, Sebuah Tragedi (7)
- 02: BOS BUKU DATANG, SEKOLAH MERADANG? (4)
- 02: MENUNGGU LONCENG KEMATIAN (2)
- 02: Latar Belakang Sertifikasi (4)
- 02: MAMPUKAH SERTIFIKASI GURU MENDONGKRAK MUTU PENDIDIKAN? (9)
- 02: MENGEMBALIKAN KE-“RESI”-AN SEORANG GURU (1)
- 02: MENYIKAPI ANGKA KERAMAT 4,26 (0)
- 02: MENGEBIRI KARYA GURU (2)
- 01: Inovasi Pembelajaran (39)
- 01: Kang Sakri dan Perempuan Pemimpi (3)
- 01: Sepotong Kepala (1)
- 01: Kepala di Bilik Sarkawi (3)
- 01: Kang Panut (1)
- 01: Warni Ingin Pulang (1)
- 01: Sang Pembunuh (1)
- 01: Pulang (1)
- 01: Wisuda (0)
- 01: Pengakuan (0)
- 01: Aib (0)
- 01: Ancaman (0)
- 01: EVALUASI KTSP SMP DI KABUPATEN KENDAL (12)
- 01: Pendidikan Pencerah Spiritual
- 01: Bahasa Indonesia, antara Modernisasi dan Jatidiri (1)
- 01: Membangun Tradisi Demokrasi Lewat Pendidikan (1)
- 01: Membumikan Nilai Demokrasi di Sekolah (3)
- 01: Siapkah Guru Sastra Menyongsong KBK? (2)
- 01: MEMPERTANYAKAN APRESIASI MASYARAKAT TERHADAP PROFESI GURU (10)
December 2007 (12)
Detailed Monthly Archive
- 31: “Wejangan” di “Pertapaan” Cokrokembang (6)
- 29: Diskusi Kelompok Terbimbing Model Tutor Sebaya (20)
- 28: Quo Vadis Kurikulum Pendidikan Kita (Sebuah Refleksi Akhir Tahun) (7)
- 26: Selamat Natal dan Tahun Baru 2008 (6)
- 25: Banner untuk Guru (20)
- 24: Blog Ini Sempat Tewas (6)
- 21: Surat Buat Mak di Kampung (4)
- 19: Kesetiakawanan Sosial dan Pengorbanan Ismail (3)
- 17: Guru yang Dibenci Sekaligus Dirindukan (14)
- 16: Pertunjukan Tayub di Grobogan (5)
- 16: Penjara (1)
- 09: Tak Perlu Bersikap Reaktif! (0)
November 2007 (9)
Detailed Monthly Archive
- 28: Korpri dan Neofeodalisme dalam Birokrasi (2)
- 26: Jagal Abilawa (1)
- 24: Gerah Gara-gara Guru (6)
- 12: Penerbitan Mandiri dan “Kopdar Mini” (2)
- 11: Sertifikasi Guru, Sebuah “Indonesia” yang Tertinggal (22)
- 11: Membudayakan Aktivitas Ngeblog di Kalangan Guru (89)
- 07: Kang Panut (1)
- 06: Teks Fiksi dan Kehadiran Dokumentator (1)
- 01: Bang Kempul Bergaya Selebritis: Sebuah Refleksi (4)
October 2007 (12)
Detailed Monthly Archive
- 26: Topeng (2)
- 25: Membebaskan Dunia Pendidikan dari “Virus” Politik (0)
- 23: “Fasisme” dalam Dunia Pendidikan (0)
- 20: Sang Primadona (1)
- 18: Mengapa Pamor Guru Meredup? (2)
- 16: Download Inovasi pembelajaran (44)
- 14: Membudayakan Cinta Lingkungan Hidup (3)
- 13: Usai Shalat Ied, Lantai Masjid Jebol! (0)
- 10: Kembali Ke Fitrah (0)
- 09: Catatan dari Balik Kabut (0)
- 09: Sastra Koran versus Sastra Cyber (2)
- 09: Di Manakah Empati Kita terhadap Sesama? (1)
September 2007 (4)
Detailed Monthly Archive
- 19: Taufiq Ismail tentang “Gerakan Syahwat Merdeka” (4)
- 11: Bangsa yang Malas Membaca (17)
- 07: Siapa Mau Jadi Bloger “Pemberontak”? (17)
- 04: Guru Indonesia: Generasi yang Hilang? (22)
August 2007 (16)
Detailed Monthly Archive
- 28: Benarkah Pelajar Kita Mengidap “Rabun” Sastra? (38)
- 27: Legenda Sisyphus dan Bongkar Pasang Kurikulum (26)
- 25: Tiga Bahasa Plesetan tentang KTSP (14)
- 23: Catatan Tercecer dari Semiloka Nasional: Peran TIK dalam Revitalisasi Pembelajaran (6)
- 20: Reformasi Sekolah, Kepemimpinan Feodalistis, dan KTSP (21)
- 18: Sastra dan Anomali Sosial Generasi Muda Masa Kini (13)
- 16: Guru, Blog, dan Profesionalisme (28)
- 14: Dirgahayu Indonesia atau Dirgahayu Kemerdekaan? (13)
- 12: “Bunuhlah Imajinasiku dengan Puisiku!” (20)
- 11: Serbuan Istilah Asing: Globalisasi atau Gombalisasi? (5)
- 08: Nasionalisme Kita Telah “Mati Suri”? (12)
- 06: Puisi Heroik dan Kepekaan Akal Budi (4)
- 05: Terima kasih dan Mohon Maaf Pengunjung (3)
- 05: 17-Agustusan, Jangan Terjebak Seremoninya, Bung! (7)
- 04: Pendidikan Kita hanya Mencetak “Anak Mami”? (9)
- 02: Pekik “Merdeka” dan KTSP (3)
July 2007 (30)
Detailed Monthly Archive
- 15: Menggugat Ujian Nasional yang Antirealitas (4)
- 15: Perubahan Kurikulum dan Martabat Bangsa (5)
- 15: Perubahan Kurikulum di Tengah Mitos Globalisasi (16)
- 15: Kesusastraan Jawa Tengah Miskin Pemberontakan? (1)
- 15: Jika Cerpen Dicemari Limbah Politik (1)
- 15: Romantika, Logika, dan Religiusitas (0)
- 15: Jika Penyair Menjadi Seorang Narcisus (0)
- 15: Tak Harus Bilang “Brengsek” (3)
- 15: Karya Sastra yang Baik Tak Lepas dari Dimensi Hidup (3)
- 15: Dimensi Sosial dalam Sastra (0)
- 15: Menemukan Kristal Hakikat Danarto (4)
- 15: MENGUAK ABSURDITAS CERPEN DANARTO (6)
- 15: Antologi Sastra (0)
- 15: OTONOMI PENGAJARAN SASTRA (5)
- 15: MEMBANGUN “OTONOMI” PEMBELAJARAN SASTRA (6)
- 15: Membangun Budaya Demokrasi melalui Pendidikan (4)
- 15: Memaksimalkan Peran Ibu sebagai Pencerah Peradaban (2)
- 15: Korpri dan Mutu Pelayanan Publik (5)
- 15: Kesetiakawanan Sosial Versus Masyarakat Konsumtif (0)
- 15: Fenomena Pilkades di Era Reformasi (0)
- 15: Cerpen Teror sebagai Bahan Ajar (0)
- 15: “Anak-anak Bukanlah Keranjang Sampah” (0)
- 15: Efisiensi Bahasa Bisa Berbuntut Kebingungan (2)
- 15: Sobokartti: Kapitalisme versus Idealisme (0)
- 15: Wasit Sepak Bola dan Dunia Pendidikan (0)
- 15: Menulis Buku Teks (4)
- 15: Kelulusan dan Perilaku Vandalistis (0)
- 15: “Pencitraan” dan “Pembunuhan” Karakter Siswa Didik (5)
- 12: Ancaman (0)
- 11: Guru dan “Virus” Gaptek (4)
Plugin by iDunzo.com

















