Tag Award: antara Silaturahmi dan Apresiasi
Kategori: Blog, Budaya, Kearifan Lokal, Opini, Refleksi
Tanpa saya duga, ternyata saya dapat tag award dari tiga sahabat bloger dalam waktu yang berbeda. Pertama dari Mas Magma, kedua dari Mas Zoel, dan ketiga dari Mbak Nenyok. Bagi saya, lemparan tag ini saya maknai sebagai wujud silaturahmi dan apresiasi antarsesama bloger di tengah kompleks blogosphere yang dinamis dan demokratis. Dinamis lantaran blogosphere merupakan sebuah kompleks “perkampungan” yang bebas dimasuki siapa saja; tanpa harus laporan dulu sama ketua RT/RW, haks. Asalkan punya “kunci”, bebaslah dia masuk ke sana kemari; tanpa seorang pun yang bisa menghalanginya. Tak heran jika jumlah bloger makin bertambah. Kompleks blogosphere pun jadi makin ramai dan meriah. Demokratis lantaran blog tak mengenal batasan-batasan kultural,... (Baca lanjutannya!)
Virus Menulis: Dari ERA hingga EWA
Saya baru saja mendapatkan kiriman buku bagus dari Divisi Buku Umum Grafindo Media Pratama, Jakarta, atas kebaikan seorang sahabat saya, Mas Hery Azwan. Judulnya Blind Power: Berdamai dengan Kegelapan. Sebuah buku yang mendedahkan otobiografi sang penulis; Eko Ramaditya Adikara (ERA), seorang pemuda hebat; tunanetra, tapi punya kelebihan di atas rata-rata pemuda seusianya. Sebagai pencinta buku, tentu saja saya sangat senang mendapatkannya. Terima kasih, Mas Azwan. Semoga Allah berkenan memberikan balasan budi baik ini. Saya belum tuntas membacanya. Mudah-mudahan selama Ramadhan, saya bisa suntuk menikmatinya; ikut menyelusuri jejak-jejak kehidupan seorang ERA yang sempat membuat Indonesia mengaguminya. Judul Buku: Blind Power: Berdamai dengan... (Baca lanjutannya!)













