Top

Reformasi Kultural: Sebuah Indonesia yang Tertinggal

Monday, 19 May 2008 | 946 pembaca | 38 komentar
Kategori: Budaya, Opini, Refleksi, Sastra

(Refleksi Hari Kebangkitan Nasional 2008) Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan 350 tahun. Masa ini diawali dengan dua peristiwa penting Boedi Oetomo (1908) dan Sumpah Pemuda (1928). Masa ini merupakan salah satu dampak politik etis yang mulai diperjuangkan sejak masa Multatuli. Tokoh-tokoh kebangkitan nasional, antara lain: Sutomo, Gunawan, dan Tjipto Mangunkusumo, dr. Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara), dr. Douwes Dekker, dll Selanjutnya pada 1912 berdirilah partai politik pertama Indische Partij. Pada tahun ini juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat... (Baca lanjutannya!)

Dari Kumcer, Kopdar, hingga Seminar: Sebuah Perjalanan Budaya

Sunday, 18 May 2008 | 243 pembaca | 52 komentar
Kategori: Budaya, Opini, Refleksi, Sastra

Diskusi buku dan Peluncuran Kumcer “Perempuan Bergaun Putih (PBP)” itu akhirnya tergelar juga di Ruang Pusat Dokumentasi Sastra (PDS) HB Jassin, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, bersamaan dengan diskusi buku puisi “Kembali dari Dalam Diri” karya penyair Malaysia, Dr. Ibrahim Ghaffar. Terlepas dari segala macam kekurangan yang ada, acara yang digelar atas kerjasama PENA Malaysia dan KSI-KCI itu memberikan pengalaman buat saya sebagai penulis ecek-ecek yang mencoba merambah peta kesusastraan Indonesia mutakhir. (Pembacaan cerpen “PBP” oleh Putri Miranda) (Baca lanjutannya!)  Read More →