Top

Perlukah Pendidikan Antikorupsi Masuk Kurikulum?

Monday, 14 April 2008 | 275 pembaca | 23 komentar
Kategori: Opini, Refleksi, Tradisi

Indonesia “Republik Korupsi”? Ya, idiom itu memang bisa menjadi sebuah stigma yang amat tidak nyaman bagi warga bangsa yang masih memiliki nurani. Namun, cobalah raba dan rasakan denyutnya! Betapa proses anomali sosial bernama korupsi itu sudah demikian deras mengalir di berbagai lini dan lapis kehidupan, mulai pusat hingga daerah. Sekat-sekat kehidupan di negeri ini (nyaris) tidak lagi menyisakan spase yang nyaman untuk tidak berbuat korup. Terakhir, sejumlah LSM, seperti Brigade Pemburu Koruptor (BPK), Koalisi Anti Utang (KAU), dan Center for Local Government Reform (Celgor), mengungkap adanya dugaan aliran dana BI sebesar Rp2,6 miliar dan US$145.895 kepada anggota parlemen. Bentuknya bisa macam-macam; bantuan partisipasi, bantuan... (Baca lanjutannya!)

Slank, Wakil Rakyat, dan Budaya Antikritik

Saturday, 12 April 2008 | 170 pembaca | 23 komentar
Kategori: Budaya, Opini, Refleksi, Sastra

Heboh lirik “Gosip Jalanan” yang diluncurkan Slank agaknya mulai mereda setelah Badan Kehormatan (BK) DPR yang semula kebakaran jenggot telah “tiarap” dan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menyikapinya. Jadi geli. Bisa jadi benar apa yang pernah disinyalir oleh Gus Dur ketika masih duduk di atas tahta RI 1 bahwa pola pikir para penghuni senayan yang terhormat itu selevel dengan anak-anak TK. Emosi gampang terpancing dan tidak konsisten. Sebagai produk budaya, lirik Slank seharusnya perlu diapresiasi sebagai karya anak bangsa yang tidak melulu menghamba pada budaya pop yang marak seperti belakangan ini. Dalam pemahaman awam saya, “Gosip Jalanan” merupakan ekspresi kekecewaan sekelompok musisi... (Baca lanjutannya!)