Kontroversi di Balik Pengesahan RUU BHP

Beberapa hari terakhir ini, kampus kembali menggeliat. Para insan kampus yang tergabung dalam berbagai komunitas mahasiswa berbondong-bondong... (Baca lanjutannya!)
Kekuasaan dan Seks dalam Novel Belantik

Harus diakui, Ahmad Tohari terbilang sastrawan yang cukup produktif. Novel triloginya, Ronggeng Dukuh Paruk, Jentera Bianglala, dan... (Baca lanjutannya!)
Setahun Usia Blog dan Kontes Review Cerpen

Seharusnya tulisan ini saya posting pada 5 Januari yang lalu, tepat ketika blog ini berusia satu tahun. Namun, lantaran ada tulisan... (Baca lanjutannya!)
Pesona dari Puncak Gunung Kelir

Hasrat untuk bisa bertemu dengan sahabat-sahabat bloger yang selama ini baru saya kenal secara maya, akhirnya terkabulkan juga. Minggu,... (Baca lanjutannya!)
Menyiasati Kecamuk Separatisme di Negeri Kelelawar (5)

Kisah ini merupakan bagian ke-5 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji... (Baca lanjutannya!)
View blog authorityView blog reactionsIstirahat Sejenak!
Selama sepekan ke depan, blog ini tidak akan ada postingan terbaru. Saya ingin beristirahat sejenak dari hiruk-pikuk dunia blogosphere setelah hampir 3 bulan lamanya terlibat secara intens di dunia maya. Saya minta maaf kepada teman-teman apabila selama sepekan itu pula saya tidak sempat blogwalking. Terima kasih saya sampaikan kepada teman-teman yang telah berkenan untuk menjalin silaturahmi selama ini. Yups, sampai bersua kembali, teriring doa semoga saudara-saudara kita yang sedang terancam bahaya kelaparan bisa segera terselamatkan dan mendapatkan... (Baca lanjutannya!)
Pengakuan Dosa Seorang Bloger “Kurang Ajar”
Dalam postingan saya tentang Bersembunyi di Balik Jargon Eufemisme, saya terkesan dengan komentar Mas Rozy. Beliau saya kenal sebagai seorang bloger yang selalu mengangkat tema-tema religi yang menyentuh dan mengharukan. Saya (hampir) tak pernah absen membaca postingannya. Saya banyak belajar nilai-nilai spiritual yang begitu halus dan menyejukkan dari blog Mas Rozy ini. Saya pun (hampir) selalu meninggalkan jejak komentar di sana. Saya tak begitu peduli, apakah Mas Rozy melakukan kunjungan balik atau tidak? Apalagi, blog saya ini juga saya pasangi... (Baca lanjutannya!)














