Top
TULISAN TERBARU

Elegi Pasca-Perang

Sunday, 13 April 2008 | 132 pembaca | 19 komentar
Kategori: Budaya, Refleksi, Sastra, Tradisi

Dalang: Ki Sawali Tuhusetya Sisa perang dahsyat masih menyengat. Bau bangkai busuk dan anyir menebar ke segala penjuru; diterbangkan angin dan mengabarkan berita maut lewat jaringan internet, televisi, koran, dan majalah. Dunia gempar. Para penonton dan pembaca di seluruh lapis dunia terharu. Para pengamat hanya bisa mengangkat bahu sambil bilang, “Dunia telah memasuki era bar-bar. Nyawa manusia tak lebih berharga daripada nyawa binatang.” Peperangan, dalam fase zaman yang paling purba sekalipun, telah menafikan dan mengebiri nilai kemanusiaan.... (Baca lanjutannya!)

Slank, Wakil Rakyat, dan Budaya Antikritik

Saturday, 12 April 2008 | 170 pembaca | 23 komentar
Kategori: Budaya, Opini, Refleksi, Sastra

Heboh lirik “Gosip Jalanan” yang diluncurkan Slank agaknya mulai mereda setelah Badan Kehormatan (BK) DPR yang semula kebakaran jenggot telah “tiarap” dan menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menyikapinya. Jadi geli. Bisa jadi benar apa yang pernah disinyalir oleh Gus Dur ketika masih duduk di atas tahta RI 1 bahwa pola pikir para penghuni senayan yang terhormat itu selevel dengan anak-anak TK. Emosi gampang terpancing dan tidak konsisten. Sebagai produk budaya, lirik Slank seharusnya perlu diapresiasi sebagai... (Baca lanjutannya!)

SAHABAT BLOGLOG
INSPIRASI
Budayakan Aktivitas Ngeblog di Kalangan GuruIndonesians’ Beautiful Sharing Network 1000buku hostguru