Kontroversi di Balik Pengesahan RUU BHP

Beberapa hari terakhir ini, kampus kembali menggeliat. Para insan kampus yang tergabung dalam berbagai komunitas mahasiswa berbondong-bondong... (Baca lanjutannya!)
Kekuasaan dan Seks dalam Novel Belantik

Harus diakui, Ahmad Tohari terbilang sastrawan yang cukup produktif. Novel triloginya, Ronggeng Dukuh Paruk, Jentera Bianglala, dan... (Baca lanjutannya!)
Setahun Usia Blog dan Kontes Review Cerpen

Seharusnya tulisan ini saya posting pada 5 Januari yang lalu, tepat ketika blog ini berusia satu tahun. Namun, lantaran ada tulisan... (Baca lanjutannya!)
Pesona dari Puncak Gunung Kelir

Hasrat untuk bisa bertemu dengan sahabat-sahabat bloger yang selama ini baru saya kenal secara maya, akhirnya terkabulkan juga. Minggu,... (Baca lanjutannya!)
Menyiasati Kecamuk Separatisme di Negeri Kelelawar (5)

Kisah ini merupakan bagian ke-5 dari serial “Negeri Kelelawar”. Yang belum sempat membaca, silakan nikmati dulu kisah Menagih Janji... (Baca lanjutannya!)
View blog authorityView blog reactionsMembangun Peradaban yang Sensitif terhadap Seni dan Budaya
Kelambanan kolektif kita, ujar Taufiq Ismail suatu ketika, akan diterjang tanpa ampun oleh kencang lajunya peradaban milenium yang akan datang ketika batas-batas geografis dan berbagai sekat peraturan sudah diangkat orang. Kita yang terkenal lambat, lamban, lalai, dan lengah, akan tergeser, tergusur, tergasak, dan kemudian tergeletak di pinggir jalan raya peradaban dunia. Sebuah ”warning” yang layak kita renungkan ketika masyarakat di berbagai belahan dunia sudah hidup bersama dalam satu atap di sebuah ”perkampungan global”. Pernyataan penyair... (Baca lanjutannya!)
Menanggapi Tuduhan sebagai Penjiplak
Selama tiga hari, aktivitas mengeblog saya agak terganggu karena kondisi kelelahan fisik yang memuncak. Usia di atas kepala 4, agaknya tak mau diajak kompromi lagi untuk melakukan aktivitas yang menumpuk. Ada-ada saja gangguan yang muncul, dari kepala, pundak, perut, lutut, hingga kaki. Bisa jadi, ini juga merupakan peringatan Tuhan untuk saya bahwa manusia memiliki keterbatasan dan kekurangan. Saya terlalu memaksakan diri naik sepeda kumbang motor di atas jalan berlubang yang cukup tajam tikungan dan tanjakannya hingga jarak sekitar 50 km ketika... (Baca lanjutannya!)














