Saturday, 25 May 2013

ARSIPBUKU TAMUKRITIK CERPENPASANG IKLANTAUTANUNDUHBAHASABLOGBUDAYAOPINIPENDIDIKANSASTRA

Dirgahayu Negeriku!

Saturday, 16 August 2008 (13:39) | Pendidikan | 3,583 pembaca | 55 komentar | Print this Article

Dirgahayu Negeriku!

63 tahun sudah masa-masa heroik itu berlalu. Meski kini tampak sempoyongan menanggung beban, kau masih kokoh dan perkasa. Kini, musuh yang tampak di depan mata adalah kemiskinan, kebodohan, dan keterbelakangan. Presiden boleh berganti, para menteri boleh datang dan pergi menduduki kursi, para anggota dewan boleh terus berkoar di atas mimbar kampanye mengobral janji-janji, para koruptor boleh bersilat lidah dan menyembunyikan bukti-bukti, tetapi aku yakin, warna merah darah dan putih tulangmu akan... (Baca lanjutannya)

Balada Gadis Kecil Berambut Ekor Kuda

Friday, 15 August 2008 (18:06) | Opini, Pendidikan, Sastra | 8,826 pembaca | 32 komentar | Print this Article

Balada Gadis Kecil Berambut Ekor Kuda

(buat para pejuang yang tak tercantum dalam sejarah, tanpa nama dan prasasti) Seorang gadis kecil menenteng foto kakeknya yang kusam tanpa bingkai Kepada para tetangga, dia selalu bilang “Ini foto kakekku! Seorang pejuang yang gagah berani!” Para tetangga membuang muka dan meludah Kebencian menyeruak dari wajah-wajah yang sinis Gadis kecil berambut ekor kuda tak putus asa Dia bawa foto kakeknya yang kusam itu dari desa ke desa, dari kota ke kota Wajah gadis kecil berambut ekor kuda itu selalu... (Baca lanjutannya)

Spam Karma Memang Sadis!

Wednesday, 13 August 2008 (01:07) | Opini | 3,067 pembaca | 61 komentar | Print this Article

Spam Karma Memang Sadis!

Ketika memutuskan untuk “merumahkan” Akismet yang saya anggap sudah terlalu tua sehingga tak sanggup lagi menghadapi serangan komentar SPAM bertubi-tubi, saya berharap Spam Karma 2 mampu menggantikan tugas itu dengan baik. Setidaknya, gubug ini bisa nyaman dan terbebas dari “teriakan-teriakan” tamu tak diundang yang tak jelas maksud dan tujuannya. Pada awal-awal menjalankan tugas, si Spam Karma 2 memang mengundang decak kagum. Saya tidak rugi merekrutnya sebagai Satpam penjaga... (Baca lanjutannya)

Membangun “Jalan Tol Peradaban” Berbasis Kerakyatan

Monday, 11 August 2008 (13:31) | Opini | 2,980 pembaca | 53 komentar | Print this Article

Membangun “Jalan Tol Peradaban” Berbasis Kerakyatan

Kemerdekaan RI yang diproklamirkan Soekarno-Hatta di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini, Jakarta Pusat, pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 (tahun Masehi), atau 17 Agustus 2605 (tahun Jepang), atau 17 Ramadan 1365 (tahun Hijriah), sejatinya merupakan tonggak bagi bangsa untuk menancapkan sebuah perubahan. Ya, berubah dari situasi tertekan, tertindas, beku, dan stagnan, menjadi situasi merdeka dan berdaulat untuk mewujudkan cita-cita luhur dan mulia sebagai bangsa yang terhormat dan bermartabat. Ya, ya,... (Baca lanjutannya)

Halaman 197 dari 258 1 192 193 194 195 196 197 198 199 200 201 202 258