Home | Religi

Tenggelamnya Gebyar Agustus-an di Balik Kesyahduan Ramadhan

(15 August 2010, 446 pembaca, 71 respon)

Tenggelamnya Gebyar Agustus-an di Balik Kesyahduan RamadhanSaya merasakan gebyar Agustus-an tahun ini tenggelam di balik kesyahduan Ramadhan. Hampir tak ada grengseng Agustus-an yang meruyak di ruang-ruang publik. Spanduk, slogan, atau papan reklame (nyaris) tak bersentuhan dengan HUT ke-65 kemerdekaan RI itu. Semoga ini bukan pertanda kalau nilai-nilai nasionalisme telah luntur di negeri ini. Toh, spirit kepahlawanan dan nilai patriotisme tak semata-mata diukur dari banyaknya umbul-umbul,... 

Perubahan Gaya Hidup di Bulan Ramadhan

(13 August 2010, 530 pembaca, 66 respon)

Perubahan Gaya Hidup di Bulan RamadhanKonon, puasa di bulan Ramadhan merupakan manifestasi ibadah yang memiliki dimensi personal dan sosial. Dari dimensi personal, hanya kita yang bisa berkata dengan jujur kepada Sang Khalik tentang perilaku “religius” yang tengah kita jalankan. Sedangkan, dari dimensi sosial, orang lain tak pernah tahu se-intens dan sedalam apa ibadah puasa yang kita jalankan. Bahkan, orang lain pun tak pernah tahu kalau sejatinya kita sedang... 

Menemukan Nilai Kesejatian Diri di Bulan Ramadhan

(10 August 2010, 878 pembaca, 90 respon)

Menemukan Nilai Kesejatian Diri di Bulan RamadhanBulan Ramadhan sejatinya bisa dijadikan sebagai momentum untuk menemukan nilai kesejatian diri sebagai manusia yang serba-dhaif. Puasa mengajarkan kita untuk memiliki kepekaan terhadap nasib sesama; membakar sikap amarah, kesombongan, serakah, atau naluri “primitif” lainnya. Puasa di bulan Ramadhan sejatinya juga bisa dijadikan sebagai momentum untuk menemukan nilai kebenaran sejati di tengah situasi peradaban yang kian abai... 

Ramadhan, Kemerdekaan, dan Kesalehan Sosial

(1 August 2010, 1,386 pembaca, 141 respon)

Ramadhan, Kemerdekaan, dan Kesalehan SosialMenyaksikan Indonesia tak ubahnya menonton sebuah repertoar tragis di atas panggung teater. Sarat konflik dan (nyaris) tanpa ending. Untuk sebuah lakon teater, pertunjukan seperti itu bisa jadi memiliki “magnet” dan daya tarik yang memikat buat penonton. Setidaknya, sudah bisa dianggap memenuhi salah satu syarat sebagai sebuah repertoar yang bagus. Namun, Indonesia bukanlah panggung teater. Indonesia adalah sebuah realitas... 

Tragedi Mavi Marmara dan Bangsa yang Teraniaya

(2 June 2010, 769 pembaca, 60 respon)

Tragedi Mavi Marmara dan Bangsa yang TeraniayaSerangan Israel terhadap kapal Mavi Marmara telah mengalirkan empati dunia. Demonstrasi muncul bertubi-tubi dari berbagai belahan dunia. Para demostran mengutuk ulah biadab tentara zionis yang dengan arogan memamerkan kekuatannya terhadap para relawan yang tidak bersenjata. Indonesia yang secara psikologis memiliki ikatan historis dan emosional dengan Palestina tak ketinggalan. Secara resmi, pemerintah telah menyampaikan surat... 

Pendidikan Karakter dan Hardiknas 2010

(2 May 2010, 2,238 pembaca, 110 respon)

Pendidikan Karakter dan Hardiknas 2010Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada 2 Mei tahun ini mengambil tema “Pendidikan Karakter untuk Membangun Keberadaban Bangsa”. Sebuah tema strategis yang memang amat kontekstual dengan situasi kekinian yang dinilai makin abai terhadap persoalan-persoalan akhlak dan budi pekerti. Degradasi moral dan involusi budaya telah menjadi fenomena rutin yang makin menenggelamkan kemuliaan dan martabat bangsa. Perilaku... 

Menikmati Panggung “Pluralisme” Gaya Kyai Kanjeng

(17 January 2010, 644 pembaca, 166 respon)

Menikmati Panggung “Pluralisme” Gaya Kyai KanjengSabtu, 16 Januari 2010, GOR Bahurekso Kendal, menjadi saksi pementasan Kyai Kanjeng. Kelompok musik “plural” yang dikomandani Cak Nun –sapaan akrab Emha Ainun Najib– dari Ngayogyakarta Hadiningrat itu diundang khusus oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kab. Kendal dalam rangka mengantarkan “Doa untuk Gus Dur dan Refleksi Muharram 1431 H”. Di tengah suasana dingin akibat guyuran hujan, pengajian akbar yang dihadiri Bupati... 

Belajar dari Nilai Pluralisme ala Gus Dur

(30 December 2009, 1,024 pembaca, 207 respon)

Belajar dari Nilai Pluralisme ala Gus DurMenjelang tutup tahun 2009, bangsa kita kehilangan seorang tokoh besar, K.H. Abdurahman Wahid, seorang ulama dan budayawan, yang sebagian besar hidupnya diabdikan untuk membangun nilai-nilai demokrasi, humanisme, pluralisme, dan pembela kelompok minoritas. Mantan Presiden ke-4 (1999-2001) itu wafat pada hari Rabu, 30 Desember 2009, di Rumah Sakit Cipto Mangungkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, dalam usia 69 tahun. Sebelum dirawat di... 

Momentum Hari Ibu dan Hijrah Peradaban

(22 December 2009, 297 pembaca, 115 respon)

Momentum Hari Ibu dan Hijrah PeradabanBisa jadi, peringatan Hari Ibu tahun ini bukan sebuah kebetulan kalau (nyaris) berbarengan dengan awal tahun 14131 Hijrah; sebuah penanda akan pentingnya makna sebuah perubahan. Nilai-nilai perubahan yang terbawa dalam etos “hijrah”, sejatinya merupakan spirit bagi bangsa dan anak-anak peradaban di berbagai lapis dan lini sosial untuk menancapkan tonggak perubahan yang jauh lebih visioner dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.... 

Pentas Seni dan Malam Tahun Baru 1431 Hijrah

(19 December 2009, 392 pembaca, 132 respon)

Pentas Seni dan Malam Tahun Baru 1431 HijrahKamis, 17 Desember 2009, menjadi hari yang tak terlupakan bagi para siswa SMP 2 Pegandon, Kendal. Pasalnya, semua siswa bebas berekspresi di atas panggung dalam sebuah acara berlabel “Pentas Seni”. Selain sebagai unjuk kemampuan para siswa di bidang seni, pentas tersebut sekaligus juga sebagai momen perpisahan dengan mahasiswa UNNES (Universitas Negeri Semarang) yang lebih dua bulan lamanya melakukan Praktik Pengalaman Lapangan... 
Catatan Sawali Tuhusetya is proudly powered by WordPress (72 queries: 0.735 seconds)
Valid CSS & XHTML | KBP