Menikmati Panggung “Pluralisme” Gaya Kyai Kanjeng
Sunday, 17 January 2010 (17:42) | 360 pembaca | 157 komentar
Sabtu, 16 Januari 2010, GOR Bahurekso Kendal, menjadi saksi pementasan Kyai Kanjeng. Kelompok musik “plural” yang dikomandani Cak Nun –sapaan akrab Emha Ainun Najib– dari Ngayogyakarta Hadiningrat itu diundang khusus oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kab. Kendal dalam rangka mengantarkan .... (selanjutnya?)
Belajar dari Nilai Pluralisme ala Gus Dur
Wednesday, 30 December 2009 (23:13) | 739 pembaca | 205 komentar

Menjelang tutup tahun 2009, bangsa kita kehilangan seorang tokoh besar, K.H. Abdurahman Wahid, seorang ulama dan budayawan, yang sebagian besar hidupnya diabdikan untuk membangun nilai-nilai demokrasi, humanisme, pluralisme, dan pembela kelompok minoritas. Mantan Presiden ke-4 (1999-2001) itu wafat .... (selanjutnya?)
Momentum Hari Ibu dan Hijrah Peradaban
Tuesday, 22 December 2009 (02:16) | 233 pembaca | 112 komentar

Bisa jadi, peringatan Hari Ibu tahun ini bukan sebuah kebetulan kalau (nyaris) berbarengan dengan awal tahun 14131 Hijrah; sebuah penanda akan pentingnya makna sebuah perubahan. Nilai-nilai perubahan yang terbawa dalam etos “hijrah”, sejatinya merupakan spirit bagi bangsa dan anak-anak peradaban.... (selanjutnya?)
Pentas Seni dan Malam Tahun Baru 1431 Hijrah
Saturday, 19 December 2009 (12:53) | 317 pembaca | 129 komentar
Kamis, 17 Desember 2009, menjadi hari yang tak terlupakan bagi para siswa SMP 2 Pegandon, Kendal. Pasalnya, semua siswa bebas berekspresi di atas panggung dalam sebuah acara berlabel “Pentas Seni”. Selain sebagai unjuk kemampuan para siswa di bidang seni, pentas tersebut sekaligus juga sebagai m.... (selanjutnya?)
Semut vs Gajah: Refleksi Menjelang Tahun Baru Hijrah
Wednesday, 16 December 2009 (04:03) | 501 pembaca | 112 komentar

Belakangan ini nurani kita terusik oleh berbagai fenomena anomali sosial, politik, dan hukum yang dinilai telah mengebiri nasib rakyat kecil. Masih jelas terbayang dalam layar memori kita sebuah drama pertarungan sengit antara cicak melawan buaya yang ber-ending memilukan buat sang buaya. Retorika y.... (selanjutnya?)
















