Nofollow Free: Plugin yang Ramah kepada Pengunjung
Jika kita browsing sejenak dan memasukkan kata kunci “plugin nofollow free” ke search engine, maka kita dengan mudah akan menemukan banyak review yang berkaitan dengan plugin wordpress yang satu ini. Kelebihan plugin ini, dalam pemahaman awam saya, akan membebaskan rell nofollow yang selama ini dinilai menjadi “penghambat” keramahan sebuah blog. Dengan terbebasnya rell nofollow, komentar pengunjung akan terindeks bersama postingan yang dikomentari sehingga bisa ikut nampang di search engine. Memang, sebagian bloger masih ragu untuk membebaskan rell nofollow ini. Konon google sangat tidak menyukainya. Mohon dikoreksi kalau salah, haks. Sesuai dengan visi *halah* ngeblog yang ingin membangun semangat berbagi dan bersilaturahmi lewat dunia... (Baca lanjutannya!)
Tag Award: antara Silaturahmi dan Apresiasi
Kategori: Blog, Budaya, Kearifan Lokal, Opini, Refleksi
Tanpa saya duga, ternyata saya dapat tag award dari tiga sahabat bloger dalam waktu yang berbeda. Pertama dari Mas Magma, kedua dari Mas Zoel, dan ketiga dari Mbak Nenyok. Bagi saya, lemparan tag ini saya maknai sebagai wujud silaturahmi dan apresiasi antarsesama bloger di tengah kompleks blogosphere yang dinamis dan demokratis. Dinamis lantaran blogosphere merupakan sebuah kompleks “perkampungan” yang bebas dimasuki siapa saja; tanpa harus laporan dulu sama ketua RT/RW, haks. Asalkan punya “kunci”, bebaslah dia masuk ke sana kemari; tanpa seorang pun yang bisa menghalanginya. Tak heran jika jumlah bloger makin bertambah. Kompleks blogosphere pun jadi makin ramai dan meriah. Demokratis lantaran blog tak mengenal batasan-batasan kultural,... (Baca lanjutannya!)













