Kearifan Lokal Menghadapi Kemungkinan Krisis Global
Dunia sedang gonjang-ganjing. Negeri Paman Syam yang selama ini menjadi poros kapitalisme global sedang terancam. Ibarat bangunan, pondasi utamanya mulai keropos, sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada ambruknya pilar-pilar penyangganya. Jika itu terjadi, bisa jadi dunia benar-benar akan mengalami “kiamat kecil”. Namun, pemerintah dengan cepat mengeluarkan pernyataan agar rakyat tidak panik. Tapi tunggu dulu! Sebenarnya yang layak diimbau untuk tidak panik itu siapa? Rakyat, pejabat, atau pemilik modal? Dari sekitar 220 juta penduduk negeri ini, sekitar 40 jutanya tersekap dalam ruang pengangguran dan kemiskinan. Kelompok ini jelas tak akan merasakan pengaruh kemungkinan terjadinya krisis global itu. Yang kebakaran jenggot, pastilah... (Baca lanjutannya!)
Goyang Poco-poco dan Kesetaraan Gender
(Tiba-tiba saja saya jadi teringat senam poco-poco yang pernah melanda negeri ini. Banyak instansi yang menggelarnya sebagai ajang lomba. Tak sedikit kaum ibu yang menggandrunginya. Berikut ini sekelumit kisah fiktif tentang “Goyang Poco-poco dan Kesetaraan Gender” dengan ragam bahasa santai dan “slengekan”; sekadar “jampi sayah” daripada ikut-ikutan mikir hiruk-pikuk bursa saham Asia yang jatuh terguling-guling. Haks, apa hubungannya?) *** Pak Bodro geleng-geleng kepala menyaksikan ulah istrinya. Belakangan, Bu Bodro giat berlatih senam poco-poco. Jika hanya dua atau tiga kali seminggu, baginya tak masalah. Tapi hampir setiap sore, perempuan separo baya bertubuh gembrot itu selalu “kabur” dari rumah. Kewajiban rutin menghidangkan... (Baca lanjutannya!)













