Tulisan Terbaru

Archive for the Kearifan Lokal Category

Saya Sedang Mencari Tuhan

Sawali Tuhusetya | Monday, 25 August 2008 |

Budaya, Kearifan Lokal, Pendidikan, Refleksi, Sastra | 55 komentar

Untuk ke sekian kalinya, Aula Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi, Kabupaten Kendal, menjadi saksi sebuah perhelatan sastra. Minggu, 24 Agustus 2008 (pukul 09.00-13.30), penyair Dharmadi (Purwokerto) hadir menemui publik sastra Kendal. Tak kurang, sekitar 100 peminat dan pencinta sastra dari kalangan guru, mahasiswa, siswa SMP/SMA/MAN, dan masyarakat umum mengapresiasi sekaligus membedah teks-teks puisi karya penyair kelahiran Semarang, 30 September 1948, itu. Secara khusus, penyair yang kini menetap di Tegal (Jateng) itu mendedahkan antalologi puisi terbarunya, “Jejak Sajak” yang diterbitkan secara mandiri.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • Print this article!
  • Technorati
  • YahooMyWeb

Tragedi Pasca-Pesta Karnaval

Sawali Tuhusetya | Friday, 22 August 2008 |

Budaya, Kearifan Lokal, Pendidikan, Politik, Refleksi, Tradisi | 33 komentar

Sesuai sumpahnya, Bhisma tak akan terusik persoalan duniawi. Harta, tahta, dan wanita, sudah tak ada lagi dalam kamus hidupnya. Kecintaannya pada Hastina, negeri besar yang telah melahirkan dan membesarkannya, melebihi kecintaannya pada diri sendiri. Sebagai lelaki normal, sesekali dia ingin juga mencium aroma ketiak perempuan yang sanggup merangsang naluri kelelakiannya. Lantas, menuntaskan gairah asmara yang berlipat-lipat di dalam keremangan sebuah bilik bertaburkan bunga-bunga narwastu dari syurga.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • Print this article!
  • Technorati
  • YahooMyWeb

Yang Tersisa Setelah “Pesta” Karnaval

Sawali Tuhusetya | Tuesday, 19 August 2008 |

Bahasa, Budaya, Kearifan Lokal, Opini, Pendidikan, Politik, Refleksi | 57 komentar

Sudah jadi “ritual”, 17 Agustus-an tanpa karnaval, agaknya seperti ijab kabul tanpa dilanjutkan makan-makan. Entah sejak kapan bangsa kita memulainya. Yang jelas, karnaval seperti telah menjelma jadi sebuah “pesta”. Rakyat jadi gegap-gempita menyambutnya.
Begitulah yang terjadi di Kendal, 18 Agustus 2008 kemarin. Matahari yang memanggang bumi, agaknya tak menyurutkan semangat para peserta maupun penonton untuk menuntaskan [...]

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Google
  • E-mail this story to a friend!
  • Print this article!
  • Technorati
  • YahooMyWeb
69156 pages viewed, 59 today
13375 visits, 25 today
FireStats icon Powered by FireStats