Nasib Penerbit dan Penulis Buku Teks Pasca-BSE
Wednesday, 23 July 2008 | 768 pembaca | 60 komentar
“Buku murah untuk rakyat!” Bisa jadi, itulah visi yang dicanangkan Mendiknas, Bambang Sudibyo. Buku Sekolah Elektronik (BSE) yang telah diluncurkan beberapa waktu yang lalu, agaknya akan menjadi “ikon” untuk semakin mendekatkan rakyat terhadap dunia pendidikan yang selama ini terkesan elitis. BSE diharapkan bisa mengurai kegelisahan yang mencekik leher rakyat akibat mahalnya harga buku teks. Dari sisi ini, BSE jelas bisa dinilai sebagai terobosan yang jitu dan visioner. Anak-anak dari keluarga tak mampu bakal makin akrab dengan buku teks. Kran ilmu pengetahuan pun akan terus mengucur mengalirkan sulur-sulur keilmuan ke segenap lapis dan lini masyarakat. Dengan cara demikian, kesenjangan ilmu anak kaya vis a vis anak miskin pun bakal... (Silakan baca lanjutannya!)
Pembelajaran Berperspektif Gender
Thursday, 3 July 2008 | 570 pembaca | 42 komentar
Selama tiga hari (30 Juni-2 Juli 2008) saya bersama rekan-rekan guru dari 9 kabupaten mengikuti pelatihan “Pembelajaran Berperspektif Gender” di Ungaran, Semarang, Jawa Tengah. Berikut ini rangkumannya. Isu gender sebenarnya sudah lama menggema di negeri ini. Kuatnya cengkeraman kultur patriarki, disadari atau tidak, telah mempersempit gerak kesetaraan gender dalam berbagai ranah kehidupan. Dalam lingkungan keluarga, misalnya, anak laki-laki “dipaksa” membunuh kepribadiannya yang feminim, lembut, dan emosional. Sebuah pantangan apabila anak lelaki memiliki karakter cengeng dan suka menangis. Anak laki-laki harus kuat dan perkasa. Sebaliknya, anak perempuan juga dipaksa menanggalkan karakternya yang maskulin, rasional,... (Silakan baca lanjutannya!)
Buku Sekolah Elektronik: Terobosan yang Jitu dan Visioner?
Friday, 27 June 2008 | 1,864 pembaca | 52 komentar
Depdiknas telah meluncurkan Buku Sekolah Elektronik (BSE). Ada dua fasilitas yang disediakan dalam website tersebut, yakni Download dan Baca Online. Menurut Mendiknas, Bambang Sudibyo, masyarakat luas dapat mengakses secara gratis buku dalam bentuk elektronik atau ebook melalui website Depdiknas. Guru, murid, pemerintah daerah, ataupun pengusaha diperkenankan untuk mengunduh, meng-copy, mencetak, menggandakan, bahkan sampai memperdagangkannya. Buku yang diterbitkan secara online tersebut, menurut Mendiknas, merupakan buku-buku yang telah dibeli hak ciptanya oleh Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) yang telah dinilai kelayakannya oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pemerintah menargetkan untuk membeli sebanyak 200 hak cipta... (Silakan baca lanjutannya!)

















