Top

Warni Ingin Pulang

Tuesday, 1 January 2008 | 19 pembaca | 1 komentar
Kategori: Cerpen, Sastra

Warni tercenung di kamarnya. Dadanya tiba-tiba sesak. Benaknya jatuh ke tempat yang jauh. Ia rindu Emak, Bapak, dan adik lelaki satu-satunya di tanah Jawa, yang sudah hampir sepuluh tahun ditinggalkannya. Kenekadan Warni untuk menerima tugas sebagai guru di luar Jawa seakan bebar-benar telah memutuskan hubungan darah dengan keluarganya. Ia sudah berkali-kali mencoba mengirim surat ke Jawa, tapi belum pernah sekali pun mendapatkan balasan. Warni tidak tahu, apakah surat yang dikirim memang tidak pernah sampai ke alamat yang dituju atau surat itu sampai ke tangan keluarganya, tapi sengaja tidak dibalas, yang bisa diartikan ia sudah tidak lagi dianggap sebagai anggota keluarga. (Baca lanjutannya!)  Read More →

Sang Pembunuh

Tuesday, 1 January 2008 | 22 pembaca | 1 komentar
Kategori: Cerpen, Sastra

Sepekan lagi, aku akan segera terbebas dari sekapan penjara terkutuk ini. Hampir sepuluh tahun, aku dipaksa mengakrabi dunia lembaga pemasyarakatan yang busuk. Busuk baunya dan orang-orang yang menghuninya. Ini memang sudah menjadi kenyataan tak terbantakan. Penjara memang tempatnya para pesakita. Setidaknya, mereka pernah berbuat keji dalam kamus hukum jelas terurat bahwa orang yang dinyatakan bersalah harus menjadi penghuni bui. Menurut orang yang arif dan bijak, bui itu konon bisa dijadikan sebagai medium pertobatan agar para penghuninya tidak mengulang perbutannya. (Baca lanjutannya!)  Read More →