Home | Wacana
Kursus Membaca Cepat Online: Solusi Mengatasi Beban Kultur Literasi
(24 June 2010, 1,239 pembaca, 153 respon)
Setelah melalui berbagai uji coba dan pertimbangan yang matang, Senin, 21 Juni 2010, Kursus Membaca Cepat Online, akhirnya diluncurkan juga. Bisa jadi, kursus semacam ini baru yang pertama kali muncul. Secara jujur mesti diakui, aktivitas membaca di negeri ini termasuk sebuah “Indonesia” yang tertinggal dengan beban kultur literasi yang (nyaris) tanpa jeda. Ketika negeri lain sudah melaju mulus di atas jalur tol peradaban global,... E-Book Teknik Jitu Membaca Cepat
(26 May 2010, 681 pembaca, 94 respon)
Dunia dengan segenap dinamikanya terus bergerak mengikuti pusaran peradaban yang kian cepat dan kompetitif. Informasi dari berbagai belahan dunia terus membanjir di setiap ruang dan waktu. Dalam kondisi demikian, dibutuhkan kemampuan dan keterampilan membaca tersendiri agar mampu mengikuti setiap perkembangan informasi yang terus bermunculan secara cepat dan efektif.
Sejarah telah membuktikan, penguasaan informasi menjadi “kata... Ragam Bahasa Media Internet dan “Euforia” Berekspresi
(26 October 2009, 1,173 pembaca, 148 respon)
Kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi, agaknya telah memberikan pengaruh besar terhadap pola dan gaya interaksi umat manusia. Jarak dan luas wilayah komunikasi telah menembus batas dimensi ruang dan waktu. Manusia masa kini tak cukup hanya berkomunikasi secara sosial di dunia nyata, tetapi juga telah jauh merambah berinteraksi secara maya melalui media internet. Tak berlebihan kalau jumlah pengguna internet belakangan... Mampukah Bahasa Indonesia menjadi Media Pembebasan?
(8 October 2009, 808 pembaca, 150 respon)
Sebagai bahasa nasional, bahasa Indonesia (BI) sudah berusia 81 tahun. Jika dianalogikan dengan usia manusia, BI seharusnya sudah memasuki masa-masa kematangan dan kearifan hidup. Kenyang pengalaman dan sudah banyak merasakan pahit getirnya dinamika hidup. Namun, secara jujur mesti diakui, semakin bertambah usia, BI justru seperti anak-anak yang kehilangan orang tuanya. BI sering dibangga-banggakan sebagai bagian jati diri bangsa,... Ragam Bahasa Media dalam Perspektif Pembelajaran Bahasa (Bagian II-Habis)
(22 April 2009, 3,190 pembaca, 87 respon)
Bloger, Nasionalisme, dan Dinamika Kebahasaan
(12 April 2009, 761 pembaca, 92 respon)
Blog, bahasa, dan nasionalisme, adakah korelasinya? Ya, ya, ya, secara langsung bisa jadi tidak ada memang. Untuk menjadi seorang bloger tak harus merasa sok nasionalis. Atau sebaliknya, seorang nasionalis, tak harus menjadi seorang bloger. Dengan kata lain, ada banyak cara yang bisa digunakan untuk membangun sikap nasionalis. Apalagi, batasan tentang nasionalisme itu sendiri cukup banyak ragamnya.
Rupert Emerson, misalnya, mendefinisikan... Tags: gaya bahasa, kreativitas bloger
Ragam Bahasa Media dalam Perspektif Pembelajaran Bahasa (Bagian I)
(5 April 2009, 3,838 pembaca, 93 respon)
Seiring dengan dinamika peradaban yang terus bergerak menuju arus kesejagatan, kehadiran media publik, baik cetak maupun elektronik, telah menjadi sebuah keniscayaan sejarah. Ia telah dianggap sebagai ikon peradaban masyarakat modern dalam memburu informasi. Untuk mendapatkan berita-berita penting dan berharga, masyarakat tidak harus berduyun-duyun ke tempat kejadian perkara. Hanya dengan membaca atau menyaksikan tayangan berita,... Meratapi Nasib Bahasa Ibu
(22 February 2009, 1 pembaca, 10 respon)
UNESCO telah menetapkan 21 Februari sebagai Hari Bahasa Ibu Internasional. Pencanangan tersebut diwujudkan dalam bentuk Monumen Martir (Shaheed Minar) di Kampus Universitas Dhaka sebagai bentuk apresiasi terhadap pengorbanan bahasa Bangla, 21 Februari 1952. Sebagai bagian dari masyarakat dunia yang memiliki banyak bahasa Ibu (bahasa daerah), mau atau tidak, bangsa kita perlu melakukan upaya refleksi dan re-evaluasi terhadap keberadaan... Mencermati Pembusukan Penggunaan Bahasa Indonesia
(6 October 2008, 4,817 pembaca, 144 respon)
Oktober telah ditetapkan sebagai Bulan Bahasa. Tentu saja, bukan semata-mata alasan historis untuk mengenang saat-saat heroik ketika para pendahulu negeri ini berhasil menetapkan bahasa Indonesia (BI) sebagai bahasa nasional melalui ikrar Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Namun, lebih daripada itu, untuk membumikan budaya bertutur, baik lisan maupun tulisan, secara baik dan benar, sesuai dengan konteksnya.
Sebagai bahasa nasional,... Tags: bahasa Indonesia, gejala tutur
Menjadikan Sekolah sebagai Basis Pengembangan Bahasa Indonesia (2-Habis)
(18 July 2008, 3,572 pembaca, 49 respon)
Diakui atau tidak, kesan bahwa sekolah baru sebatas menjalankan fungsinya sebagai tempat mentrasfer ilmu secara kognitif masih kuat melekat dalam imaji publik. Fungsinya sebagai pusat pembentukan nilai yang mengacu pada perubahan mendasar dalam sikap, perilaku, dan keterampilan siswa, belum dapat dilaksanakan secara optimal. Apalagi, di tengah pelaksanaan desentralisasi pendidikan yang belum sepenuhnya menemukan ”bentuk” ideal,... 










