“Mengawinkan” Blog dan Media Sosial

Kategori Blog Oleh

Untuk bisa menjaga konsistensi ngeblog ternyata bukan perkara mudah. Selalu saja ada godaan yang datang menghadang, entah lataran kesibukan offline yang menumpuk, aktivitas sosial, “adrenalin” menulis yang menyurut, pikiran sedang tidak “mood”, malas, atau lantaran lemotnya performance blog –khususnya self hosting. Satu lagi, godaan yang sulit dihindari pada era digital seperti saat ini adalah menjamurnya media sosial yang dinilai jauh lebih interaktif dan menantang ketimbang blog. Tidak heran apabila sekarang ini banyak narablog yang lebih suka melakukan update status di media sosial ketimbang di blognya sendiri.

Saya tidak hendak mengatakan bahwa media sosial menjadi penghambat dalam ngeblog. Toh, media sosial justru bisa dijadikan sebagai media promosi blog paling murah dan cepat. Hanya dengan mencantumkan link sebuah blog di media sosial, postingan kita di blog bisa dengan mudah dan cepat dibaca orang. Meskipun demikian, secara jujur mesti diakui bahwa media sosial seperti mengandung “zat adiktif” yang bisa membuat seeseorang kecanduan. Kita sering sulit untuk beralih mengurus blog ketika beranda media sosial menyajikan info-info terkini dan mutakhir. Dari detik ke detik, mata kita tertantang untuk mengikuti link-link informasi dari sebuah media sosial, hingga akhirnya secara pelan tapi pasti blog kita jadi terlupakan.

Dinamika media sosial belakangan ini memang luar biasa. Facebook dan twitter, misalnya, tidak hanya sekadar menjadi media sosial untuk meng-update status semata, tetapi juga bisa dijadikan sebagai media informasi paling cepat dan murah. Jika pada kurun waktu beberapa tahun yang silam, kita hanya bisa mendapatkan informasi dari media elektronik semacam radio atau televisi, kini situasi semacam itu sudah mulai berubah. Media elektronik lebih sering digunakan untuk hiburan semata ketimbang mendapatkan informasi. Untuk mendapatkan informasi mutakhir, kini kita tinggal membuka beranda media sosial. Di sana kita akan menemukan link-link informasi yang bejibun jumlahnya.

Dalam situasi seperti itu, sesungguhnya media sosial sekaligus juga bisa dijadikan sebagai salah satu inspirasi ngeblog. Jika kita kehabisan ide untuk membuat postingan di blog, tidak ada salahnya apabila kita mengeksplorasi informasi yang kita dapatkan melalui media sosial. Dengan menambahkan sekelumit pandangan dan opini pribadi kita di dalamnya, jadilah sebuah postingan yang siap disajikan di blog. Dengan kata lain, kita sesungguhnya bisa “mengawinkan” antara blog dan media sosial hingga mampu “melahirkan” anak-anak tulisan yang tidak kalah menarik jika dibandingkan dengan opini pribadi semata. ***

Seorang guru, penggemar wayang kulit, dan penikmat sastra. Dalam dunia fiksi lebih dikenal dengan nama Sawali Tuhusetya. Buku kumpulan cerpennya Perempuan Bergaun Putih diterbitkan oleh Bukupop dan Maharini Press (2008) dan diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada hari Jumat, 16 Mei 2008 bersama kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia).

9 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan terbaru tentang Blog

Setelah 9 Tahun Ngeblog

Juli 2007 merupakan saat pertama saya belajar ngeblog (=mengeblog). Sering berganti-ganti engine,

Enam Purnama Tanpa Jejak

Sudah enam purnama, saya tidak meninggalkan jejak di blog ini. Sejatinya, enam
Go to Top