Tulisan Pertama Awal Tahun 2014

Kategori Blog Oleh

Ini tulisan pertama pada awal tahun 2014. Jika saya melakukan kilas balik sejenak tentang aktivitas ngeblog selama setahun terakhir, ternyata semangat ngeblog perlu di-“upgrade”. Ngeblog sangat erat kaitannya dengan aktivitas menulis. Di tengah aktivitas offline yang seringkali tidak mau kompromi, mau atau tidak, blogger seperti saya harus memilih. Menelantarkan blog dengan risiko aktivitas online menjadi korban. Atau sebaliknya, mengutamakan aktivitas ngeblog dengan risiko aktivitas offline “mati suri” yang akan berdampak secara sosial dalam kehidupan sehari-hari. Agaknya sangat mustahil apabila dua aktivitas ini harus diselesaikan dalam waktu yang (hampir) bersamaan.

Bagi saya yang kebetulan sebatas menjadi blogger amatir dan belum sanggup menjadikan aktivitas ngeblog sebagai profesi utama, jelas masih memilih untuk mengutamakan aktivitas offline. Oleh karena itu, sangat beralasan apabila jumlah posting pada satu tahun terakhir merosot drastis. Bahkan, kalau saya lihat arsip tulisan di sini, saya pernah hanya menghasilkan dua tulisan dalam satu bulan. Benar-benar parah, bukan?

Lantas, bagaimana ke depannya? Saya kira blog masih memiliki “magnet” yang cukup kuat untuk menyedot “adrenalin” saya. (Hampir) belum ada alasan yang cukup sahih untuk menghentikan saya melakukan aktivitas ngeblog. Istri dan ketiga anak saya sangat paham dengan “dunia” saya yang seringkali harus begadang, lebih-lebih ketika liburan sekolah. Oleh karena itu, sebisa mungkin saya akan mencoba menciptakan dan memelihara “atmosfer” ngeblog tanpa harus mengorbankan aktivitas utama di tengah-tengah kehidupan sosial.

Harus diakui, kompleks blogsphere memang tidak semeriah 5-7 tahun yang lalu ketika gerakan jejaring sosial belum semasif seperti sekarang. Tidak berlebihan pula apabila tidak sedikit sahabat blogger yang beralih jalur ke media sosial. Meski bukan satu-satunya faktor penyebab surutnya arus dunia blogging, tetapi mesti diakui memiliki andil yang cukup besar dalam menyurutkan “passion” ngeblog. Saya lihat banyak blog yang ditinggalkan sang admin.

Namun, sekali lagi, itu juga soal pilihan. Di tengah masifnya gerakan jejaring sosial, mudah-mudahan saya tetap bisa “mengawinkan” kedua media virtual ini dalam beraktivitas di jagad maya. Semoga tahun 2014 mampu menciptakan atmosfer ngeblog, sehingga kompleks blogsphere kembali “hidup” dan meriah. Nah, salam ngeblog. ***

Seorang guru, penggemar wayang kulit, dan penikmat sastra. Dalam dunia fiksi lebih dikenal dengan nama Sawali Tuhusetya. Buku kumpulan cerpennya Perempuan Bergaun Putih diterbitkan oleh Bukupop dan Maharini Press (2008) dan diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada hari Jumat, 16 Mei 2008 bersama kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia).

28 Comments

  1. Kendala saya juga demikian pak, lebih cenderung ke sosmed daripada ngeblog. Entah karena ide sudah habis atau memang semangat yang kurang meledak. Tapi di tahun ini, mungkin saya akan coba rombak, dalam me-manage waktu dimana harus ngeblog, dimana harus ke sosmed, & dimana harus belajar (aduh ini yang susah). Asalkan ada kemauan pasti ada jalannya ya pak, hehehe.. 😀

    • Iya nih, Mas Dany. Mudah2an di tahun 2014, passion dan gairah ngeblognya kembali “meledak”, ya. Berjejaring sosial bagus juga kok, bahkan banyak untungnya. jejaring sosial bisa digunakan utk mempromosikan tulisan2 di blog.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan terbaru tentang Blog

Setelah 9 Tahun Ngeblog

Juli 2007 merupakan saat pertama saya belajar ngeblog (=mengeblog). Sering berganti-ganti engine,

Enam Purnama Tanpa Jejak

Sudah enam purnama, saya tidak meninggalkan jejak di blog ini. Sejatinya, enam
Go to Top