Home » Bahasa » Awalan “se-“ dan Imbuhan Gabungan “se-nya”

Awalan “se-“ dan Imbuhan Gabungan “se-nya”

I.Awalan “se-“.
Awalan “se-“ berfungsi membentuk kata keterangan (adverbia), sedangkan makna yang didapat sebagai hasil proses pengimbuhannya adalah menyatakan:
1. satu
2. seluruh atau segenap
3. sebanding, sama, serupa atau seperti
4. sama waktu atau pada waktu
5. seberapa, sebanyak, sesuai

1. Untuk mendapatkan makna “satu” awalan “se-“ diimbuhkan pada kata benda (nomina) dan kata-kata yang menyatakan satuan ukuran.
Contoh:
a) Dia memesan segelas bir dingin dan seporsi sate kambing. (segelas, seporsi artinya satugelas, satu porsi)
b) Berapa harga seliter bensin sekarang? (seliter artinya satu liter)
c) Aya sepesawat dengan saya waktu berlibur ke Pulau Bali. (sepesawat artinya satu pesawat)
d) Ada serombongan wisatawan Jepang menginap di hotel ini. (serombongan artinya satu rombongan)

2. Untuk mendapat makna “seluruh atau segenap” awalan “se-“ diimbuhkan pada kata benda (nomina).
Contoh:
a) Menteri Dalam Negeri membuka rapat kerja gubernur se-Indonesia. (se-Indonesia artinya seluruh Indonesia)
b) Penduduk sedesa itu kena penyakit demam berdarah. (sedesa artinya seluruh desa)
c) Gara-gara dia siswa-siswa sekelas kena hukuman. (sekelas artinya seluruh kelas)

3. Untuk mendapatkan makna “sebanding, sama, atau serupa”, awalan “se-“ dimbuhkan pada kata sifat (adjektiva).
Contoh:
a).Ombak setinggi bukit telah menenggelamkan kapal nelayan itu.
? (setinggi artinya sama tinggi dengan (bukit)
b).Menurut selera saya masakan ini tidak seenak masakan ibu.
? (seenak artinya sama enak seperti (masakan)
c) Miki ingin punya pacar seganteng bintang film Tom Cruise.
? (seganteng artinya sama ganteng serupa (bintang film)

4. Untuk mendapatkan makna “sama waktu atau pada waktu” awalan “se-“ diimbuhkan pada kata kerja (verba).
Contoh:
a) Sekembali dari Indonesia dia sibuk dengan pekerjaan di kantor.
? (sekembali artinya begitu kembali)
b) Sedatang presiden direktur segera diadakan rapat staf.
? (sedatang artinya begitu atau pada waktu (presiden direktur) datang)
c) Setiba di bandara mereka dijemput oleh karyawan hotel itu.
? (setiba artinya begitu atau pada waktu (tiba)

5. Untuk mendapatkan makna “sebanyak, seberapa atau sesuai” awalan “se-“ diimbuhkan pada kata kerja (verba) yang menyatakan sikap atau kesanggupan.
Contoh:
a). Di sini kita bisa bermain-main sepuas hati kita.
? (sepuas artinya seberapa atau sampai (hati kita) puas)
b) Kerjakanlah sedapatmu, jangan terlalu memaksakan diri.
? (sedapatmu artinya sebanyak yang (kamu) dapat)
c) Kamu boleh beristirahat di kamar itu semaumu.
? (semaumu artinya seberapa atau sesuai dengan (kamu) mau)
Catatan : Awalan “se-“ pada kata-kata seperti setelah, sesudah, sebelum, dansehingga berfungsi membentuk kata penghubung (konjungsi).

II. Imbuhan Gabung “se-nya”.
Imbuhan gabung “se-nya” adalah awalan “se-“ dan akhiran “-nya” yang digabungkan pada sebuah kata dasar.
Imbuhan gabung “se-nya” berfungsi membentuk (a) kata penghubung (konjungsi),
(b) kata keterangan (adverbia).

1. Imbuhan “se-nya” sebagai kata pembentuk kata penghubung (konjungsi) digunakan secara terbatas pada beberapa kata tertentu dari jenis kata kerja (verba), kata sifat (adjektiva), atau kata keterangan ( adverbia).
Contoh:
a. Kami akan membeli mobil baru sekiranya ada uang lebih
? (sekiranya artinya umpamanya, andai kata atau kalau).
b. Sebaiknya kamu tidak berpacaran dengan gadis matre itu.
? (sebaiknya artinya lebih baik)

2. Imbuhan “se-nya” sebagai pembentuk kata keterangan (adverbia) digunakan secara terbatas pada beberapa kata kerja (verba) dan kata sifat(adjektiva).
Contoh:
a. Dia jatuh sakit sekembalinya dari berlibur di Pulau Bali.
? (sekembalinya artinya pada saat kembali)
b. Jangan bicara seenaknya tanpa mengindahkan perasaan orang lain.
? (seenaknya artinya enak saja, sembarangan atau semau hati )

Catatan:
Berbeda dengan akhiran”-nya pada kata sepatutnya, sekiranya dll., kata “-nya” pada kata seperti sedapatnya, sepuasnya, sekenyangnya, seenaknya, semaunya, adalah kata ganti orang ketiga, bukan akhiran “-nya”, sebab posisinya dapat diganti dengan “-mu”, misalnya, sedapatmu, sepuasmu, sekenyangmu, seenakmu, semaumu.
***

http://www.indonesia.co.jp/bataone/ruangbahasa27.html

tentang blog iniTulisan berjudul "Awalan “se-“ dan Imbuhan Gabungan “se-nya”" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (21 Juni 2012 @ 18:02) pada kategori Bahasa. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Tulisan Terkait:

Ada 3 komentar dalam “Awalan “se-“ dan Imbuhan Gabungan “se-nya”

  1. satu pedoman bagi saya yg masih saya inget dari kecil, gak tau lupa gara-gara baca dminaa . hehehe . klo yg jadi pertanyakaan diapakan . ? maka penulisan di nya disambung..klo yang jadi pertanyaan dminaa . ?? atau menunjukkan nama tempat maka penulisan di tersebut dipisah..contoh:di mana, di sana, di situ di lemari, di Jakarta >>> itu dipisah karena semuanya menunjukkan nama tempat (point no. 2).dipukul, dimakan, dikelompokkan, dimasukkan, dijajah >>> penulisannya disambung, karena didapat dari pertanyaan diapakan .. ?? mudah2an sampe sini bisa dimengerti . maaf klo ane salah, silahkan dikoreksi juga hehehe

  2. saya ingin bertanya tentang fungsi imbuhan gabungan “se-nya” pada kata “sesungguhnya”, kira-kira kata “sesungguhnya” tsbt berfungsi sbg penghubung atau keterangan atau yang lainnya….?

    misal:
    1.sesungguhnya saya mencintai Kamu.
    dan apa bedanya dengan:
    2.Sungguh saya mencintai kamu.

    terima kasih….. jawaban Saudara sangat kami nantikan

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *