Keunikan Publik Sepak Bola dan Piala Eropa 2012

Kategori Budaya Oleh

euro 2012Negeri ini memiliki publik sepak bola yang unik. Tingkat fanatisme mereka terhadap sebuah klub atau tim luar negeri terkesan melebihi fanatisme mereka terhadap klub atau tim nasional. Bisa jadi fenomena ini tidak berlebihan. Dari sisi mana pun, kualitas permainan klub atau tim sepak bola kawasan Eropa atau Amerika Latin jauh di atas permainan klub atau timnas. Ketika sepak bola sudah menjadi bagian dari sebuah kultur masyarakat kita, para penggemar sepak bola agaknya membutuhkan klub atau tim idola yang sanggup menyalurkan naluri dan emosi “kesepakbolaan” mereka di atas lapangan hijau. Skill, tenaga, dan mental pemain bola, disadari atau tidak, telah menyatu ke dalam emosi dan naluri publik sepak bola. Lihat saja ketika laga persahabatan antara Timnas PSSI (Indonesia Selection) versus Inter Milan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 26 Mei 2012, yang silam! Jumlah supporter Inter Milan, dilihat dari kostum, lebih dominan ketimbang supporter Timnas. Belum lagi aplaus membahana ketika pemain Inter berhasil membobol gawang Markus Horison maupun Syamsidar.

Fenomena semacam ini tak perlu dikaitkan dengan persoalan nasionalisme ketika Timnas sendiri selama dalam beberapa dekade (nyaris) gagal menuai prestasi yang membanggakan. Alih-alih di tingkat dunia, di kawasan Asia Tenggara sendiri, Timnas kita tampil loyo dan tak berdaya. Kisruh dan kemelut yang tak pernah berujung di tubuh kepengurusan PSSI dinilai menjadi biang penyebab lumpuhnya penampilan Timnas. Sebagai pihak yang paling bertanggung jawab terhadap nasib sepak bola nasional, para pengurus PSSI tak perlu menghindar dari persoalan ini. Selama kemelut itu tak pernah bisa terselesaikan, jangan harap Timnas kita mampu menjadi tim kebanggaan yang diidolakan di negeri sendiri.

Nah, emosi dan naluri publik sepak bola negeri ini bakal kembali menggeliat ketika tim-tim Eropa bakal tampil dalam sebuah ajang bergengsi, Piala Eropa 2012. Seperti orang hajatan, sambutan meriah berlangsung di seantero negeri. Nonton bareng siaran langsung dengan layar lebar menjadi sensasi tersendiri. Sayangnya, event semacam ini tak jarang membuka peluang bagi mereka yang punya “naluri” berjudi untuk membuka pasar taruhan.

Melihat hasil undian group, kita boleh mengerutkan jidat ketika tim-tim unggulan justru harus saling berhadapan di babak penyisihan yang sering disebut orang sebagai group “neraka”. Lihat saja, group B! Di group ini bercokol tim “oranye” Belanda, tim “dinamit” Denmark, tim “panser” Jerman, dan tim “Samba Eropa” Portugal. Namun, itulah fakta yang terjadi. Mereka yang menjagokan salah satu tim di group ini terpaksa harus menelan kekecewaan seandainya gagal melaju ke babak selanjutnya.

Terlepas dari tim Eropa 2012 mana yang bakal terus melaju pada setiap babak hingga ke puncak laga, yang jelas kita bakal disuguhi atraksi pemain-pemain bola berkelas sebanyak 31 kali pertandingan mulai 8 Juni hingga 2 Juli 2012. Oleh karena itu, tetap jaga stamina, istirahat siang yang cukup, agar keesokan harinya tetap mampu beraktivitas seperti biasanya. (Jangan lupa sediakan kopi hangat dan kudapan secukupnya agar bisa menikmati setiap laga hingga tuntas, hehe …). Berkat jasa baik gocengblog, jadwal laga selengkapnya (dalam ekstensi.xlsx) bisa diunduh di sini.

Selamat menyaksikan laga Euro 2012, semoga menyuguhkan banyak inspirasi di tengah situasi zaman yang kian rumit dan kompleks; serumit dan se-kompleks situasi yang terjadi di atas lapangan rumput. Nah, tim negara manakah yang Sampeyan jagokan? ***

Seorang guru, penggemar wayang kulit, dan penikmat sastra. Dalam dunia fiksi lebih dikenal dengan nama Sawali Tuhusetya. Buku kumpulan cerpennya Perempuan Bergaun Putih diterbitkan oleh Bukupop dan Maharini Press (2008) dan diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada hari Jumat, 16 Mei 2008 bersama kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia).

52 Comments

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan terbaru tentang Budaya

Pilpres, Mudik, dan Lebaran

Oleh: Sawali Tuhusetya Suasana Ramadhan tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Go to Top