Satu Hari Satu Postingan: “Resolusi” Akhir Tahun 2011

Kategori Blog Oleh

ayo ngeblogItulah “resolusi” yang saya canangkan pada akhir tahun ini. Agaknya memang bukan hal yang mudah. Menghasilkan sebuah postingan “ecek-ecek” sekalipun tetap membutuhkan proses pengendapan, perenungan, pemikiran, pergulatan bahasa, dan ekspresi. Sebuah tulisan tidak serta-merta muncul dalam ruang hampa. Ia melibatkan unsur logika, imajinasi, dan bahasa. Selain itu, kesibukan offline –sebuah alasan klasik—seringkali muncul tak terduga, sehingga menggagalkan kuatnya niat untuk bisa sekadar memosting sebuah paragraf pada papan text-editor blog.

Sesekali saya sempatkan membuka halaman arsip blog ini untuk melihat rekam jejak aktivitas ngeblog selama ini. Mungkin tak jelek-jelek amat. Hingga tulisan ini saya publikasikan, setidaknya sudah ada sekitar 741 postingan sejak 11 Juli 2007. Jika iseng-iseng dihitung, kurang lebih sekitar 4,5 tahun (=54 bulan=1.620 hari) saya mengelola blog ini. Idealnya, arsip blog sudah menunjukkan angka 1.620 postingan jika saya konsisten ngeblog satu hari satu postingan. Dengan jumlah 741 postingan, berarti saya baru bisa menghasilkan sekitar 13-14 postingan setiap bulannya. Dengan kata lain, saya baru sebatas bisa menghasilkan sebuah tulisan dalam waktu 2-4 hari. Bahkan, pada bulan Mei 2010, saya hanya mampu memublikasikan lima postingan.

Di tengah maraknya operasi “mesin” mikro-blogging yang demikian kencang melaju di dunia virtual dengan jumlah jutaan pemilik akun, aktivitas ber-jejaring sosial agaknya sulit ditandingi oleh aktivitas blogging. Sekali lagi, saya tidak hendak memosisikan blog vis a vis jejaring sosial karena keduanya memang terbukti mampu bersinergi untuk membangun semangat berbagi dan bersilaturahmi. Meski demikian, dalam soal kedalaman content, blog jauh lebih bergizi dan bertenaga.

Kalau boleh dianalogikan, jejaring sosial itu identik dengan ruang publik yang mempertemukan orang dari kalangan tertentu untuk berbagi dan bersilaturahmi berdasarkan ikatan kesamaan budaya, hobi, profesi, etnik, dan berbagai unsur “primordial” lainnya setelah melakukan “kontrak” sosial pertemanan. Sedangkan, blog identik dengan rumah personal yang sesungguhnya, tempat pemilik akun membangun kekayaan virtual sebagai bagian dari branding dan pesona pribadi. Blog tak ubahnya ruang tinggal dan beraktivitas secara maya untuk membangun pemikiran-pemikiran kreatif, imajinatif, dan inovatif untuk berkiprah dan berperan serta dalam membangun peradaban yang lebih terhormat, bermartabat, dan berbudaya. Blog bisa dikunjungi kapan saja secara universal, terbuka, dan inklusif, tanpa ada hambatan-hambatan primordial untuk mengaksesnya. Melalui blog, seorang blogger juga bisa belajar memahami bagaimana kehendak dan aspirasi para tamu yang berdatangan untuk berdiskusi dan bersilaturahmi.

Jika blog dimaknai sebagai ruang personal untuk membangun kekayaan virtual, dengan sendirinya aktivitas dan ikhtiar serius dari blogger untuk meng-update postingan akan menjadi penentu eksistensi blog yang dikelolanya. Semakin banyak postingan yang terpublikasikan semakin kaya pula blog yang bersangkutan. Meski demikian, akan terkesan “serakah” juga kalau dalam sehari memublikasikan bejibun postingan, apalagi kalau hanya sekadar “main-kopas” dari sumber lain tanpa secara jujur menyebutkan sumber rujukannya. Bagi saya, sehari satu postingan merupakan sebuah berkah tak ternilai di tengah menumpuknya aktivitas offline yang mustahil dihindarkan. Mohon doa restunya, semoga saya diberikan kekuatan dan kesanggupan untuk mewujudkan “resolusi” akhir tahun ini. ***

Seorang guru, penggemar wayang kulit, dan penikmat sastra. Dalam dunia fiksi lebih dikenal dengan nama Sawali Tuhusetya. Buku kumpulan cerpennya Perempuan Bergaun Putih diterbitkan oleh Bukupop dan Maharini Press (2008) dan diluncurkan di Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada hari Jumat, 16 Mei 2008 bersama kumpulan puisi Kembali dari Dalam Diri karya Ibrahim Ghaffar (sastrawan Malaysia).

46 Comments

  1. Hayo mana, 1 hari 1 tulisan? 16, 17, 18, 19 20 …. abis itu kok angka genep terus 22, 24, 26, paling besok lagsung diangka 31, Hahahaha …. Adrenalinnya perlu didopping Pak, biar tetep maknyus! Tapi aku tetep salut dan angkat kopiah ke panjenengan. Salam blogger!

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Tulisan terbaru tentang Blog

Setelah 9 Tahun Ngeblog

Juli 2007 merupakan saat pertama saya belajar ngeblog (=mengeblog). Sering berganti-ganti engine,

Enam Purnama Tanpa Jejak

Sudah enam purnama, saya tidak meninggalkan jejak di blog ini. Sejatinya, enam
Go to Top