Tahun Baru Hijrah dan Semangat Perubahan

Setiap pergantian tahun menjelang, setidaknya ada dua hal penting yang perlu dimaknai. Pertama, melakukan refleksi berdasarkan peristiwa dan pengalaman hidup setahun silam. Kedua, menentukan langkah perubahan untuk setahun mendatang. Ya, ya, tahun baru memang senantiasa membawa semangat perubahan. Pertautan antara peristiwa masa silam dan apa yang akan terjadi setahun mendatang merupakan sebuah siklus kehidupan yang mesti dilalui. Peristiwa masa lalu menjadi sebuah pengalaman berharga sebagai “modal” kehidupan untuk menjalani dinamika hidup pada tahun-tahun mendatang.

tahun baruDalam situasi “transisi” semacam itu banyak komunitas dan kelompok masyarakat tertentu yang menggelar berbagai agenda malam tirakatan atau doa bersama sebagai pengejawantahan sikap religius yang diyakini akan mampu menumbuhkan kekuatan baru untuk memasuki tahun baru. Bahkan, tak jarang orang menempuh berbagai “laku” spiritual untuk mendapatkan “kekuatan” baru guna menumbuhkan semangat dan optimisme hidup. Meski secara rasional seringkali laku-laku spiritual, semacam kungkum, nyepi, dan semacamnya, dinilai tidak logis dan “nyleneh”, namun sebagian orang memaknainya sebagai sebuah “sugesti” untuk menumbuhkan semangat perubahan itu.Tradisi dan laku spiritual semacam itu memang tidak harus dipahami secara sempit sebagai sebuah kelatahan budaya. Setiap orang memiliki caranya sendiri dalam memasuki momen pergantian tahun. Nah, bagaimana cara Sampeyan menyambut Tahun Baru 1433 Hijrah?

Terlepas dari cara dan laku penyambutan apa pun yang kita lakukan, semoga Tahun Baru 1433 Hijrah benar-benar membawa semangat perubahan dan menjadi sebuah “entry point” untuk menggapai masa depan yang lebih baik. Nah, selamat memasuki Tahun Baru 1433 Hijriyah, semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua sebagai khalifah di muka bumi. ***

Tulisan lain yang berkaitan:

Makna Hijrah di Tengah Peradaban yang Sakit (Monday, 6 December 2010, 2,097 pembaca, 75 respon) Pergantian tahun baru Hijrah kali ini ditandai dengan silang-sengkarutnya amosfer zaman yang makin abai terhadap nilai-nilai kesantunan, kearifan,...
Momentum Hari Ibu dan Hijrah Peradaban (Tuesday, 22 December 2009, 3,754 pembaca, 116 respon) Bisa jadi, peringatan Hari Ibu tahun ini bukan sebuah kebetulan kalau (nyaris) berbarengan dengan awal tahun 1431 Hijrah; sebuah penanda akan...
tentang blog iniTulisan berjudul "Tahun Baru Hijrah dan Semangat Perubahan" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (27 November 2011 @ 05:17) pada kategori Edukasi dan telah dikunjungi oleh 1,865 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini: