Jumat, 19 September 2014

Monday, 12 September 2011 (01:42) | Pendidikan | 25402 pembaca | 57 komentar

Sebanyak 61 Wakil Kepala Urusan (Waka) Kurikulum dan 61 guru SMP RSBI (Mapel Bahasa Indonesia, PKn, IPS, dan TIK) se-Jawa Tengah mengikuti kegiatan Workshop Evaluasi Penerapan Silabus, RPP, dan Bahan Ajar Responsif Gender di Islamic Center, Manyaran, Semarang. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Prov. Jawa Tengah pada tanggal 8 s.d. 10 September 2011 tersebut dibuka secara resmi oleh Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Prov. Jawa Tengah, Bapak Johny Lorang, yang didampingi oleh Kasi Kurikulum, Bapak Hari Wulyanto, Ketua Panitia, Ibu Widyartini, para fasilitator, dan beberapa staf yang lain.

workshopDalam sambutannya, Kabid Dikdas menegaskan bahwa kesetaraan gender merupakan salah satu acuan operasional dalam penyusunan dan pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Oleh karena itu, kesetaraan gender perlu diimplementasikan secara kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran sehingga mudah dipahami oleh peserta didik. Kesetaraan gender makin penting dan strategis untuk diintegrasikan ke dalam pembelajaran setelah Permendiknas Nomor 84 Tahun 2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender Bidang Pendidikan diluncurkan.

Workshop kali ini memang bukan yang pertama. Di tempat yang sama, Dinas Pendidikan Prov. Jawa Tengah, pada 25-27 Maret 2011, juga telah menyelenggarakan Workshop Penyusunan Silabus, RPP, dan Bahan Ajar Responsif Gender yang diikuti oleh para guru SMP RSBI se-Jawa Tengah. Kegiatan tersebut juga telah ditindaklanjuti melalui kegiatan Monitoring dan Pendampingan Keterlaksanaan PUG Bidang Pendidikan di SMP RSBI yang telah mengikuti program tersebut.

Berdasarkan hasil pemantauan dan pendampingan keterlaksanaan KTSP responsif gender di SMP RSBI, Tim Monitoring masih menemukan dua kelemahan yang cukup mendasar. Pertama, dokumen I KTSP belum mencerminkan keberpihakan sekolah terhadap PUG bidang pendidikan. Hal itu tampak pada rasional (latar belakang), khususnya pada landasan penyusunan dan pengembangan KTSP yang belum menjadikan Permendiknas No. 84/2008 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengarusutamaan Gender Bidang Pendidikan sebagai “payung hukum”-nya. Akibatnya, kebijakan-kebijakan sekolah belum sepenuhnya memberikan ruang dan waktu seluas-luasnya bagi PUG Pendidikan untuk tumbuh dan berkembang seperti yang diharapkan. Permendiknas tentang PUG Pendidikan yang perlu dijadikan sebagai “payung hukum” implementasi PUG Pendidikan di tingkat satuan pendidikan dalam penyusunan dan pengembangan kurikulum ternyata masih banyak yang belum diketahui oleh pihak sekolah, sehingga mereka terkesan masih “setengah hati” dalam menyusun rencana dan aksi yang berkaitan dengan PUG Pendidikan. Hal itu bisa dilihat lebih jauh tentang visi dan misi sekolah. Dari beberapa misi yang dicanangkan pihak sekolah, belum ada upaya serius dari pihak sekolah untuk menciptakan atmosfer lingkungan dan budaya sekolah yang kondusif terhadap berkembangnya nilai-nilai kesetaraan gender.

Kedua, dokumen II KTSP (silabus dan RPP) yang responsif gender belum dikembangkan sesuai ketentuan. Nilai-nilai kesetaraan gender yang perlu diintegrasikan ke dalam silabus dan RPP baru sekadar tempelan dan terkesan dipaksakan. Masih banyak guru yang belum menjadikan nilai-nilai kesetaraan gender sebagai “roh” pembelajaran. Silabus dan RPP yang disusun juga belum dikembangkan secara mandiri, tetapi baru mengakomodasi contoh atau model dari sekolah lain dengan melakukan kopi-paste.

Agar implementasi PUG Pendidikan di SMP RSBI bisa berlangsung lebih optimal, maka Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah perlu menyelenggarakan kegiatan workshop Workshop Evaluasi Penerapan Silabus, RPP, dan Bahan Ajar Responsif Gender.

Tujuan Workshop Evaluasi Penerapan Silabus, RPP, dan Bahan Ajar Responsif Gender adalah:

  1. Tersosialisasinya kebijakan dan program pengarusutamaan gender bidang pendidikan Provinsi Jawa Tengah tahun 2011;
  2. Tersusunnya program kegiatan pengarusutamaan gender bidang pendidikan di SMP RSBI Provinsi Jawa Tengah;
  3. Tersusunnya Dokumen I Kurikulum SMP RSBI yang responsif gender sesuai dengan amanat Permendiknas Nomor 84 Tahun 2008.
  4. Tersusunnya Dokumen II (Silabus dan RPP) Kurikulum SMP RSBI yang responsif gender.
  5. Mendorong dan memotivasi SMP RSBI untuk mengimplementasikan pembelajaran yang responsif gender sesuai dengan rencana pembelajaran yang telah disusun sebagai rencana aksi (action-plan) hasil kegiatan.
  6. Mendorong dan memotivasi SMP RSBI Provinsi Jawa Tengah untuk segera membentuk Kelompok Kerja (Pokja) PUG Pendidikan di tingkat sekolah sebagai rencana aksi (action-plan) hasil kegiatan.
  7. Terbangunnya kerjasama dengan berbagai pihak dalam menyukseskan program-program pengarusutamaan gender (PUG) Pendidikan di SMP RSBI Provinsi Jawa Tengah.

Materi yang disajikan dalam Workshop, antara lain:

  1. Kebijakan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dalam pengembangan pengarusutamaan gender bidang pendidikan;
  2. Program kegiatan pengarusutamaan gender bidang pendidikan di SMP RSBI Provinsi Jawa Tengah;
  3. Evaluasi dan Penyusunan Dokumen I yang responsif gender;
  4. Evaluasi dan Penyusunan Dokumen II (Silabus dan RPP) yang responsif gender.
  5. Peer-teaching sebagai implementasi mikro pembelajaran yang responsif gender;
  6. Penyusunan Rencana Aksi (action-plan) peserta workshop.

workshopworkshopAgar pelaksanaan workshop lebih fokus dan optimal, kelas dibagi menjadi dua. Kelas Dokumen I KTSP diikuti oleh Waka Kurikulum dan didampingi oleh tiga fasilitator, yakni Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti N., M.Si (guru besar UNS), Drs. Sawali, M.Pd. (Kendal), dan Padmaningrum, SH, M.Pd. (BP3AKB Jawa Tengah). Sedangkan, kelas Dokumen II (Silabus dan RPP) diikuti oleh para guru (Bahasa Indonesia, PKn, IPS, dan TIK) dan didampingi oleh dua fasilitator, yakni Drs. Komar (Banyumas) dan Eni Kuswati, S.Pd. (Kudus).

Workshop tentang Dokumen I KTSP Responsif Gender yang diikuti oleh Waka Kurikulum SMP RSBI memang baru pertama kali digelar. Tidak berlebihan ketika diskusi digelar terjadi brainstorming menarik. Tidak sedikit peserta yang mempersoalkan tentang konsep kesetaraan gender itu sendiri, bagaimana menyusun dan mengembangkan KTSP responsif gender, serta berbagai tanya-jawab menarik tentang strategi implementasi PUG Pendidikan dalam kurikulum. Namun, alhamdulillah, setelah masuk pada sesi penyusunan draft KTSP Responsif Gender, para peserta semakin mantab dan percaya diri. Melalui kerja kelompok berdasarkan wilayah karesidenan masing-masing, mereka berhasil menyusun draft kurikulum dan mempresentasikannya pada akhir sesi. Draft inilah yang diharapkan menjadi dokumen penting sebagai bahan mentah untuk ditindaklanjuti dalam penyusunan kurikulum di sekolah masing-masing.

Yang tak kalah menarik, menjelang penutupan rekan-rekan sejawat juga telah berhasil membentuk pengurus Forum Guru Responsif Gender SMP RSBI Provinsi Jawa Tengah. Para pengurus terpilih diharapkan mampu merancang program riil yang diharapkan mampu menerjemahkan enam tugas pokok dan fungsinya, yakni:

  1. Mempromosikan dan memfasilitasi PUG Bidang Pendidikan kepada seluruh pihak terkait di unit kerjanya.
  2. Melaksanakan sosialisasi dan advokasi PUG Bidang Pendidikan kepada stakeholder pendidikan;
  3. Mendorong percepatan pelaksanaan PUG Bidang Pendidikan di SMP RSBI Prov. Jawa Tengah.
  4. Melaksanakan koordinasi lintaswilayah tentang pengembangan kurikulum, perencanaan pembelajaran, implementasi pembelajaran, dan penilaian responsif gender di SMP RSBI Prov. Jawa Tengah.
  5. Memfasilitasi berbagai kegiatan PUG Pendidikan di SMP RSBI Prov. Jawa Tengah.
  6. Menjalin kerja sama dengan media massa dalam menginternalisasi PUG Pendidikan.

Berikut adalah susunan pengurus Forum Guru Responsif Gender SMP RSBI Provinsi Jawa Tengah selengkapnya.

SUSUNAN PENGURUS FORUM GURU RESPONSIF GENDER
SMP RSBI PROVINSI JAWA TENGAH

  1. Pelindung : Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah
  2. Penasihat : Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti, Drs. Sutomo, AMd. MM.
  3. Ketua : Trijoko Prihatno (SMP 2 Semarang)
  4. Wakil Ketua : Endang Hermawati (SMP 1 Wonosobo)
  5. Sekretaris I : Triyana (SMP 21 Semarang)
  6. Sekretaris II : Kris Budiyono (SMP 1 Sukoharjo)
  7. Bendahara : Ahmad Budi Susilo (SMP 2 Kendal)
  8. Divisi:

a.   Pengembangan Kurikulum: Sri Pertiwi (SMP 3 Cepu)
b.  Pengembangan Perencanaan Pembelajaran: Sriyono (SMP 1 Wonogiri)
c.  Pengembangan Implementasi Pembelajaran: Agus Nisfan (SMP 1 Tegal)
d.  Pengembangan Penilaian: Choirotul Nurul (SMP 2 Rembang)
e.  Penelitian dan Pengembangan: Juni Suwarto (SMP 1 Purbalingga)

Koordinator Wilayah:
1.   Eks Karesidenan Pekalongan : Teguh Wiyono (SMP 2 Pekalongan)
2.  Eks Karesidenan Semarang : Astuti (SMP 5 Semarang)
3.  Eks Karesidenan Pati : Untung Haryono (SMP 1 Juana)
4.  Eks Karesidenan Surakarta : Suyatna (SMP 2 Boyolali)
5.  Eks Karesidenan Kedu : Teguh Widodo (SMP 3 Purworejo)
6.  Eks Karesidenan Banyumas : Sukiman (SMP 2 Purwokerto)

Ketika menutup acara, Ketua Panitia Workshop, Ibu Widyartini, mengucapkan selamat kepada para pengurus terpilih dan akan segera menyampaikan hasilnya kepada pimpinan Dinas Pendidikan Prov. Jawa Tengah untuk ditindaklanjuti. Sekali lagi, selamat kepada para pengurus terpilih, semoga dapat menjalankan amanat forum dengan baik, sehingga proses implementasi PUG Pendidikan di SMP RSBI bisa berlangsung lebih optimal dan berkelanjutan. ***

Tulisan berjudul "Workshop Evaluasi KTSP dan Pembentukan Forum Guru Responsif Gender" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (12 September 2011 @ 01:42) pada kategori Pendidikan. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Tulisan lain yang berkaitan:

Keperkasaan Tidak Hanya Menjadi Milik Kaum Lelaki (Saturday, 21 December 2013, 339925 pembaca, 12 respon) (Refleksi Hari Ibu Tahun 2013) Perempuan-Perempuan Perkasa Puisi Hartoyo Andangdjaja Perempuan-perempuan yang membawa bakul di pagi buta, dari...

Pendampingan Penyusunan Silabus dan RPP SMP Responsif Gender (Monday, 3 December 2012, 46225 pembaca, 12 respon) Tanggal 22 November dan 1 Desember 2012 yang lalu, saya didaulat oleh Dinas Pendidikan Kab. Wonogiri, Jateng, untuk mendampingi 20 rekan sejawat,...

Ungkapan Verbal yang Mengukuhkan Bias Gender (Friday, 7 September 2012, 39633 pembaca, 31 respon) Kesetaraan gender pada hakikatnya merupakan strategi untuk mencapai kesetaraan melalui kebijakan dan program yang memperhatikan pengalaman, aspirasi,...

Hari Ibu dan Nasib TKW yang “Ternistakan” (Thursday, 22 December 2011, 123316 pembaca, 47 respon) Hari ini, Kamis, 22 Desember 2011, seharusnya kaum perempuan di negeri ini terbebas dari segala macam bentuk kekerasan dan penindasan. Pada hari yang...

Bu Ismi: Guru Besar yang Rendah Hati (Tuesday, 20 December 2011, 42857 pembaca, 46 respon) Nama lengkapnya Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si. Namun, lebih suka disapa Bu Ismi. “Jangan sampai jabatan dan gelar menjadi penghalang...

BAGIKAN TULISAN INI:
EMAIL
|FACEBOOK|TWITTER|GOOGLE+|LINKEDIN
FEED SUBSCRIBE|STUMBLEUPPON|DIGG|DELICIOUS
0 G+s
1 PIN
2 INs
RSSfacebooktwittergoogle+ pinterestlinkedinemail

Jika tertarik dengan tulisan di blog ini, silakan berlangganan
secara gratis melalui e-mail!

Daftarkan e-mail Anda:

57 komentar pada "Workshop Evaluasi KTSP dan Pembentukan Forum Guru Responsif Gender"

  1. xamthone says:

    oke juga nie info nya sangat menarik nie…….

Leave a Reply