28Aug 2011 82 Comments2,408 pembaca
Semangat Menuju Hakikat “Kesucian”
Alhamdulillah, pekerjaan offline yang sempat tersisa, akhirnya terselesaikan juga. Pertama, Kamis, 25 Agustus 2011, saya didaulat untuk mendampingi rekan-rekan sejawat di SMPN 3 Kudus, yang sedang menggelar workshop penyusunan silabus dan RPP bermuatan nilai karakter. Kedua, selama dua hari (26-27 Agustus 2011), kami bertiga – saya, Pak Mafrukhi, dan Pak Wahono– mesti melakukan “karantina” di Candi Baru Hotel, Semarang, untuk menyelesaikan penyuntingan buku. Senin pagi, 29 Agustus 2011, insyaallah, kami sekeluarga siap mudik ke kampung halaman. Tidak terlalu jauh memang. Perjalanan normal bisa ditempuh dalam waktu antara 2-3 jam. Mohon doanya, semoga lancar dan selamat dalam perjalanan hingga menuju ke kampung kelahiran.
Seiring dengan itu, detik-detik menuju Hari Raya Idul Fitri 1432 H, juga sudah mulai terasa denyutnya. Arus mudik terus mengalir. Pasar “tumpah” kian meruah. Mall dan pasar swalayan juga makin menggeliat. Sebaliknya, mushalla dan masjid justru mulai makin sepi jamaah.
Idul Fitri memang selalu menyajikan “sensasi” tersendiri. Ia tidak lagi dimaknai sebagai sebuah “ritual” penanda akhir ibadah puasa yang telah dijalankan sebulan suntuk, tetapi juga telah menjadi bagian dari dinamika budaya yang sarat dengan nilai sosial dan kemanusiaan. Pada momen tersebut, kita “berikrar” untuk saling bermaafan terhadap semua kesalahan dan kekhilafan kita selama satu tahun terhadap sesama, dengan harapan semoga dosa dan kesalahan kita bisa saling terampuni hingga kita bisa kembali ke fitrah-Nya seperti bayi yang baru lahir.
Berkaitan dengan hal tersebut, kami sekeluarga mengucapkan:
SELAMAT IDUL FITRI 1432 H
MINAL AIDIN WALFAIZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
Semoga di hari yang fitri ini kita bisa terus membangkitkan semangat menuju hakikat “kesucian” sesuai dengan fitrah-Nya, amiin. Wabil khusus, kepada sahabat-sahabat blogger, saya pribadi mohon maaf jika dalam beberapa hari terakhir ini saya belum bisa melakukan aktivitas “blogwalking” secara intens. Semoga kita dipertemukan kembali pada momen-momen yang indah dan bersahabat pasca-Idul Fitri. Salam takzim! ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Semangat Menuju Hakikat “Kesucian”" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (28 August 2011 @ 21:45) pada kategori Refleksi, Religi dan telah dikunjungi oleh 2,408 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:














Sep 03, 2011 @ 18:02:51
selamat idul fitri pak,,,
mohon maaf lahir dan batin…
Sep 04, 2011 @ 23:37:13
sama2, mas, selamat idul fitri juga, mohon maaf lahir dan batin, semoga di bulan kemenangan ini berkah dan rahmah senantiasa tercurah buat kita semua, amiin.
Sep 03, 2011 @ 06:01:23
Selamat lebaran mas sawali, mohon maaf lahir dan batin ya
Sep 03, 2011 @ 05:58:30
Selamat Lebaran mas sawali, mohon maaf lahir dan batin
Sep 04, 2011 @ 23:36:31
sama2, mas okta. semoga berkah dan rahmah senantiasa tercurah buat kita semua, amiin.
Sep 03, 2011 @ 05:14:41
mohon maaf lahir batin ya pak sawali,,,
Sep 04, 2011 @ 23:36:09
sama2, mas nayzz. selamat idul fitri juga, ya, mohon maaf lahir dan batin, semoga berkah dan rahmah senantiasa tercurah buat kita semua, amiin.
Sep 03, 2011 @ 05:11:42
sugeng riyadi nyuwun ngapunten…
Sep 04, 2011 @ 23:35:43
sami2, mas. selamat idul fitri juga, mohon maaf lahir dan batin, semoga berkah dan rahmah senantiasa tercurah buat kita semua, amiin.