Minggu, 20 April 2014

Sunday, 28 August 2011 (21:45) | Opini | 28589 pembaca | 82 komentar

Alhamdulillah, pekerjaan offline yang sempat tersisa, akhirnya terselesaikan juga. Pertama, Kamis, 25 Agustus 2011, saya didaulat untuk mendampingi rekan-rekan sejawat di SMPN 3 Kudus, yang sedang menggelar workshop penyusunan silabus dan RPP bermuatan nilai karakter. Kedua, selama dua hari (26-27 Agustus 2011), kami bertiga – saya, Pak Mafrukhi, dan Pak Wahono– mesti melakukan “karantina” di Candi Baru Hotel, Semarang, untuk menyelesaikan penyuntingan buku. Senin pagi, 29 Agustus 2011, insyaallah, kami sekeluarga siap mudik ke kampung halaman. Tidak terlalu jauh memang. Perjalanan normal bisa ditempuh dalam waktu antara 2-3 jam. Mohon doanya, semoga lancar dan selamat dalam perjalanan hingga menuju ke kampung kelahiran.

Seiring dengan itu, detik-detik menuju Hari Raya Idul Fitri 1432 H, juga sudah mulai terasa denyutnya. Arus mudik terus mengalir. Pasar “tumpah” kian meruah. Mall dan pasar swalayan juga makin menggeliat. Sebaliknya, mushalla dan masjid justru mulai makin sepi jamaah.

IFIdul Fitri memang selalu menyajikan “sensasi” tersendiri. Ia tidak lagi dimaknai sebagai sebuah “ritual” penanda akhir ibadah puasa yang telah dijalankan sebulan suntuk, tetapi juga telah menjadi bagian dari dinamika budaya yang sarat dengan nilai sosial dan kemanusiaan. Pada momen tersebut, kita “berikrar” untuk saling bermaafan terhadap semua kesalahan dan kekhilafan kita selama satu tahun terhadap sesama, dengan harapan semoga dosa dan kesalahan kita bisa saling terampuni hingga kita bisa kembali ke fitrah-Nya seperti bayi yang baru lahir.

Berkaitan dengan hal tersebut, kami sekeluarga mengucapkan:

SELAMAT IDUL FITRI 1432 H
MINAL AIDIN WALFAIZIN
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN

Semoga di hari yang fitri ini kita bisa terus membangkitkan semangat menuju hakikat “kesucian” sesuai dengan fitrah-Nya, amiin. Wabil khusus, kepada sahabat-sahabat blogger, saya pribadi mohon maaf jika dalam beberapa hari terakhir ini saya belum bisa melakukan aktivitas “blogwalking” secara intens. Semoga kita dipertemukan kembali pada momen-momen yang indah dan bersahabat pasca-Idul Fitri. Salam takzim! ***

Tulisan berjudul "Semangat Menuju Hakikat “Kesucian”" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (28 August 2011 @ 21:45) pada kategori Opini. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Tulisan lain yang berkaitan:

Tulisan Pertama Awal Tahun 2014 (Thursday, 2 January 2014, 279642 pembaca, 28 respon) Ini tulisan pertama pada awal tahun 2014. Jika saya melakukan kilas balik sejenak tentang aktivitas ngeblog selama setahun terakhir, ternyata...

Postingan ke-999 dan Komentar ke-52.724 (Saturday, 3 November 2012, 71587 pembaca, 37 respon) Di tengah godaan media sosial yang begitu masif dan beberapa urusan offline yang mesti ditangani setiap hari, syukur alhamdulillah, saya masih bisa...

Mudik ke Kampung Halaman (Friday, 17 August 2012, 15352 pembaca, 40 respon) Demi memenuhi “naluri” mudik Lebaran ke kampung halaman, Jumat (17/8/2012), saya bersama keluarga ikut larut dalam perjalanan “ritual”...

Melanjutkan Tradisi Award di Kompleks Blogosphere (Sunday, 5 February 2012, 33445 pembaca, 75 respon) Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan award dari dua sahabat blogger, yaitu dari Mas Adwy dan Pak Mumun Surahman. Award –yang (nyaris)...

Mudik, Idul Fitri, dan Halal-Bihalal (Monday, 5 September 2011, 16451 pembaca, 36 respon) Oleh: Sawali Tuhusetya Agaknya mudik, Idul Fitri, dan halal-bihalal di negeri ini telah menjadi satu paket. Mudik dan halal bihalal telah menjadi...

BAGIKAN TULISAN INI:
EMAIL
|FACEBOOK|TWITTER|GOOGLE+|LINKEDIN
FEED SUBSCRIBE|STUMBLEUPPON|DIGG|DELICIOUS
0 G+s
0 PIN
0 INs
RSSfacebooktwittergoogle+ pinterestlinkedinemail

Jika tertarik dengan tulisan di blog ini, silakan berlangganan
secara gratis melalui e-mail!

Daftarkan e-mail Anda:

82 komentar pada "Semangat Menuju Hakikat “Kesucian”"

  1. jelly gamat says:

    postingan yang mencerahkan nih,,
    selamat hari raya idul fitri ya, semoga kita kembali suci, marilah kita saling memaafkan…

  2. Zulmasri says:

    Selamat Idul Fitri Pak Sawali. Mohon maaf lahir batin. Semoga momen Idulfitri kian menambah wawasan kemajuan akan dunia pendidikan yang kita lakoni bersama.

    Jug mohon maaf, saat njenengan ke SMP 2 Pekalongan saya nggak bisa nemani karena ada beberapa kegiatan yang tidak bisa saya tinggal, padahal ingin sekali jadi guide.

  3. pututik says:

    Pak Sawal, Mohon Maaf Lahir dan Batin dari kami sekeluarga

Leave a Reply