Catatan Pasca-Tiga Tahun Ngeblog: Sebuah Refleksi

Tanpa terasa, sudah lebih tiga tahun, waktu yang relatif pendek untuk ukuran aktivitas ngeblog, saya menyusuri pasang-surut ngeblog di kompleks blogosphere; sebuah ruang maya yang menyajikan “petualangan” fantastis dan eksotis. Fantastis lantaran saya menemukan “dunia lain” yang serba misterius dan selalu di luar dugaan. Eksotis lantaran kenyataan-kenyataan yang saya temukan di “dunia lain” itu tampak unik dan sangat jauh berbeda dengan dunia realitas yang saya hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Blog, dalam pandangan awam saya, sejatinya merupakan sebuah media virtual yang bisa dimanfaatkan sejauh mungkin untuk menemukan “branding identitas” di tengah belantara media virtual lain yang makin beragam dan variatif. Selain blog, tak terhitung jumlah jejaring sosial yang sama-sama berkehendak menyajikan “branding identitas” untuk mengekspresikan pemikiran-pemikiran kreatif yang menyesak di kepala. Namun, dari sekian media virtual yang ada, saya terpaksa harus mengatakan bahwa blog masih belum terkalahkan dalam menyajikan pemikiran-pemikiran kreatif yang sanggup menemukan “branding identitas” itu. Dalam bahasa sederhana, blog tak jauh berbeda dengan “rumah sesungguhnya” dalam sebuah perkampungan global yang bisa bersanding dengan ruang-ruang maya yang lain. Dengan kata lain, aktivitas di dunia maya belum bisa dibilang “sempurna” apabila seorang netter belum memiliki sebuah blog.

Blog memang media virtual yang dinamis. Di tengah kesibukan yang menumpuk, tak sedikit sahabat blogger yang masih setia untuk meng-update blognya. “Gesekan” sesama sahabat blogger yang dengan gaya bercanda mengingatkan, “Wah, mana update terbarunya?” atau “Kirain dah ada posting baru”, dan semacamnya, acapkali menumbuhkan semangat baru untuk secepatnya memosting sebuah tulisan.

statistikSaya pun juga masih mencoba untuk setia menjalankan aktivitas ngeblog. Ketika tulisan ini dipublikasikan, berdasarkan statistik yang terpantau mesin wordpress, blog ini sudah menyajikan sekitar 627 postingan, 6 halaman, 27 kategori, 445 tags, dan 42,827 komentar. Sedangkan, peringkat berdasarkan pantauan WebRank Toolbar, blog ini memiliki PR 4 versi Google, peringkat alexa: 139.252, 5.290 tulisan yang terindeks di halaman google, 698 tulisan terindeks bing, 6.147 tulisan yang terindeks yahoo, dengan jumlah backlink: 114 menurut google, 3.250 menurut bing, 46.354 menurut yahoo, dan 709 menurut alexa.

Menjelang tutup tahun 2010, agaknya saya perlu sadar diri bahwa aktivitas ngeblog yang sudah lebih dari tiga tahun saya lakukan, masih banyak kekurangan di sana-sini. Keterlambatan posting, “maintenance” yang tidak sempurna, blogwalking yang suka ngadad, atau content blog yang “asal jadi”, merupakan beberapa “penyakit” yang masih sering hinggap di balik aktivitas ngeblog. Meskipun demikian, semangat ngeblog perlu terus saya kobarkan, agar blog ini masih bisa ikut berkiprah meramaikan kompleks blogosphere yang makin dinamis, meriah, sekaligus sarat tantangan.

Didorong oleh keinginan untuk mengikuti dinamika ngeblog yang kian meriah dan sarat tantangan itu, saya juga mengelola beberapa blog sekaligus, yaitu Cinta Bahasa, Pojok Sastra, Pelangi Pendidikan, Catatan Gado-gado, Jalan Mendaki, Mata Hati, dan Ruang Pawiyatan.

Namun, nasib beberapa blog di antaranya hampir sama dengan Jalur Lurus, blog yang pertama kali saya huni ketika menginjakkan kaki di ranah blogosphere. Banyak blog yang mangkrak dan tak terurus. Bahkan, nasib mereka tak sedikit yang merana lantaran saya juga ikut mengelola beberapa blog komunitas, seperti MGMP Bahasa Indonesia SMP, Agupena Jawa Tengah, SMP 2 Pegandon Online, dan Dewan Kesenian Kendal. Ibarat poligami, saya gagal berbuat adil untuk memberikan layanan terbaik untuk “isteri-isteri” saya. Stamina yang loyo dan kendurnya hasrat seringkali menjadi kendala, hehe ….

selamat tahun baru 2011

Nah, selamat menyongsong Tahun 2011, semoga perjalanan hidup setahun silam bisa menjadi tonggak yang tepat untuk melakukan sebuah perubahan. Salam ngeblog dan salam sukses buat sahabat-sahabat blogger. Bravo Blogger Indonesia! ***

ttd

Tulisan lain yang berkaitan:

Jejaring Sosial untuk Pembelajaran: Mengapa Tidak? (Wednesday, 21 March 2012, 1,710 pembaca, 57 respon) (Duh, sudah sudah hampir dua pekan tidak memosting tulisan. Inilah risiko jadi orang sok sibuk, hehe …. Membalas komentar tidak, blogwalking...
Menggelorakan Semangat Perubahan Menjelang 2012 (Saturday, 31 December 2011, 1,843 pembaca, 66 respon) Sesungguhnya adakah bedanya antara hari-hari menjelang pergantian tahun dan hari-hari sebelumnya? Bukankah bumi tetap berotasi dan geliat semesta...
Aktivitas Blogwalking dan Hadiah Buku (Sunday, 18 December 2011, 1,671 pembaca, 70 respon) Beberapa waktu yang lalu saya berkunjung ke blog rumahkayu yang tengah menyongsong ulang tahun ke-3 rumah virtualnya. Sungguh tak terduga, hanya...
Menjaga Spirit dan Konsistensi Ngeblog (Thursday, 1 December 2011, 1,912 pembaca, 29 respon) Di tengah menjamurnya jejaring sosial dengan berbagai variannya, blog –dalam pandangan awam saya—belum bisa tergantikan peran dan fungsinya...
Aktivitas Ngeblog Selama Ramadhan (Saturday, 14 August 2010, 2,584 pembaca, 74 respon) Ngeblog –untuk menggantikan kata kompleks “mengeblog” dalam Bahasa Indonesia Baku– merupakan aktivitas seorang bloger dalam ranah...
tentang blog iniTulisan berjudul "Catatan Pasca-Tiga Tahun Ngeblog: Sebuah Refleksi" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (30 December 2010 @ 23:27) pada kategori Blog, Refleksi dan telah dikunjungi oleh 2,502 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini: