Kamis, 31 Juli 2014

Sunday, 19 September 2010 (20:16) | Budaya | 18427 pembaca | 49 komentar

Alhamdulillah, pada hari Minggu, 19 September 2010, saya dan keluarga masih diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan halal bihalal keluarga besar di dua tempat, yakni keluarga besar RW X Perum BTN Langenharjo, Kendal dan keluarga besar SMP 2 Pegandon, Kendal. Dalam silaturahmi halal bihalal keluarga besar RW X yang digelar di Mushalla Al-Fallah mulai pukul 09.00 WIB itu, semua warga diundang untuk hadir. Namun, lantaran kemungkinan besar ada acara yang bersamaan di tempat lain, tidak semua warga bisa hadir.

Halal bihalal keluarga RW X Perum BTN Langenharjo memang pernah digelar di tempat yang sama pada beberapa tahun yang lalu. Namun, karena berbagai pertimbangan, dua tahun berturut-turut, kalau tidak salah, acara halal bihalal digelar di tingkat RT masing-masing. Alhamdulillah, untuk tahun ini, acara halal bihalal yang digagas oleh Pengurus Takmir Mushalla Al-Fallah, bisa diselenggarakan di tingkat RW dengan tertib dan lancar.

BTNBTNBTNBTNBTNBTNBTNBTNBTNBTNBTNBTN

Dalam sambutannya, Ketua Panitia, Bapak Misbachul Munir, S.Ag, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh warga yang telah ikut berpartisipasi dalam menyukseskan acara sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan di sana-sini. Sedangkan, Ketua RW X, Bapak Bambang Sri Wahyono, mengingatkan akan pentingnya menjaga kerukunan hidup bertetangga. Menurutnya, tetangga adalah saudara terdekat kita, sehingga nilai kerukunan sebagai sesama saudara perlu terus dijaga dan dibina.

Sayang sekali, saya dan istri tidak bisa mengikuti acara halal bihalal keluarga besar RW X sampai selesai karena harus mengikuti acara yang sama di tempat lain, yakni halal bihalal keluarga besar SMP 2 Pegandon. Dengan berat hati, kami terpaksa mohon diri karena harus meninggalkan acara, sekaligus mohon maaf lahir dan batin atas semua kesalahan dan kekhilafan yang telah kami lakukan selama ini.

Dalam acara silaturahmi halal bihalal keluarga besar SMP 2 Pegandon yang digelar di rumah Ibu Sri Wening Widayati dan Bapak Rozikin (Cepiring, Kendal) yang dimulai pukul 10.30 WIB itu, semua keluarga besar sekolah, termasuk pengurus komite sekolah, mantan kepala sekolah, mantan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang pernah mengabdikan diri di SMP 2 Pegandon juga diundang. Namun, kemungkinan besar ada acara yang sama di tempat lain, sehingga ada beberapa tamu undangan yang terpaksa tidak bisa hadir.

Budaya halal bihalal di SMP 2 Pegandon memang menjadi agenda rutin yang digelar secara bergilir pada setiap momen Idul Fitri. Tujuannya adalah untuk saling bermaafan (mushafahah) dan mempererat jalinan silaturahmi antarkeluarga, sehingga akan terwujud suasana lingkungan pendidikan yang harmonis, akrab, dan penuh sentuhan nilai kekeluargaan.

BTNBTNBTNBTNBTNBTNBTNBTNBTNBTNBTNBTN

Susunan acara yang dipandu oleh Pak Mustaghfirin tersebut, antara lain: (1) pembukaan; (2) pembacaan ayat suci al-Quran; (3) sambutan tuan rumah; (4) sambutan ketua komite sekolah; (5) sambutan kepala sekolah; (6) hikmah halal bihalal; (7) mushafahah (bersalam-salaman); (8) istirahat; dan (9) penutup. Dalam sambutannya, Bapak Rozikin sebagai shohibul bait, mengungkapkan rasa terima kasih atas kehadiran segenap keluarga besar sekolah sekaligus mohon maaf apabila ada kekurangan di sana-sini dalam memyambut kehadiran seluruh tamu undangan.

Sementara itu, Bapak Mansyur sebagai Ketua Komite Sekolah, berpesan agar seluruh pendidik dan tenaga kependidikan berpartisipasi aktif untuk menyukseskan semua program sekolah, sehingga mutu pendidikan di SMP 2 Pegandon makin meningkat. Sedangkan, Bapak Tri Widodo, selaku kepala sekolah, dalam sambutannya lebih menekankan pada upaya untuk mempererat jalinan silaturahmi dengan sesama keluarga besar SMP 2 Pegandon, sehingga bisa saling mengenal dan akrab sebagai sesama keluarga besar sekolah. Sementara itu, dalam tausiyahnya, Ustadz Sajidin Nur, menyampaikan pesan religius tentang pentingnya budaya halal bihalal, meskipun tidak tersurat di dalam al-Quran dan Sunnah. Halal bihalal merupakan perwujudan sikap rendah hati untuk menciptakan hablum minannas di tengah-tengah pergaulan hidup bermasyarakat.

Alhamdulillah, acara demi acara berlangsung dengan lancar dan sukses, semoga momen halal bihalal tahun ini bisa memberikan kemaslahatan bagi seluruh keluarga besar sekolah dalam upaya memberikan pengabdian terbaik buat anak-anak bangsa. Usai uraian hikmah halal bihalal, acara dilanjutkan dengan mushafahah, untuk selanjutnya makan bersama yang telah dipersiapkan oleh shahibul bait. Acara pun ditutup oleh pembawa acara dengan bacaan hamdallah seraya mengucapkan selamat jalan kepada segenap yang hadir, semoga lancar dan selamat sampai ke rumah masing-masing. ***

Tulisan berjudul "Halal Bihalal Keluarga Besar" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (19 September 2010 @ 20:16) pada kategori Budaya. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Tulisan lain yang berkaitan:

Tulisan Pertama Awal Tahun 2014 (Thursday, 2 January 2014, 317513 pembaca, 28 respon) Ini tulisan pertama pada awal tahun 2014. Jika saya melakukan kilas balik sejenak tentang aktivitas ngeblog selama setahun terakhir, ternyata...

Postingan ke-999 dan Komentar ke-52.724 (Saturday, 3 November 2012, 109360 pembaca, 37 respon) Di tengah godaan media sosial yang begitu masif dan beberapa urusan offline yang mesti ditangani setiap hari, syukur alhamdulillah, saya masih bisa...

Mudik ke Kampung Halaman (Friday, 17 August 2012, 25420 pembaca, 40 respon) Demi memenuhi “naluri” mudik Lebaran ke kampung halaman, Jumat (17/8/2012), saya bersama keluarga ikut larut dalam perjalanan “ritual”...

Melanjutkan Tradisi Award di Kompleks Blogosphere (Sunday, 5 February 2012, 53710 pembaca, 75 respon) Beberapa waktu yang lalu, saya mendapatkan award dari dua sahabat blogger, yaitu dari Mas Adwy dan Pak Mumun Surahman. Award –yang (nyaris)...

Mudik, Idul Fitri, dan Halal-Bihalal (Monday, 5 September 2011, 27405 pembaca, 36 respon) Oleh: Sawali Tuhusetya Agaknya mudik, Idul Fitri, dan halal-bihalal di negeri ini telah menjadi satu paket. Mudik dan halal bihalal telah menjadi...

BAGIKAN TULISAN INI:
EMAIL
|FACEBOOK|TWITTER|GOOGLE+|LINKEDIN
FEED SUBSCRIBE|STUMBLEUPPON|DIGG|DELICIOUS
0 G+s
0 PIN
0 INs
RSSfacebooktwittergoogle+ pinterestlinkedinemail

Jika tertarik dengan tulisan di blog ini, silakan berlangganan
secara gratis melalui e-mail!

Daftarkan e-mail Anda:

49 komentar pada "Halal Bihalal Keluarga Besar"

  1. Suwanto says:

    o ya halal bi halal merupakan media untuk saling mema’afkan jadi setelah acara itu kita kembali lefitroh

  2. khamiL says:

    halalbihalal sebagai saran menyambung silaturrahmi antar keluarga, sanak sanudar, teman, tetangga dan yg lainnya,
    maka dari itu jagalah tli silaturrahmi dan teruslah bangun silaturrahmi anda dengan sesama umat muslim.

Leave a Reply