Home » Blog » Dari Batam ke Tanah Jawa

Dari Batam ke Tanah Jawa

Alhamdulillah, hari ini (Kamis, 16 September 2010), saya mendapatkan dua kebahagiaan. Pertama, bertemu darat dengan Mas Edi Widodo (yang biasa menggunakan nickname Xitalho), Mas Purnomo Sidiq (yang biasa menggunakan nickname Sepurklutuk), dan Mas Andy MSE (yang biasa menggunakan nickname Kecakot). Ketiganya bloger kelahiran Kendal, tetapi kini telah bermukim di luar kota. Mas Edi dan Mas Pur tinggal di Batam, sedangkan Mas Andi tinggal di Solo Hadiningrat. Saat mudik lebaran, mereka bertiga menyempatkan diri bersilaturahmi ke pondokan saya setelah bertemu dengan Pak Marsudiyanto dan keluarga. Kedua, akun gmail yang lebih dari sepekan tak bisa dibuka, alhamdulillah berkat respon dan saran dari sahabat-sahabat bloger, akhirnya sudah bisa diakses.

Kopdar

Saya, Mas Pur, Mas Edi, dan Mas Andy

Pertemuan saya dengan Mas Edi dan Mas Pur memang baru yang pertama kalinya. Meski demikian, kami sudah merasa dekat dan akrab karena sudah biasa saling berkunjung ke rumah maya masing-masing. Makin terbukti kalau blogwalking bisa memperpendek jarak sekaligus mempererat jalinan silaturahmi. Sedangkan, pertemuan dengan Mas Andy, yang lebih dikenal sebagai bloger nasional, petualang ulung, aktivis Pattiro dan sekolah rakyat, alhamdulillah sudah terjadi berkali-kali.

Kopdar yang berlangsung singkat itu memang berlangsung dadakan. Berawal ketika sekitar pukul 17.00 WIB Pak Marsudiyanto kontak lewat handphone yang mengabarkan bahwa Mas Andy, Mas Edi, dan Mas Pur sedang berada di rumahnya. Wow, karuan saja mereka bertiga saya mohon untuk berkenan mampir ke gubug saya. Alhamdulillah, gayung pun bersambut. Mereka bertiga memang sudah berencana untuk bersilaturahmi. Tak lama kemudian, mereka pun datang dengan wajah berbinar. Rasa kangen yang selama ini sudah mem-fosil di dada, akhirnya bisa tertuntaskan, hehe ….

Obrolan pun berlangsung ringan dan santai; mulai soal keluarga, cuaca yang makin tak menentu, hingga dunia blogging. Sesekali diselingi suara tawa bersambung-sambungan. Agar kopdar dadakan ini tak terkesan hoax dan direkayasa, maka pengambilan gambar pun wajib dilakukan, hehe …. Beberapa saat lamanya, kami tenggelam dalam suasana persahabatan yang akrab dan santai, hingga akhirnya terdengar gema azan dari musholla. Kami pun bergegas menjalankan shalat Maghrib.

Usai Maghrib, obrolan pun kembali dilanjutkan. Sayangnya, Mas Pur harus segera mempersiapkan diri untuk terbang ke Batam. Bersama Mas Edi yang akan terbang ke Batam keesokan harinya, mereka bergegas menembus senja berkabut yang diselingi dengan hujan rintik-rintik. Terima kasih atas kunjungan silaturahminya dan selamat jalan Mas Pur dan Mas Edi, semoga lancar dan selamat sampai tujuan.

Obrolan pun berlanjut hanya berdua dengan Mas Andy. Obrolan yang ini menyangkut soal lokalitas Kendal, terutama berkaitan dengan pengelolaan website sekolah dan Komunitas Bloger Kendal yang hingga kini belum terbentuk. Kami berdua memang hanya sebatas melemparkan wacana, sebab untuk membentuk sebuah komunitas memang dibutuhkan komitmen dan kesadaran kolektif banyak pihak agar keberadaan sebuah komunitas tak hanya sekadar papan nama. Apakah wacana pembentukan Komunitas Bloger Kendal nanti benar-benar bisa terwujud, agaknya sang waktulah yang akan mengujinya. Hingga Mas Andy mohon diri untuk segera melaju ke Limbangan, kami juga tak bisa merumuskan kesimpulan apa pun terkait dengan pembentukan komunitas itu. Terima kasih atas silaturahminya, Mas Andy!

Sebelum Mas Andy pamit, saya juga sempat mengabarkan kebahagiaan saya yang kedua, yakni akun gmail saya yang lebih dari sepekan tak bisa dibuka, alhamdulillah sudah bisa saya akses. Semula, saya memang sudah pasrah kehilangan akun google akibat kegagalan saya meminta kode konfirmasi lewat sms kepada Mbah Google. Namun, berkat support dan saran dari sahabat-sahabat blogger yang berkomentar di sini, akhirnya saya kembali bersemangat untuk menghidupkan akun email yang sudah saya anggap tamat riwayatnya itu. Alhamdulillah, setelah meminta kode konfirmasi lewat handphone si sulung, tak lebih dari 1 menit, kode itu sudah terkirim. Jreng … jreng … jreng! Ternyata bisa saya buka. Ketika saya direkomendasikan untuk melakukan setting ulang, ternyata pada email opsi tertulis alamat email seseorang yang tak jelas identitasnya. Langsung saja saya hapus dan saya ganti dengan opsi email saya. Yang menggembirakan, blog berdomain co.cc dengan engine blogspot yang selama ini hanya bisa dibuka dengan menggunakan akun gmail sudah bisa diakses kembali. Terima kasih saya sampaikan kepada sahabat-sahabat bloger yang telah memberikan support dan sarannya.

Mungkin ini juga berkah kunjungan silaturahmi Mas Edi dan Mas Pur yang jauh-jauh datang dari Batam ke Tanah Jawa itu, hehe …. ***

tentang blog iniTulisan berjudul "Dari Batam ke Tanah Jawa" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (17 September 2010 @ 00:51) pada kategori Blog. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0, memberikan respon, atau melakukan trackback dari blog Anda. Terima kasih atas kunjungan, silaturahmi, saran, dan kritik Anda selama ini. Salam budaya!

Ada 62 komentar dalam “Dari Batam ke Tanah Jawa

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *