16Sep 2010 71 Comments2,053 pembaca
Kehilangan Akun Google
Menjelang berakhirnya Ramadhan yang lalu, saya kehilangan akun google. Akun sawali64[at]gmail[dot]com yang sudah menemani saya sejak tiga tahun yang lalu itu tiba-tiba ngambeg. Setiap kali memasukkan username dan password, berkali-kali saya direkomendasikan untuk meminta kode konfirmasi lewat SMS. Saya pun melakukannya. Namun, hingga berhari-hari lamanya hingga sekarang, saya tak pernah mendapatkan kiriman pesan kode konfirmasi untuk membuka email saya. Akhirnya, saya berkesimpulan bahwa akun gmail saya sudah mati.
Sedih? Tentu saja. Tiga tahun memiliki akun gmail bukanlah waktu yang singkat. Bersama media surat elektronik tersebut, saya sudah berhasil membangun interaksi dan komunikasi dengan banyak sahabat dan saudara. Entah, sudah berapa surat dan file yang melayang ke tempat lain. Kini, satu huruf pun tak lagi tersisa. Selain itu, akun gmail tersebut juga saya manfaatkan untuk akun paypal –meski jumlah dolar yang masuk masih tergolong sangat kecil– dan beberapa akun jejaring sosial atau direktori yang lain.
Surat elektronik besutan Mbah Google tersebut juga memiliki multifungsi. Semua produk virtual milik google hampir bisa dipastikan bisa diakses hanya dengan menggunakan satu akun gmail. Saya sudah memanfaatkannya untuk mengakses google-reader, picasa web album, adsense, google webmasters, feedburner, blogger, dan lain-lain. Ratusan gambar yang saya simpan di picasa juga raib, sehingga gambar yang terpublikasikan di blog pun tak lagi terlihat jejaknya. Sungguh merepotkan kalau harus mengedit ulang satu persatu secara manual. Yang tak kalah menyedihkan, empat blog ber-engine blogspot yang telah saya migrasi dengan menggunakan domain co.cc, yakni www.pojoksastra.co.cc, www.pelangipendidikan.co.cc, www.cintabahasa.co.cc, dan www.sawali.co.cc sudah dihapus, padahal, saya belum sempat mem-back-up content-nya. Meski tidak bisa konsisten saya update, keempat blog tersebut memiliki sejarah panjang tentang perkenalan saya dengan dunia per-blogger-an.
Akhirnya, saya harus menyerah atas “penganiayaan” dan “pembiadaban” yang telah dilakukan entah oleh siapa? Ketika saya menyampaikan kabar “duka” tersebut kepada beberapa sahabat, termasuk kepada Pak Maman S. Mahayana, dosen dan pengamat sastra Fakultas Ilmu Budaya UI yang kini menjadi dosen tamu di Hankuk University of Foreign Studies, Korea, beliau sempat mengabarkan pernah mendapatkan email dari sawali64[at]gmail[dot]com yang tak jelas isinya. Hmm … ini artinya, akun gmail tersebut telah “dicaplok” orang; bukan lantaran menyalahi Term of Services (TOS) yang telah ditentukan Mbah Google.
Saya khawatir, akun gmail tersebut akan dan telah disalahgunakan untuk berbagai keperluan dan kepentingan yang tidak jelas dan tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, jika kebetulan ada sahabat yang mendapatkan kiriman pesan dari sawali64[at]gmail[dot]com, mohon untuk tidak direspon, karena akun tersebut sudah bukan milik saya. Apa boleh buat! Peristiwa menyedihkan ini sudah telanjur terjadi. Semoga sahabat-sahabat blogger tidak akan pernah mengalaminya.
Agaknya, para pemilik akun gmail perlu bersikap hati-hati dan waspada, terutama ketika mendapatkan pesan yang tak jelas isinya, apalagi yang masuk pada kotak spam. Akan lebih bagus didiamkan, jika perlu beri tanda check-list, lantas dihapus untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam memanfaatkan akun gmail. Terima kasih dan tetap jaga spirit untuk memperjuangkan masa depan anak-cucu! ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Kehilangan Akun Google" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (16 September 2010 @ 00:42) pada kategori Blog dan telah dikunjungi oleh 2,053 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:














Aug 09, 2011 @ 15:13:30
Pasti perasaan bapak saat kehilangan akun itu,,
Merasa tidak senang …
Sep 20, 2010 @ 13:09:58
Pak Sawali, salam jumpa.
Wah, baca judulnya saya agak khawatir. Apa ini bukan kerjaan bajingan-bajingan Nigeria seperti yang mereka lakukan pada Prof. Bambang Hidayat dulu? Syukur, ternyata setelah dibaca, rupanya bukan dan saya ikut senang akhirnya akun pak Sawali sudah bisa dipakai lagi.
Oh, kebetulan. Malam ini saya khusus singgah ke sini mau minta tolong pak. Maklum sudah lama tak pernah pulang kampung, sampai bahasa Indonesia saya sempat dikritik orang, katanya ditulis bule.
Dan kalau boleh tahu, sejak kapan penggunaan kata ‘ceritera’ tidak boleh dipakai lagi. Saya tulis pakai kata ceritera, ada yang koreksi katanya itu salah. Harus ditulis ‘cerita’. Wah, saya sudah ketinggalan zaman sekali ya pak.
salam dari Amerika,
Aris/
Sep 21, 2010 @ 04:55:44
salam jumpa juga, pak aris. terima kasih sudah berkenan singgah. alhamdulillah, email saya akhirnya masih bisa saya selamatkan, pak. wah, tentang kata “cerita” dan “ceritera”, dalam pandangan saya lebih pada upaya utk mewujudkan efektivitas bahasa, pak. kalau ada yang lebih singkat, kenapa harus pakai yang panjang, seperti halnya kata “digunakan” dan “dipergunakan”. salam dari indonesia, pak.
Sep 21, 2010 @ 05:15:24
@Sawali Tuhusetya,
Pak Sawali, terima kasih sekali atas penjelasan bapak. Memang itu dugaan saya, karena zaman pergantian ke EYD dahulu, kebetulan saya bekerja sebagai tukang ketiknya Prof. Johannes almarhum dan dari beliau saya mendengar langsung alasan mengapa kita mengganti tj menjadi c, dan dj menjadi j dsbnya. Tapi kadang kebiasaan itu sukar dibuang. Dan saya jarang mengikuti urusan mengenai pergantian ceritera menjadi cerita sehingga ketika dibodoh-bodohi di forum berbahasa Inggris yang tak mengerti persoalannya, di hati jengkel juga. Makasih pak, dan selamat atas sukses pak Sawali dalam Internet Marketing. Salut pak atas keberhasilan anda.
Sep 22, 2010 @ 22:01:38
sama2, pak. sepanjang yang saya tahu memang demikian, pak, utk menciptakan efektivitas dalam berbahasa. walah, soal internet marketing, saya masih jalan di tempat, pak. pingin banget belajar nih sama bapak.
Sep 18, 2010 @ 21:23:08
Dimanapun kita, tetap harus hati-hati dan tetap WASPADA. Ditunggu kunjungan dan komentarnya juga di postingan blogku http://kwangkxz2010.blogdetik.com/2010/09/11/bersyukur/
Terimakasih.
Sep 19, 2010 @ 02:09:24
sikap hati2 dan waspada dalam hal apa pun sangat diperlukan, mas, termasuk dalam mengelola akun email.
Sep 18, 2010 @ 07:46:37
“”Agaknya, para pemilik akun gmail perlu bersikap hati-hati dan waspada, terutama ketika mendapatkan pesan yang tak jelas isinya, apalagi yang masuk pada kotak spam. Akan lebih bagus didiamkan, jika perlu beri tanda check-list, lantas dihapus untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam memanfaatkan akun gmail. Terima kasih dan tetap jaga spirit untuk memperjuangkan masa depan anak-cucu! ***”"
betul mas… saya juga sering mendapatkan email-email yang aneh2 masuk.. tapi biasanya langsung saya hapus aja buat keamanan… trims infonya mas…salam kenal
Sep 18, 2010 @ 09:02:46
untuk menjaga keamanan dan kenyamanan agaknya lebih bagus bersikap hati2 dan waspada seperti itu, om, hehe …
Sep 18, 2010 @ 07:02:39
Salam kenal sobat, ditunggu ya kunjungan dan komentarnya di postinganku http://kwangkxz2010.blogdetik.com/2010/09/11/bersyukur/
Terimakasih.