23Aug 2010 159 Comments4,155 pembaca
Mengapresiasi Gerakan Perlawanan terhadap Keyword “SMP”
Jujur saja, sebagai seorang guru, saya sangat terharu ketika membaca postingan sahabat-sahabat bloger yang demikian bersemangat dalam melawan “penyalahgunaan SEO” yang memanfaatkan keyword “SMP, siswa SMP, atau anak SMP” yang sarat dengan citra negatif berbau seronok dan mesum. Postingan terkait dari sahabat-sahabat bloger selengkapnya bisa dibaca di blog manajemenemosi.blogspot.com. Saya terharu, lantaran di tengah tantangan peradaban yang makin rumit dan kompleks, sehingga makin banyak pihak yang abai terhadap persoalan moral dan budi pekerti, muncul “Gerakan SEO Positif” untuk melakukan perlawanan terhadap citra “SMP” yang serba-seronok, vulgar, dan tak senonoh. Sebuah gerakan dan ide kreatif yang layak didukung dan diapresiasi.

Kata kunci “SMP” yang serba vulgar yang terpampang di SERP, baik di google.com maupun google.co.id, merupakan realitas dunia maya yang sulit terbantahkan. Terlepas apa pun motifnya, menaikkan “nilai jual” sebuah web/blog dengan memanfaatkan kata kunci ini, disadari atau tidak, telah memberikan imaji negatif yang belum tentu sesuai dengan realitas yang terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Taruhlah anak-anak SMP belakangan ini makin akrab dengan tindakan anomali sosial yang bertentangan secara diametral dengan nilai-nilai keluhuran akal-budi. Namun, sesungguhnya yang terjadi hanyalah sebuah “sinekdok totem pro parte” yang mengangkat kasus anomali semacam itu secara berlebihan. Realitas yang sesungguhnya, kalau kita mau jujur, masih jauh lebih banyak anak SMP yang mampu menunjukkan prestasi hebat, berperilaku santun, kreatif, dan masih memiliki benteng religi yang kokoh. Mereka masih memiliki talenta sebagai generasi masa depan yang “paripurna”; cerdas intelektual, emosional, sosial, dan spiritual.
Yang jadi persoalan, “nilai jual” kata kunci “SMP” yang sarat prestasi dan membanggakan justru kalah pamornya oleh kata kunci yang vulgar itu. Yang lebih parah, kata kunci semacam itu berhasil diterapkan dengan jitu oleh para netter yang kebetulan sangat paham tentang seluk-beluk SEO. Walhasil, jadilah search-engine jadi penuh taburan link-link vulgar dan tak senonoh.
Saya pikir, keterharuan saya tidak berlebihan karena ide kreatif ini justru dimunculkan oleh sahabat bloger yang (nyaris) tidak langsung bersentuhan dengan ranah pengambilan kebijakan yang notabene menjadi salah satu pemangku kepentingan dalam meningkatkan akhlak dan budi pekerti pelajar. Sebuah bukti bahwa bloger pun sanggup beraksi positif dengan mengekspresikan pemikiran-pemikiran kreatif dan bermakna dalam ranah pendidikan melalui dunia maya. Secara pribadi, saya memberikan penghargaan dan apresiasi yang tulus kepada sahabat Manajemen Emosi atas ide kreatifnya, dan juga kepada sahabat-sahabat bloger yang telah berpartisipasi, men-support, dan mendukung “Gerakan SEO Positif” ini. Semoga ide kreatif ini bisa memberikan inspirasi kepada banyak pihak dalam ikut serta membebaskan kaum pelajar kita dari belenggu perilaku anomali yang membelitnya.
Di tengah peradaban yang makin rumit dan kompleks, kaum remaja-pelajar kita memang menghadapi tantangan zaman yang kian berat dan sulit. Nilai-nilai keluhuran budi yang ditanamkan dan ditumbuhsuburkan di dunia pendidikan acapkali tidak diimbangi dengan perilaku yang “sehat” di tengah-tengah lingkungan sosialnya. Mereka tak hanya berguru di sekolah, tetapi juga belajar langsung dari lingkungan tempat mereka bersosialisasi dan berinteraksi. Persoalan jadi makin bertambah rumit lantaran mereka telah kehilangan figur yang layak dicontoh dan diteladani. Sungguh tidak adil kalau anak-anak SMP yang tengah menghadapi tantangan berat semacam itu justru makin kita bebani dengan citra negatif di dunia maya.
Sahabat-sahabat bloger yang baik, upaya “pemulihan” citra pelajar SMP perlu terus dilakukan agar kaum pelajar kita yang bertalenta besar untuk membangun masa depan negeri ini tidak terus-terusan dimarginalkan dan ditenggelamkan ke dalam citra buruk di dunia maya. Mereka harus diselamatkan dari “keganasan” mesin pencari yang terus mengangkat perilaku-perilaku tak senonoh anak SMP yang sejatinya hanya ibarat nila setitik yang jatuh di tengah lautan susu. Kini, tiba saatnya bagi kita secara kolektif untuk melakukan perlawanan terhadap penyalahgunaan SEO “SMP” sekaligus ikut serta memberikan pencerahan dan membangun imaji positif dengan mendukung “Gerakan SEO Positif”. Salam Peduli Anak Bangsa! ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Mengapresiasi Gerakan Perlawanan terhadap Keyword “SMP”" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (23 August 2010 @ 00:10) pada kategori Blog, Edukasi dan telah dikunjungi oleh 4,155 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:














Aug 23, 2010 @ 04:10:08
Mari kita robohkan peringkat pertama
Sep 04, 2010 @ 19:19:58
Buat Sdr. Ka Damar: setuju ka damar. mari kita lakukan secara kolektif.
Aug 23, 2010 @ 01:35:41
semoga saya bukan yang termasuk orang yang menyalahgunakan seo demi abal-abal $ semata
Sep 04, 2010 @ 19:18:46
Buat Sdr. Blogger Templates Colorizetemplates.com: hehe … syukurlah, mas. terima kasih.
Aug 23, 2010 @ 01:08:24
kegiatan ini perlu di dukung secara penuh namun juga sangat penting untuk dapat “melindungi” anak-anak SMP dari posisi berada pada “Negatif SEO” tersebut dengan melibatkan semua fihak terkait tentunya.
Sep 04, 2010 @ 19:18:21
Buat Sdr. yussa: setuju, mas yussa, semakin banyak blogger yang terlibat mmakin bagus.
Aug 23, 2010 @ 00:32:47
kalo saya liat2 memang untuk keyword “smp” dan “sma” selalu dimanfaatkan banyak blog utk ‘pemancing’, dengan tag berikut kombinasi kata kata vulgar dibelakang dan didepan nya, saya setuju dengan tulisan bapak diatas, secara otomatis dunia pendidikan kita tercoreng. Go Clean SEO !!
Sep 04, 2010 @ 19:17:18
Buat Sdr. RifkyMedia™: seperti itulah kenyataan yang terjadi. sungguh tepat kalau harus dilawan!
Aug 23, 2010 @ 00:28:24
SEO; negatif dan positifnya telah membawa kita pada suatu realita (khususnya di dunia maya) bahwa memang begini dan seperti inilah yang sedang terjadi sekarang, dan sudah barang tentu sebuah Mesin Pencari mempunyai peranan penting di jaman teknologi ini menjadi salah satu faktor dalam menghasilkan sebuah image tertentu, dan baik buruknya yang dihasilkan SE dalam SERP tentulah menjadi suatu tanggung jawab kita. dan sedikit yang menjadi unek2 dikepala saya ini, apakah mereka (disdik dan penyelenggara pendidikan/sekolah) merasakan apa yang terjadi (keyword SMP yg buruk di mata SE) sekarang ini? (doh)
semoga keyword SMP dalam SERP gugel khususnya bisa secepatnya tergantikan dengan hasil yang positif dan sesuai dengan arti serta makna dari keyword tsb. semangat…….
Sep 04, 2010 @ 19:17:53
Buat Sdr. addiehf: amiiin, mudah2an dg cara seperti ini citra smp di search engine bisa lebih bagus, mas addie.