15Aug 2010 75 Comments2,055 pembaca
Tenggelamnya Gebyar Agustus-an di Balik Kesyahduan Ramadhan
Saya merasakan gebyar Agustus-an tahun ini tenggelam di balik kesyahduan Ramadhan. Hampir tak ada grengseng Agustus-an yang meruyak di ruang-ruang publik. Spanduk, slogan, atau papan reklame (nyaris) tak bersentuhan dengan HUT ke-65 kemerdekaan RI itu. Semoga ini bukan pertanda kalau nilai-nilai nasionalisme telah luntur di negeri ini. Toh, spirit kepahlawanan dan nilai patriotisme tak semata-mata diukur dari banyaknya umbul-umbul, slogan, atau spanduk yang bertaburan di tepi-tepi jalan atau gapura masuk kampung. Juga tak sebatas disimbolikkan dengan berbagai seruan dan retorika seperti yel-yel politisi yang sedang berada di atas mimbar kampanye.
Nilai nasionalisme atau patriotisme lebih tepat diukur dengan hati. Tidak kasat mata, tetapi bisa dirasakan getarannya. Seorang lelaki keriput yang tinggal di sebuah pelosok dusun, tetapi rela berjuang bertahun-tahun mencari sumber air demi menghidupi orang-orang di sekitarnya yang selalu menjerit dan tersekap dalam derita kekeringan berkepanjangan dari masa ke masa, bisa jadi lebih kuat nilai kecintaannya terhadap negara ketimbang seorang politisi yang gencar berkoar tentang nasionalisme, tetapi selalu mangkir bersidang. (doh) Meski si lelaki keriput tak bisa menafsirkan apa makna nasionalisme yang sesungguhnya, dalam kacamata kaum nasionalis sejati, potret nasionalisme-nya bisa jadi lebih gagah ketimbang mereka yang fasih bersilat lidah dan mengumbar retorika politik di atas podium atau forum-forum seminar, tetapi tak pernah memiliki sikap responsif terhadap nasib kaum dhuafa yang terus didera kepahitan dan derita hidup.
Maka, saya pun tak terusik ketika tradisi “Jalan Sehat”, berbagai jenis lomba, panjat pinang, karnaval, atau berbagai event Agustus-an yang biasanya rutin digelar, tahun ini (nyaris) tenggelam dalam kesyahduan Umat Islam menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan. Toh seandainya gebyar lahiriah semacam itu terpaksa digelar, tak seorang pun yang bisa menjamin kalau nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme yang acapkali didengung-dengungkan itu dengan sendirinya bakal menyatu secara emosional ke dalam hati dan nurani bangsa.
Bahkan, bukan tidak mungkin malah bisa menjadi penghambat ke-khusyu’-an para pelaku ibadah puasa yang notabene tengah berusaha menemukan nilai kesejatian diri di tengah merajalelanya gaya hidup konsumtif, materialistik, dan hedonis. Kita juga mesti merelakan berlalunya moment tirakatan atau seremonial mengenang romantisme para pejuang kemerdekaan, meski tak harus melupakan jasa-jasa besar mereka yang telah membebaskan negeri ini dari cengkeraman kaum kolonial.
Nah, Dirgahayu Bangsaku, semoga pada HUT ke-65 kemerdekaan ini tetap memiliki spirit untuk melanjutkan perjuangan reformasi gelombang kedua guna mewujudkan kehidupan berbangsa yang makin sejahtera, demokratis, dan berkeadilan. Merdeka! ***
Keterangan:
Banner dikutip dari www.indonesia.go.id
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Tenggelamnya Gebyar Agustus-an di Balik Kesyahduan Ramadhan" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (15 August 2010 @ 01:58) pada kategori Opini, Politik, Refleksi, Religi dan telah dikunjungi oleh 2,055 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Aug 23, 2011 @ 12:44:32
tetap semagat MERDEKA !!!
Aug 10, 2011 @ 08:23:25
Amiin..
Ya ALLAH…
Walaupun tahun ini tak seperti tahun lalu
mudah-mudahan Masyarakat tidak melupakan jasa Para pahlawan..
Jul 24, 2011 @ 17:12:35
Mau Lagi,,
komentar Lagi,,,
Mampir Lagi,,,,
seperti tahun ini ya pak,,,,
Apr 21, 2011 @ 10:00:46
http://www.lelakiterpasung.blogspot.com
Aug 18, 2010 @ 22:37:14
Bener Om..17 an kali ini bener2x tanpa pesta rakyat..jadi lebih bisa memaknai arti kemerdekaan..XIXIXI
Aug 22, 2010 @ 20:54:00
Buat Sdr. Infotama: hmm … mudah2an ini bukan pertanda buruk, ya, mas, hehe …. merdeka!
Aug 18, 2010 @ 14:57:23
moga dua-duanya bisa lebih khusuk pake!
Aug 22, 2010 @ 20:49:21
Buat Sdr. Sang Nanang: amiin, semoga demikian, mas nanang.
Aug 17, 2010 @ 15:59:39
untungnya upacara dibarengi suasana hujan ditempat kami, lumayan ngurangin resapan energi.
kedepan gimana kalo pas 17san pas 1 syawal yapak…, habs sholat id lgssg upacara kali dilapangan hehe
merdeka buat guru…
Aug 22, 2010 @ 20:31:14
Buat Sdr. saiful: oh, ya? di tempat saya malah panasnya bukan main, pak, hehe … berlangsung si dua tempat lagi, hiks. tapi tetep semangat juga, kok, hehe ….
Aug 17, 2010 @ 04:20:55
iya sama mas, sy jg merasakan hal itu,
terus orang kayaknya lebih konsentrasi untuk mempersiapkan mudik lebaran ketimbang merayakan 17 agustusan
Aug 22, 2010 @ 20:26:19
Buat Sdr. Amanda: ya, ya, mudah2an saja bukan pertanda negatif tentang menurunnya nilai2 nasionalisme, yak!
Aug 16, 2010 @ 21:07:24
Hari kemerdekaan tahun ini menurut saya merupakan hal yang sangat bersejarah, karena kalau tidak salah indonesia merdeka di bulan ramadhan…Subhanallah…
Aug 17, 2010 @ 01:48:19
Buat Sdr. Bahasa Pena: subhanallah, memang benar, de, makanya peringatan agustusan tahun ini memang sangat spesial, hehe …
Aug 16, 2010 @ 13:52:31
Insya Allah kami jajaran LPMP Gorontalo akan melaksanakan upacara bendera peringatan 17 agustus 2010 pada besok pagi pukul 08.00 WITA., di lingkungan LPMP Gorontalo.
Aug 17, 2010 @ 01:42:31
Buat Sdr. Dahrun Marada: oh, ya, sama juga di tempat saya, pak. malah upacara 2x, hehe … di sekolah dan di kecamatan, hiks.
Aug 16, 2010 @ 07:55:28
waduh komen saya gak muncul… Kesimpulannya : setuju…
Jangan memaknai nasionalisme hanya dengan lomba dan karnaval, harusnya lebih dari itu
Aug 17, 2010 @ 01:38:48
Buat Sdr. purwanto: iya, sempat ditelan akismet sbg spam, mas pur, tapi dah saya bebaskan, kok, hehe …
Aug 16, 2010 @ 07:36:28
tulisan yang sangat menarik sekaligus menghentak hati kita. SEBERAPA Nasionialisme Kita ?
terkadang kita terjebak pada nasionalisme lahiriah dari pada nasionalisme yang hakiki, terkadang pula orang lebih menyanjung orang yang terlihat patriotik daripada orang yang menyimpan dan menjadikan patriotisme sebagai penggerak motivasi setiap karyanya.
jadi mari kita bekerja untuk Indonesia, karena bekerja untuk indonesia adalah juga bagian dari ibadah.. Dirgahayu Republik Ku..
Aug 17, 2010 @ 01:38:14
Buat Sdr. purwanto: amiin, semoga kita tidak lagi hanya berteriak 1/2 merdeka, mas pur. btw, komentar blog mas pur memang sengaja ditutup, yak? saya selalu kesulitan ketika mau komen, hiks. (thinking)
Aug 15, 2010 @ 23:40:53
(banana_rock) yang penting semanagt dulu g pernah hilang..
samapai 17 agustus 2010
Aug 16, 2010 @ 00:12:14
setuju, mas, hehe …. (applause) tetap semangat.
Aug 15, 2010 @ 22:32:21
Kalau begini, memang jadi bingung pak mengaturnya, semoga para panitia panitia diberi kesabaran ya
Aug 15, 2010 @ 23:56:06
Buat Sdr. riFFrizz: hehe …. mas rifky ikutan jadi panitia agustus-an jugakah? (worship)
Aug 15, 2010 @ 21:15:37
Merdeka pak ….. ! Merdeka dari setan setan yang terkutuk pada bulan Puasa ini.
Aug 15, 2010 @ 23:55:27
Buat Sdr. rochman: amiiin, merdeka juga, pak jai, hehe …. (applause)
Aug 15, 2010 @ 21:08:19
Sama dengan Darahbiroe, ditempat saya perayaan dilakukan tanggal 8 Agustus, jadi Agustusan meriah, Romadhonpun Insya Allah khusuk
Aug 15, 2010 @ 23:55:02
Buat Sdr. rochman: woi, baguslah, pak jai, hehe …. tempat saya hanya masang umbul2 doang, hehe …. (lmao)
Aug 15, 2010 @ 20:09:38
semakin dekat ke angka 17 semakin banyak rakyat yang menuntut keadilan pak. (unsure) mulai dari si pejalan kaki pak indra azwan, aksi mengubur diri, demo kebebasan beragama…biuh…
Aug 15, 2010 @ 23:54:26
Buat Sdr. kiky: woi, mungkin dinamikanya memang mesti begitu, mbak rosy, hehe ….
Tweets that mention Catatan Sawali Tuhusetya -- Topsy.com
Aug 15, 2010 @ 18:25:17
[...] This post was mentioned on Twitter by Sawali Tuhusetya, Sawali Tuhusetya. Sawali Tuhusetya said: Tenggelamnya Gebyar Agustus-an di Balik Kesyahduan Ramadhan http://is.gd/ehK7j [...]
Aug 15, 2010 @ 18:08:21
wah, sama dong, di tmptq juga gitu, sepi….suasana gak kayak tahun lalu, sampai gini belum ada yg kibar …..
Aug 15, 2010 @ 23:53:51
Buat Sdr. papanori: hehe …. sepertinya memang banyak daerah yang mengalami hal yang sama, papanori, hehe ….
Aug 15, 2010 @ 17:41:49
wahh kalo dit4 aku
udah di rayakan sebelum ramadhan
hehhehe
Aug 15, 2010 @ 23:53:17
Buat Sdr. darahbiroe: oh, ya? bagus juga tuh, mas. dua2nya sama2 bisa dirayakan. salut. (worship)
Aug 15, 2010 @ 17:24:27
Gebyar 17 ditempat saya diadakan sebelum ramadhan. Bahkan tahun ini ada parade musik dan dance (banana_rock)
Kami sukses mengadakan sepeda hias dengan 500 peserta dan baru pertama kalinya.
Semoga daerah di luar jawa bisa melapor pada bapak bahwa gebyar 17-an tetap meriah walau ramadhan.
Aug 15, 2010 @ 23:52:40
Buat Sdr. akhta: oh, ya? luar biasa, mas akhta. (doh) kok pakai laporan segala toh, mas, hehe … (lmao)
Aug 15, 2010 @ 17:06:02
semoga bangsa ini tak lupa bahwa di punya negeri yang harus dicintai dan dibelanya.
Salam hangat dari Surabaya
Aug 15, 2010 @ 23:52:06
Buat Sdr. Pakde Cholik: amiiin, semoga demikian, pakdhe. salam hangat juga dari kendal, pakdhe. (worship)
Aug 15, 2010 @ 16:52:22
bagus. kita bisa merenung sebulan. cukup untuk introspeksi. patriotisme dan nasionalisme menurut saya lebih baik diwujudkan melalui pengorbanan untuk masyarakat banyak daripada mengincar kedudukan di pemerintahan walau berdalih pemerintah punya kekuasaan untuk melakukan sesuatu untuk negara bangsa.
Aug 15, 2010 @ 23:51:37
Buat Sdr. wahyu nurudin: setuju, mas wahyu, semoga saja memang dua momen ini bisa dimanfaatkan utk benar2 melakukan introspeksi. (worship)
Aug 15, 2010 @ 16:33:02
di komplek saya cuma diminta pasang bendera h-3 sebelum tanggal 17
ga ada lomba makan kerupuk (rofl)
Aug 15, 2010 @ 23:50:56
Buat Sdr. r10: oh, ya? hampir sama dengan di tempat saya tuh, mas, hehe …. (lmao)
Aug 15, 2010 @ 15:21:41
Nilai-nilai nasionalisme memang terpatri di dalam hati, Pak. Akan tetapi, apa yang ada di dalam hati itu tentu akan diwujudkan dalam bentuk perbuatan. Satu saja, apakah di rumah kita punya selembar Bendera Merah Putih atau tidak.
Di tempat saya sendiri, kegiatan fisik peringatan HUT ke-65 tahun Proklamasi Kemerdekaan RI sudah diselesaikan sebelum memasuki Bulan Suci Ramadhan. Akan tetapi, pertanda bahwa Agustus ini adalah bulan kemerdekaan tetap kami syiarkan.
Aug 15, 2010 @ 23:47:08
Buat Sdr. Moh Arif Widarto: wah, salut juga dengan cara merayakan hut ri di tempat mas arif. layak utk ditiru, nih. (worship)
Aug 15, 2010 @ 14:34:21
Di tempat kami, masih akan diadakan malam tirakatan, Pak. Tadi malam,saya mengikuti rapat terakhir untuk menghangatkan acara 17-an tahun ini. Memang tidak semeriah tahun yang lalu. Tapi, saya yakin, sikap nasionalisme masih dihayati oleh warga bangsa ini, meski tak semuanya.
Salam kekerabatan.
Aug 15, 2010 @ 23:46:14
Buat Sdr. Sungkowoastro: oh, ya? baguslah, pak. tempat saya rencananya juga ada malam tirakatan meski grengsengnya beda dg tahun2 sebelumnya.
Aug 15, 2010 @ 12:22:55
betul pak di dikampung ini biasanya sudah ada edaran sumbangan untuk beli hadiah2,kok adem2 aja ,rupanya kalah dengan kesahduan romadhon ,yang membuat hati bahagia katimbang pertandingan2 dan acara peringatan Agustusan lainnya. mudah2an cuma gejala sahdunya romadhon aja ya. padahal setiap hari saya putar lagu2 kebangsaan.
Aug 15, 2010 @ 23:43:55
Buat Sdr. maria: hehe …. mungkin hanya faktor kebetulan saja, mbak maria, hehe ….
Aug 15, 2010 @ 11:47:09
Perayaan 17an di saat bulan Ramadhan, apalagi di awal-awal, jelas menimbulkan dilema. Karena biasanya pada awal-awal puasa, sepertinya tubuh masih terasa cukup berat.
Aug 15, 2010 @ 23:43:11
Buat Sdr. andika: hmmm …. mudah2an saja ndak sampai berimbas menurunnya semangat nasionalisme ya, mas, hehe …
Aug 15, 2010 @ 10:38:08
Yah mungkin untuk kali ini 17 belas agustusan harus ngalah dikit..ama ramadhan..:)
Aug 15, 2010 @ 23:42:01
Buat Sdr. TUKANG CoLoNG: hehe … begitu, ya, mas, hiks. kayak dalam pertandingan saja, haks. (lmao)
Aug 15, 2010 @ 08:46:27
Assalaamu’alaikum sahabat guru Pak Sawali
Saya kembali menyatu diri di dunia maya dalam keberkatan Ramadhan yang mulia ini setelah menghilang diri di maya atas musibah yang menimpa.
Semoga kehadiran Ramadhan ini akan menyambung kembali silaturahmi kita.
Blog dulu sudah terhapus dan kini saya kembali dengan blog baru yang berwajah serupa:
http://webctfatimah.wordpress.com/
Salam Ramadhan yang mulia dan salam mesra dari saya di Sarawak, Malaysia.
Aug 15, 2010 @ 23:41:25
Buat Sdr. Siti Fatimah Ahmad: wa’alaikum salam bunda fatimah. oh, ya, selamat menunaikan ibadah puasa juga, bunda, semoga kita mampu menjalankannya sebulan penuh dengan khusyu’. oh, ya, selamat atas blog barunya, bunda. (worship)
Aug 15, 2010 @ 07:06:44
Dirgahayu Negeriku dirgahayu bangsaku, INDONESIA !!!
Aug 15, 2010 @ 23:40:27
Buat Sdr. Reza Saputra: ucapan yang mantab, mas reza, hehe …. (worship)
Aug 15, 2010 @ 07:02:54
Bung, komentar saya agak terbatas nih. Maaf, kalo tidak mencakup tema tulisan, Bung.
Bung, nasionalisme dan patriotisme itu hal berbeda. Perihal tersebut terserak di internet, kalo bisa pencariannya difokuskan pada disiplin political science.
Omong-omong, pernahkah bung bertanya apakah nasionalisme itu berpijak pada ikatan epistemik yang kukuh atau sekadar sesuatu yang dibayangkan saja? Dan, apakah nasionalisme itu sesuatu yang baik lantaran atas nama nasionalisme, kita dibenarkan menembak kepala ibu kita yang bersebrangan dengan ideologi negara?
Aug 15, 2010 @ 23:39:55
Buat Sdr. Filsafat Konseling: terima kasih tambahan infonya, mas. setiap kali posting, saya ndak pernah berpikir sampai yang rumit2, mas, hehe …. apa yang ada di kepala ya langsung saja saya tulis, hehe …. terima kasih pencerahannya. (worship)
Aug 15, 2010 @ 05:08:46
memang beda suasananya. semoga ini menunjukkan bahwa bangsa kita tak lagi suka memuja hal2 yang sifatnya seremonial belaka. (sleeping)
Aug 15, 2010 @ 23:38:41
Buat Sdr. agupenakendal: mudah2an demikian. (worship)
Aug 15, 2010 @ 04:58:03
semoga bukan lantaran negeri ini tengah mengalami krisis nilai nasionalisme dan patriotisme tapi lantaran dengan amat sadar bahwa memeringati agustusan tak harus selalu identik dengan gebyar lahiriah semata. (thinking)
Aug 15, 2010 @ 23:38:28
Buat Sdr. admin MGMP: amiiin. (worship)
Aug 15, 2010 @ 04:33:01
Yang paling utama bukan ramai dan riuh redahnya. Tetapi rasa syukur, nasionalisme, dan patriotisme dalam dada.
Bukankah saat puasa juga saat perjuangan dan pertempuran yang sangat besar melawan hawa nafsu untuk mencapai kemerdekaan menjadi diri yang fitri?
Aug 15, 2010 @ 23:38:09
Buat Sdr. alamendah: setuju banget, mas alam. (worship)
Aug 15, 2010 @ 03:40:51
krisis keteladanan “sang pemimpin” sepertinya telah lebih parah sehingga negara kita bukan lagi negara yang gagah perkasa dengan kibaran merah putih dan sorak sorai menjelang 17 Agustus. menjadi pertanda pembenaran “tak seorang pun yang bisa menjamin kalau nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme yang acapkali didengung-dengungkan itu dengan sendirinya bakal menyatu secara emosional ke dalam hati dan nurani bangsa”.
Aug 15, 2010 @ 23:37:40
Buat Sdr. yusami: hmm … semoga sepinya momen agustusan bukan pertanda hilangnya nilai nasionalisme, mas yusa, hehe ….
Aug 15, 2010 @ 03:24:42
Ya pak, semoga saja nasionalisme tetap berkobar di dada meskipun tanpa hiruk pikuk segala kemeriahan agustus-an.
Aug 15, 2010 @ 23:36:55
Buat Sdr. the others…: mudah2an memang demikian, mbak reni. (worship)
Aug 15, 2010 @ 03:21:04
Tahun ini di kotaku sepi dari kegiatan agustus-an. Yang tersisa hanyalah upacara bendera saja.
Aug 15, 2010 @ 23:36:28
Buat Sdr. Catatan kecilku: sama dengan tempat saya, mbak reni, hehe …. (lmao)
Aug 15, 2010 @ 02:13:42
yupz. 1 ato 2 hari lagi PHBN, tp nyatanya peringatan hari bersejarah tsb seperti tak ada gaungnya (ato memang benar, tertutupi dan bahkan menghilang terlindas gaung ramadhan) tp ta apalah, toh di bulan suci ini ya utamanya memang untuk (ibadah) bekal kita diakherat nanti *tanpa mengurangi rasa hormat dan puji kepada para pahlawan tentunya*
duhh…….
Aug 15, 2010 @ 23:36:03
Buat Sdr. addiehf: setuju banget, mas addi. semoga dua momen ini tetap menjadi sebuah inspirasi bangsa kita.
Aug 15, 2010 @ 02:05:14
Bener Pak, saya pikir jg begitu, Bulan Agustus sekarang rasanya malah kepikiran puasa, kemerdekaan g kepikiran . . ^^ ,nasionalisme dan religiousme juga harus berimbang , . . .
Met sahur Pak ^^
Aug 15, 2010 @ 23:34:52
Buat Sdr. Ka Damar: setuju ka damar. mudah2an bukan lantaran nilai nasionalisme yang menurun, yak.