Menemukan Nilai Kesejatian Diri di Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan sejatinya bisa dijadikan sebagai momentum untuk menemukan nilai kesejatian diri sebagai manusia yang serba-dhaif. Puasa mengajarkan kita untuk memiliki kepekaan terhadap nasib sesama; membakar sikap amarah, kesombongan, serakah, atau naluri “primitif” lainnya. Puasa di bulan Ramadhan sejatinya juga bisa dijadikan sebagai momentum untuk menemukan nilai kebenaran sejati di tengah situasi peradaban yang kian abai terhadap nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan keadilan. (tears)

selamat berpuasa

Semoga pertemuan kita dengan bulan Ramadhan tahun ini bisa membuka selubung dan tabir gelap yang selama ini menutupi dinding nurani kita akibat jebakan rutinitas keseharian yang melupakan nilai-nilai kesejatian diri itu. (thinking)

Selamat menunaikan Ibadah Puasa, mohon maaf lahir dan batin, semoga kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyu’ dan penuh ketulusan, amiin. (worship) ***

Tulisan lain yang berkaitan:

Perubahan Gaya Hidup di Bulan Ramadhan (Friday, 13 August 2010, 1,885 pembaca, 69 respon) Konon, puasa di bulan Ramadhan merupakan manifestasi ibadah yang memiliki dimensi personal dan sosial. Dari dimensi personal, hanya kita yang bisa...
Ramadhan, Korupsi, dan Kearifan Budaya (Thursday, 20 August 2009, 2,212 pembaca, 126 respon) Ramadhan dalam dimensi kehidupan sejatinya tak hanya mampu membangun pribadi muttaqin sebagai manifestasi sikap seorang hamba kepada Sang Khalik,...
tentang blog iniTulisan berjudul "Menemukan Nilai Kesejatian Diri di Bulan Ramadhan" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (10 August 2010 @ 22:15) pada kategori Refleksi, Religi dan telah dikunjungi oleh 2,205 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini: