10Aug 2010 97 Comments3,100 pembaca
Menemukan Nilai Kesejatian Diri di Bulan Ramadhan
Bulan Ramadhan sejatinya bisa dijadikan sebagai momentum untuk menemukan nilai kesejatian diri sebagai manusia yang serba-dhaif. Puasa mengajarkan kita untuk memiliki kepekaan terhadap nasib sesama; membakar sikap amarah, kesombongan, serakah, atau naluri “primitif” lainnya. Puasa di bulan Ramadhan sejatinya juga bisa dijadikan sebagai momentum untuk menemukan nilai kebenaran sejati di tengah situasi peradaban yang kian abai terhadap nilai-nilai kebenaran, kejujuran, dan keadilan. (tears)

Semoga pertemuan kita dengan bulan Ramadhan tahun ini bisa membuka selubung dan tabir gelap yang selama ini menutupi dinding nurani kita akibat jebakan rutinitas keseharian yang melupakan nilai-nilai kesejatian diri itu. (thinking)
Selamat menunaikan Ibadah Puasa, mohon maaf lahir dan batin, semoga kita bisa menjalankan ibadah puasa dengan khusyu’ dan penuh ketulusan, amiin. (worship) ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Menemukan Nilai Kesejatian Diri di Bulan Ramadhan" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (10 August 2010 @ 22:15) pada kategori Refleksi, Religi dan telah dikunjungi oleh 3,100 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:














Oct 12, 2011 @ 21:42:34
semoga ramadhan yang telah berlalu menjadi sesuatu yang bernilai…
Aug 23, 2011 @ 12:51:16
mudah mudahan amal ibadah kita di bulan puasa ini bisa lebih khusyu lagi.
Jul 30, 2011 @ 22:06:14
Amin.