01Jun 2010 72 Comments5,238 pembaca
Nilai-nilai Pancasila, Riwayatmu Kini!
(Renungan dan refleksi mini di hari kelahiran Pancasila)
Kita sungguh sedih menyaksikan berbagai aksi brutal dan kanibal yang tak pernah berhenti menggoyang sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Perilaku kekerasan berbasiskan primordialisme sempit dan SARA di negeri multikultur ini seolah-olah telah menjadi budaya yang mengakar dan memfosil dalam ruang memori dan batin anak-anak bangsa. Aksi bakar-bakaran, perusakan, penganiayaan, dan berbagai perilaku vulgar lainnya seolah-olah sudah menjadi tontonan tragis dan menyayat di atas panggung kehidupan sosial masyarakat kita. Nyawa, darah, dan air mata, seolah-olah begitu gampang tergadaikan hanya untuk memuaskan naluri dan budaya agresivitas berdalih gengsi dan harga diri kelompok. Bangsa kita yang dulu dimuliakan dan diagung-agungkan sebagai bangsa yang ramah, santun, dan beradab, telah menjelma menjadi bangsa pemarah, pemfitnah, dan biadab.
Sudah tak ada lagikah ruang bagi ideologi dan pandangan hidup bangsa, Pancasila, bersemayam dan mengakar dalam relung kepribadian bangsa kita? Sudah demikian rendahkah penafsiran dan apresiasi kita terhadap nilai-nilai kearifan dan fatsoen kehidupan yang telah diwariskan oleh para “founding fathers” kita, hingga kita demikian gampang dibakar emosi dan amarah hanya oleh perkara-perkara sepele yang seharusnya bisa diselesaikan dengan cara-cara yang damai dan bermartabat?
Kita memang tak perlu mencari siapa yang salah dan siapa yang benar ketika selubung kekerasan itu sudah demikian kuat menelikung keseharian kita. Kita juga tak perlu mencari kambing hitam, siapa sejatinya yang telah membuat dinamika 12 tahun reformasi mengalami stagnasi dan set-back. Kita juga tak pantas lagi berkeluh kesah, kenapa bangsa yang besar dan agung ini bukannya makin matang dan dewasa dalam menemukan makna kearifan hidup, tetapi justru kian tenggelam dalam perilaku konyol dan biadab. Namun, tak ada salahnya kalau kita bertanya-tanya, sudah hilangkah roh Pancasila itu dari tubuh negeri ini? ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Nilai-nilai Pancasila, Riwayatmu Kini!" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (1 June 2010 @ 03:22) pada kategori Budaya, Edukasi, Refleksi, Sosial dan telah dikunjungi oleh 5,238 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Oct 23, 2011 @ 20:21:15
Beginilah akibatnya … tidak suka orde baru, tidak senang soeharto, kok Pancasila malah diidentikan dengannya. Jangan mengamalkannya, menyebutkan kelimasila aja anak-anak sekolahan sekarang (anggota legislatif ga termasuk ngkali ya …) kesulitan lias belepotan.
Aug 22, 2011 @ 15:04:20
kita (orang” negara ini)
sudah jauh dari nilai-nilai pancasilanya…
apa yg terjadi ???
Aug 23, 2011 @ 04:38:22
kalau pancasila ditinggalkan, saya malah makin ndak bisa membayangkan apa yang akan terjadi dengan negeri ini, mbak.
Feb 01, 2011 @ 12:44:25
memang sekarang ini ruh Pancasila sudah hampir tidak terasa di sanubari jiwa-jiwa yang dilahirkan di negeri ini.. sudah saatnya kita menghidupkan kembali ruh pancasila…salah satunya dengan memberi dan berbagi….
Feb 03, 2011 @ 16:23:37
setuju banget nih. memang sudah seharusnya perlu ada upaya revitalisasi serius terhadap nilai2 pancasila yang selama ini mulai terabaikan.
Jun 28, 2010 @ 15:11:59
pancasila hanya jadi slogan….
Jun 21, 2010 @ 11:45:21
Nilai-nilai pancasila mulai luntur. Pendidikan hanya dianggap sebagai kewajiban yang tidak disertai tanggung jawab dalam merealisasikannya. Generai muda mulai meninggalkan makna yang terkandung dalam pancasila.
Jun 23, 2010 @ 17:45:32
sebuah “warning” serius, nih, mbak septi, semoga ke depan pancasila lebih membumi di kalangan generasi muda.
Jun 06, 2010 @ 21:49:13
Sudah saatnya DPR bersama pemerintah merumuskan pendidikan Pancasila sebagai idiologi negara. Bangsa yang besar, bangsa yng menjunjung nilai-nliai idiologi bangsanya. Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah termasuk sejarah Pancasila. Bangsa yang melupakan sejarah seperti hidup diruang hampa bergelantungan seperti monyet, yang ada hanya amuk-amuk masa, kata Bung Karno. Sekarang sudah terbukti banyak amuk masa akibat meninggalkan nilai-nilai Pancasila .
Jun 07, 2010 @ 19:20:25
betul sekali, mas pri, dan saya setuju banget itu. terima kasih tambahan infonya.
Jun 04, 2010 @ 09:38:00
kayaknya hilang deh. ayo pak kita cari. perlu panggil sherlock holmes nggak pak?
Jun 05, 2010 @ 01:20:59
mangga, mas wahyu, kira2 di mana tuh hilangnya?
Jun 02, 2010 @ 16:14:10
pertanyaan ini, “sudah hilangkah roh Pancasila itu dari tubuh negeri ini?” seperti gayung bersambut dengan tulisan saya…
.-= Baca juga tulisan terbaru itempoeti berjudul Pancasila 1 Juni 1945, Mengembalikan Ruh Pancasila Sebagai Jati Diri Bangsa =-.
Jun 04, 2010 @ 02:15:58
oh, ya, klop dong, mas, kalau begitu?
Jun 02, 2010 @ 14:26:07
apakah memang nilai-nilai luhur itu telah pudar?
Jun 04, 2010 @ 02:13:45
kalau menurut mas nanag sendiri bagaimana? hehe ….
Jun 02, 2010 @ 12:13:19
ya, aneh memang.
Bahkan yang lebih ironi, banyak siswa tingkat SLTA yang tak tahu butir2 Pancasila. Bagaimana mau mengamalkan?
salam damai Pak Dhe, lama tak bekunjung semakin rame saja blog Pak Dhe,
Jun 04, 2010 @ 02:12:03
salam damai juga, mbak damai. tapi syukurlah mbak damai tak hanya sekadar hafal sila2 dalam pancasila, kan?
Jun 02, 2010 @ 11:01:22
Kenapa Pancasila tinggal simbol saja? Pada waktu saya masih SD setiap pagi untuk apel selalu di bacakan teks Pancasila, namun tidak di jabarkan apa kandungan Pancasila tersebut. Jadi wajar aja Pancasila tidak di amalkan sekarang karena makna yang terkandung di dalam Pancasila kadang kita tidak tahu sama sekali. Padahal banyak nilia-nilai luhur yang terkandung di dalamnya yang di jabarkan pada butir-butir pancasila.
Jun 04, 2010 @ 02:09:12
itulah kenapa banyak yang ndak setuju dengan konsep penataran P4 yang dulu digencarkan rezim Orba, mas marada, karena pancasila hanya sekadar jadi hafalan belaka.
Jun 02, 2010 @ 09:16:45
waktu zhie masih SMP kemaren juga disuruh menyebutkan sila ke 4 pancasila, zhie nggak apal :”>
(
(
tiba2 blank Pak
.-= Baca juga tulisan terbaru zhie berjudul Antara Hidup dan Kehidupan =-.
Jun 04, 2010 @ 02:08:17
keke … masak begitu, sih, hehe … aya hafalkan lagi sila2 dalam pancasila!
Jun 01, 2010 @ 23:28:47
Jadi, apakah Pancasila masih berarti buat kita?
Kata Pak Andy, Pancasila tinggal simbol belaka. Lalu, agama tinggal apa? Bukankah agama juga tidak mampu membuat semua pengikutnya menjadi lemah lembut dan santun?
Saya kira, negara kita perlu melakukan dekonstruksi ideologi.
.-= Baca juga tulisan terbaru Moh Arif Widarto berjudul Masihkah Pancasila Berarti Buat Kita? =-.
Jun 04, 2010 @ 02:06:34
dekosnstruksi ideologi? hmmm … tapi banyak pula yang sudah berkeyakinan bahwa pancasila sbg ideologi negara sudah jadi harga mati, mas arif?
Jun 01, 2010 @ 21:44:03
oh pancasila, riwayat mu kini [-(
.-= Baca juga tulisan terbaru Aulia berjudul Pengaturan Facebook Lebih Sederhana =-.
Jun 01, 2010 @ 23:06:17
menurut mas aulia, gimana riwayat pancasila masa kini?
Jun 01, 2010 @ 20:26:37
udah lama banget pak ga ingat ama pancasila ini, mungkin sepuluh tahun…
.-= Baca juga tulisan terbaru tfd berjudul Hanyalah 2 Liter Air / Hari =-.
Jun 01, 2010 @ 23:05:53
hehe … mungkin ada baiknya kita inget kembali, dok. *doh, kok sok mengingatkan*
Jun 01, 2010 @ 20:20:53
ya bener-bener sangat memprihatinkan bang…..padahal denga anarkisme tidak dapat menyelesaikan masalah,malah sebaliknya malah dapat menambah masalah…….mudah-mudahan aja jiwa pancasila dapat bangkit dan tumbuh kembali dalam jiwwa bangsa indonesia ini….terutama kaum mudanya….yang merupakan para penerus bangsa……
mantabs mas infonya….
Jun 01, 2010 @ 23:05:15
amiiin, memang seperti itulah yang kita harapkan, mas, agar ungkapan “negeri yang cinta damai” tak hanya sebatas slogan.
Jun 01, 2010 @ 19:03:04
Pancasila sekaarang kok gak diamalkan ya? Cuma jadi pajangan dan simbol saja pak Sawali? (doh)
Jun 01, 2010 @ 23:03:53
mudah2an saja secara bertahap pengamalan pancasila benar2 bisa terwujud, mas jidat.
Jun 01, 2010 @ 17:24:01
ibarat tanaman, pak guru. kalau tidak disiram yah mati. begitu juga ruh pancasila yang kian hari kian memudar …
Jun 01, 2010 @ 22:57:26
bisa jadi benar analogimu, mas!
Jun 01, 2010 @ 15:56:29
iya sepertinya pancasila suda dilupakan oleh bangsa ini
Jun 01, 2010 @ 16:19:14
tapi mas adib tidak lupa, kan? hehe ….
Jun 01, 2010 @ 14:33:04
bagus juga tuch pak usulan dari sobat bakharudin…
Jun 01, 2010 @ 16:11:49
ok juga, mas, meski kemungkinan juga tak sedikit yang tidak setuju.
Jun 01, 2010 @ 13:44:09
Slogane apik2, tapi aplikasinya mengko disik…
Semoga komentar saya ini tetap berdasar Pancasila dan UUD 45.
.-= Baca juga tulisan terbaru marsudiyanto berjudul Memperbesar Alat Vital =-.
Jun 01, 2010 @ 16:09:40
komentar pak mar selalu ok dan berlandaskan pada dasar negara, kok, pak, haks.
Jun 01, 2010 @ 13:19:50
Kalau Penataran P4 nya di hidupkan lagi …bagaimana Pak…
.-= Baca juga tulisan terbaru Bakharuddin berjudul Memilih Materi Pembelajaran =-.
Jun 01, 2010 @ 16:09:00
wah, jadi inget zaman orba dulu, pak. tapi kalau modelnya serba dogmatis kayak dulu, agaknya penataran p4 kurang tepat lagi digunakan, hehe …
Jun 01, 2010 @ 11:34:09
saya pikir pancasila masih relevan sebagai dasar negara yang diperlukan adalah bagaimana implementasinya
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul Suramadu dan Soto Shalawat =-.
Jun 01, 2010 @ 16:02:14
karena2 mengandung nilai2 universal, pancasila agaknya memang akan tetap relevan sepanjang peradaban, mas santri.
Jun 01, 2010 @ 10:35:32
yang penting adalah bagaimana menghayati dan menjadikan pancasila yang dikatakan sebagai pandangan dan pegangan hidup bangsa indonesia
.-= Baca juga tulisan terbaru ciwir berjudul Suramadu dan Soto Shalawat =-.
Jun 01, 2010 @ 16:01:32
setuju 100%, mas santri. idealnya memang demikian.
Jun 01, 2010 @ 09:17:30
Pak Sawali, saya pikir Pancasila memang harus tetap dipertahankan karena bagaimanapun, ia adalah galian dari bapak bangsa …
Ancaman terbesar adalah dari budaya-budaya luar negeri seperti misalnya budaya barat dan budaya2 agama
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Jason belajar Bahasa Indonesia =-.
Jun 01, 2010 @ 16:00:17
hmm … mungkin benar, mas don. tantangan memang makin rumit dan kompleks, tapi justru dengan tantangan seperti itu, pancasila jadi makin teruji, hehe ….
Jun 01, 2010 @ 08:46:51
hari ini hari kelahiran pancasila gt pak ??
:o
.-= Baca juga tulisan terbaru julianusginting berjudul My Blog Was Hacked?? =-.
Jun 01, 2010 @ 15:59:22
konon begitu, mas ginting.
Jun 01, 2010 @ 08:28:35
Lagu “Garuda Pancasila” bisa-bisa telah hilang (juga) dari hadapan nanak-anak negeri ini.
Salam kekerabatan.
.-= Baca juga tulisan terbaru Sungkowoastro berjudul Generasi Muda, Ndhangdhut-an, dan Tawuran =-.
Jun 01, 2010 @ 15:59:06
kalau tdk sering dinyanyikan pasti kekhawatiran pak sungkowo akan benar2 terbukti, hehe ….
Jun 01, 2010 @ 07:32:17
roh pancasila masih ada di dalam hati manusia-manusia indonesia pecinta damai…
Jun 01, 2010 @ 15:58:30
amiiin, mudah2an saja semua manusia indonesia pencinta damai, mas dion, haks.
Jun 01, 2010 @ 05:28:57
selamat hari kebangkitan pancasila pak..
.-= Baca juga tulisan terbaru TUKANG COLONG berjudul Tua di Jalan =-.
Jun 01, 2010 @ 15:57:57
hehe … konon 1 juni itu hari kelahiran pancasila, mas.
Jun 02, 2010 @ 08:41:25
@Sawali Tuhusetya, Oia pak, maaf salah sebut, duh jadi malu
.-= Baca juga tulisan terbaru TUKANG COLONG berjudul Tua di Jalan =-.
Jun 04, 2010 @ 02:07:32
hehe … gpp, mas. kenapa mesti malu. santai ajalah!
Jun 01, 2010 @ 04:27:46
sepertinya mereka terlalu sibuk dengan konflik kekuasaan atau konflik kepentingan, dan (mungkin) kita semua pun sibuk dengan konflik kebutuhan dan ke-ego-an, hingga ajaran daripada ideologi tersebut di atas seakan hilang tak berbekas tertelan konflik kita masing-masing, dan….. ya… itu seperti yang dibilang om andy; hanya simbol belaka (ninja)
.-= Baca juga tulisan terbaru addiehf berjudul Happy 2nd Plurkiversary =-.
Jun 01, 2010 @ 15:57:13
yaps, mudah2an saja suatu ketika pancasila akan kembali menjadi roh bangsa kita dalam memasuki suasana global yang makin kompetitif dan sarat tantangan, mas addiehf.
Jun 01, 2010 @ 04:26:32
Faktanya memang tidak terbantahkan pak. Nilai2 luhur yang terkandung dari pancasila itu kini sepertinya hanya menjadi simbol bagi sebagian generasi muda Indonesia. Tentu sangat disayangkan dan memprihatinkan. Padahal banyak hal yang bisa digali untuk dijadikan teladan dari pancasila itu sendiri. Apakah mungkin karena globalisasi yang kebablasan telah mengubah segalanya
.-= Baca juga tulisan terbaru Ifan Jayadi berjudul Mesin Ketik : Riwayatmu Kini =-.
Jun 01, 2010 @ 15:56:05
bisa jadi situasi seperti itu bagian dari dinamika bangsa yang kini tengah dihadapkan pada berbagai persoalan yang rumit dan kompleks, mas ifan. suatu ketika mungkin pancasila juga akan kembali membumi.
Jun 01, 2010 @ 04:04:05
barangkali banyak orang Indonesia yang lupa kalau masih memiliki Pancasila
(
.-= Baca juga tulisan terbaru Anna Wae berjudul Inventarisasi Kupu-Kupu di Hutan Banyuwindu =-.
Jun 01, 2010 @ 15:31:09
lupa pada pancasila? hmm … mungkin ada benarnya juga tuh, mbak anna.
Jun 01, 2010 @ 04:02:43
sekarang tinggal simbol, pak!
Jun 01, 2010 @ 15:30:26
doh, repot juga kalau hanya tinggal simbolnya saja, mas andy.
Tweets that mention Catatan Sawali Tuhusetya -- Topsy.com
Jun 01, 2010 @ 03:56:20
[...] This post was mentioned on Twitter by ikhsan, Sawali Tuhusetya. Sawali Tuhusetya said: Nilai-nilai Pancasila, Riwayatmu Kini! http://is.gd/cxiqa [...]
Jun 01, 2010 @ 03:27:14
Pertamax kah
Jun 01, 2010 @ 03:32:45
@ikhsan,
semoga dengan postingan ini Pancasila akan menjadi roh bagi negri ini
.-= Baca juga tulisan terbaru ikhsan berjudul 1 klik Rp.100 untuk Palestina =-.
Jun 01, 2010 @ 14:44:25
Dulu juga sebenarnya pancasila itu hanya simbol.
Yang membuat kuat adalah jiwa manusia Indonesia kala itu masih kuat pada naluri cinta negeri yang menjadi tempat hidup mereka.:d/
Kalau sekarang, jiwa pemuda2 kita telah dicekoki untuk tidak lagi menghargai dan menjunjung nilai moral budi pekerti luhur bangsa melayu yang santun…:)
Semua telah dirampas dengan gaya hidup hura2, pesta pora yang tidak mendidik generasi muda kita untuk mengerti arti merdeka…:(
.-= Baca juga tulisan terbaru ImamS berjudul Dua Cara Menulis Blog =-.
Jun 01, 2010 @ 16:18:22
terima kasih tambahan infonya, mas imam. kita berharap semoga generasi masa depan negeri ini tidak terus2an tenggelam ke dalam budaya hedonis seperti itu.
Jun 01, 2010 @ 15:30:01
amiiin, memang seperti itulah yang kita harapkan, mas ikhsan.