22May 2010 107 Comments2,139 pembaca
Penafsiran Nasionalisme ala Kumbakarna
Oleh: Ki Sawali Tuhusetya Dalam sebuah rapat kabinet yang gerah, wajah Rahwana memerah seperti kepiting rebus. Sorot matanya liar memerah saga. Tiupan angin yang lembut dari moncong AC yang dingin pun gagal menaklukkan hati penguasa Alengka yang tengah murka itu. Berulang-ulang kedua bola matanya jalang menatap tajam wajah Kumbakarna dan Wibisana, kedua adiknya yang dianggap [...]









