28May 2010 81 Comments2,165 pembaca
Blog dan Jejaring Sosial sebagai Pilar ke-5 Demokrasi
Kemudahan akses internet, diakui atau tidak, telah membuat ranah teknologi virtual makin ramai dan meriah. Makin banyak orang yang “melek” teknologi. Jelas, ini merupakan pertanda baik di tengah situasi dan dinamika sosial-politik yang tengah “sakit”. Web, blog, dan juga jejaring sosial bisa menjadi “kekuatan alternatif” untuk melakukan tekanan dalam bentuk “parlemen online”, sehingga bisa ikut berkiprah membangun peradaban bangsa yang lebih terhormat, bermartabat, dan berbudaya. Meski demikian, blog dan jejaring sosial bisa juga terkena “limbah” kenaifan yang digelontorkan kaum oportunis dan para pemburu sensasi, yang dengan amat sadar memanfaatkan blog dan media sosial untuk kepentingan-kepentingan sempit dan sesaat. Isu-isu SARA yang rentan konflik tak jarang diangkat dan dijadikan sensasi publik.


Sebagai “rumah maya”, blog dan jejaring sosial bisa dimanfaatkan untuk menampung “kekayaan” virtual, menerima tamu, menjalin silaturahmi, membangun interaksi sosial, atau aktivitas-aktivitas lain yang berkaitan dengan entitas dan eksistensi kita sebagai makhluk sosial. Di sekitar rumah maya itu, kita hidup berdampingan dengan tetangga, sanak-kerabat, dan berbagai komunitas sosial yang lain layaknya dalam kehidupan nyata. Ini artinya, kehadiran blog dan jejaring sosial, se-personal apa pun, tetap memiliki ikatan sosial secara maya yang sulit menghindar dari gesekan dan pengaruh eksternal. Dalam kondisi seperti itu, tak heran apabila sebuah postingan, catatan, atau status yang di-update di blog atau jejaring sosial akan demikian cepat mendapatkan reaksi dan respon dari masyarakat maya. Dengan kata lain, blog dan jejaring sosial tak akan pernah terlahir dalam situasi yang kosong. Ia akan selalu dipengaruhi oleh selera, kepentingan, dan keyakinan sang pemilik, untuk selanjutnya direspon, disikapi, dan dikritisi oleh masyarakat maya dengan beragam penafsiran dan ekspresi.
Persoalannya sekarang, kalau blog dan jejaring sosial bisa dimanfaatkan untuk memberikan pencerahan kepada publik, kenapa mesti “melacurkan” diri dengan berbuat sensasional yang pasti akan mengundang risiko sosial yang fatal? Kenapa tidak dimanfaatkan untuk ikut berkiprah membangun dan “menyembuhkan” peradaban yang sakit dengan mengangkat persoalan-persoalan personal dan sosial yang bisa menyuburkan nilai-nilai demokrasi dan membawa kemaslahatan buat banyak orang?
Memang, tak seorang pun yang bisa mencegah kehendak seseorang dalam berekspresi. Mereka bisa memanfaatkan blog dan jejaring sosialnya untuk memublikasikan beragam genre tulisan yang sesuai dengan selera personalnya. Namun, fakta juga menunjukkan bahwa tulisan-tulisan yang cenderung hanya sekadar mengumbar sensasi dan popularitas tak akan berumur panjang. Mereka akan masuk dalam perangkap dunia maya yang tak segan-segan “dikritisi”, bahkan dihabisi masyarakat maya yang selama ini dikenal kritis dan cerdas. Dalam konteks demikian, saya sungguh salut dengan rekan-rekan bloger yang dengan amat sadar memosisikan diri sebagai pembaca sebelum postingannya dipublikasikan. Dengan posisi semacam itu, mereka bisa melakukan estimasi sosial dan mempertimbangkan kemungkinan respon yang akan terjadi seandainya tulisannya dipublikasikan.
Dalam konteks yang lebih luas, sejatinya blog dan jejaring sosial bisa diposisikan sebagai pilar ke-5 demokrasi setelah eksekutif, legislatif, yudikatif, dan pers. Berlebihankah? Saya kira tidak. Di tengah peradaban yang sakit seperti sekarang ini, pilar eksekutif, legislatif, dan yudikatif telah lumpuh dan mati suri. Mereka tak bisa lagi diandalkan untuk menjadi tiang penyangga yang mampu menumbuhkan nilai-nilai demokrasi yang elegan, jujur, ksatria, dan dewasa. Bahkan, tak sedikit kalangan yang menilai, pemerintah, wakil rakyat, dan institusi penegak hukum yang seharusnya menjadi anutan sosial dalam penegakan nilai-nilai demokrasi, tenggelam dalam euforia kekuasaan yang serba korup dan tak jujur. Satu-satunya pilar demokrasi yang dianggap masih memiliki taji adalah pers. Dibandingkan dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif, pers dinilai masih steril dari kepentingan politik dan mampu memerankan dirinya untuk terus mentransformasi diri sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.
Ketika tiga pilar demokrasi (eksekutif, legislatif, dan yudikatif) dinilai sudah makin jauh dari “khittah”-nya, pers yang masih kuat memosisikan diri sebagai media “mainstraim” jelas perlu membangun kekuatan sinergis dengan pilar lainnya yang dianggap sama-sama memiliki peran sebagai kekuatan kontrol sosial. Blog dan jejaring sosial (facebook atau twitter) saya kira bisa dimaksimalkan untuk menjalankan fungsi sebagai pilar ke-5 demokrasi dan bisa bersinergi dengan pers untuk mengembangkan dan mengakarkan nilai-nilai demokrasi secara kritis, elegan, dan jujur dalam berekspresi. Fakta juga telah menunjukkan bahwa kekuatan blog dan jejaring sosial bisa memperkuat putaran bandul demokrasi di tengah-tengah situasi zaman yang makin korup dan amburadul. Dengan berbagai macam gaya dan genre, para bloger dan facebooker, misalnya, bisa menunjukkan sikap empati kepada pihak-pihak yang dianggap terzalimi, sehingga bisa memberikan tekanan dan kontrol sosial secara masif.
Meski demikian, peran-peran semacam itu kembali terpulang kepada para bloger dan penggiat dunia maya. Mampukah mereka berperan sebagai pilar ke-5 demokrasi dengan mengedepankan sikap kritis, jujur, dan steril dari kepentingan kekuasaan dalam menjalankan aktivitasnya di ranah dunia maya? Atau justru berkehendak untuk membuat sensasi dan memburu popularitas dengan mengangkat isu-isu sensitif berbasis SARA yang kurang menguntungkan buat kemaslahatan umat? Agaknya, waktulah yang akan menjawab hal itu. ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Blog dan Jejaring Sosial sebagai Pilar ke-5 Demokrasi" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (28 May 2010 @ 20:23) pada kategori Budaya, Opini, Politik, Refleksi, Sosial dan telah dikunjungi oleh 2,165 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Jan 10, 2012 @ 08:15:04
tapi terkadang kita bingung Bung,di Negara kita ini apa benar benar masih ada rasa kebersamaan,atau hanya di sma samakan,,,,,,terlampai sering yang beda disamakan dan yang sama di beda bedakan.
Jan 10, 2012 @ 08:12:42
Sangat setuju……………………maju teruz,prang pena lebih baik dari pada perang senjata.
Aug 23, 2011 @ 12:58:23
segala sesuatu yang di manfaatkan dengan baik hasilnya pun akan lebih baik.
Jul 18, 2011 @ 15:27:25
Selamat sore.
Artikel tersebut bagus, saya suka!
Salam kenal.
Jul 02, 2011 @ 18:38:58
Blog dan Jejaring Sosial sebagai Pilar ke-5 Demokrasi: sepakat, kebebasan menyampaikan informasi bisa dilakukan oleh semua warga, dibandingkan pilar 4, yang hanya mengatasnamakan “kepentingan”.
Jun 29, 2010 @ 20:35:37
;) sukses yaaa…bagus materinya….
F.TEKHNOLOGI INDUSTRI
Jun 28, 2010 @ 18:48:02
demokrasi ditujukan buat rakyaat…
:D
Jun 28, 2010 @ 15:14:04
semoga demokrasi benar2 untuk rakyat….
Jun 17, 2010 @ 10:07:55
demokrasi is numero uno..
hehhe…semangat..
Jun 16, 2010 @ 14:51:31
Setuju gan, hanya disinilah kita (hampir) bebas berekspresi.
Jun 10, 2010 @ 17:25:55
Asss wb
pak Guru Sawali blogger istiqomah yang tidak pernah lelah.. salut ya saya, jd kepengen berlama2 di sini, sudah lamaa sekali sekitar lebih dari 2 tahunan kali ya gak ketmu2 lagi heheh
Jun 11, 2010 @ 19:40:43
wa’alaikum salam, mas kyai kurt. iya, bener banget, nih, saya dah kangen sama mas kyai, loh, hehe … ayo, kita ngeblog lagi, hehe … biar tetep bisa berinteraksi dan bersilaturahmi. setuju?
Jun 02, 2010 @ 11:17:16
Betul juga Pak Sawali, mestinya Blog dan Jejaring Sosial di jadikan pilar kelima dalam mengontrol jalannya pemerintahan, karena DPR, DPD maupun media cetak dan media elektronik, tidak lagi becus dalam mengontrol jalannya pemerintahan. Media cetak dan elektronik setali tiga uang dengan pemerintah karena pemilik media tersebut termasuk dalam lingkaran pemerintahan.
.-= Baca juga tulisan terbaru Dahrun Marada berjudul Mencintai Allah dan Makhluk Semesta =-.
Jun 04, 2010 @ 02:10:04
hmmm …. benar juga, mas marada. meski demikian, khususnya media cetak masih ada juga yang independen, kok.
Jun 01, 2010 @ 17:56:27
belum lama saya komen di artikel ini dan ketakutan saya sudah mulai menjadi kenyataan: banyak konten yang menghujat yahudi dan israel di beberapa jejaring sosial menghilang pak guru! terutama di twiiter … http://catatan-r10.blogspot.com/2010/05/twitter-blokir-flotilla.htm … inilah yang saya takuti, harusnya orang kaya dari timur tengah sono bukannya membeli klub bola yang enggak pernah menang, tapi membeli situs-situs yang potensial menarik massa .. [-( agar kita tetap dibukakan mata kita, bukannya menerima konten dari yahudi …
.-= Baca juga tulisan terbaru gadgetboi berjudul Rokok yang membawa kesuksesan dan kebahagiaan duniawi =-.
Jun 01, 2010 @ 18:11:11
@gadgetboi, kenapa harus nunggu orang kaya dari mesir yah :d kita donk patungan beli twitter dan facebook supaya tetap netral
>-
:d
*daripada beli apartemen “murah” yang katanya “beberapa bulan lagi akan naik harganya” tapi kok belom jadi
.-= Baca juga tulisan terbaru gadgetboi berjudul Rokok yang membawa kesuksesan dan kebahagiaan duniawi =-.
Jun 01, 2010 @ 23:01:55
kalau bisa punya twitter dan fb sendiri benar2 independen dan netral, mas, tidak mudah diintervensi dari luar.
Jun 01, 2010 @ 23:00:01
doh, kok bisa hilang, toh, mas. biasanya kalau fb yang bisa mengilangkan komen kan hanya yang memegang akun?
Jun 01, 2010 @ 16:02:35
jaya selalu para blogger Indonesia
Jun 01, 2010 @ 10:20:42
Pak, agaknya media mainstream banyak mengamati Twitter dan Facebook tapi tak terlalu memperhatikan blog sebagai corong suara rakyat.
Saya memperhatikan dari siaran2 televisi yang saya tangkap dari Australia.
Tapi bagaimanapun juga, corong suara utama saya ya tetap blog, bukan Twitter dan Facebook
.-= Baca juga tulisan terbaru DV berjudul Jason belajar Bahasa Indonesia =-.
Jun 01, 2010 @ 16:01:04
sama dengan saya, mas don. meski trend fb dan twitter sedang menanjak, blog juga tak akan ada matinya.
May 31, 2010 @ 17:02:26
hidup blog…hidup pesbuk..hahaha..:d
memang, saya pun ga pernah berhenti tuk terus online…hehe..:-”
.-= Baca juga tulisan terbaru Andi berjudul Curat-Coret: Puisi =-.
Jun 01, 2010 @ 15:27:54
bravo, mas andi. salam online!
May 31, 2010 @ 10:26:08
happy blogging
Jun 01, 2010 @ 15:23:41
mangga, terima kasih kunjungannya.
May 30, 2010 @ 18:01:55
Dibalik sebuah kekuatan yang besar nampaknya memiliki konsekwensi tanggungjawab yang besar pula…Terimakasih sudah mengingatkan Pak De, karna saya sendiri kadang terprovokasi dalam membuat posting.
Semoga sehat selalu Pakde
.-= Baca juga tulisan terbaru Foto Unik berjudul MILLATFACEBOOK Facebook Muslim Pakistan diluncurkan Siap Hajar Facebook =-.
Jun 01, 2010 @ 15:15:45
betul sekali, mas unik. bloger pun memiliki “kekuatan” hebat, risikonya memang perlu memiliki tanggung jawab moral terhadap apa yang ditulis di blognya.
May 30, 2010 @ 12:27:28
Wempi sendiri bingung apa itu demokrasi…8-|
May 30, 2010 @ 15:10:11
hehe … mas wempi memang suka merendah sih soalnya, hehe ….
May 30, 2010 @ 11:19:36
jadi 3 pillar saja tidak cukup rupanya yah …
hingga muncul press sebagai 4 pilar … namun karena press sekarang sudah menjadi milik konglongmerat semua, sekarang masyarakat mencari alternative lainnya … :d ..
semuga blog dan jejaring sosial tidak bisa dibungkam
>-
.-= Baca juga tulisan terbaru gadgetboi berjudul Settiing WVDIAL paling ampuh untuk indosat (IM2 dan Mentari/IM3 Durasi) =-.
May 30, 2010 @ 11:24:29
@gadgetboi, nulis pers-nya kok saya “bule banget” yah
=))
.-= Baca juga tulisan terbaru gadgetboi berjudul Pacman 30th Anniversary =-.
May 30, 2010 @ 15:09:39
kan banyak yang menilai 3 pilar demokrasi sudah hancur kredibilitasnya, mas, hehe … sehingga perlu ada pilar demokrasi alternatif.
May 30, 2010 @ 09:21:50
tapi yag terpenting ketika di akui sebagai parlemen online, jangan jadikan kekuatan itu sebagai media untuk berebut eksistensi.
.-= Baca juga tulisan terbaru senoaji berjudul Moonlight Serenade On Wawawu Closet =-.
May 30, 2010 @ 15:08:17
berebut eksistensi? hmm … istilah yang menarik, mas seno.
May 30, 2010 @ 07:22:40
Menarik! Bisa nih para blogger atau pengguna jejaring sosial buat partai sendiri. Semoga makin sukses!!
May 30, 2010 @ 15:07:41
hehe … bisa juga tuh, mas. tapi kalau utk buat partai berarti independensinya jadi berkurang, dong!
May 30, 2010 @ 05:27:41
Berkunjung lagi pak, karena gag ada postingan baru ya saya komen disini aja gag apa-apa kan? hehe
.-= Baca juga tulisan terbaru TUKANG COLONG berjudul Jangan Lara Saat Weekend, Kawan! =-.
May 30, 2010 @ 15:06:49
mangga, mas, ndak apa2 kok, makasih komentarnya.
May 29, 2010 @ 23:38:20
Ya, benar, Pak Sawali. Sudah banyak bukti bahwa media virtual mampu menegakkan demokrasi sejati, bukan demokrasi maya.
Salam kekerabatan.
.-= Baca juga tulisan terbaru Sungkowoastro berjudul Generasi Muda, Ndhangdhut-an, dan Tawuran =-.
May 30, 2010 @ 15:06:28
salam kekerabatan juga, pak. saya kira tak berlebihan, pak, blog memang bisa dijadikan sebagai media utk apa apa saja, termasuk membangun nilai2 demokrasi.
May 29, 2010 @ 21:05:25
wah informasinya menarik sekali ya……..
mudah-mudahan kita bisa sharing bareng lewat blog ini ya ….
May 30, 2010 @ 15:05:33
terima kasih apresiasinya, mas. amiin, memang itulah salah satu manfaat blog, bisa bersilaturahmi dan membangun semangat berbagi, hehe ….
May 29, 2010 @ 19:19:03
Pak Sawali memang hebat sekali dalam mengeluarkan ide-ide cemerlangnya … pokoknya setuju Pak.
May 30, 2010 @ 15:04:36
walah, biasa saja, mas. ide2 dalam tulisan ini juga bukan hal yang baru, kok, hehe ….
May 29, 2010 @ 14:48:03
Yup! bila semua dibawa ke arah positif pasti nantinya akan berakhir positif:)>-
.-= Baca juga tulisan terbaru TUKANG COLONG berjudul Jangan Lara Saat Weekend, Kawan! =-.
May 29, 2010 @ 19:11:37
betul sekali, mas, memang seperti itulah yang kita harapkan.
May 29, 2010 @ 12:07:03
Sepakat, degan ngeBlog kita akan memadukan antara ide dan perkembangan jaman. Jadi ide takkan tersampaikan jika kita tak bisa mengakomodasinya melalui media yang memadai.
Dan sekarang gaptek bukan jamannya lagi.
.-= Baca juga tulisan terbaru Suhari berjudul Tut Wuri Handayani =-.
May 29, 2010 @ 19:11:03
betul sekali, pak suhari. blog bisa dimanfaatkan utk memublikasikan pemikiran2 kreatif dan mencerahkan buat pembacanya.
May 29, 2010 @ 11:50:27
Saya juga heran, kenapa blog-blog yang berkonten porno, sara, asumsi dan berbobotan agitasi sangat banyak peminatnya, bahkan didukung oleh pengelola blog dengan menempatkan blog-blog tersebut sebagai blog teratas dan pertumbuhan paling cepat
Salam bentoelisan
Mas Ben
May 29, 2010 @ 19:10:08
duh, itulah yang kiat gelisahkan, mas ben. ternyata para pengguna internet sbgn besar masih doyan situs2 seperti itu, duh!
May 29, 2010 @ 10:49:45
pak sawali ternyata kepala depdiknas ya?
aku baru tahu.
blog, jaringan sosial kan memang termasuk pers kan pak? pers personal. pers akar rumput.
May 29, 2010 @ 19:08:39
wew…. orang seperti saya bukan potongan pejabat, mas, hehe …. hmm …. pers cenderung lebih mengarah ke media cetak, mungkin lebih tepat kalau disebaut sebagai media virtual
May 29, 2010 @ 10:36:33
Saya terkesan dengan istilah “Parlemen Online”,
Adakah cara agar parlemen online bisa mengembalikan ketiga pilar demokrasi kembali ke khittahnya?
Apakabar Pak Sawali, Sukses sehat selalu ya pak
.-= Baca juga tulisan terbaru mascayo berjudul Comment on Apa Alasan Anda memilih sekolah Dasar untuk putra-putri tercinta? by genthokelir =-.
May 29, 2010 @ 19:07:02
alhamdulillah, baik dan sehat, mascayo. semoga mascayo juga demikian. hmm …. peran parlemen online selama ini kan bisa kita lihat melalui facebook, misalnya dg memberikan dukungan kepada nasib mbak prita seperti beberapa waktu yang lalu.
May 29, 2010 @ 10:30:31
Mudah-mudahan pilar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan masyarakat Luas …
May 29, 2010 @ 19:05:49
amiiin, memang seperti itulah yang kita harapkan, pak.
May 29, 2010 @ 09:33:27
Huebat pokokny jaman sekarang…
May 29, 2010 @ 19:05:24
betul sekali, itu juga berkat kemajuan teknologi di bidang informasi dan komunikasi.
May 29, 2010 @ 07:05:20
makasih banyak infonya…
salam kenal….
.-= Baca juga tulisan terbaru camera berjudul Take Better Pictures With Your Digital Camera =-.
May 29, 2010 @ 19:04:47
ok, sama2, mas., terima kasih atas apresiasinya.
May 29, 2010 @ 04:56:26
Kalau jejaring sosial dan blog dikuasai oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab atau kurang bermoral, jadinya JEBLOG ya pak. ~X(#:-s
May 29, 2010 @ 19:03:39
hmm …. bisa jadi., pak wandi, haks.
May 29, 2010 @ 03:34:14
Banyak politisi yang kini juga membuat perusahaan pers, TV, koran, dll… Ini membuat pers juga mulai goyang kanan kiri… Internet karena sifatnya cair membuat lebih susah dikendalikan siapapun…Makanya pemerintah hobi banget mau ngatur internet
.-= Baca juga tulisan terbaru lovepassword berjudul Password atau Account Internet ( yahoo, gmail, blogspot ) dibajak, di-hack ,di-colong =-.
May 29, 2010 @ 19:03:12
hehe … bener juga, mas love. meski demikian, keterlibatan para politisi di media akan mendapatkan resistensi juga dari sesama pers yang selama ini dikenal independes. bahkan, dewan pers juga akan bisa mengambil peran.
May 29, 2010 @ 02:34:37
Fesbuk twitter blog…tidak akan pernah padam…
May 29, 2010 @ 19:01:16
betul sekali, mas. ndak ada matinya selama masih terus ada yang menggunakannya.
May 29, 2010 @ 01:07:28
efek blog begitu luar biasa pak, happy blogging
.-= Baca juga tulisan terbaru geblek berjudul Kampung Belian Tua Batam =-.
May 29, 2010 @ 19:00:41
happy blogging juga, mas joko. memang benar adanya.
May 28, 2010 @ 21:49:28
Kalau blog saya untuk cari duit Mas…he he.
.-= Baca juga tulisan terbaru Komunitas Salesman berjudul Adbrite =-.
May 29, 2010 @ 19:00:26
wew … bagus juga toh, mas. ngeblog dapat duwit, saya kira siapa pun ingin yang seperti itu, hehehe …
Tweets that mention Catatan Sawali Tuhusetya -- Topsy.com
May 28, 2010 @ 21:39:21
[...] This post was mentioned on Twitter by Sawali Tuhusetya, Sawali Tuhusetya. Sawali Tuhusetya said: Blog dan Jejaring Sosial sebagai Pilar ke-5 Demokrasi http://is.gd/ct28a [...]
May 28, 2010 @ 21:26:34
telah terbukti di beberapa kasus bahwa jejaring sosial ikut berperan dalam penentuan kebijaksanaan
.-= Baca juga tulisan terbaru endar berjudul Plurk Emoticons on WordPress =-.
May 29, 2010 @ 18:59:07
betul sekali, mas endar. makanya, tdk berlebihan kalau bisa menjadi pilar ke-5 demokrasi.
May 28, 2010 @ 21:24:16
setuju pak.. Blog pilar ke 5 dan FB pilar ke 6
.-= Baca juga tulisan terbaru yunizar berjudul Menghemat Kertas, Soal Ulangan Dengan Sistem Kolom =-.
May 29, 2010 @ 17:55:31
wew… ternyata malah ada pilar demokrasi yang ke-6, hehe …. oke juga, pak nizar.
May 28, 2010 @ 21:22:09
(maaf) izin mengamankan PERTAMA dulu. Boleh kan?!
Semoga saya yang awam di dunia maya ini senantiasa terjaga dari khilaf
May 29, 2010 @ 17:54:48
mangga, silakan, mas alam. hmm .. sepanjang tdk cari sensasi, insyaallah selamat dunia akhirat, mas, hehe ….
May 30, 2010 @ 11:10:45
@alamendah, wekekek .. telat ni yee … :-”
.-= Baca juga tulisan terbaru gadgetboi berjudul dan ternyata ramalan itu benar! =-.
May 28, 2010 @ 21:15:07
hidup blogger indonesia!
hidup kebebasan!
hidup demokrasi!
.-= Baca juga tulisan terbaru cah ndueso berjudul Cara Mencegah Orang Merokok =-.
May 28, 2010 @ 21:12:34
hidup blogger indonesia!
hidup kebebasan berdemokrasi!
.-= Baca juga tulisan terbaru cah ndueso berjudul Cara Mencegah Orang Merokok =-.
May 29, 2010 @ 17:53:53
hidup cah ndueso! bravo, hehe … salam ngeblog!