22May 2010 107 Comments1,904 pembaca
Penafsiran Nasionalisme ala Kumbakarna
Oleh: Ki Sawali Tuhusetya
Dalam sebuah rapat kabinet yang gerah, wajah Rahwana memerah seperti kepiting rebus. Sorot matanya liar memerah saga. Tiupan angin yang lembut dari moncong AC yang dingin pun gagal menaklukkan hati penguasa Alengka yang tengah murka itu. Berulang-ulang kedua bola matanya jalang menatap tajam wajah Kumbakarna dan Wibisana, kedua adiknya yang dianggap telah berkhianat. Jika sudah begini, tak satu pun yang sanggup menatap wajah Rahwana. Semua wajah anggota kabinet, para juru bicara kepresidenan, bahkan juga para anggota Dewan Pertimbangan Presiden tampak tertunduk lesu menatap pantulan lantai keramik yang terasa seperti menusuk-nusuk biji mata.
“Hai, Wibisana! Sungguh tak tahu diri kamu! Bertahun-tahun hidup bergelimang kemewahan di negeri Alengka, bahkan Komite Pemberantasan Korupsi pun saya cegah untuk mengusut kasus korupsi yang telah kamu lakukan bersama kroni-kronimu, eh, giliran saya yang mau hidup bersenang-senang dengan Shinta, kamu malah membelot! Sungguh tak pantas kalau kamu masih tinggal di negeri yang besar dan megah ini! Saat ini juga, kamu minggaaat!” bentak Rahwana dengan nada suara menggelegar. Para pejabat yang hadir seperti tersengat lebah. Blingsatan. Namun, mereka tak sanggup berbuat apa-apa.
“Baik! Saya pergi, tapi jangan salahkan saya kalau Alengka akan mengalami kehancuran!” sahut Wibisana sambil membuang muka, lantas berkelebat cepat meninggalkan ruang sidang kabinet!
“Pergiiii!” sahut Rahwana dengan gigi gemeletuk.
“Dan kau, Kumbakarna! Sama juga dengan Wibisana, kerjaan kau selama ini hanya makan dan tidur saja! Tapi, aku sangat memakluminya! Tubuh kau yang besar memang butuh makan yang banyak. Sungguh beruntung kau tinggal di Alengka yang kaya raya! Tapi apa peduli kau terhadapku, hmmm … ? Bukannya mendukung, tapi malah menelikung dari ….” Belum sempat Rahwana menuntaskan amarahnya, tiba-tiba saja Kumbakarna mengorek-ngorek isi perutnya, lantas memuntahkan apa yang tersisa di dalam lumbung perutnya yang besar tepat di depan mata Rahwana. Semua peserta sidang tersentak sambil menutup hidung. Mereka tak pernah menduga kalau punggawa Alengka yang disegani itu bakal berlaku jorok seperti itu.
“Edaaan! Gendeng! Seperti inikah perilaku seorang punggawa, muntah seenaknya di depan junjungannya? Benar-benar sinting! Sungguh tak punya budi! Mana baktimu pada negeri ini, hai, Kumbakarna?” teriak Rahwana lantang dalam suasana balutan emosi yang berlebihan. Kumbakarna tak menjawab. Tanpa pamit, Kumbakarna dengan langkah berdebam meninggalkan ruang sidang tanpa satu pun pengawal yang membuntutinya.
***

Keinginan Rahwana untuk mempersunting Shinta, istri Rama, sudah tak bisa dibendung. Hampir setiap malam, penguasa Alengka itu mengigau; memikirkan Shinta yang tak pernah mau sedikit pun membagi cinta dan perasaan di lorong hatinya. Semakin dibujuk dan dirayu, Shinta justru makin memberontak dan melawan. Trijatha yang diharapkan bisa diandalkan untuk membujuk Shinta di Taman Argasoka pun malah bersekongkol, bahkan diam-diam menaruh hati pada Hanuman yang jelas-jelas menjadi musuh yang nyata bagi Alengka. Rahwana benar-benar kehabisan akal menghadapi keangkuhan Shinta. Meski demikian, secara diam-diam Rahwana makin mengagumi kesetiaan Shinta kepada Rama, suaminya. Dengan cara apa pun, agaknya Shinta tak gampang ditaklukkan. Kesetiaan dan cintanya hanya untuk Ramawijaya. Namun, justru karena itu pula Rahwana makin tertantang untuk bisa memilikinya dengan cara apa pun.
Sementara itu, Kumbakarna yang tengah mengungsi di tempat yang jauh dari istana, mendadak geragapan. Dia melihat pasukan Ramawijaya yang dipimpin Hanuman sedang bergerak menuju istana Alengka. Kumbakarna terus mengawasi gerak-gerik pasukan kera itu sambil terus berpikir untuk mengambil sikap yang tepat. Berkali-kali, punggawa Alengka bertubuh raksasa itu menarik napas. Dia paham, keinginan kakaknya, Rahwana, yang ingin memperistri Shinta, jelas salah dan tidak dapat dibenarkan dengan dalih apa pun. Cara-cara yang dilakukan oleh kakaknya dengan menculik Shinta dari tangan suaminya, Ramawijaya, juga tergolong perbuatan tercela yang bisa menyeret dia ke penjara Mahkamah Internasional. Dari sisi ini, Kumbakarna jelas tak akan pernah membela kakaknya yang berperilaku culas dan busuk itu.
Meski demikian, Kumbakarna juga tak rela negeri yang telah membesarkan dan menghidupinya di-invasi dari luar. Apa pun alasannya, dia harus mempertahankan tanah, tempat darahnya tumpah saat dilahirkan, dari serangan musuh. Kumbakarna harus memberikan perlawanan terhadap pihak luar yang hendak mencederai negerinya. Dia sungguh tak rela sejengkal tanah pun diinjak-injak oleh musuh yang akan menodai kehormatan dan martabat bangsanya.
“Rahwana memang busuk dan bejat! Tapi, sungguh, aku tak rela kalau negeri yang aku cintai diserang dan dikuasai musuh! Aku harus mempertahankan bangsa dan negeri Alengka hingga titik darah yang terakhir! Kalau toh aku mati, kematianku bukan untuk membela kebejatan, kelicikan, dan kejahatan kakakku, melainkan untuk membela kehormatan, kemuliaan, dan martabat bangsaku!” kata Kumbakarna pada dirinya sendiri.
Syahdan, begitu pasukan Kera yang dikomandani Hanuman itu makin merangsek ke pusat negeri Alengka, Kumbakarna dengan garang menghadangnya.
“Hai, hai, Hanuman, sungguh tak pantas, kau, datang ke negeri seberang, membawa-bawa pasukan segala! Huh, dasar kurang kerjaan, seperti mau perang saja!” hadang Kumbakarna sembari melintir cambang lebatnya.
“Hai, hai, Sang Kumbakarna yang terhormat, jangan seperti kura-kura dalam perahu begitu, dong! Kami memang mau perang untuk memberi pelajaran buat Rahwana yang terkutuk itu!” sahut Hanuman berkacak pinggang.
“Aduh, taruhlah Rahwana itu busuk, jahat, atau apalah! Tapi jangan salahkan aku kalau aku mesti bertindak tegas kepada siapa saja yang berani menginjak-injak tanah Alengka! Kau dan pasukan monyetmu itu mesti berhadapan dengan aku, paham?”
“Tidak, Sang Kumbakarna! Aku bukan memerangi Alengka, melainkan memberi pelajaran buat si Rahwanamu itu agar tidak sewenang-wenang mengumbar kekuasaan demi memuaskan nafsu bejatnya!”
“Apa pun alasan kau, sudah cukup buatku untuk mengambil tindakan tegas!”
“Maksud Sang Kumbakarna?”
“Lihat saja!”
Dor! Terdengar ledakan pistol. Sebuah timah panas dengan cepat menembus kepala salah satu prajurit kera. Hanuman tersentak. Dia tak menduga kalau Kumbakarna benar-benar akan berbuat nekad dengan menghabisi nyawa salah satu anak buahnya. Demikian juga Laksmana. Ksatria kepercayaan Ramawijaya itu benar-benar berang. Dengan gerakan lincah, cepat, dan terlatih, Laksmana segera melolos senjata ampuhnya, Naracabala. Dia bidikkan senjata sakti itu tepat mengenai kedua lengan Kumbakarna hingga buntung. Belum puas membuntungi kedua lengan Kumbakarna, Laksmana dengan jitu membidikkan senjata saktinya ke kaki Kumbakarna. Tak ayal lagi, raksasa itu pun roboh seketika. Tubuhnya berdebam mencium tanah.
Belum puas menyaksikan kedua lengan dan kaki Kumbakarna buntung, pasukan kera beramai-ramai mengeroyoknya. Tubuh Kumbakarna babak-belur, lantas mereka beramai-ramai menggotong tubuh raksasa itu menuju alun-alun istana Alengka. Rahwana tersentak ketika menyaksikan tubuh Kumbakarna, adiknya, yang selama ini telah disia-siakan, telah terbujur kaku dalam keadaan mengenaskan. Tubuhnya nyaris sudah tak berbentuk. Wajahnya pun sulit dikenali. Rahwana benar-benar tak menduga kalau adiknya itu berani mempertaruhkan nyawanya demi membela kehormatan dan martabat negeri Alengka.
Rahwana murka. Dengan sekali komando, dia perintahkan segenap prajurit Alengka untuk segera mengenyahkan Hanuman, Laksmana, dan ribuan prajurit kera dari bumi Alengka. Maka, terjadilah perang dahsyat. Di sana-sini terdengar ledakan dan letusan senjata api, memorak-porandakan seisi kota. Sesekali terdengar suara jerit histeris perempuan dan anak-anak. Alengka pun membara. Beberapa gedung dan kantor pemerintah terbakar. Kobaran api dengan cepat menjilat-jilat hingga ke pintu langit.
Namun, nasi telah menjadi bubur. Perang agaknya sudah makin tak terkendali. Di bawah komando Laksmana, ribuan pasukan kera yang militan dan terlatih berhasil menghancurkan prajurit Alengka yang sudah terninabobokan oleh uang dan kekuasaan, hingga tak ingat lagi bagaimana cara berperang yang sesungguhnya. Sementara itu, sambil mengendap-endap, Hanuman berkelebat menuju Taman Argasoka untuk membebaskan Shinta dari cengkeraman Rahwana. *** (Tancep kayon)
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Penafsiran Nasionalisme ala Kumbakarna" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (22 May 2010 @ 02:24) pada kategori Sastra, Wayang dan telah dikunjungi oleh 1,904 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Aug 23, 2011 @ 13:07:14
aya merasa iba kepada rahwana, karena telah mengusir adiknya dan ternyata adiknya sangat mencintai negaranya, pasti punya beban pikiran, perasaan, dan penyesalan di hatinya…
Jun 01, 2010 @ 18:08:36
wah … penuh intrik dan tafsiran yang mengharuskan saya membaca ulang nich … hehehe … tapi jujur saya baru tahu kalau kumbakarna itu adeknya rahwana (baru tahu juga kalau rahwana punya adek :d *kemana ajah yah saya? :-” ) …
.-= Baca juga tulisan terbaru gadgetboi berjudul Rokok yang membawa kesuksesan dan kebahagiaan duniawi =-.
Jun 01, 2010 @ 23:00:29
hehehe … ini juga hanya sekadar kisah wayang slengekan, kok, mas.
May 30, 2010 @ 13:25:43
wayang dengan cerita yang tiada habisnya memang selalu menyajikan berbagai keadaan dan sifat2 yang menggambarkan watak manusia…..
budaya kita memang adiluhung, saatnya para pemuda kita percaya diri tampil dengan budaya sendiri
May 30, 2010 @ 15:11:05
setuju, mas, memang seharusnya demikian, agar kaum muda negeri ini tak lupa akan nilai2 kearifan lokal yang diwariskan nenek moyangnya, hehe …
May 28, 2010 @ 13:21:21
Perjuangan demi Nasionalisme seperti kumbakarna apakah bisa dijadikan cerita sejarah bagi anak cucunya? Untuk menanamkan dan mengembangkan serta diharapkan dpt menumbuhkan jiwa nasionalisme dimasa kehidupan anak cucunya kelak..
May 28, 2010 @ 21:16:34
seperti itulah yang kita harapkan, pak koes. meski hanya kisah fiktif, cerita wayang bisa juga nih utk bekal moral anak2 masa depan.
May 26, 2010 @ 19:25:10
apapun pilihan sikap yang diambil, semua kembali pada nawaitu-nya…
.-= Baca juga tulisan terbaru itempoeti berjudul Satu Lagi Skandal Bank Indonesia, Kasus Suap Pencetakan Uang pecahan Rp 100 Ribu =-.
May 27, 2010 @ 10:41:20
setuju banget, mas mahendra!
May 26, 2010 @ 19:12:55
dilema ya pak??
pekerjaanku sekarang juga membawa dilema, setidaknya untuku pak…
secara aku juga termasuk anggota pecinta alam, walau gak aktif, tapi sekarang aku harus bekerja di tambang batu bara yanbg mau gak mau haru melihat alam dipaksa mengeluarkan isinya, ditump[ahi berliter-liter oli, ah………:((:((
.-= Baca juga tulisan terbaru alief berjudul Free Download: Time Freez, another Deep Freez Solution =-.
May 27, 2010 @ 10:40:56
wah itu tak kalah dilematisnya juga, mas alief. semoga saja semua kerja dan karya ma alief bisa ikut menyelamatkan alam yang dinilai sudah makin parah tingkat kerusakannya.
May 26, 2010 @ 05:01:30
yang saya fahami kisah aslinya Kumbakarno adalah right or wrong is my country, berjuang demi tanah air hingga tetes darah terakhir.
wah saya kangen sama Pak Sawali, lama tak berkunjung kemari
.-= narno´s last blog ..Hari Istimewa =-.
May 27, 2010 @ 10:32:47
hehe … sama mas narno. saya juga dah kangen, je, hehe ….
May 26, 2010 @ 02:00:05
mantap gan…ceritanya menarik,
.-= dealer pulsa tronik´s last undefined ..If you register your site for free at =-.
May 27, 2010 @ 10:31:37
terima kasih apresiasinya, mas. hanya sekadar kisah slengekan, kok.
May 25, 2010 @ 23:24:55
seru ceritanya pak. serasa nonton film ramayana ,, inget waktu kecil nonton di tipi.. wah sangat hebat hanoman itu. n juga laksmana yang punya daya tarik tersendiri.. keren
.-= elmoudy´s last blog ..Ainun Habibie =-.
May 27, 2010 @ 10:20:42
hehe … bias saja kok, mas moudy. terima kasih apresiasinya.
May 25, 2010 @ 22:35:20
Walaupun kurang ngerti cerita wayang, tapi posting pak Sawali keren. Salam
.-= PakOsu´s last blog ..INTERMILAN JUARA LC 2010 =-.
May 25, 2010 @ 23:15:42
salam juga, pak osu, walah, makasih banget apresiasinya.
May 25, 2010 @ 21:03:08
Kalau di sini malah adanya Wayang Golek (Sunda.red)
walah kelingan nonton Wayang ne kampung jaman dahulu kala, soal kaitan dengan politik saya tidak akan bergeming mendingan No comment saja
.-= agung´s last blog ..Maaf ya? saya tidak bisa menemanimu =-.
May 25, 2010 @ 23:14:11
wayang golek atau purwa ndak masalah kok, mas agung. kisahnya pun hampir mirip, kok.
May 25, 2010 @ 16:27:07
Wayang. . . . kemarin ada Dhalang di rumah saya
May 25, 2010 @ 23:13:28
dalang sapa, mas jidat?
May 25, 2010 @ 14:26:03
postingan yang sangat menarik…sepertinya ada cerita sambungannya nanti ya mas?
May 25, 2010 @ 23:12:32
mudah2an masih ada kisah yang bisa digunakan utk melanjutkan, mas.
May 25, 2010 @ 12:02:50
right or wrong is my country
.-= firdaus´s last blog ..( Pe eM Be ) Penyakit Males Blogging…. =-.
May 25, 2010 @ 23:11:19
mungkin benar, mas, quote seperti itulah yang sering dianut oleh kaum nasionalis dan patriotis.
May 25, 2010 @ 11:08:49
saya jaadi mikir gending lagunya pas terjadi intrik ini..heee
.-= boyin´s last blog ..Biji Lotus goreng =-.
May 25, 2010 @ 23:10:37
hehe … imajinasi mas boyin patut saya apresiasi, hehe ….
May 25, 2010 @ 08:16:29
hmmm saya paham pak
May 25, 2010 @ 23:08:31
syukurlah, mas andik, hehe ….
May 25, 2010 @ 04:25:17
Kesewenang-wenangan pada akhirnya akan berujung pada keterpurukan, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga efeknya berimbas pada orang lain
.-= Ifan Jayadi´s last blog ..Fiksi Mini : Asa =-.
May 25, 2010 @ 23:08:06
saya kira benar sekali, mas ifan. sekecil apa pun kesewenang-wenangan akan memberikan dampak yang buruk buat orang lain.
May 24, 2010 @ 23:37:40
Kumbakarna, Bhisma…. dan para patriot yang cinta tanah air bukan cinta rezimnya…
May 25, 2010 @ 23:07:14
betul sekali, mas xit. kesetiaan bukan ditujukan kepada penguasa, melainkan kepada bangsa dan negara, haks.
May 24, 2010 @ 22:07:50
Duh, terimakasih banyak bos,
saya emang agak buta masalah sejarah dan budaya, ini sangat membantu memperluas pengetahuan saya, terimakasih lagi bos..
salam kenal aja dari saya.:x
.-= Lirik Lagu´s last blog ..Chord Lagu Saat Terakhir =-.
May 25, 2010 @ 23:06:31
salam kenal juga, mas. terima kasih atas kunjungan dan apresiasinya.
May 24, 2010 @ 20:30:17
Selalu ada kesegaran baca artikel disini
cerah dengan berbagai turun naik terjalnya batu hehee
.-= Kika´s last blog ..Membangun Toko Online =-.
May 25, 2010 @ 23:06:00
hehe … mas kika selalu saja bisa berkomentar yang berbeda, keke ….
May 24, 2010 @ 19:53:45
hem.. kasihan Kumbakarna
sebetulnya konflik status antara nasionalisme dan patriotisme
dan kebetulan kedua2nya sudah tidak dimiliki oleh para penguasa “Alengka” saat ini.
salam
May 25, 2010 @ 23:05:29
para penguasa “alengka” saat ini? hmmm … mas tatang ndak bermaksud menyindir, kan? kekeke ….
May 24, 2010 @ 19:18:40
Wah…bagus pak! Bisa aja ya cerita negeri ini disambung2in sama cerita wayang. Menarik sekali…saya yakin banyak yang mau baca cerita wayang kalau disambung2in gini…
.-= kiky´s last blog ..Catatan Seorang Teman =-.
May 25, 2010 @ 23:04:45
hehe … namanya aja cerita wayang model slengekan, mas, jadi ya disambung-sambungkan dengan peristiwa kekinian, hihihihi …
May 24, 2010 @ 17:11:03
mantap pak itu ceritanya, saya jadi penonton huru-hara itu kena juga pak efek perang yang berkobar di alengka raya yang kaya raya itu…
.-= Tour, Food, and Health´s last blog ..Tips Memperoleh Anak Laki-Laki atau Perempuan Berdasarkan Pengaturan Makanan (Diet) =-.
May 25, 2010 @ 23:03:59
hehehe … terima kasih banget apresiasinya, dok.
May 24, 2010 @ 16:44:15
rasa-rasanya tinggal sedikit sekali Kumbakarna di negeri ini… kebanyakan sudah jadi Rahwana…:(
.-= Andy MSE´s last blog ..Wabah Facebook dan Sendal Jepit =-.
May 25, 2010 @ 23:03:15
nah, ada benarnya juga tuh, mas andy.
May 24, 2010 @ 15:20:13
Saya nggak suka Rahwana tapi suka kepiting rebusnya
.-= Matt Wahyu´s last blog ..Pelatihan Pendidikan Karakter bagi Guru =-.
May 25, 2010 @ 23:02:28
hehe … pak wahyu bisa saja, haks.
May 24, 2010 @ 14:40:22
cerita ini kan gambaran kehidupan manusia yang sebenarnya merupakan pengulangan saja. Maksudnya, bahwa suatu peristiwa atau sejarah pasti terjadi dan terjadi lagi. Yang beda hanyalah aktor dan latarnya saja..
salam pak sawali,
Bolehngeblog
May 25, 2010 @ 23:01:34
hehe … memang benar, mas, bahkan kisah2 semacam ini nyaris menjadi klasik karena terjadi hampir di setiap ruang dan waktu.
May 24, 2010 @ 12:54:43
Seperti biasa, saya tak pernah bisa berkomentar apa-apa setelah membaca tulisan-tulisan Mas Sawali. Trims Mas, telah mengijinkan saya belajar di sini
.-= Nanoq da Kansas´s last blog .."Bila Ibed (Bukan) Orang Bali" =-.
May 25, 2010 @ 23:00:00
walah, mas nanoq jangan berlebihan, dong, hehe …. tulisan biasa saja, kok.
May 24, 2010 @ 10:48:29
baru ini aku mbaca cerita tentang rahwana yang lengkap pak
wah gak bosen aku mbacanya
lagi donk pak
*ngelunjak*
.-= julie´s last blog ..kopdar kingkong =-.
May 25, 2010 @ 22:59:30
walah, mbak julie bisa aja, nih, makasih banget apresiasinya, mbak.
May 24, 2010 @ 09:45:36
semua cerita pasti ada maknanya….bagaimanapun, yang benar pasti menang & kemenangan juga harus diperjuangkan..nice story!!!!!
.-= yohan wibisono´s last blog ..PEKERJA PENGANGGURAN | BANGKIT! =-.
May 25, 2010 @ 22:56:51
setuju, mas wib. seharusnya memang demikian.
May 24, 2010 @ 08:34:31
Kalau begini terus dinamika politik bangsa dan negara kita ke depan maka tunggu saatnya akan ada revolusi di negeri yang damai ini.
.-= Dahrun Marada´s last blog ..Kata-Kata Setan Yang Kita Ikuti =-.
May 24, 2010 @ 14:50:03
@Dahrun Marada, wah sabar mas…seringnya revolusi itu dilakukan secara brutal dan berdarah…sabar aja..pasti berubah koq (mulai aja dari diri sendiri dulu n keluarganya)..
salam kenal,
Bolehngeblog
May 25, 2010 @ 22:53:53
hmm …. revolusi? wah, bisa jadi itu, mas marada, meski resikonya juga sangat besar, haks.
May 24, 2010 @ 02:10:00
Kalau jadi wayang kira kira Saya dan Mas Sawali jadi apa ya…he he
.-= Komunitas Salesman Jogjakarta´s last blog ..Coupon Google AdWords =-.
May 25, 2010 @ 22:53:06
hehe … jadi punkawan saja, mas, isa banyolan, hehe ….
May 24, 2010 @ 01:33:02
Apakah begitu keadaan politik negeri ini ..:D
Nasionalisme mengingatkan ku pada apa yg terjadi skrg
.-= delia´s last blog ..Lulus Masa Percobaan =-.
May 25, 2010 @ 22:52:28
ini situasi politik yang terjadi di negeri alnegka, loh, mbak lia, hehe ….
May 26, 2010 @ 01:21:16
@Sawali Tuhusetya,
hehehehhhehe..
perasaan semalam komen ini gak jadi masuk looh pak..
abis inetnya lemot….
maksud lia…
kalo dari cerita bapak..agak2 mirip politik negri sendiri ;;)
Selamat malam Pak…~o)
.-= delia´s last blog ..Lulus Masa Percobaan =-.
May 23, 2010 @ 23:54:00
Ilustrasi cerita yang puanjaanngg sob..
kapan2 deh aku baca..
hehhe..
numpang ngejunk dulu..
wkwkw..
.-= Irfan´s last blog ..Tips memperpanjang umur baterai laptop =-.
May 25, 2010 @ 22:50:12
terima kasih dah berkunjung, mas irfan.
May 23, 2010 @ 18:31:57
Sekarang di film-film Indonesia, Kumbakarna naik Hartop dan bisa terbang…. :-w
.-= nahdhi´s last blog ..Arak-Arakan Tumpeng Buku =-.
May 25, 2010 @ 22:49:44
hehe … seperti wayang mbeling atau plesetan begitulah, mas nahdhi.
May 23, 2010 @ 16:51:09
panjang banget…
hehehe….
May 25, 2010 @ 22:48:38
kan bisa juga dibaca secara fast-reading, mas, hehe ….
May 23, 2010 @ 12:30:28
Kalau Rahwana menculik Shinta; beberapa pejabat elit negeri ini mencuri uang rakyat (negara), boleh dibilang substansinya sama. Tapi sayang ya, hingga kini belum ada pemberani sehebat Kumbakarna yang muncul untuk menjadi “tumbal” idealisme yang teguh.
Salam kekerabatan.
.-= Sungkowoastro´s last blog ..Pendidikan yang Memberi Ruang =-.
May 25, 2010 @ 22:48:12
kalau pinjam istilah pujangga ranggawarsita, negara kita sedang memasuki masa kalabendu, pak sungkowo, hehe … negara kita sedang mengalami masa gonjang-ganjing, hehe …
May 23, 2010 @ 11:43:01
klo kumbakarna aja gak rela negrinya di invasi, kenapa Pemerintah Indonesia rela ya.. kekayaan negerinya di usung negara lain…
.-= vikhi´s last blog ..Mencari Dolar Recehan di Internet dengan Mudah =-.
May 25, 2010 @ 22:46:44
pemerintah indonesia memang bukan kumbakarna, mas vikhi, hihihihi ….
May 23, 2010 @ 05:12:41
.-= tommy´s last blog ..Buka Video Format .dat di Linux =-.
May 25, 2010 @ 22:46:08
hehe … bisa juga dibaca secara fast-reading kok, mas.
May 23, 2010 @ 00:35:35
tidak ada yg abadi di atas dunia kecuali kepentingannya masing2
.-= sentil´s last blog ..Anak Baru Gede (ABG) Dengan Orang Tua =-.
May 25, 2010 @ 22:45:40
ada benarnya juga, tuh, mas sentil.
May 22, 2010 @ 20:59:46
Nasionalisme itu apakah harus setia kepada negara?trus kalau negaranya nga memihak kita apakah kita masih harus setia?
.-= hotelkuta´s last blog ..Hotel Ratna Kuta =-.
May 25, 2010 @ 22:44:15
malah ada yang bilang: “benar atau salah adalah negara saya”, mas, hehe …
May 22, 2010 @ 17:03:43
Bagus pak ceritanya
May 25, 2010 @ 22:43:33
terima kasih apresiasinya, mas. salam kreatif.
May 22, 2010 @ 16:11:10
Baca cerita ini, pikiran saya nggak bisa lepas dari intrik politik yang terjadi di negara saya, Pak.
Lama juga nggak mampir ke sini, kangen…
May 25, 2010 @ 22:41:28
hehe … saya juga kangen nih sama mbak is. wah, negara mana pun agaknya ndak pernah sepi dari konflik, mbak.
May 22, 2010 @ 16:07:59
fuih…lumayan bisa buat nambah wawasan..visit : http://margi-rekaos.blogspot.com semua tentang Dlingo
May 25, 2010 @ 22:40:32
terima kasih komentar dan apresiasinya.
May 22, 2010 @ 11:32:23
thx.s pak INFOx?
May 25, 2010 @ 22:39:37
terima kasih apresiasinya, mas bayu.
May 22, 2010 @ 11:30:25
Mudeng mudeng pak!!!
May 25, 2010 @ 22:39:00
terima kasih, mas iqbal.
May 22, 2010 @ 11:28:58
Mantab pak penafsirannya sangat jelas!!!
May 25, 2010 @ 22:38:44
hehe … ini berkaitan dengan nilai nasionalisme, loh, mas adib.
May 22, 2010 @ 11:08:11
mestinya kebenaran di atas segalanya. itu makanya saya lebih suka lakon wibisono daripada yang lainnya :d
.-= sibaho way´s last blog ..Job pertama dari Bloggerwave =-.
May 25, 2010 @ 22:38:19
hmm …. lakon wibisono pasca-runtuhnya rezim rahwana memang menarik, mas baho.
May 22, 2010 @ 10:55:23
saya merasa iba kepada rahwana, karena telah mengusir adiknya dan ternyata adiknya sangat mencintai negaranya, pasti punya beban pikiran, perasaan, dan penyesalan di hatinya…
May 25, 2010 @ 22:37:46
secara manusiawi mungkin begitu, mbak yanti. tapi selama ini juga tak terungkap bagaimana perasaan rahwana setelah mengetahui nasib kumbakarna yang tragis semacam itu.
May 22, 2010 @ 07:41:02
jaman dulu udah ada senjata api to, Pak?
May 25, 2010 @ 22:36:47
walah, namanya saja kisah slengekan, mas. jadi jenis senjata apa pun bisa dipakai, hihihihi ….
May 22, 2010 @ 07:35:14
kalau semua cerita wayang dibikin begini asik bacanya ya pak
.-= Latree´s last blog ..tak bisa kubunuh sepi…. =-.
May 25, 2010 @ 22:36:03
hehe … hanya sekadar kisah slengekan, mbak latree, haks.
May 22, 2010 @ 06:55:19
berarti saya masih boleh memiliki semangat memajukan anak didik saya ya pak, walaupun raja saya itu sering berbuat dzalim dan lalim.
selain itu saya juga punya keinginan untuk mengembalikan pendidikan yang telah diculik agar kembali ke esensinya
.-= budies´s last blog ..ITSF AWARD 2010 HAS BEGINS =-.
May 25, 2010 @ 22:35:31
wah, ya sudah pasti toh, kang bud. tantangannya memang berat, ya, kang, tapi, ayo tetep semangat!
May 22, 2010 @ 04:53:59
Cerita yang asik dan sedikit kena tuh sindirannya ke yang mungkin ngerasa.hehe
kasian juga kumbakarna, dilema yang dirasakannya pasti begitu berat.
mau tanya pak, gimana cara buat tag cloud yang kayak bapak ini ya?
.-= TUKANG COLONG´s last blog ..Evolusi, Karena Yang Kekal hanyalah Perubahan =-.
May 25, 2010 @ 11:04:14
@TUKANG COLONG,
:d
Yang pertama: Bagus, menggunakan media kesenian daerah.
Yang kedua : Asyik, mengabarkan suatu keadaan yg terjadi di negeri saya…
Yang ketiga : Jadi enak ngebacanya…:)>-
.-= ImamS´s last blog ..Apakah Anda Terkena Stroke? =-.
May 25, 2010 @ 22:34:09
walah, ndak menyindir siapa2, kok, mas, hehe … hmm … utk tag cloud di bar samping, saya pakai plugin wp cumulus, mas.
May 26, 2010 @ 04:14:10
@Sawali Tuhusetya, :> oh gt toh..:)
.-= TUKANG COLONG´s last blog ..Belajar Profesional Melalui Kondom =-.