20May 2010 34 Comments1,666 pembaca
Dari Banjarnegara ke Donohudan: Sebuah Refleksi Pendidikan dan Budaya
Selama hampir sepekan ini, aktivitas ngeblog saya agak tersendat. Terhitung mulai 12-16 Mei 2010, saya sedang “melancong” dari Banjarnegara ke Donohudan, Boyolali. 12-13 Mei, saya didaulat untuk mendampingi rekan-rekan sejawat yang tergabung dalam Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (FKMGMP) Banjarnegara untuk membuat blog. Usai kegiatan di Banjarnegara, langsung meluncur ke Donohudan, Boyolali, untuk menjadi juri Lomba Cipta Cerpen bermuatan kearifan lokal dalam event Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) SMP tingkat Jawa Tengah. Saya mohon maaf apabila “update” blog ini terkena imbasnya. Blogwalking pun tidak bisa saya lakukan secara intens. *halah, sok sibuk, hihihi … *
Ya, ya, di Banjarnegara, setidaknya ada sekitar 75 rekan sejawat dari 11 MGMP yang mengikuti pelatihan pembuatan blog yang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan didampingi oleh Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kab. Banjarnegara itu. Meski agak tersendat lantaran tiga titik hotspot yang disediakan pihak Telkomsel tiba-tiba jebol di hari kedua, pelatihan bisa dibilang lancar. Rekan-rekan sejawat yang diikutkan dalam pelatihan ini memang pengurus harian MGMP yang rata-rata sudah “melek teknologi”, sehingga persoalan-persoalan teknis yang berkaitan dengan pembuatan blog tak banyak mengalami kendala.




Suasana ketika pelatihan pembuatan blog berlangsung.
Membuat blog memang mudah, semudah orang membuat akun E-mail. Hanya tinggal mengisi form yang disediakan, sign-up, next, next, konfirmasi, yes, akun blog pun sudah jadi. Setelah log in, hanya tinggal memunculkan fitur-fitur –kebetulan yang digunakan engine wordpress.com—yang ada di dasbor sehingga bisa tampil maksimal di blog. Berikut ini adalah beberapa alamat url blog ber-engine wordpress yang dibuat oleh rekan-rekan sejawat di Banjarnegara.
- Aminnur
- Ayuwidhi
- Udroso
- MGMP IPA
- Julius Suratman
- Sunardi
- Tuti
- Ali Masruri
- Emma Wardani
- Susilo
- Zaenuri Ngakhidin
- Harun ar Rosid
- Nurfuad
- Romalia
- Teguh Riyanto
- Tini
Memang belum optimal. Tampilannya belum se-keren blog yang sudah lama eksis di dunia virtual. Content-nya juga belum ter-update secara rutin. Tidak masalah. Mengelola blog memang membutuhkan intensitas dan kerutinan untuk terus berlatih, berteman, dan blogwalking agar postingan yang tampil di home-page tak hanya “Hello World” melulu, hihihihi ….. Itulah proses dan dinamika yang mesti dilalui jika ingin menjadi blogger yang “istikomah”, hehe ….
Meski demikian, upaya yang dilakukan oleh FKMGMP Banjarnegara layak diapresiasi dan diacungi jempol. Secara mandiri, mereka sudah maju selangkah untuk mengakrabkan rekan-rekan sejawat pada ranah “Guru Go-Blog” sehingga diharapkan bisa membuat dinamika dunia pendidikan di Banjarnegara lebih eksis dan berdaya.
***
Lantas, bagaimana tentang lomba Cipta Cerpen untuk siswa SMP se-Jawa Tengah yang berlangsung di Donohudan, Boyolali, pada 14-16 Mei 2010? Ya, ya, ya, tema lomba yang diangkat adalah cerpen bermuatan lokal yang berkisar pada kehidupan bermasyarakat yang mengungkapkan dan mempercakapkan nilai-nilai kehidupan tradisional (muatan lokal), seperti mitologi, legenda, fabel, kepercayaan, serta adat-istiadat daerah/etnik setempat dengan “sentuhan baru” atau teknik penyajian yang khas. Tema ini cukup menarik dan menantang di tengah tantangan budaya global yang dinilai mulai menggerus nilai-nilai kearifan lokal. Melalui tema ini, disadari atau tidak, para peserta berupaya untuk menampilkan “warna-warna lokal” yang khas dan eksotis, sehingga diharapkan bisa memperkaya nilai-nilai budaya nasional yang multikultur dan multietnik. Tema dan subtema, serta ketentuan teknis pun kami sampaikan kepada para peserta dan guru pembimbing pada saat temu teknik yang berlangsung 14 Mei 2010 pukul 20.00 WIB.




Suasana ketika event FLS2N berlangsung.
Setidaknya, ada dua catatan menarik berkaitan dengan event lomba bergengsi itu. Pertama, dari sisi kuantitas, belum semua kabupaten/kota se-Jawa Tengah mengirimkan wakilnya. Dari 35 kabupaten/kota, baru 28 daerah yang mengirimkan wakilnya. Mungkin benar, jumlah tak memiliki pengaruh signifikans terhadap mutu karya siswa. Namun, dari sisi kekayaan nilai kearifan lokal, makin banyak daerah yang mengirimkan wakilnya, jelas akan makin memperkaya khazanah budaya lokal yang diangkat ke dalam sebuah teks fiksi, sehingga “warna lokal” Jawa Tengah makin kuat dan ekspresif.
Kedua, dari sisi kualitas, masih ada beberapa kelemahan mendasar yang dilakukan oleh sebagian besar peserta, yakni masih kuatnya intervensi guru pembimbing dalam cerpen peserta, hanya sekadar mengalihkan cerita-cerita rakyat bermuatan lokal ke dalam sebuah teks, dan kreativitas peserta yang “liar” dan “mencengangkan” belum sepenuhnya tergarap. Artinya, teks-teks cerpen yang mereka buat kurang ada sentuhan kreativitas dalam penggarapan cerpen yang khas dan kontekstual.
Sebagai event lomba yang berupaya untuk menjaring siswa SMP yang akan mewakili Jawa Tengah ke jenjang nasional, potensi dan talenta peserta jelas menjadi kriteria utama. Sebagus apa pun karya cerpen peserta secara tekstual, belum tentu layak menjadi kandidat juara apabila intervensi guru pembimbing terlalu kuat. Hal itu tampak jelas ketika juri menentukan sub-tema “legenda” pada babak I. Sebagian besar peserta justru menampilkan tema di luar ketentuan dewan juri. Agaknya, mereka sangat terpengaruh oleh desain dan skenario cerita yang sudah dipersiapkan secara matang dari rumah, sehingga mereka tidak leluasa “berimprovisasi” dan mengembangkan imajinasi ke dalam teks cerpen. Walhasil, cerpen-cerpen lomba yang berada di luar subtema, secara substansial sudah dinyatakan gugur, sehingga tidak bisa masuk sebagai 10 cerpen terbaik yang dinominasikan untuk mengikuti lomba babak II.
Pada babak II, tiga juri: Pak Sarono (Purworejo), Dimas Jimat Kalimasadha (Kudus), dan saya sendiri (Kendal), sepakat untuk menentukan subtema baru, yakni mitologi yang berkaitan dengan kepahlawanan lokal kepada para peserta yang karyanya terpilih sebagai 10 karya terbaik pada babak I. Para peserta diberikan kesempatan untuk menulis cerpen selama 120 menit sesuai subtema yang ditentukan. Meski bukan sebagai salah satu kriteria penilaian, kami sepakat untuk mempertajam unsur penilaian dengan melakukan wawancara kepada para nominator pasca-penilaian teks cerpen. Wawancara ini semata-mata dilakukan untuk menggali tingkat kreativitas dan orisinalitas karya siswa. Kombinasi antara teks cerpen dan wawancara itulah yang kami jadikan sebagai dasar untuk menentukan siapa yang layak mewakili Jawa Tengah ke jenjang nasional. Sayangnya, dewan juri tidak tahu identitas setiap peserta karena hanya mencantumkan nomor peserta ke dalam teks cerpen, sehingga kami tidak tahu peserta dari sekolah dan daerah mana saja yang menjadi Juara I, II, III, harapan I, harapan II, dan harapan III.
Terlepas dari berbagai kekurangan yang ada di sana-sini, para peserta di bawah gemblengan guru pembimbing masing-masing sudah memberikan karya terbaik untuk mewakili daerahnya. Kiprah mereka layak diapresiasi dan diberikan catatan tersendiri. Soal kalah atau menang bukanlah yang utama, karena memang seperti itulah “hukum” yang berlaku dalam sebuah lomba. Yang penting, bagaimana menjadikan pengalaman berharga dalam event lomba itu untuk memacu diri agar bisa terus berkarya dan berkreavititas. Nah, salam budaya dan salam kreatif! ***
Tulisan lain yang berkaitan:
Tulisan berjudul "Dari Banjarnegara ke Donohudan: Sebuah Refleksi Pendidikan dan Budaya" dipublikasikan oleh Sawali Tuhusetya (20 May 2010 @ 17:06) pada kategori Blog, Budaya, Edukasi dan telah dikunjungi oleh 1,666 pembaca. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Anda juga dapat ikut serta memberikan respon atau memberikan trackback dari web atau blog Anda. Jika tertarik dengan tulisan ini, silakan di-share/bookmark melalui jejaring berikut ini:













Sep 21, 2011 @ 16:23:33
komentar lagi di hari nie,,
Aug 23, 2011 @ 13:07:48
Wah, senang ya pak bisa mendampingi dan mengajarkan kepada guru2 tsb perihal pengenalan blog. Apalagi guru sepertinya lebih produktif dalam menghasilkan tulisan2
Jul 21, 2010 @ 10:40:32
yupzzz,, benar sekali.. apaun kalo udah terbiasa bakal jadi kebutuhan..
Jul 23, 2010 @ 16:50:40
termasuk ngeblog, kan, mbak?
Jun 28, 2010 @ 19:10:38
kereen…
:D
Jun 28, 2010 @ 14:07:00
:”>aku pingin ikut pelatihan
Jun 01, 2010 @ 17:36:45
betul! yang penting terus latihan >:d< ^:)^ selamat datang ke dunia blogging !
*senang kali yah mengikuti perlatihan seperti itu :d
.-= Baca juga tulisan terbaru gadgetboi berjudul Rokok yang membawa kesuksesan dan kebahagiaan duniawi =-.
Jun 01, 2010 @ 22:59:11
betul sekali, mas, mengelola blog sangat ditentukan oleh faktor latihan dan kebiasaan. semakin sering dilakukan bisa jadi gerak refleks.
May 25, 2010 @ 15:31:18
memang mantap pak sawali ini, blog yg rapi serta bisa memberikan pelatihan membuat blog utk guru2 yg tentu sangat banyak manfaatnya.
Salam kenal.
.-= dJumTKS Weblog´s last blog ..Inspirasi Buka Usaha =-.
May 25, 2010 @ 23:13:05
salam kenal juga, mas. walah, biasa saja, kok. terima kasih supportnya.
May 25, 2010 @ 09:07:19
Wah Pak Sawali, anda sudah semakin menjadi evangelist blog ya.. hebat!
Betul katamu, Pak.. bikin blog sekarang ini semudah bikin akun email, tapi yang lebih susah memang konsistensinya..:)
Sudah begitu banyak teman lama yang undur diri dan surut entah itu dengan kesibukan lain atau pindah ke social media lainnya yang sekarang sedang marak digunakan
.-= DV´s last blog ..Tentang Piala Dunia =-.
May 25, 2010 @ 23:09:22
walah, biasa saja, mas don. hanya kebetulan banyak teman yang memberikan support agar bisa konsisten di blog.
May 24, 2010 @ 14:56:52
ikut donk…ngeblog sambil jalan-jalan..
.-= bolehngeblog´s last blog ..Dimana sih Anda Biasa Download Lagu, Film, Artikel, dan Lainnya? =-.
May 25, 2010 @ 23:02:02
wow … welcome, mas, mas.
May 24, 2010 @ 09:52:43
memang untuk menulis sesuatu di blog akan lebih berwarna & bermakna apabila diisi dengan sesuatu yang lebih ” berisi ” dan tentunya kreatif dan informatif…. bravo dehhhhh
.-= yohan wibisono´s last blog ..PEKERJA PENGANGGURAN | BANGKIT! =-.
May 25, 2010 @ 22:57:20
terima kasih support dan apresiasinya, mas wib.
May 23, 2010 @ 00:31:26
maju terus blogger para guru..

moga terus menyebarkan virus ini untuk anak didiknya
.-= Aulia´s last blog ..Facebook dan Kelakuan Penggunanya =-.
May 25, 2010 @ 22:44:39
amiiin, terima kasih supportnya, mas aulia.
May 22, 2010 @ 05:09:49
Wah, senang ya pak bisa mendampingi dan mengajarkan kepada guru2 tsb perihal pengenalan blog. Apalagi guru sepertinya lebih produktif dalam menghasilkan tulisan2
May 25, 2010 @ 22:34:38
yang jelas jadi banyak teman, mas ifan, hehe ….
May 21, 2010 @ 22:34:52
seneng melancong ya mas..??
.-= jabon/jabon´s last blog ..Proses Perawatan Jabon =-.
May 21, 2010 @ 21:13:10
Salam hormat pak guru sawali.
Ternyata kesibukan yang padat itu membahagiakan, kerana ia memberi manfaat kepada yang lain.
Semoga Allah memberkati segala usaha pak guru.
Terima kasih.
.-= Along´s last blog ..Tentang Akhlak =-.
May 21, 2010 @ 20:37:53
hidup blogger:)>-:)>-:)>-
.-= Bakharuddin´s last blog ..Perubahan Paradigma Pendidikan dan Pembangunan =-.
May 21, 2010 @ 17:35:22
wah membawa wabah blog ke seluruh indonesia nie.lanjutkan!:o)
May 21, 2010 @ 17:07:05
Selamat ahripendidikan wae ya bos…mugo2 indonesia tambah maju..
May 21, 2010 @ 17:05:44
usul pak, bikin wadah untuk para blogger guru yang baru memulai ngeblog, agar semangat dan saya banyak kawan…khususnya kawan-kawan guru
senang rasanya kalau bis kumpul sesama guru
May 21, 2010 @ 17:04:26
Kegiatan yang sungguh-sungguh menyita waktu dan membutuhkan konsentrasi yang utuh, ya Pak. Selamat dan sukses selalu!
Buat para pemenang, selamat dan sukses, serta teruslah berkarya! Yang belum meraih kemenangan, tak perlu patah arang. Tumbuhkan semangat karena hari esok masih demikian panjang menanti karya Anda, anakku!
Salam kekerabatan.
.-= Sungkowoastro ´s last blog ..Rendahnya Moralitas, Penjajah yang Belum Terkalahkan =-.
May 21, 2010 @ 17:03:23
banjarnegara kampung saya pak, heheheh
May 21, 2010 @ 17:02:10
selamat sore, pak
gimana kem,arin seminar di magelang..
mungkin agenda pendekar tidar komunitas blogger magelang juga akan melalakukan pelatihan blog ke sma di temanggung, udah ada yang minta di ajarin…
semoga di tahun ini bisa bener² terwujud 1 juta blogger indonesia
dan pesta blogger makin rame aja dengan pesertanya
May 21, 2010 @ 10:27:06
Wah wah wah salut salut salut untuk Bapak Guru ini. Pengamdiannya full banget intra dan ekstra sekolah dan lintas regional hehehhe.
Jadi pengin ketularan sayanya, Pak
Salam bentoelisan
Mas Ben
Tweets that mention Catatan Sawali Tuhusetya -- Topsy.com
May 20, 2010 @ 17:32:16
[...] This post was mentioned on Twitter by Sawali Tuhusetya, Danny Hefer and Pendidikan kita!, Sawali Tuhusetya. Sawali Tuhusetya said: Dari Banjarnegara ke Donohudan: Sebuah Refleksi Pendidikan dan Budaya http://is.gd/chiOZ [...]
May 20, 2010 @ 17:27:49
ayo guru-guru pada ngeblog biar saling bertukar informasi dengan cepat
May 20, 2010 @ 17:15:55
keren mas sebagai fasilitator blogger…memang membudidayakan ngeblog sangat bermanfaat bagi khalayak…
.-= Baca juga tulisan terbaru karzanik berjudul "Konflik Thailand" =-.
May 20, 2010 @ 17:10:43
salam kenal pak guru
kegiatan yang bermanfaat
dan asik pastinya
.-= Baca juga tulisan terbaru julie berjudul "dua sisi bintang" =-.